WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami akan membantu anda. Silahkan tanyakan kepada kami.
Hi, ada yang bisa kami bantu ?
Month: September 2018

Month: September 2018

Gempa dan Tsunami Melanda Sulawesi Tengah, Indonesia Kembali Berduka

Warga membawa jenazah korban tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9) (Republika)

Kabar duka dari dari Sulawesi  Tengah memenuhi berita televisi  dan linimasa sosial media. Situs berita BMKG tak henti mengabarkan adanya gempa susulan di Donggala dan sekitarnya.

Hingga Sabtu (29/9/2018) pagi, sudah terjadi 91 gempa susulan pasca-gempa bermagnitudo 7,4 (sebelumnya disebutkan 7,7) pada Jumat (28/9/2018).

“Gempa bermagnitudo 4,5 merupakan gempa susulan ke-91 sejak gempa di donggala kemarin sore,” kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam KompasTV, Sabtu pagi.

Sejak gempa besar melanda, malam gelap mencekam Donggala. Saluran listrik terputus, saluran komunikasi juga terputus meski ada satu dua yang masih tersambung. Sampai hari berganti, saluran komunikasi masih menjadi kendala informasi terbaru kejadian gempa.

Tsunami Menyapu Kota Palu Sejauh Ratusan Meter

Warga melangkah sejauh mungkin menuju ke arah bukit, selang beberapa menit terjadi gempa. BMKG memang menyalakan peringatan dini Tsunami beberapa menit setelah gempa berkekuatan 7,4 terjadi.

Gempa mulai terjadi pada Jumat siang, dan disusul dengan gempa-gempa cukup besar. Kekalutan makin bertambah ketika informasi tsunami di Pesisir Laut Talise Kota Palu benar-benar terjadi. BMKG melansir, ketinggian gelombang tsunami mencapai lebih dari 1,5 meter.

Peringatan dini tsunami dihentikan oleh BMKG pada pukul 17.37 WIB setelah dipantau bahwa air laut yang naik sudah kembali surut.

Ratusan Korban Menjadi Korban

Hasil pantauan Antara di sekeliling Kota Palu, Sabtu pagi (29/9), korban gempa bumi di Donggala, Sulteng, diduga mencapai ratusan jiwa. Mereka belum dievakuasi dari gedung-gedung yang ambruk.

Kepala LKBN Antara Biro Sulawesi Tengah, Rolex Malaha, dalam Republika melaporkan pusat perbelanjaan atau mal terbesar di Kota Palu, Mal Tatura di Jalan Emy Saelan ambruk. Masih ada puluhan hingga seratusan orang yang terjebak di dalam pusat perbelanjaan empat lantai yang dibangun 2006 itu.

Sedangkan data jumlah korban luka yang dihimpun oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, terdapat kurang lebih 2000 korban yang dirawat  di tiga Rumah Sakit berbeda di Palu. Sampai jam 2 dini hari tadi, tercatat 18 korban gempa  meninggal dunia dari ketiga rumah sakit tersebut.

 

Gempa Mengakibatkan Kerusakan Bangunan

Rumah Warga dan beberapa fasilitas umum seperti jembatan, rumah sakit, dan masjid juga ikut hancur akibat gempa seperti yang dikabarkan dalam akun Soetopo Purwo Nugroho, Kepala Data Pusat Informasi dan Humas BNPB.


Indonesia sedang diuji. Setelah gempa Lombok yang bahkan masa pemulihannya masih jauh dari kata cukup, kini terjadi lagi gempa disertai tsunami yang melanda saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah.

Mari bantu saudara-saudara kita yang tengah dirundung duka dan memerlukan uluran tangan dengan doa tertulus serta donasi terbaik melalui rekening di bawah ini:

2017 00 4037 (a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia Bencana)

Untuk informasi lebih lanjut: 081 1234 1400

(history/amalmulia)

Lahir dengan Jantung Bocor, Tak Halangi Mimpi Mahmud menjadi Mujahid

Palestina–Semua terjadi atas kehendak Allah SWT,  Mahmud Ahmad Salamah, bocah dari Gaza, terlahir dengan kelainan pada organ jantung dalam tubuhnya, sehingga mengubah aliran normal darah melalui jantung. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah bocor jantung.

