Month: February 2019

Month: February 2019

Amal Mulia Antar Huda Raih Citanya sebagai Penegak Hukum Palestina

Sumber: Middle East Monitor

 

Amal Mulia, Palestina – Masih ingatkan sahabat tentang gadis kecil yang menangis di Pantai Gaza pada 2006 lalu? Ialah  Huda Ghalia, bocah Gaza yang menyaksikan langsung bagaimana pasukan Israel merenggut nyawa Ayah dan tujuh orang saudaranya. Kini, Huda telah tumbuh dewasa dan menorehkan sejumlah prestasi gemilang. Setelah menyelesaikan pendidikan S2-nya dengan dukungan dana dari Amal Mulia, kini Huda telah resmi menjadi pengacara berlisensi.

Huda mendapatkan lisensinya sebagai seorang pengacara di Palestina pada 14 Februari 2019. Sebelumnya pada 2018 lalu, Huda menamatkan pendidikan pascasarjananya di IUG (Islamic University of Gaza). Sejak saat itu, berbagai tawaran pekerjaan datang menghampirinya, termasuk menjadi seorang Advokat di IUG.

Kisah Inspiratif Palestina

Lisensi Huda Ghalia sebagai pengacara yang dikeluarkan pada tanggal 14 Februari 2019. (Sumber: Quds News)

Kehidupan perih yang ia jalani sendiri telah membentuk gadis 25 tahun itu menjadi muslimah yang cerdas, berani, dan tak pantang menyerah. Ia bertekad sekolah setinggi-tingginya, meski awalnya tak tahu dari mana ia akan membiayai pendidikannya.

Baca juga: Amal Mulia Salurkan Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Palestina

Dengan seizin Allah,  Huda dipertemukan dengan Amal Mulia yang bekerjasama dengan The International Educational Scientifik and Cultural Organisation (IESCO) yang akhirnya turut mendukung kebutuhan dana pendidikannya dalam pada prgram pascasarjana.

“Saya kehilangan orang tua dan sanak saudara yang tentunya membuat saya sangat sedih. Namun saya tetap berusaha melanjutkan pendidikan.Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari Amal Mulia, saya berkesempatan menyelesaikan pendidikan saya”, ujar Huda.

Sempat diperlakukan tidak adil oleh Israel, kini Huda siap menjadi penegak keadilan.

https://www.youtube.com/watch?v=Xuryirc4GMA

 

Pantai sebagai tempat favorit berakhir pekan, mendadak menjadi tempat yang mengeirkan bagi warga Gaza, khusunya Huda. Hari liburan yang dinanti-natikan telah berubah menjadi hari yang kelam dan mengerikan.

Cerita Huda adalah salah satu potret kehidupan anak-anak Gaza dengan berbagai kisah pilu yang menimpa kehidupan mereka. Amal Mulia berikhtiar menjembatani kebaikan para donatur untuk merajut kembali asa anak-anak Gaza yang bisa jadi terhenti karena ancaman, kehilangan, dan berbagai tekanan yang terjadi. (history/amalmulia)

 

10 Upaya Zionis Kuasai Al-Aqsha Melalui Gerbang Ar-Rahmah

AMAL MULIA, Palestina – Berbagai peristiwa dan kejadian tak biasa terjadi di Al-Aqsha selama dua pekan terakhir. Yang paling memilukan adalah ditutupnya Gerbang Ar-Rahmah, salah satu akses memasuki Masjid Al-Aqsha. Mushtafa Abu Zahrah, ketua komite pemeliharaan pemakaman Islam di al-Quds mengatakan hal tersebut menjadi salah satu upaya Yahudi untuk menguasai al-Aqsha dan membangun kuil di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsha seperti yang selama ini mereka cita-citakan.

Al-Markazi Al-Filastini li al-I’lam (Pusat Informasi Palestina) merangkum berbagai upaya yang dilakukan Israel terhadap kawasan ar-Rahmah demi mewujudkan cita-citanya tersebut.

