WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami akan membantu anda. Silahkan tanyakan kepada kami.
Hi, ada yang bisa kami bantu ?
Month: August 2017

Month: August 2017

Pembakaran Desa-Desa Warga Muslim Rohingya Kembali Terjadi

AmalMulia – Beberapa kelompok aktivis HAM (Hak Asasi Manusia) melaporkan bahwa pada Selasa (29/8), terjadi pembakaran sengaja yang dilakukan pasukan militer Myanmar terhadap desa-desa yang menjadi tempat tinggal bagi warga Muslim Rohingya di Rakhine.

Dilansir dari republika.co.id, dari sumber media sosial terlihat banyak bangunan dan area lingkungan warga yang terbakar, khususnya yang berada di Maungdaw, sebelah utara Rakhine. Dan diyakini pembakaran tersebut dilakukan oleh pasukan militer Myanmar sebagai upaya menekan kelompok militan etnis Rohingya.

Dari laporan Arakan Times, pasukan tentara Myanmar beserta polisi penjaga perbatasan di Rakhine telah membakar sekitar 1.000 rumah warga Muslim Rohingya. Tindakan keji ini dimulai sejak hari Sabtu (26/8) lalu, dan terus berlanjut hingga senin (28/8), serta masih terjadi kebakaran di hari Selasa (29/8).

Di lain pihak, pemerintah Myanmar mengklaim bahwa kebakaran yang terjadi di desa-desa yang ditempati banyak warga Muslim Rohingya bukanlah tindakan pasukan militer Myanmar, melainkan dilakukan oleh kelompok teroris ekstremis sebagai aksi propaganda.

Hingga saat ini penyebab kebakaran di wilayah tersebut masih sulit untuk dipastikan, dikarenakan klaim pemerintah Myanmar dan kelompok aktivis HAM berbeda. Selama ini, pemerintah Myanmar juga menutup akses bagi para tim pengawas PBB yang akan memasuki wilayah konflik di Rakhine.

Adapun kekerasan yang terjadi kepada warga Muslim Rohingya adalah pada tahun 2012 yang membuat 140 ribu warga tersebut meninggal dunia. Kemudian terus berlanjut di Oktober 2016, yang menyebabkan sekitar 70 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh demi menghindari operasi militer Myanmar. Dan hingga saat ini, pihak militer Myanmar terus melakukan tindakan kekerasan kepada warga Rohingya. (VelaBuruuji/amalmulia)

Tidakkah hati kita menjerit menyaksikan kekejaman yang dilakukan militer Myanmar terhadap saudara-saudara Muslim Rohingya dengan membakar desa-desa yang menjadi tempat tinggal mereka. Mari segera bantu saudara-saudara Muslim di Rohingya dengan memberikan donasi melalui kami. Kirimkan donasi anda ke Bank Syariah Mandiri dengan no rekening 2017 00 4045 an. Yayasan Harapan Amal Mulia. Konfirmasi donasi bisa menghubungi call center kami (022) 878 336 31 – 081 1234 1400.

Siti Hajar: Sosok Ibu Luar Biasa, Teladan Sepanjang Masa

AmalMulia – Berbicara mengenai Idul Adha dan ibadah Haji, rasanya tak lengkap jika kita tidak menengok sejarah dari seorang ibu yang luar biasa pengorbanannya. Ya, dialah Siti Hajar ibunda dari Nabi Isma’il sekaligus istri dari Nabi Ibrahim. Wanita yang menjadi saksi sejarah syari’at kurban pertama kalinya.

Dilansir dari mirajnews.com, sejarah mengisahkan, Siti Hajar ditinggalkan berdua bersama bayinya Ismai’l di lembah Baka yang kemudian disebut dengan Makkah, di wilayah gurun pasir gersang Arab Saudi yang saat itu tidak berpenghuni. Setelah Nabi Ibrahim menerima perintah Allah untuk kembali ke Al-Quds, Palestina.

Karena rasa penasaran yang tinggi, Hajar pun mengikuti Nabi Ibrahim dan menyeru, “Wahai, Ibrahim! Ke mana engkau akan pergi meninggalkan kami berdua di lembah yang tak berpenghuni ini?”
Ia mengulangi seruannya beberapa kali. Namun, Nabi Ibrahim tak bergeming demi menjalankan perintah Allah selaku Robbnya. Lalu Hajar bertanya padanya, “Apakah ini adalah perintah Allah?” Nabi Ibrahim pun menjawab, “Ya.”
Mendengar jawaban tersebut, ia menimpali, “Jika demikian, Allah tidak akan pernah meninggalkan kami.”

