Month: September 2017

Month: September 2017

Al-Quds Parenting: Rangkul Anak-Anak Sukses Dunia dan Akhirat

Al-Quds Parenting

Seminar Al-Quds Parenting di Asy-Syifa, Subang. Maret 2017

AmalMulia – Seminar Parenting bagi para orangtua terasa sangat diperlukan, terlebih dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin maju. Maka, para orangtua wajib memiliki cara-cara yang tepat dalam mendidik anak-anaknya agar dapat menjadi orang-orang sukses baik di dunia maupun di akhirat.

Amal Mulia membantu para orangtua memperoleh cara-cara yang tepat dalam mendidik anak-anaknya melalui program edukasi Al-Quds Parenting.

 

Apa itu Al-Quds Parenting?

Al-Quds Parenting merupakan salah satu program Amal Mulia berupa kegiatan edukasi bagi para orangtua, khususnya kaum ibu yang mengangkat tema tentang perjuangan yang meliputi kesabaran, kekuatan, keteguhan, dan semangat dari anak-anak, kaum wanita, dan keluarga di Palestina dalam menghadapi gempuran penjajah Zionis Israel.

 

Tujuan dan Materi Al-Quds Pareting

  1. Tujuan

Tujuan dari program Al-Quds Parenting ini adalah sebagai berikut:

  • Mendapatkan pengetahuan yang utuh terkait kehidupan yang dijalani orang-orang Palestina khususnya kaum Muslimah,
  • Menambah wawasan dalam mendidik anak seperti yang dilakukan para orangtua di Palestina,
  • Memperoleh gambaran sejati mengenai kekuatan dan keteguhan keluarga di Palestina, terutama peranan para ibu Palestina dalam mendidik anaknya hingga sukses (siap menjadi para pejuang untuk kemerdekaan negaranya),
  • Mengambil hikmah dan keberkahan dari tanah Palestina yang diberkahi Allah.
  1. Materi

Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan atau pun seminar Al-Quds Parenting antara lain:

  • Hadirkan Ruh Al-Qur’an dalam keluarga dan dakwah
  • Membentuk Generasi Emas di era globalisasi
  • Menjadi keluarga penghafal Al-Qur’an
  • Hikmah dari keberkahan tanah Palestina

Peranan orangtua teramat penting dalam menghantarkan anak-anaknya agar dapat sukses di dunia dan juga di akhirat kelak. Maka dari itu salah satu solusi agar dapat mensukseskan anak-anak kita adalah dengan mengikuti kegiatan Parenting.

Jadi, tunggu apalagi segera hubungi kami dan hadirkan Al-Quds Parenting dalam kegiatan rutin anda, untuk jalan menghantarkan anak-anak anda sukses dunia dan akhirat. (VelaBuruuji/amalmulia).

Amal Mulia: Berinfak untuk Anak Yatim Dunia

Donasi Anak Yatim

Eid Gift Project Amal Mulia-Hayirkapilar di Turki, 2017

AmalMulia – Yayasan Harapan Amal Mulia merupakan lembaga baru yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan, baik persoalan sosial kemanusiaan yang terjadi di regional, nasional maupun internasional.

Salah satu program yang ada di Yayasan Harapan Amal Mulia adalah program “Double Berkah Amal Mulia Yatim”. Program ini adalah pemberian bantuan pendidikan bagi anak-anak yatim yang terancam putus sekolah. Adapun bantuan yang diberikan dalam program ini ialah berupa pemberian perlengkapan sekolah seperti: Tas, pakaian sekolah, sepatu, alat tulis, dan lain sebagainya serta bantuan untuk biaya pendidikan.

 

Tujuan dan sasaran Program “Double Berkah Amal Mulia Yatim”

Tujuan dari program ini adalah untuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap anak yatim yang terancam putus sekolah, serta menanamkan rasa cinta pada pendidikan anak yatim.

Sedangkan untuk sasaran dalam program ini ialah anak-anak yatim baik di seluruh Indonesia maupun di negara-negara lainnya yang saat ini tengah mengalami krisis dan konflik kemanusiaan.

