Month: March 2018

Month: March 2018

Berkah Bagi Seseorang Yang Memuliakan Para Penghafal Al Quran

Amal Mulia-Tidak ada yang lebih penting di dunia selain mencari keberkahan dalam hidup dan amal yang banyak. Karena nanti, ketika hari pembalasan telah tiba semua manusia di mata Allah akan sama derajatnya. Seseorang yang kaya tidak akan menjadi istimewa hanya karena kekayaannya, atau orang yang cantik tidak akan menjadi yang utama hanya karena kecantikannya. Yang membedakan dari semua manusia justru ketakwaannya kepada Allah SWT.

Salah satu amal kebaikan yang Allah muliakan di hari akhir nanti aalah orang yang menghapal dan mempelajari Alquran. Bahkan Allah akan memberikan jubah kemuliaan bagi orangtuanya yang berhasil menjadikan anaknya penghafal Alquran. Seseorang yang fokus menjadi penghafal Alquran pun hidupnya akan penuh dengan kebaikan dan berkah, karena dia selalu dekat dengan Alquran. Dan malaikat selalu mendoakan orang-orang yang cinta dan selalu menghafal Alquran.

Lalu bagaimana jika kita sudah berusaha dengan keras untuk menghapal Alquran tapi tidak juga mampu menghafal Alquran? Sahabat Amal Mulia, mengahapal Alquran tidak akan pernah rugi bagi kita, meski begitu sulit untuk menghapalnya kita tetap akan mendapatkan pahala dari ayat-ayat yang senantiasa kita ulang-ulang.

Meskipun pada akhirnya kita tidak bisa menghafal seluruh Alquran, maka muliakanlah para penghapal Alquran karena orang yang selalu memuliakan orang yang berjalan di jalan Allah, seperti penghapal Alquran, penuntut ilmu, orang yang menebar kebaikan dan yang berperang di jalan Allah, maka dia akan mendapatkan banyak kebaikan dan keberkahan dalam hidup.

Memuliakan orang yang berjalan di jalan Allah, bisa dengan cara kita memberinya makan untuk mereka, atau memberikan beasiswa untuk mereka belajar dan menuntut ilmu. Dengan begitu Allah akan memberikan pahala yang berlipat atas kebaikan yang senantiasa kita sebar.

Seseorang yang senantiasa memuliakan para penghafal Alquran dia seperti menanam kebaikan untuk dirinya dan untuk bekal di akhirat kelak, karena ketika dia memberi makan atau bahkan mendanai pendidikan orang yang menghafal Alquran, maka kebaikan yang para pengahal lakukan karena pemahamannya tentang Alquran pun akan mengalir baginya sebagai amalan jariyah yang tidak pernahterputus.

Apabila seorang insan meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariayah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan kedua orang tua” (HR. Muslim) (ranny fieriani/amal mulia)

Dari Uang Jajan, Siswa SD Rabbani Purwakarta Donasi ke Palestina

Perwakilan siswa SD Rabbani menyerahkan donasi dari uang bagi mereka di Sekolah Rabbani Purwakarta, Selasa (27/3/2018). Foto: devin / akeno

PURWAKARTA – Sabtu (24/3/2018) adalah hari yang khusus bagi guru dan siswa Sekolah Rabbani Purwakarta. Pagi itu adalah waktu yang tepat untuk membuka kencleng tahunan untuk menghitung bersama-sama. Butuh waktu untuk para siswa dan guru untuk menghitung uang receh dan lembaran yang akan didonasikan ke Palestina tersebut.

Meski rasa bangga mencuat dari hasil jajan dari para siswa itu sudah mencapai Rp14 juta. Selanjutnya donasi tersebut dilakukan secara langsung ke lembaga sosial-kemanusiaan yang juga merupakan mitra kerja Yayasan Harapan Amal Mulia atau biasa disebut Amal Mulia.

SD Rabbani

Kepala Sekolah SD Rabbani Yudi Bachtiar (kiri) saat menerima plakat Kasih Palestina di Sekolah Rabbani Purwakarta, Selasa (27/3/2018). Foto: devin / akeno

“Alhamdulillah sudah kami hitung semuanya dan total ada Rp14 juta. Semuanya kami donasikan ke Palestina. Dengan donasi ini sedikit meringankan beban yang mereka derita selama ini, karena mereka adalah saudara-saudara Muslim kita, ”ungkap Kepala SD Rabbani Purwakarta Yudi Bachtiar.

