WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami akan membantu anda. Silahkan tanyakan kepada kami.
Hi, ada yang bisa kami bantu ?
Month: June 2018

Month: June 2018

Amal Mulia-Rapiya Buka Penyaluran Hewan Kurban untuk Anak Yatim

Jakarta-Relawan Pencinta Anak Yatim dan Dhuafa (Rapiya) bekerja sama dengan Yayasan Harapan Amal Mulia (biasa disebut Amal Mulia) meminta donatur untuk menyisihkan sebagian hewan kurbannya kepada anak-anak yatim di Kabupaten Bandung. Menurut Presiden Rapiya Andika Hadi Yudha, anak-anak yatim di Kabupaten Bandung masih banyak yang belum mendapat daging hewan kurban jika Idul Adha tiba.

“Terutama yang di pelosok-pelosok desa banyak sekali anak-anak yatim dan dhuafa yang tidak kebagian daging hewan kurban. Kami meminta warga masyarakat ikut memperhatikan anak-anak yatim agar bisa sama-sama merasa bahagia saat Idul Adha pada Agustus nanti,” ungkap Andika.

Andika menuturkan, Rapiya dan Amal Mulia memiliki program unggulan Jadi Anak Yatim. Hewan kurban pun bisa disalurkan melalui program ini.Pihaknya berharap program Kado Anak Yatim berjalan lancar dan semakin banyak lembaga atau pihak lain yang ikut bergabung untuk memuliakan anak yatim.

“Seperti bunyi salah satu hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa Rasululllah bersama orang-orang yang mencintai anak yatim kedudukannya seperti jari tengah dan jari telunjuk karena saking dekatnya. Bagi kami hadis itu selalu menjadi inspirasi kami dari Rapiya dan menjadi moto untuk selalu memuliakan anak yatim,” ucap Andika.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Amal Mulia Khadirun Agus Susanto mengungkapkan, memberikan santunan kepada anak yatim memang menjadi program rutin Amal Mulia dengan Rapiya. “Tujuannya memuliakan anak yatim. Semoga melalui program ini bisa menambah banyak anak-anak yatim yang kita muliakan dan anhgkat derajatnya,” ucap Agus. (slamet parsono/amal mulia)

Idul Adha: Realisasi Ketakwaan Yang Didapat Dari Ramadhan dan Idul Fitri

Amal MuliaDalam hitungan bulan, umat islam di seluruh dunia akan kembali menggemakan takbir dan merayakan Hari Raya yang kedua di tahun ini setelah Idul Fitri yaitu Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah. Menurut perhitungan, Idul Adha akan jatuh pada hari Rabu, 22 Agustus 2018. Hari tersebut menjadi Hari Raya karena tentunya banyak keistimewaan terkandung didalamnya yang tak kalah hebat dengan keistimewaan idul fitri.

Ketakwaan yang didapat melalui proses shaum Ramadhan dan berbagai rangkainnya, direalisasikan salah satunya pada momentum Idul Adha. Sebagaimana Allah berfirman dalam kitabnya yang mulia.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Orang beriman diperintahkan untuk berpuasa agar bertakwa, sedangkan rangkaian ibadah pada Idul Adha bersumber dari ketakwaan seorang hamba pada Rabbnya.

Surat Al Hajj Ayat 37:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

سْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (Q.S. Al-Baqarah : 189)

Keistimewan Idul Adha sebagai bukti kemenangan kita setelah ditempa dan dibina oleh Ramadan dan Idul Fitri yang telah lalu  ini dapat diraih melalui beberapa rangkaian ibadah, diantaranya:

Ibadah Haji di Tanah Suci

Ibadah Haji merupakan rukun islam yang ke-lima, dimana seluruh umat islam yang mampu secara ilmu, fisik dan ekonomi berkumpul di tanah suci untuk menjalankan berbagai rangkaian ibadah haji. Umat muslim dari seluruh penjuru dunia dengan berbagai bangsa, latar belakang, warna kulit, dan bahasa yang berbeda disatukan dalam akidah yang satu yaitu Islam.   Berbekal ketakwaannya kepada Allah, mereka rela berhimpit-himpitan melaksanakan berbagai rangkaian ibadah yang cukup berat semata-mata demi meraih Ridho Allah. Ibadah ini merupakan ibadah yang sangat diimpikan dan diidamkan oleh muslim di seluruh penjuru dunia.