Ibu Mahmud bercerita kepada Paltimes tentang kelahiran anaknya yang sedikit berbeda itu, “…Mahmud dilahirkan dengan berat 3 kilogram, 2 minggu setelah itu kami baru tahu kalau ia dilahirkan dalam keadaan jantung berlubang. Kami pun bersegera membawanya ke dokter. Meski begitu, dia tumbuh sebagai anak yang selalu unggul….”

Bercita-cita Menjadi Mujahid

Bocah kecil ini becita-cita untuk berjuang membebaskan negerinya dari tangan jahat Zionis Israel. Ia dan sahabat-sahabatnya saling mengejar mimpi menjadi mujahid, dengan bermodalkan setenteng senjata, dan keyakinan akan pertolongan Allah.

Hafal seluruh isi Al Quran merupakan syarat mutlak agar bisa bergabung bersama para pejuang pembebas Palestina. Itulah cita-cita Mahmud Ahmad Salamah, sang bocah dari Gaza.

Baca juga: Anak Gaza Mampu Hafalkan 30 Juz Alquran Hanya Dalam Waktu 3 Bulan

Tiada hari yang kelabu baginya, kecuali saat mendengar wafatnya sang ayah di tanah para syuhada, Gaza, Palestina. Kejadian itu benar-benar membuatnya murung. Sang Ayah, yang tak pernah lelah membimbingnya menghafal Alquran, kini telah tiada. Hafalannya berhenti sejenak, tak bertambah.

Mahmud, Hafiz Termuda di Palestina

Kesedihannya tak berlangsung lama. Cita-cita besar, melanjutkan perjuangan ayahnya terus berkobar dalam dada. Dengan tekad yang mantap, ia berjanji akan terus menghafalkan Alquran.

Pemerintah Palestina mencatat Mahmud, sebagai penghafal Alquran termuda. Kala itu, dirinya yang masih berusia 11, telah mampu menamatkan hafalan 30 juz Alquran. Prosesnya terbilang menakjubkan, karena ia hanya butuh 9 bulan untuk menjadi seorang Hafiz (penghafal Alquran).

Ibunya juga bercerita bahwa ketika Mahmud berusia 2,5 tahun, ia dan suaminya membawanya ke sebuah taman kanak-kanak. Pada usia 3,5 tahun, ia mulai dapat menghafal surat Al Isra, sehingga taman kanak-kanak tempat ia belajar mengadakan perayaan khusus untuknya. Pada kesempatan itu ia membacakan hafalan Al Qur’an di hadapan orang-orang yang menghadiri perayaan itu, padahal ia masih balita.” (historyamalmulia)

Sumber: Sahabat Al-Aqsha

 

Anak Gaza Mampu Hafalkan 30 Juz Alquran  Hanya Dalam Waktu 3 Bulan

Keterangan Foto: Aiman Ismail Al-Asthal, anak Gaza yang mampu hafal Alquran dalam waktu 3 bulan

Aiman Al-Asthal, seorang anak di Gaza mampu menamatkan 30 juz hafalan Alquran hanya dalam waktu 3 bulan.”Saya Aiman Ismail Al-Astal, berusia 12 tahun, dan saya berhasil menghafal seluruh Alquran dalam waktu 3 bulan. Ini adalah karunia dari Allah, serta  berkat bimbingan dari sekolah dan keluarga saya ”, ujar Aiman dalam situs berita Rouda.

Anak berusia 12 tahun itu menambahkan bahwa dirinya meluangkan beberapa jam dalam sehari untuk fokus menghafal ayat. “Selama proses menghafal Alquran dalam 3 bulan tersebut, saya menghabiskan beberapa jam sehari untuk menghafal dan mengulang hafalan, yaitu dimulai setelah salat subuh sampai kurang lebih jam sembilan”

Ternyata bukan hanya Aiman, Syarif Said Musthafa, seorang anak Gaza juga mampu melakukan hal yang sama. Bahkan tak hanya hafal Alquran dalam waktu 3 bulan, ia juga mampu hafal 11 ribu hadis dalam 40 hari. Maasya Allah.

Syarif yang masih berusia 13 tahun itu juga sering memenangkan kompetisi Tahfizh Alquran baik di tingkat lokal sampai internasional.

Baca juga: Selain Gudang Para Hafizh, Tingkat Buta Huruf Terendah Dunia Juga Disandang Palestina

Negeri Pilihan dengan Penduduk Pilihan

Fakta bahwa Palestina merupakan tanah pilihan dengan penduduk pilihannya pula, memang tak bisa dipungkiri. Berbagai penelitian menyatakan bahwa  IQ anak-anak Palestina lebih tinggi dari anak-anak lain. Selain tak hentinya melahirkan para hafiz pada usia belia, tingkat buta huruf Palestina pun menjadi yang paling rendah di dunia.