 

Tentang anak yatim di dalam Al-Qur’an

Allah menjelaskan perihal anak yatim di dalam Al-Qur’an di surat Al-Baqarah (2) ayat 220, yang artinya,

“… Mereka pun bertanya kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Maka jawablah, ‘Mengurus mereka dengan baik adalah suatu kebaikan.’ Jika kamu bergaul dengan mereka, hal itu baik karena mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan orang yang berbuat kebaikan…”

Pada ayat lain, ketika ada yang bertanya pada Rasulullah mengenai harta yang harus diinfakkan, Allah memberikan penjelasan bahwa salah satu yang harus menerima infak adalah anak yatim. Ayat tersebut ada dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 215, yang artinya sebagai berikut:

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang harta yang harus diinfakkan. Katakan, ‘Harta apa pun yang kamu infakkan hendaknya diberikan kepada kedua orangtua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.’ Allah Maha Mengetahui kebaikan apa pun yang kamu kerjakan.”

Dari dua ayat di atas, bisa dijadikan acuan untuk setiap diri agar dapat membantu anak yatim yang Allah ibaratkan sebagai saudara pula. Dan membantu anak-anak yatim bisa dengan cara berinfak.

Maka, marilah kita berinfak bersama Yayasan Harapan Amal Mulia untuk membantu anak-anak yatim di seluruh penjuru dunia. (VelaBuruuji/amalmulia).

Tahanan Palestina: Fitnah yang Tak Berujung

Tahanan Palestina

AmalMulia-Kabar duka kembali datang dari Palestina, kali ini memang bukan tentang pembunuhan, atau pengemboman. Melainkan sebanyak 501 tahanan Palestina dijatuhkan hukuman seumur hidup di beberapa lembaga pemasyarakatan Israel. Tentu, saja hal tersebut membuat kaget sanak saudara, keluarga dan juga para tahanan tersebut. Mereka ditahan dikarenakan tuduhan melakukan aksi teroris dan mendirikan sebuah partai terlarang.

Tentunya penetepan hukuman seumur hidup ini bukan saja untuk pertama kalinya. Pada awal tahun 2017 pihak pengadilan Israel sudah menetapkan hukuman seumur hidup kepada 6 tahanan Palestina dengan kasus serupa. Sudah menjadi rahasia umum, seringkali para penjaga tahanan tak memperlakukan tahanan Palestina dengan baik. Mereka diperlakukan layaknya binatang dan dalam hati penjaga sudah tak ada lagi rasa kemanusiaan yang tertanam.

Perlakuan Tahanan Palestina

Salah satu korban dalam keputuan penahanan seumur hidup tersebut bernama Amjad Mustafa Al-Najjar. Dia adalah seorang warga yang tinggal di wilayah Silwad Utara Ramallah. Penangkapan Amjad disebabkan karena membunuh warga israel serta melukainya pada tahun 2015 lalu. Selain harus dipenjara, dia pun diharuskan membayar denda sebanyak 350 Shekkel.

Selain Amjad, terdapat juga tahanan wanita yang diperlakukan tidak seharusnya. Mereka harus menerima perlakukan pelecehan, luka-luka disekujur tubuh serta mengalami kondisi lainnya yang tidak manusiawi. Tentunya keluarga mereka pun tak bisa berbuat banyak. Para tentara Israel selalu memutar balikkan fakta sehingga selalu merugikan warga Palestina. Namun warga Palestina pun tak sepenuhnya menyerah. Mereka selalu nekat untuk berbuat walau nyawa taruhannya.

Semoga kita sebagai Muslim selalu mendoakan kebaikan serta mendukung secara materil dan moril.

Jika Anda ingin melakukan hal kebaikan dan ingin membantu rakyat Palestina bisa menyalurkannya lewat Yayasan Harapan Amal Mulia. Kami tungu partisipasi Anda dengan mengiimkan donasi melalui nomor rekening Bank Syariah Mandiri 2017 004 04045. Yuk, segera berbuat kebaikan dan jangan ditunda-tunda lagi! (AfifahRosyad/AmalMulia)

Konflik Suriah: Warga Sipil yang Menjadi Korban

Konflik Suriah

(Kondisi Damaskus, Oktober 2015. Sumber Foto: srf.ch)

AmalMulia – Menurut data laporan Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris lebih dari 330 ribu jiwa dinyatakan meninggal dunia dalam konflik Suriah yang dimulai sejak enam tahun lalu. Dan sepertiga dari korban tersebut adalah warga sipil.

Dilansir dari internasional.republika.co.id, dari data kematian yang didokumentasikan oleh lembaga tersebut, sebanyak 331.675 orang mati di seluruh Suriah sejak meletusnya konflik pada pertengahan Maret 2011.