Puasa Arafah

Bagi kita yang tidak melaksanakan ibadah Haji sangat disunahkan untuk berpuasa pada hari Arafah. Puasa Hari ‘Arafah yaitu pada tanggal 9 Dzulhijah disaat kaum muslimin yang berhaji sedang melaksanakan perjalanan ke padang ‘Arafah dan berwukuf di sana. Puasa ini memiliki keutamaan yaitu dihapuskannya dosa-dosa kita setahun yang lalu dan setahun yang akan datang sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW:

“Puasa Hari Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, dan puasa Assyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

Solat Sunah Idul Adha

Shalat Idul Adha adalah shalat sunah yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah. Pelaksanaannya kurang lebih sama dengan solat sunah Idul Adha.

Persamaan antara kedua shalat tersebut ada pada masahal hukum, tahun pensyariatan, jumlah rakaat, tidak ada adzan dan iqamah, tidak ada shalat sunnah sebelum dan sesudah, disunnahkan ada khutbah seusai shalat, dihadiri oleh semua kalangan, dikerjakan oleh Nabi di luar kota Madinah, dikejakan di waktu dhuha. Adapun perbedaan kedua solat ini adalah mengenai waktu pelaksaannya yaitu pada tanggal 1 Syawal untuk Idul Fitri dan 10 Dzulhijah untuk Idul Adha. Shalat Idul Adha dianjurkan untuk dilaksanakan lebih awal atau lebih pagi dibandingkan shalat Idul Fitri.

Berkurban

Selanjutnya amalan pada Hari Raya Idul Adha yaitu diselenggarakan ibadah Kurban. Secara sederhana, kurban diartikan sebagai  menyembelih binatang ternak yang sudah cukup umur (unta,sapi, lembu, sapi, kambing), setelah Shalat Ied pada Hari Raya Idul Adha sampai tergelincir matahari pada hari terakhir Tasyrik (13 Zulhijah). Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang terdapat di dalam Al Quran (QS Ash-Shaffat [37]: 99-113) menjadi dasar disyariatkannya kurban bagi umat Muslim.

Cerita bermula dari Kisah Nabi Ibrahim dan Siti Hajar yang sudah lama menikah namun belum dikarunai seorang anak pun. Doa dan usahanya agar mempunyai anak akhirnya membuahkan hasil, dan lahirlah seorang bayi laki-laki tampan bernama Ismail. Namun, kebahagiaan keluarga tersebut tidak berlangsung lama karena dalam mimpinya, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk menyembelih anaknya. Kemudian Nabi Ibrahim menanyakan hal ini kepada Ismail yang diabadikan di dalam Al Quran (QS Ash Shaffat [37]: 102).

“Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu? ” Selanjutnya di dalam ayat yang sama Ismail menjawab: “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. ”

Lalu tatkala Nabi Ibrahim sudah membaringkan Ismail dan siap menyembelihnya maka seketika itu pula Allah SWT langsung memanggil Nabi Ibrahim dan langsung mengganti Ismail dengan seekor sembelihan yang besar.

Dari peristiwa tersebut sungguh nyata ujian keimanan dan ketakwaan yang berhasil dilalui oleh Nabi Ibrahim. Lalu bagaimana dengan kita. Apa sanggup untuk menyembelih anak sendiri. Allah SWT pun sudah mengetahui bahwa kita tidak akan mampu. Meskipun demikian kita tetap bisa mengambil nilai ketaatan dan kepatuhan sebagai seorang hamba yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim dengan menyisihkan sebagian harta kita untuk berkurban. (history/amal mulia)

Sumber: ejaaba.com

Amal Mulia Luncurkan Dua Program Kurban Unggulan

Keterangan Foto: Dokumentasi Penyaluran Amal Mulia Kurban untuk Palestina, 2017

Jakarta-Lembaga sosial-kemanusiaan Yayasan Harapan Amal Mulia segera meluncurkan dua program unggulan menyambut Hari Raya Idul Adha pada Agustus nanti. Kedua program itu adalah Kurban Mulia Bahagiakan Mereka dan Kurban Mulia Bahagiakan Penjaga Al-Aqsha.

Direktur Amal Mulia Vickry Rinaldi Herdianto mengatakan, kedua program ini memiliki segmentasi dan tujuan masing-masing. Program Kurban Mulia Bahagiakan Mereka segmentasinya adalah wilayah-wilayah di seluruh Indonesia yang belum atau minim terdistribusi daging hewan kurban. Sementara Kurban Mulia Bahagiakan Penjaga Al-Aqsha adalah untuk membahagiakan para penjaga Al-Aqsha yang selama ini tengah dijajah oleh Zionis Israel.