Menurut Yudi, donasi dalam bentuk kencleng tahunan adalah program kali pertama bagi Sekolah Rabbani. Program serupa juga diselenggarakan oleh Sekolah Rabbani Bandung yang telah dua kali menggelar donasi tersebut. “Kami sangat berharap apa yang kami lakukan bisa ditiru oleh pihak-pihak lain dan menjadi bentuk kepedulian kita kepada Palestina,” ucapnya.

Manajer Kurikulum SD Rabbani Purwakarta,Herman Felani, menambahkan, donasi ini dilakukan dari jajan dan orang tua dan orang lain setiap hari. Jumlahnya terus bertambah hingga menjelang peluncuran kenclengroup pada Sabtu lalu di halaman Sekolah Rabbani Purwakarta.

“Jadi para siswa pun kami tanamkan untuk mencintai Palestina dan semangat untuk membeaskan Al-Aqsha, dari generasi-generasi pembela Muslim,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Kasih Palestina Caca Andika mengucapkan banyak terimaksih kepada Sekolah Rabbani Purwakarta yang telah mempercayakan uang kencleng donasi tersebut kepada lembaganya untuk disalurkan ke Palestina. Sama seperti Rabbani Purwakarta, Sekolah Rabbani Bandung pun telah mempercayakan penyaluran donasi tersebut kepada Kasih Palestina dua tahun berturut-turut.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Sekolah Rabbani Purwakarta. Insya Allah donasi ini adalah amanah yang harus saya sampaikan kepada para korban konflik bencana Palestina, ”kata Caca. ( slamet parsono / amalmulia )

Launching Program, Anak Yatim Dapat Kado Cinta dari Amal Mulia-Rapiya

BANDUNG – Yayasan Harapan Amal Mulia biasa disebut Amal Mulia bekerja sama dengan Relawan Pecinta Yatim Dhuafa (Rapiya) meluncurkan program terbaru Kado Cinta Yatim di Masjid Al-Hasan, Kompleks Bumi Panyawangan, CIleunyi, Minggu (25/3/2018). Peluncuran program ini ditandai dengan pemberian kado secara simbolis kepada perwakilan anak yatim. Acara ini dihadiri oleh sedikitnya 150 anak yatim dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Ini adalah program terbaru yang kami launching (luncurkan) kerja sama dengan Rapiya. Semoga melalui program ini bisa menambah banyak anak-anak yatim yang kita muliakan dan anhgkat derajatnya,” ungkap Chief Marketing Officer Amal Mulia Khadirun Agus Susanto.

Sementara itu, Presiden Rapiya Andika Hadi Yudha mengatakan, kerja sama dengan Amal Mulia adalah kali pertamanya dalam program Kado Yatim. Pihaknya berharap program ini berjalan lancar dan semakin banyak lembaga atau pihak lain yang ikut bergabung untuk memuliakan anak yatim.

Launcing Program

Chief Marketing Officer Amal Mulia Khadirun Agus Susanto menyerahkan kado kepada perwakilan anak yatim dalam peluncuran program Kado Cinta Yatim di Masjid Al-Hasan, Kompleks Bumi Panyawang, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (25/3). Foto: soni indrawan/amalmulia

“Seperti bunyi salah satu hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa Rasululllah bersama orang-orang yang mencintai anak yatim kedudukannya seperti jari tengah dan jari telunjuk karena saking dekatnya. Bagi kami hadis itu selalu menjadi inspirasi kami dari Rapiya dan menjadi moto untuk selalu memuliakan anak yatim,” tutur Andika.

Salah seorang anak yatim, Yuniar Selfia, mengaku sangat bahagia dengan diluncurkannya program Kado Yatim. Siswa kelas 9 dari Cibiru Hilir ini berharap program ini bisa mengurangi beban hidup anak-anak yatim di Indonesia.

“Semoga lebih berkah dengan banyak membantu teman-teman saya sesama anak yatim,” ucap Yuniar.