Korban konflik Suriah

Menurut Rami Abdel Rahman, kepala Syrian Observatory for Human Rights korban dalam konflik Suriah dari warga sipil, antara periode 15 Maret 2011 hingga 15 Juli 2017 yang berjumlah 99.617 orang. Terdiri dari 18.243 anak-anak, 11.427 wanita, dan sisa korban adalah warga sipil lainnya.

Selain itu, dalam laporan terakhirnya Syrian Observatory for Human Rights mengungkapkan, sekitar 116.774 anggota pasukan rezim pendukung Presiden Bashar Al-Assad, telah terbunuh dalam konflik yang tak berkesudahan di Suriah.

Awal terjadinya konflik

Konflik tersebut pecah sejak terjadi demonstrasi anti-pemerintah, awalnya demonstrasi berjalan damai. Namun, dengan cepat berubah menjadi konflik yang melibatkan banyak kekuatan lokal, regional dan asing. Konflik tersebut juga telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur negara mengungsikan jutaan warga Suriah.

Warga Suriah saat ini

Lebih dari 5 juta warga Suriah kini menjadi pengungsi di tengah konflik yang masih berlangsung di negara tersebut. Jumlah itu hampir mencapai seperempat dari populasi total warga Suriah.

Seperti yang dilansir dari news.detik.com, kebanyakan pengungsi Suriah berada di negara-negara terdekat seperti Turki, Lebanon, dan Yordania. Ada juga pengungsi Suriah yang berada di kamp pengungsian di negara Irak dan Mesir. Dan hanya sebagian kecil pengungsi yang berada di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan juga Kanada. (VelaBuruuji/amalmulia).

Maryam: Wanita Terpilih, Ibunda dari Nabi yang Mulia

Ibunda Maryam

Sumber Gambar: Pixabay.com

AmalMulia – Tak lengkap rasanya bercerita tentang sosok Maryam binti Imran yang menjadi ibu tunggal hebat bagi seorang utusan Allah yang mulia, jika tidak menengok kisah sejarah silsilah keluarganya.

Di dalam Al-Qur’an tertuang kisah teladan dari Keluarga Imran yang menjadi cikal bakal terbentuknya sosok ‘single mom’ yang luar biasa peranannya dalam membesarkan Nabi Isa A.S. Kisah tersebut tercatat di dalam surat Al-Imran (3) ayat 33-47.

BACA JUGA : Maryam: ‘Single Mom’ Hebat, Sepanjang Sejarah Umat

4 Wanita yang Allah Muliakan Kedudukannya

Dari beberapa ayat suci tersebut diketahuilah, bahwa istri Imran (ibunya Maryam) ketika mengandung bernazar kepada Allah, kelak janin yang dikandungnya akan menjadi hamba yang bersungguh-sungguh mengabdi kepada Allah. Dan saat ia melahirkan anak perempuan yang diberi namanya Maryam, ia memohon perlindungan untuk anaknya dan juga kelak cucu-cucunya dari gangguan setan yang terkutuk.

Maka, Allah menerima doanya dengan penerimaan baik, dan membesarkan Maryam dengan pendidikan yang baik, bahkan menyerahkan pemeliharaan Maryam kepada  Nabi Zakaria. Sejak kecil telah ada keajaiban yang datang pada Maryam,  terlihat setiap kali Nabi Zakaria menemui ia di mihrab (kamar khusus ibadah), selalu didapati makanan  di sisinya.

Nabi Zakaria pun bertanya, “Darimana engkau peroleh makanan ini wahai Maryam?”

Maryam menjawab, “Itu dari Allah.”

Hingga Nabi Zakaria meluruh sujud kepada Allah seraya berdoa, “Ya Allah, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Dan Allah pun mengabulkan doanya Nabi Zakaria dengan memberikan keturunan yang akan meneruskan kenabiannya.

Tumbuh dalam pengasingan, bukan malah membuat Maryam menjadi sosok yang biasa saja. Namun, semakin memantapkan posisinya di sisi Allah. Hingga Malaikat Jibril mendatangi Maryam seraya berkata, “Wahai, Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu dari semua perempuan di seluruh alam. Taatilah Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”

Maryam dengan hati yang memang hanya dipenuhi Allah, menaati perkataan Jibril tanpa ada sanggahan. Hingga sebuah kabar gembira, sekaligus ujian akan cintanya kepada Sang Pencipta, tak meruntuhkan bangunan cinta yang telah ia rangkai semata hanya untuk Dia Sang Pemilik jiwanya yakni Allah Yang Maha Esa. (VelaBuruuji/amalmulia).