“Untuk program yang mencakup wilayah lokal Indonesia kami akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga grup kita yang ada di daerah. Misalkan di wilayah Kalimantan, Lampung, dan lainnya. Konsentrasinya adalah daerah-daerah yang masih belum tersentuh atau minim pendistribusian daging hewan kurban,” ungkap Vickry.

Sementara itu, lanjut Vickry, program Kurban Mulia Bahagiakan Penjaga Al-Aqsha akan difokuskan kepada mereka para pejuang di Palestina dalam mempertahankan Masjidil Aqsha tempat hijrah Nabi Muhammad SAW.

“Semoga dengan dua program ini bisa maksimal dalam membantu membahagiakan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tutur Vickry. (slamet parsono/amal mulia)

Amal Mulia Kembali Santuni Anak Yatim Imah Seuri

Bandung-Yayasan sosial kemanusiaan Harapan Amal Mulia atau biasa disebut Amal Mulia kembali melakukan penyaluran bantuan kepada anak yatim Imah Seuri. Penyaluran dalam bentuk uang kes ini adalah kali kedua setelah sebelumnya kegiatan yang sama dilakukan pada Ramadan lalu dalam program Belanja Bareng Anak Yatim (Balarea) di Yogya Kapatihan Bandung.

“Alhamdulillah Amal Mulia sudah kembali menyalurkan santunan untuk anak-anak yatim Imah Seuri. Setidaknya penyaluran ini bisa meringankan beban kebutuhan hidup anak-anak yatim di Imah Seuri,” kata Direktur Amal Mulia Vickry Rinaldi Herdianto.

Menurut Vickry, Imah Seuri yang dipimpin oleh motivator kawakan Zae Hanan sudah sejak lama bekerja sama dengan Amal Mulia. Zae Hanan sendiri sudah sering mengisi acara di Amal Mulia begitupun sebaliknya.

Vickry mengungkapkan, bantuan ini diharapkan dapat memancing para donatur lain untuk ikut menyedekahkan sebagian rezekinya, sehingga jumlah bantuan bisa lebih besar.

“Rasul katakan posisi Rasul dengan orang yang menyantuni anak yatim itu dekatnya bagai jari telunjuk dan tengah di surga nanti. Karena itu, saya mengajak seluruh donatur untuk sama-sama peduli terhadap anak yatim,” tutur Vickry. (slamet parsono/amal mulia)

11 Tradisi Unik Perayaan Idul Fitri Di Dunia, Mana Yang Paling Unik?

Amal Mulia-Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari yang paling ditunggu oleh umat islam diseluruh dunia. Pada hari tersebut umat islam merayakan kemenangan setelah berpuasa menahan hawa nafsu selama satu bulan penuh. Di Indonesia sendiri hari lebaran biasanya diisi dengan tradisi mudik, halal bihalal dan juga bagi-bagi THR. Lalu bagaimana tradisi lebaran di belahan dunia lain? Apakah sama dengan di Indonesia?

Arab Saudi

Seperti halnya Indonesia, masyarakat Arab Saudi juga punya tradisi silaturahmi. Mereka akan berkumpul dengan keluarga dan kerabat dan saling mengucap maaf setelah sebelumnya mengikuti ibadah salat Id di masjid-masjid terdekat.

Di Riyadh,ibu kota Arab Saudi, perayaan Lebaran kental dengan kesenian. Sejumlah pagelaran diadakan, misalnya teater, baca puisi, parade, dan pertunjukan musik. Rumah-rumah didekorasi rumahnya agar terlihat meriah dan menarik. Bila Indonesia punya ketupat dan opor ayam, Arab Saudi punya daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional. Hal yang sama juga terjadi di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Mesir

Seperti negara-negara Timur tengah lain, Mesir juga memiliki tradisi silaturahmi saat Lebaran. Tapi, bedanya, silaturahmi ini hanya terbatas untuk keluarga dan kerabat terdekat, tanpa melibatkan tetangga sekitar. Bagi mereka yang tidak memiliki ruang tamu untuk menampung tamu yang datang, mereka biasanya akan mengobrol santai sambil menikmati hidangan ringan di taman (hadiqah). Tidak heran, taman-taman di Mesir akan ramai oleh pengunjung saat Idul Fitri.

