Month: April 2018

Month: April 2018

“Kami Bertahan di Pesantren Ini demi Cita-cita Mulia”

Amal Mulia-Pagi itu, Nur Fitriani Tasya masih menghitung kebutuhan beras bagi puluhan santri mualaf Timor Leste. Empat bulan berlalu sudah, kini bantuan dari Departemen Sosial baru saja cair. Namun, dalam sekejap uang itu hampir habis karena harus membayar utang beras dan sembako lainnya ke sejumlah warung.

Menjadi Sekretaris Pondok Pesantren (Ponpes) Latiful Muhtadin di Desa Gunung Manik, Tanjungsari, Sumedang, bukanlah hal yang mudah bagi Fitri, sapaan akrabnya. Belum lama ini sedikitnya 20 santri terpaksa dikembalikan ke asalnya, Timor Leste, karena pesantren tak mampu lagi memberi makan.

“Kami harus bertahan dari serba kekurangan di pesantren ini. Kadang sehari kami tidak menemukan nasi dan hanya memakan singkong atau jagung di kebun belakang kobong,” ucap Fitri kepada harapanamalmulia.org, belum lama ini.

Menurut Fitri, memulangkan sejumlah para santri ke daerah asalnya adalah opsi terakhir setelah pihak pesantren tak mampu lagi membiayai makan kehidupan sehari-hari. Meski sebenarnya di sana mereka sudah tidak memiliki saudara yang lengkap karena banyak dari penduduk ikut ke pemerintahan baru setelah Timor Leste memerdekan diri.

“Insya Allah kami akan tetap bertahan dengan segala keterbatasan demi cita-cita kami demi hidup yang lebih baik,” ungkap Fitri yang juga mahasiswa S2 dan kuliahnya terhenti karena terbentur biaya itu. (slamet parsono/amalmulia)

 

Amal Mulia Bantu Pengobatan Korban Perang Palestina

Gaza-Penderitaan umat Islam Palestina begitu tak terperikan. Teror dan pembantaian oleh Zionis Israel terjadi dimana-mana. Karena itu, sebagai lembaga sosial-kemanusiaan yang konsen kepada kepalestinaan, Yayasan Harapan Amal Mulia pun menyalurkan bantuan kepada mereka yang menjadi korban peperangan dan hidup sengsara.

Bekerja sama dengan Al-Amal For Development and Social Care, Amal Mulia memberikan pengobatan kepada warga Palestina yang terluka parah atau ringan akibat peperangan. Amal Mulia hadir sebagai delegasi dari Indonesia melalui acara konferensi yang digelar di Turki beberapa pekan lalu.

“Alhamdulillah bantuan ini sudah terimplementasikan oleh kami (Amal Mulia) dalam bentuk perawatan kepada korban perang di Palestina, baik yang luka ringan atau parah seperti kehilangan anggota badannya,” ujar Direktur Amal Mulia Vickry Rinaldi Herdianto.

Menurut Vikri, bantuan yang diberikan berasal dari kegiatan-kegiatan edukasi kepalestinaan dari Amal Mulia dan sebagian dari donatur perorangan maupun lembaga yang juga secara langsung menyampaikan bantuannya kepada warga Palestina, khususnya warga sipil terdampak serangan brutal Israel.

“Kami juga sampaikan terima kasih kepada Al-Amal sebagai lembaga yang menyalurkan bantuan kami ke warga sipil di Gasa,” ucap Vickry. (slamet parsono/amal mulia)

Hari Solidaritas Asia Afrika: Upaya Penghapusan Penjajah

Amal Mulia-Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 hari ini (24/4/2018) di Kota Bandung membuka sejarah baru. 24 April berkaitan dengan serangkaian acara KAA menjadi momen paling penting dengan ditetapkannya tanggal tersebut sebagai Hari Solidaritas Asia-Afrika. Hal ini juga menjadi bukti bahwa Kota Bandung merupakan ibu kota Solidaritas Asia-Afrika semenjak pertama kali diadakan KAA tahun 1995.

Dengan ditetapkannya Hari Solidaritas Asia Afrika menjadi bukti kesadaran bangsa Asia dan Afrika untuk tetap menjaga keamanan dan pedamaian dunia. Solidaritas Asia-Afrika tercipta atas keprihatinan di sebagian wilayah Asia Afrika yang masih mengalami permasalahan dalam segala hal, termasuk masalah penjajahan seperti yang saat ini masih dialami oleh bangsa Palestina.

Palestina termasuk dalam Anggota KAA dan tentu saja permasalahan yang dialami oleh Palestina menjadi perhatian negara-negara yang termasuk dalam benua Asia dan Afrika. Salah satu bentuk perhatian kepada Palestina adalah Indonesia bersama Afrika selatan bekerja sama dalam membangun Palestina. Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Maite Nkoana-Mashabane pun menyebut kemerdekaannya masih belum lengkap tanpa kemerdekaan dari Palestina.