Selain itu, hafalan Alquran menjadi modal utama para penjaga Al-Aqsha ini dalam melawanan kejahatan tangan Zionis Israel. Para Hafiz (penghafal Alquran) selalu menjadi garda terdepan dalam menghadapi tentara Israel.

“Mereka tidak takut karena mereka telah menguasai Alquran. Alquran adalah utama, tidak masalah tidak mempelajari ilmu lain. Yang terpenting adalah Alquran sebab Alquran adalah muara segala ilmu,” pungkas Yahya, seorang Hafiz Gaza dalam Go Muslim.

Metode Menghafal Alquran Ala Gaza

Meski hidup di tengah berbagai  krisis yang mendera, air tanah bercampur racun, pasokan pangan terbatas, listrik hanya dua jam sehari, tapi semangat anak-anak Gaza untuk menjadi penghafal Alquran tak pernah redup. Alquran dan jihad sudah lama mendarah daging dalam diri mereka.

Daurah Quran Ala Gaza

Daurah Quran Ala Gaza

Metode menghafal yang secara alami terbentuk menjadi sebuah kebiasaan di tengah-tengah masyarakat, menjadi salah satu rahasia kesuksesan para Hafiz Gaza. “Seminar International Tahfizh Ala Gaza”, hasil kolaborasi Amal Mulia, International Aqsa Institute, dan Sufara Alquran akan hadir di tengah-tengah masyarakat Sumatera Barat untuk menguak rahasia kuatnya hafalan Alquran dari bumi para Huffadz, Gaza Palestina.

Metode-metode menghafal Alquran ala keluarga syuhada di Gaza juga akan dikupas tuntas dalam “Dauroh Quran Ala Gaza” yang dilaksanakan pada tanggal 28-30 September 2018.

Bukan hanya anak muda, metode menghafal Alquran ini juga sangat sesuai untuk berbagai kalangan usia. Metode ala Gaza akan membuat menghafal lebih mudah dan efektif.

Daurah Quran Ala Gaza

Daurah Quran Ala Gaza

Syekh yang didatangkan langsung dari Palestina akan menjadi narasumber terpercaya dalam kedua kajian tersebut. “Seminar International Tahfizh Ala Gaza” dan “Dauroh Quran Ala Gaza” juga bisa hadir di kota anda, dengan mengubungi narahubung kami di bawah ini.

“Seminar International Tahfizh Ala Gaza” : 0852 1044 5349 (Ustadz Sarwadi)

“Dauroh Quran Ala Gaza” : 0852 7887 5720 (Muhammad)

Semoga Allah selalu memberi kemudahan dalam setiap amal kebaikan yang kita usahakan. Aaamiin (history/amalmulia)

Sumber: Alwafd,Watanserb

 

Salurkan 300 Tas Sekolah Ke Gaza, Amal Mulia Bantu Perjuangan Anak Palestina Meraih Asa

Gaza–Berbagai rintangan sering anak-anak Palestina temui dalam perjalannya menuju sekolah. Meski begitu, tak pernah sekali pun mereka berbalik arah dan menyerah dari hadangan pasukan Zionis. Hal tersebut akhirnya menginspirasi Amal Mulia agar mendukung perjuangan mereka menuntut ilmu di negeri para Nabi.

Amal Mulia membersamai perjuangan mereka dengan menyalurkan bantuan tas dan perlengkapan sekolah lainnya. Alhamdulillah, tak kurang dari 300 tas telah kami salurkan kepada anak-anak di Gaza pada 15 September 2018.

Penyaluran Donasi Pendidikan

Penyaluran Donasi Peralatan Belajar untuk Pelajar Gaza, 15 September 2018

Senyum ceria tak ayal terukir manis di wajah mereka yang lugu. Matanya  yang indah kian berbinar melihat kami membawa bertumpuk-tumpuk tas baru.Diharapkan ‘hadiah’ tersebut bisa menjadi suntikan semangat bagi anak-anak Palestina untuk terus menggantungkan asanya.

Bagi kebanyakan anak, sebuah tas dan perlengkapan sekolah mungkin bukan lagi sesuatu yang istimewa. Tapi untuk anak-anak Gaza, yang hari-harinya penuh dengan deraan dan kesulitan, perlengkapan sekolah baru merupakan suatu yang selalu mereka harapkan.