Launcing Program

Anak-anak yatim dalam peluncuran program Kado Cinta Yatim di Masjid Al-Hasan, Kompleks Bumi Panyawang, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (25/3). Foto: soni indrawan/amalmulia

Anak yatim lainnya, Dadi Herdiansyah asal Cibiru Wetan, mengucapkan terima kasih kepada Amal Mulia dan Rapiya atas diselenggarakannya program Kado Cinta Yatim. “Saya berharap semoga banyak teman-teman saya yang bisa dibantu,” kata Dadi. (slamet parsono/amalmulia)

Orang Tua Zaman Now

MEDAN – Yayasan Harapan Amal Mulia atau biasa disebut Amal Mulia menggelar kegiatan hypnoparenting dengan tema “Orang Tua Zaman Now” yang disampaikan oleh motivator kawakan, Kang Zae Hanan, di Kota Medan, Sumatera Utara. Acara kerja sama dengan Salimah Sumatera Utara itu dilaksanakan di beberapa titik selama dua hari, Sabtu-Minggu (24-25/3/2018).

Sabtu ini, hypnoparenting digelar di Masjid Amaliyah, Simpang Bupati Stabat, sekitar pukul 09.00 WIB dan sore harinya sekitar pukul 15.00 WIB dilanjutkan di Hotel Putra Mulia, sedangkan Minggu besok digelar di Masjid Taqourrub dimulai pukul 09.00 WIB.

Menurut Kang Zae, kegiatan ini untuk mendidik anak dan orang tua melalui alam bawah sadar, sehingga lebih mudah diarahkan kepada kebaikan. Keluarga adalah bagian terkecil dari sebuah negara. Jika keluarga itu baik, maka baik pula negara itu. Komunikasi memegang peran penting dalam sebuah keluarga. Selain itu, tuntunan agama menjadi dasar yang paling vital.

“Semua materi bagaimana menjalin hubungan yang baik antara orang tua-anak telah saya sampaikan. Sekarang tinggal bagaimana teori yang sampaikan itu bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kang Zae kepada harapanamalmulia.org.

Nurazizah, Ketua Salimah Medan, menambahkan bahwa peran orang tua tidak bisa diwakilkan oleh siapapun dalam mendidik anak. Orang tua memiliki kewajiban untuk mengayomi dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak.

“Nah, dengan kegiatan ini diharapkan ilmu-ilmu yang sudah didapat bisa diterapkan dalam keluarga kita masing-masing,” ucap Nurazizah. (slamet parsono/amal mulia)

Berbagi Harta Dapat memperluas Rezeki

Amal Mulia-Siapa bilang jika seseorang menyedekahkan sebagian harta miliknya, maka hartanya akan semakin berkurang?

Kenyataannya, sedekah itu seumpama kita menanam sebuah pohon yang berbuah manis dan banyak. Padahal yang kita lakukan hanya menanam satu kebaikan, tapi Allah membalasnya dengan buah kebaikan yang berlipat. Umpamanya seperti kisah ini:

Ibu Mirna adalah seorang wanita yang baik hati dan pemurah. Dia memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ibu Mirna memiliki hobi berkebun. Bahkan, di rumahnya dia menanam berbagai buah seperi durian, jeruk, dan mangga. Setiap panen buah yang dilakukannya adalah membagikan buah-buah tersebut kepada tetangganya. Meskipun buah itu tidak terlalu banyak dengan adil dia akan memotongnya dan membagi-baginya.

Tidak jauh berbesa dari Bu Mirna, ada seorang ibu juga yang memiliki hobi yang sama yaitu menanam pohon. Dia pun memiliki pohon durian dan mangga persis seperti Bu Mirna. Namun, yang berbeda adalah dia tipe tetangga yang tertutup dan tidak suka berbagi. Selain itu, ketika pohon mangga bu Mirna tumbuh subur dan banyak buahnya, berbeda dengan miliknya. Pohonnya tidak pernah berbuah. Begitu pula dengan pohon-pohon yang lain. Pohon miliknya hanya berisikan daun-daun yang banyak tanpa buah.

Sahabat Amal mulia, kisah di atas hanyalah contoh kecil dari kebaikan dan keberkahan yang Allah berikan bagi hambanya yang senang berbagi dan bersedekah. Karena, dari harta yang kita miliki ada harta orang lain yang harus ditunaikan.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan butir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir berisi seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui “ (Al-Baqoroh : 261).

Jadi, Sahabat Amal Mulia berbagi rezeki itu tidak akan membuat kita kekurangan atau miskin. Mungkin ia pada awalnya memang mengurangi harta yang kita miliki, namun selanjutnya Allah menggantinya dengan yang lebih banyak.

Tapi, alangkah lebih baik ketika kita berbagi kepada orang lain kita berharap Allah menggantinya di akhirat dan hanya niatkan untuk Allah semata. (ranny fitriani/amalmulia)