Nelson mandela pernah mengatakan, “kemerdekaan kami tidak lengkap tanpa kemerdekaan warga Palestina”.

Menurutnya, warga Afrika Selatan memiliki solidaritas yang tinggi terhadap masyarakat Palestina. Dia juga mengatakan bahwa saatnya Palestina harus hidup dalam damai, dan dia juga berharap bahwa Palestina akan memiliki pemerintahan yang baik.

Hasil dari KAA pada 24 April 1955 lalu sendiri mencerminkan sikap solidaritas antara negara yang dituangkan dalam KAA dalam bentuk kerja sama ekonomi, budaya, hak asasi nanusia, dan permasalahan rakyat jajahan.

Hari Solidaritas Asia Afrika semoga memiliki jalan baru bagi Palestina untuk bisa keluar dari penjajahan. Di sisi lain, masyarakat Palestina sendiri tengah berjuang selama enam pekan ini untuk terus melakukan aksi damai demi merebut dan bisa kembali ke tanah kelahirannya. (ranny fitriani/amalmulia)

Mulia dengan Beberes Masjid Amal Mulia

Bandung-Memakmurkan masjid menjadi perhatian khusus Yayasan Harapan Amal Mulia dalam setiap program yang dijalankan. Minggu (22/4/2018), Amal Mulia bekerja sama dengan sejumlah lembaga lain salah satunya Komunitas Beberes Masjid (KBM) menggelar kegiatan bersih-bersih di Masjid Agung Ujungberung Bandung. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat.

Chief Marketing Officer Amal Mulia Khadirun Agus Susanto mengatakan, kegiatan “Beberes Masjid” ini bertujuan memuliakan rumah Allah. Saat ini cakupan Beberes Masjid baru Bandung Raya, ke depan akan menjangkau masjid-masjid di Jawa Barat dan seluruh Indonesia. “Dan insya Allah jika Allah kehendaki kami akan bersih-bersih di Masjidil Aqsha di Palestina,” ujar Agus.

Menurutnya, sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan, Amal Mulia pun konsen tidak hanya di kondisi fisik masjid, tapi juga membantu bagaimana mengadakan Alquran, kafalah atau pendapatan bagi marbot, dan lainnya.

“Untuk mengukur bagaimana suatu daerah hidup atau tidak itu sebenarnya bisa dilihat dari makmur atau tidaknya masjid. Karena masjid ini adalah jantung kehidupan masyarakat, tempat bertemunya masyarakat dari berbagai kalangan tanpa membeda-bedakan,” tutur Agus.

Sementara itu, dalam program “Beberes Masjid” di Masjid Agung Ujungberung Bandung kemarin, perwakilan dari Dispora Provinsi Jabar berkesempatan memantau kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, hari ini saya bergabung dengan komunitas relawan bebersih masjid sebagai wujud amal saleh kita semua. Kami sangat mendukung kegiatan ini sejak awal, karena ini bagian dari fungsi kami dalam membangun kreativitas dan aktivitas pemuda dengan amal kebajikan,” ujar Sekretaris Dispora Provinsi Jabar Dani Ramdan.

Menurut Dani, membersihkan masjid sepertinya hal yang sederhana, tapi dari sana dapat dibangun ukhuwah sebagai wujud nyata dari keimanan dan ketakwaan kita karena masjid adalah rumah Allah SWT. “Mudah-mudahan melalui kegiatan nyata ini generasi muda kita semakin kreatif dan berkembang pada kegiatan-kegiatan lainnya,” tutur Dani. (slamet parsono/amalmulia)

Baca juga:
RUU Larangan Azan Legalkan Polisi Zionis Gerebek Masjid

Dispora Jabar pun Ikut Beberes Masjid

Bandung-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengapresiasi giat bersih-bersih masjid yang diinisiasi oleh Komunitas Beberes Masjid (KBM) bersama yayasan sosial-kemanusiaan Harapan Amal Mulia dengan puluhan lembaga lain. Dalam program “Beberes Masjid” di Masjid Agung Ujungberung Bandung pada Minggu (22/4/2018) kemarin, perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jabar berkesempatan memantau kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini saya bergabung dengan komunitas relawan bebersih masjid sebagai wujud amal saleh kita semua. Kami sangat mendukung kegiatan ini sejak awal, karena ini bagian dari fungsi kami dalam membangun kreativitas dan aktivitas pemuda dengan amal kebajikan,” ujar Sekretaris Dispora Provinsi Jabar Dani Ramdan.

Dispora Jabar

Menurut Dani, membersihkan masjid sepertinya hal yang sederhana, tapi dari sana dapat dibangun ukhuwah sebagai wujud nyata dari keimanan dan ketakwaan kita karena masjid adalah rumah Allah SWT. “Mudah-mudahan melalui kegiatan nyata ini generasi muda kita semakin kreatif dan berkembang pada kegiatan-kegiatan lainnya,” tutur Dani. (slamet parsono/amalmulia)