Kini, ratusan anak Palestina kembali bersemangat meraih mimpi-mipinya. Terimakasih untuk para donatur mulia di seluruh Indonesia. Kedermawananmu membuka asa anak-anak Palestina untuk membuka cakrawala dunia.

Dengan adanya mitra kami di Palestina, pendistribusian bantuan menjadi lebih mudah karena tak perlu melewati ketatnya perizinan rumit untuk memasuki wilayah Gaza.

Penyaluran Donasi Amal Mulia di Gaza

Penyaluran Donasi Peralatan Belajar untuk Pelajar Gaza, 15 September 2018

Penyaluran Donasi Pendidikan Amal Mulia di Gaza

Penyaluran Donasi Peralatan Belajar untuk Pelajar Gaza, 15 September 2018

Sepanjang tahun 2018, Amal Mulia telah menyediakan berbagai jenis bantuan untuk warga Palestina.  Bantuan tersebut berupa  bantuan alat medis, tunjangan untuk keluarga syuhada, beasiswa penidikan, bingkisan lebaran dan daging kurban, serta lain sebagainya.

Insya Allah, Amal Mulia selalu berupaya menyalurkan amanah kedermawanan bangsa Indonesia kepada saudara-saudaranya di Palestina dengan sebaik-baiknya.

Semoga Allah membalas dengan berkali-kali kebaikan di dunia maupun di akhirat. (history/amalmulia)

Rekening Donasi :
2017 00 4018 (a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia)
Konfirmasi Donasi: Call/SMS/WA: (022) 878 336 31 – 081 1234 1400

 

Wanita Berakhlak Mulia dan Bermental Baja, Merekalah Para Wanita Penjaga Al-Aqsha

Palestina–Hanadi Halawani, seorang Murabithah (Muslimah penjaga Al-Aqsha), yang berkal-kali keluar masuk sel Zionis karena diangap mengancam eksistensi Yahudi di Al-Aqsha. Namun ia tak pernah jera, ia tetap menjadi aktivis yang lantang menyuarakan keadilan bagi Al-Aqsha dan Palestina.

Ada juga Lama Khater, seorang jurnalis wanita Palestina yang selalu  kritis terhadap isu-isu kemanusiaan, yang bersumber dari kebijakan Israel. Ia pun akhirnya ‘dijemput paksa’ oleh pasukan Israel di depan anak-anak dan suaminya untuk digiring ke jeruji besi.

Ahed Tamimi, remaja yang bahkan sejak kecil telah berani melawan pasukan Zionis, yang hendak memasuki daerahnya dan berusaha merenggut nyawa dan harta penduduk sekitar. Seperti halnya Halawani dan Khater, Ahed juga mesti merasakan kejamnya penjara Zionis selama delapan bulan lamanya karena keberaniannya melawan pasukan Israel.

Nama-nama di atas, adalah  deretan nama dari banyaknya wanita tangguh Palestina yang memilih jalan hidup berbahaya dengan menjaga negeri para anbiya.

Tak mungkin begitu saja terbentuk, tanah Palestina yang dipupuki oleh darah para mujahidin  itu, menjadikan para wanita-wanita ini bagaikan pejuang perang yang tak henti membunyikan genderangnya.

Baca juga: Guru Tahfizh Tunanetra Gaza: Dulu Saya Dicemooh, Setelah Hafal Alquran Saya Diberi Gelar Kehormatan

Mengapa wanita-wanita hebat tersebut begitu berani,  bahkan rela bertarung nyawa berkorban harta? Bagaimana perjalanan mulia mereka berjuang dan melawan kekejaman Zionis Israel?

“Be a good Muslimah”, sebuah inspirasi dari ketangguhan para wanita penjaga Al-Aqsha dihadirkan dalam sebuah kajian bersama Narasumber langsung dari Palestina. Kajian yang akan memperkaya khazanah keilmuan kita, dan melahirkan motivasi untuk menjadi muslimah tak biasa seperti para penjaga Al-Aqsha.

Kajian hasil kerjasama Amal Mulia dengan International Aqsha Institute ini, hadir di beberapa kota di Indonesia. Semoga semakin banyak muslimah-muslimah Indonesia yang berakhlak mulia bermental baja seperti para perempuan penjaga Al-Aqsha. (history/amalmulia)