Month: March 2019

Month: March 2019

Setahun Aksi Kepulangan Akbar, Sampai Kapan Akan  Berjuang di Perbatasan?

Harapanamalmulia.org – Pada hari itu, 30 Maret 2018, ribuan warga Palestina berjuang, menuntut hak mereka untuk kembali ke tanah yang direnggut otoritas Israel dalam Aksi Kepulangan Akbar. Dua pertiga dari dua juta penduduk Gaza adalah pengungsi yang berasal dari tanah yang sekarang berada di dalam genggaman Israel.

Dilaksanakan rutin setiap hari Jumat, 51 pekan sudah warga Palestina berjuang di perbatasan. Blokade ketat yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade juga menjadi alasan lain dilangsungkannya aksi tersebut.

Pada hari pertama aksi, lima belas orang gugur. Lemparan batu dibalas dengan peluru. Perlawanan ini tak pernah imbang. Meski begitu, tak ada yang berniat balik kanan dan menghentikan perjuangan.

 

Baca juga: 115 Gugur Termasuk 23 Anak di Bawah Umur Selama Aksi Kepulangan Akbar

Hasil gambar untuk Razan

Razan al-Najjar (kerudung merah muda) , perawat Palestina yang gugur pada saat berusaha membantu warga Palestina yang terluka dalam Aksi Kepulangan

Setahun berlalu, dua ratus orang warga Palestina gugur, sembilan ribu lainnya terluka. Ratusan  di antara korban luka kehilangan sebagian bagian tubuhnya. Seribu orang mengalami infeksi yang sulit diobati dengan fasilitas kesehatan Gaza yang tak memadai.

Keteguhan rakyat untuk melanjutkan Aksi Kepulangan Akbar, menegaskan bahwa tekad rakyat amat kuat untuk mencabut blokade Gaza, hidup aman dan sejahtera  tanpa hambatan pengukungan.

Hasil gambar untuk Onion boy in gaza

Mohamed Ayyash atau lebih dikenal dengan julukan “Bocah Bawang”, anak Gaza berusia 10 tahun yang viral karena masker bawangnya saat mengikuti Aksi Kepulangan Akbar.

 

Warga Palestina sepakat tak akan mengakhiri aksi ini sebelum Israel benar-benar mencabut blokadenya.

The Great Return March (Aksi Pawai Kepulangan Akbar) telah menjadi bagian dari perjuangan Palestina, dan itu akan berlanjut sampai tujuan kami terpenuhi, yaitu diakhirinya blokade Gaza,” ungkap Ismail Haniyah,  seorang tokoh Palestina.

 

Baca juga: Sniper Zionis Hentikan Mimpi Jasser Menjadi Seorang Pelari

Abu Thurayya, warga difabel Palestina yang ikut berjuang dalam Aksi Kepulangan Akbar dan gugur

 

Memperingati setahun Aksi Kepulangan Akbar, warga Palestina sepakat melakukan aksi lebih akbar yang disebut Aksi Sejuta Umat. Imbauan untuk mendatangi perbatasan didawamkan dalam berbagai kesempatan.

Lebih dari satu dekade Gaza diblokade, Palestina telah mengalami banyak kehilangan. Bukan hanya harta, namun juga nyawa. Berbagai krisis tak henti mendera dan menjamur  ke berbagai sendi kehidupan Gaza. (amalmulia/history)

 

Sumber: The Electronic Intifada

 

Sebulan Menuju Ramadan, 6.000 Anak Palu Masih Hidup Pilu di Pengungsian

Harapanamalmulia.org – Duka Palu belum juga berlalu. Enam bulan pasca gempa, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi, enam ribu anak korban bencana masih hidup terkatung di sejumlah titik pengungsian.

Menurut laporan Save the Children (Yayasan Sayangi Tunas Cilik/STC) enam ribu anak masih tinggal di pengungsian dengan kondisi yang memprihatinkan.

“Saat puluhan ribu orang sudah bisa dijangkau, enam bulan setelah bencana ini kami masih sangat khawatir dengan kondisi 6.000 anak yang masih tinggal di hunian sementara (huntara) seperti tenda, serta ribuan lainnya yang tinggal di rumah-rumah rusak.” ujar Tom Howells, Response Team Leader STC dalam rilisan persnya (26/3/2019).

Tom juga mengungkapkan, huntara yang kini ditinggali anak-anak tersebut mempunyai kondisi yang memprihatinkan. Ia kerap kali menemukan hunian sementara yang tak berlantai, sehingga akan banjir ketika turun hujan.

 

Baca juga: Korban Gempa Palu Butuh Bantuan Segera

 

Menurut STC, masih ada banyak tumpukan puing-puing tajam di lingkungan pengungsian sehingga membahayakan ribuan anak yang tinggal di sana.