Pertama, ar-Rahmah disebut sebagai Gerbang Masjid al-Aqsha yang paling indah hingga orang-orang Yahudi dan Nasrani menyebutnya sebagai Gerbang az-Zahabi (Gerbang Emas). Gerbang ini juga menjadi yang terbesar di antara gerbang lainnya. Pasukan Pendudukan berupaya mengendalikan kawasan tersebut dan menutup pintu yang mengarah langsung ke Yerusalem yang bertujuan menyulitkan kaum Muslim al-Quds.

 

Baca juga: Dikuasai Zionis, Muslim Palestina Sulit Ibadah di Al-Aqsha

 

Kedua, pihak Israel berupaya menguasai al-Aqsha secara keseluruhan dan kemudian menghancurkannya. Mereka sengaja berulah agar memancing reaksi negatif dari kaum muslim. Jika tidak berhasil, mereka akan mengambil langkah lain yang lebih ekstrim.

Ketiga, setelah pendudukan menguasai tembok barat al-Aqsa (Tembok Al-Buraq) pada tahun 1967, mereka menargetkan sisi selatan dan timur.  Di sisi selatan, mereka melakukan penggalian terowongan,   di sisi timur pihak Israel berupaya mengendalikan Masjid al-Marwani setelah pada sebelumnya  digagalkan gerakan Islam pada tahun 1996.

Keempat, Gerbang ar-Rahmah dan halaman timur Al-Aqsa berada dekat dengan Masjid  al-Marwani yang menjadi atrget penguasaan berikutnya.

Kelima, meski Gerbang ar-Rahmah merupakan akses menuju kantor Komite Zakat Al-Quds, tetapi pasukan Israel tetap menutupnya pada tahun 2003 dengan dalih komite tersebut mendanai gerakan terorisme.

Keenam, pasukan pendudukan tidak mengizinkan adanya upaya pembersihan ataupun renovasi di al-Aqsha. Hingga akhirnya, sebuah gundukan sampah yang berasal dari Masjid al-Marwani disimpan di dekat Gerbang Al-RahmaGundukan sampah tersebut dikenal sebagai Bukit Gerbang al-Rahmah.

 

Baca juga: Menjelang Hari Raya, Apa Kabar Generasi Penjaga Al-Aqsha?

 

Ketujuh, kaum ekstrimis Yahudi melakukan doa-doa dan ritual ibadahnya di daerah Gerbang ar-Rahmah selama beberapa bulan terakhir. Pada saat yang sama, pasukan pendudukan mencegah Muslim berada area tersebut. Mereka tak segan menangkap jemaah Muslim yang melanggar aturan tersebut.

Kedelapan, beberapa kali ditemukan sebuah proposal pembangunan sebuah kuil di halaman timur al-Aqsha (dekat dengan Gerbang al-Rahmah).

Kesembilan, menurut pengakuan beberapa kelompok Yahudi, mereka meyakini bahwa Isa bin Maryam akan datang dari Gerbang al-Rahmah dan membangun kembali kuil di sana.

Kesepuluh, terdapat pemakaman para sahabat Nabi di depan Gerbang ar-Rahmah, di antaranya Syaddad bin Aus dan Ubadah bin Shamit. Pasukan pendudukan mengambil alih sebagian wilayah dan menghancurkan pemakaman tersebut guna melancarkan rencana yahudisasinya.

 

Dengan pertolongan Allah dan keteguhan para penjaga al-Aqsha, gerbang mushala ar-Rahmah sudah dibuka kembali pada Jumat (22/2). Semoga ini menjadi pertanda baik akan kembalinya kembali al-Aqsha ke pangkuan sang pemilik sejati, yaitu umat Islam.

(history/amalmulia)

Sumber: Palinfo, Middle East Monitor

 

Syekh Syakir: Tokoh Agama Indonesia Akan Isi Aktivitas Masjid Istiqlal Gaza

Indonesia memiliki tempat khusus di hati masyarakat Palestina, khususnya di Gaza. Syekh Syakir Aiman Auda, perwakilan dari lembaga kemanusiaan Jisru at-Ta’awun al-Insani, menyatakan, dirinya dan warga Gaza berkeinginan mendatangkan para Imam dan ulama dari Indonesia untuk turut berperan dalam aktivitas di Masjid Istiqlal Indonesia di Khan Yunis, Gaza.