 

Australia

Sebagai salah satu negara terdekat dari Indonesia, Australia merayakan Lebaran dengan cukup meriah. Hal ini tentu sangat istimewa mengingat Australia bukan negara muslim. Perusahaan memberikan toleransi kepada karyawan yang muslim untuk mendapat libur, kawasan yang mayoritas muslim pun dapat menggunakan jalanan umum untuk shalat Ied. Australia memang negara sekuler yang memberikan kebebasan kepada masyarakatnya untuk mempraktikkan ajaran agamanya masing-masing.

China

Di China, hari Lebaran merupakan hari istimewa yang diisi dengan mengunjungi makam leluhurnya. Para pria menggunakan jas khas dan kopiah putih, sedangkan para wanita memakai baju hangat dan kerudung. Mereka membersihkan dan mempersembahkan doa kepada para leluhur. Tradisi doa ini pun dilakukan khusus untuk menghormati ratusan ribu muslim yang tewas selama Dinasti Qing dan selama Revolusi Kebudayaan.

 

Turki

Di Turki, Idul Fitri dikenal dengan sebutan Festival Gula atau Seker Bayram . Kemungkinan sebutan ini muncul karena tradisi mereka saling mengantarkan manisan di hari raya Idul Fitri. Seperti tradisi sungkem di Indonesia, anak-anak di sana juga bersalaman dan sembah sujud kepada orangtua. Setelah itu, anak-anak pun mendapatkan hadiah berupa koin uang, permen, atau manisan.

 

Malaysia

Tradisi perayaan Lebaran di negeri tetangga itu ternyata tak jauh berbeda dari masyarakat di Indonesia. Sebagai hidangan khas, masyarakat Malaysia makan ketupat, lemang, lontong, dan rendang. Mereka  juga menyajikan ketupat sebagai makanan khas Lebaran Setelah shalat Id, mereka berziarah ke makam kerabat.

Suriname

Negara ini bisa dikatakan memiliki kedekatan psikologis dengan Indonesia karena sebagian penduduk Suriname merupakan keturunan suku Jawa yang dikirim ke negeri itu sebagai kuli kontrak pada masa penjajahan Belanda.

Tradisi lebaran di negara ini bisa dibilang sangat unik karena penetapan hari Lebaran dilakukan berdasarkan perhitungan mereka sendiri dengan menggunakan prajangka atau perhitungan ala primbon Jawa peninggalan nenek moyang sejak ratusan tahun lalu.

Afrika Selatan

Tradisi Lebaran di Afrika Selatan dimulai sejak hari terakhir Bulan Ramadhan. Setiap tahun orang-orang akan berkumpul di Green Point, Cape Town, untuk menyaksikan datangnya hari terakhir Ramadhan bersama kerabat sambil berbuka puasa. Setelah maghrib, biasanya diumumkan tentang datangnya hari raya lebaran dan masyarakat berkesempatan untuk melaksanakan shalat Id yang dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah sanak saudara.

India

Pemeluk islam di India biasanya akan berkumpul di Jama Masjid yang terletak di New Delhi untuk melakukan shalat Id. Masjid ini menjadi pusat perayaan Idul Fitri di New Delhi, ibu kota India. Mereka juga menyiapkan hidangan khusus yang disebut dengan siwaiyaan, yakni campuran bihun manis dengan buah kering dan susu. Siwaiyaan hadir dalam beragam bentuk dan warna.

Fiji

Di negara kecil Fiji pun terdapat tradisi serupa. Negara tersebut memang mayoritas non-Muslim. Namun, ada tradisi unik dalam perayaan Idul Fitri. Salah satunya adalah hidangan spesial khas Idul Fitri yaitu samai, mi manis yang dicampur dengan susu. Samai disajikan bersama samosas, sejenis kari ayam atau daging. Uniknya, hanya kaum pria yang datang ke masjid untuk shalat Id.

Amerika Serikat

Suasana Lebaran di Amerika memang tidak semeriah negara-negara lain yang didominasi pemeluk agama Islam. Di sana Hari Raya Idul Fitri juga tidak ditetapkan sebagai libur nasional. Seperti dikutip dari laman VOA, komunitas masyarakat muslim yang ada di negara ini menginformasikan datangnya hari raya lebaran melalui sambungan telepon ataupun internet (e-mail). Uniknya, karena mayoritas muslim disana merupakan kalangan imigran, maka pakaian yang dikenakan berwarna-warni sesuai dengan negara asalnya. Selesai shalat, dilanjutkan dengan saling mengucapkan Happy Eid atau Eid Mubarak antarsesama jemaah Shalat Id, para kenalan dekat dan kaum kerabat.(history/amalmulia)