Sungguh, Nabi Ibrahim tak kuasa meninggalkan keduanya. Namun, penghambaannya kepada Allah mengalahkan ketidakkuasaannya. Beliau pun berdoa seraya menghadapkan wajah ke arah Baitullah, yang Allah abadikan di dalam Al-Qur’an surat Ibrahim (14) ayat 37 yang artinya,
“Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan, yang demikian itu agar mereka melaksanakan shalat, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berikanlah rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”

Di tengah padang gersang tiada tumbuhan, dan saat kondisi perbekalan yang ditinggalkan suaminya semakin berkurang bahkan habis. Isma’il sang anak menangis dengan kerasnya karena kehausan, tak tahan mendengar tangisan anaknya. Hajar bangkit dari duduknya seraya meninggalkan Isma’il sendirian, demi mencari pertolongan.

Ia berlari dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali dengan jarak sekitar 450 meter dengan harapan dapat menemukan air untuk putranya. Namun, ternyata hanyalah fatamorgana yang ia peroleh. Akan tetapi keteguhan hatinya yang meyakini pertolongan Allah, tidak membuatnya berputus asa. Hingga akhirnya, ketika ia kembali kepada bayinya yang tengah menangis, Allah memberi pertolongan lewat entakkan kaki Isma’il muncullah air, yang hingga sekarang masih ada, air tersebut dinamakan air Zamzam.

Kesabaran dan ketegaran lainnya dari seorang Hajar adalah ketika Allah memerintahkan suaminya untuk menyembelih putranya. Bagaimana ia tidak berontak menyaksikan putra kesayangannya akan disembelih. Namun, kemudian Allah ganti dengan sembelihan yang besar sebagai hadiah dari keteguhan para hamba-Nya yang istimewa tersebut.

Begitu besar kekuatan akidah yang tertancap di dalam hatinya, ketabahan jiwa dan keridhoannya menghadapi berbagai ujian yang diberikan oleh Allah sebagai Tuhannya, menjadikan Siti Hajar sosok ibu yang amat mengagumkan dan menjadi teladan bagi kita semua dalam beribadah kepada Allah SWT. Semoga Bermanfaat. (VelaBuruuji/amalmulia).

Mari Berkurban untuk Saudara Muslim di Seantero Dunia

Harapanamalmulia.org – Berkurban bukan hanya ibadah yang akan mendekatkan diri kepada Allah semata, namun juga menjadi ajang bagi diri untuk menumbuhkan kepedulian dalam membantu sesama. Di Indonesia sendiri masih banyak warga Muslim yang tidak dapat mencicipi bahkan menikmati daging kurban pada Hari Raya Idul Adha dan 3 hari Tasyrik setelahnya, terutama yang berada di wilayah pelosok nusantara.

Tidak hanya warga Muslim Indonesia di wilayah pelosok negeri yang tidak dapat merasakan kenikmatan amalan berkurban, warga Muslim yang berada di negara lainnya pun masih banyak yang mengalami nasib yang sama bahkan jauh lebih banyak kesulitan yang mereka alami. Seperti Muslim Rohingya yang teraniaya dan diperlakukan diskriminatif oleh pemerintah Myanmar, dan ada pula Muslim Palestina yang terjajah dan didzalimi oleh Israel di tanah milik mereka.

Allah SWT telah berpesan di dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj (22) ayat 36-37 yang artinya,
“… Maka, sebutlah nama Allah ketika kamu akan menyembelih hewan kurban. Kemudian, apabila telah mati, makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta…
Daging hewan kurban dan darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah sedikit pun, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah, Allah menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Allah berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Dengan pesan Allah yang tertuang dari ayat di atas, jelaslah bahwa pembagian daging kurban adalah bagi seluruh warga baik yang tidak meminta (merasa cukup) maupun yang meminta-minta, dan diutamakan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan dan mengalami kesulitan. Karena hakikatnya berkurban bukanlah hewan kurban dan darahnya yang akan Allah terima, namun keikhlasan dalam niatnyalah yang akan Allah terima. (VelaBuruuji/amalmulia).

Mari berkurban untuk nusantara dan dunia bersama kami, dengan cara membeli hewan kurban utuh atau bersedekah kurban melalui transfer ke rekening rekening Bank Syariah Mandiri 2017.00. 4018 an. Yayasan Harapan Amal Mulia.

4 Manfaat Menyantuni Anak Yatim Piatu

 

Harapanamalmulia.org – Menyantuni anak yatim sejatinya akan selain untuk alasan kemanusiaan terdapat balasan mulia yang belum banyak diketahui oleh semua orang. banyak orang mampu tetapi tak mengetahui manfaat menayntui orang yatim sehingga harta mereka pun tersalurkan dengan percuma.

Ada pula yang tak mampu secara finansial tetapi memiliki tekad kuat untuk membantu anak yatim sehingga terkadang menjadi suatu kendala dan tantangan tersendiri untuk menyantuni anak yatim. Nah, pada pembahasan berikut akan dipaparkan menegnai manfaat atau keutamaan menyantuni anak yatim. Apa sajakah itu? Berikut ulasannya!

1. Mendapatkan Kasih Sayang dari Allah

Perintah untuk menyantuni anak yatim telah tertuang dalam kitab Suci Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 83 salah satunya. Tentunya jika kita mengamalkan amalan tersebut, Allah akan mencatatnya sebagai amalan kita selama di dunia. Dan tentu saja Allah kan memberikan kasih sayang kepada hambanya yang menjalankan perintahNya.

2. Mendapatkan Kesehatan Jasmani dan Rohani

Ketika seluruh tubuh ini melakukan hal-hal yang positif maka secara tidak langsung kan berefek pada kesehatan jasmani dan rohani. Siapapun bila melihat orang lain sennag terutama anak yatim akan mendapatkan energi luar biasa sehingga Allah anugerahkan kesehatan tersebut.

3. Mendapatkan Jaminan Masuk Surga

Dari Sahl bin Sa’ad r.a berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya.”(HR.Imam Bukhari)
Tentunya, masuk surga adalah tujuan akhir ummat islam di seluruh dunia. Ada banyak cara untuk bisa masuk surga salah satunya dengan menyantuni anak yatim.

4. Mendapatkan Harta yang Berlimpah dan Berlipatganda

Apabila harta yang Anda punya dijalankan untu kebaikan apalagi di jalan Allah. Allah kaan memberikan keberkahan serta harta yang berlipatganda sesuai dalam surat Al-Baqarah ayat 261.

Saat ini untuk bisa menyalurkan harta yang Anda miliki kepada anak yatim sangatlah mudah. Bisa melalui sebuha lembaga salah satunya yayasan amal mulia yang akn menyalurkan dana Anda dengan tepat sasaran. Tunggu apalagi, jangan tunda amalan kebaikan Anda segera sisihkan harta terbaik Anda untuk anak yatim.

Inilah Cara Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Al-Qur’an

AmalMulia – Mendidik anak adalah hal yang tidak mudah, butuh ekstra sabar dan ilmu yang tepat dalam menangani setiap fase perkembangan anak. Namun, Allah Yang Mahabaik telah menuntun kita selaku hamba-Nya dalam mendidik anak, dengan kisah teladan yang terangkai dalam ayat Al-Qur’an di bawah ini:

“Ingatlah ketika Luqman memberi pelajaran kepada anaknya dengan berkata, “Hai, Anakku! Janganlah menyekutukan Allah. Sesungguhnya, menyekutukan Allah itu kedzaliman yang besar.

Allah perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang sangat lemah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada-Ku, kamu kembali.

Jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada ilmunya, janganlah kamu menaati keduanya. Tetapi bergaullah secara baik dengan keduanya di dunia dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku tempat kembalimu. Lalu, akan Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Luqman berkata, “Hai, Anakku! Sungguh, jika ada suatu perbuatan seberat biji sawi yang berada dalam batu di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya, Allah Mahahalus, Mahateliti.

Hai, Anakku! Laksanakanlah shalat, ajak manusia melakukan perbuatan baik, cegah mereka dari perbuatan mungkar, dan bersabarlah terhadap ujian yang menimpamu. Sungguh, perkara itu sangat penting.

Jangan kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang sombong dan membanggakan diri.
Rendahkanlah hatimu saat berjalan, dan lembutkanlah suaramu. Sesungguhnya, seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” QS Luqman (31) ayat 13-18.

Beberapa ayat di atas menceritakan kisah teladan seorang ayah (Luqman) yang memberikan nasihat (pengajaran) kepada anaknya yang dapat dijadikan ibrah bagi kita dalam mendidik anak di zaman yang serba canggih seperti saat ini.
Adapun hikmah dari kisah di atas yang dapat diaplikasikan dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:

1. Mengajarkan anak untuk bertauhid (Mengesakan Allah),
2. Membiasakan anak untuk berbuat baik kepada orangtuanya,
3. Menanamkan kepada anak bahwa setiap amalan (perbuatan)nya akan mendapatkan balasan dari Allah,
4. Mengajarkan dan memerintahkan anak untuk shalat,
5. Mengajak anak untuk terbiasa berbuat baik dan mencegah perbuatan buruk baik dirinya maupun lingkungan di sekitarnya,
6. Memberikan contoh kesabaran kepada anak,
7. Tidak berlaku sombong,
8. Membiasakan anak untuk menundukkan pandangan dalam berjalan, dan merendahkan suara dalam berbicara.

Dan yang terpenting dalam mendidik anak adalah orangtua menjadi figur nyata (teladan) bagi anak dalam segala pengaplikasian pola pendidikan terhadap anak. Semoga Bermanfaat. (VelaBuruuji/amalmulia).