Sistem sanitasi pengungsian yang buruk juga mengakibatkan anak-anak berisiko terkena penyakit seperti diare, pneumonia dan demam berdarah.

Kesedihan dirasa semakin menyayat mengingat Ramadan sebentar lagi akan tiba. Pada Ramadan tahun lalu, sebagian besar dari mereka mungkin tak pernah menyangka bahwa Ramadan tahun ini harus dilalui dengan berbagai kisah pilu.

Tinggal di pengungsian dengan kondisi menyayat hati, tak ada orang tua bagi sebagian mereka, tak ada pula hiburan canggih seperti ponsel pintar atau televisi.

 

Bingkisan Hari Raya Terbaik untuk Korban Bencana Alam

Berikhtiar memuliakan yatim dan dhuafa khususnya korban bencana alam di bulan Ramadan,  Amal Mulia hadir dengan Bingkisan Hari Raya Terbaik. Bingkisan Hari Raya Terbaik merupakan salah satu rangkaian program Ramadhan Terbaik (Tebar Kebaikan bersama Yatim Dhuafa) berupa membagikan seribu paket bingkisan hari raya untuk anak yatim dan dhuafa korban bencana alam. Bingkisan yang diberikan yaitu pakaian muslim anak-anak.

 

Baca juga: 7 Hal yang Selalu Dirindukan Saat Ramadan

 

Program Bingkisan Hari Raya Terbaik ini akan diselenggrakan di sejumlah provinsi di Indonesia di antaranya Riau, Bangka Belitung, Jabar-Banten, DIY, Sulawesi Tengah, serta Nusa Tenggara Barat.

Kami membuka selebar-lebarnya kesempatan bagi para donatur untuk ikut berpartisipasi mendukung kelancaran program tersebut. Hanya dengan berdonasi sebesar Rp.250.000/paket, bingkisan hari raya sudah bisa diterima oleh para penerima manfaat. (history/amalmulia)

Sumber: Kbr.id

 

Salurkan donasi terbaik melalui

Bank Syariah Mandiri

2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

7 Hal yang Selalu Dirindukan Saat Ramadan

 

 

Harapanamalmulia.org Ramadan menjadi bulan istimewa yang selalu dirindukan kehadirannya oleh umat Islam di dunia. Berbagai tradisi Ramadan membuat Bulan Agung itu terasa lebih berkesan. Kami telah merangkum tujuh hal yang paling dirindukan oleh sebagian besar muslim terutama yang berada di Indonesia.

 

Pertama, kumpul keluarga.

Hal yang dirindukan di bulan ramadhan

 

Hal ini menjadi yang paling dinanti oleh sebagian besar muslim terutama di Indonesia. Kerap kali para perantau dengan sengaja pulang ke kampung halaman agar dapat berkumpul dengan keluarga. Momentum ini juga menjadi ajang untuk bernostalgia, mengingat kenangan Ramadan di masa muda.

 

Kedua, sahur pertama.

Yang dirindukan selama ramadhan

 

 

Sahur juga menjadi hal yang paling dirindukan dari berbagai aktivitas Ramadan. Semangat bangun sahur biasanya muncul saat hari pertama puasa. Berbagai jenis olahan masakan pun disajikan lengkap di atas meja makan.

 

Ketiga, ngabuburit.

Bulan Ramadan selalu identik dengan ngabuburit. Sore hari menjelang waktu berbuka, taman-taman dan pasar kaget Ramadan selalu menjadi tempat favorit untuk ngabuburit.

 

Baca juga: Apa yang Islam Ajarkan Tentang Pembinaan Anak Yatim?

 

Keempat, buka puasa bersama.

Yang dirindukan selama ramadhan

Beberapa menit sebelum azan maghrib, telinga sudah dibuat lebih peka untuk mendengar bedug masjid bersuara.  Buka puasa paling nikmat tentunya buka bersama sanak keluarga tercinta. Silaturahmi bersama teman lama dengan buka puasa bersama juga menjadi sebuah tradisi yang selalu dinanti.

 

Kelima, salat Tarawih.

Yang dirindukan selama ramadhan

Salat yang khusus dilakukan pada Ramadan ini mempunyai kesan tersendiri bagi umat muslim. Terlebih untuk anak-anak yang selalu antusias melaksanakan Tarawih, dengan beragam kembang api yang memeriahkan detik-detik sebelum Tarawih dimulai.

 

Keenam, kurma, kolak, dan es campur.

Yang dirindukan selama ramadhan

Meski tak hanya ada saat Ramadan, kurma, kolak, dan es campur menjadi makanan yang dirindukan saat bulan Ramadan.  Makanan-makanan ini biasanya disajikan untuk takjil buka puasa.

 

Ketujuh, takbir idul fitri.

Hal unik selama ramadhan

Suasana suka cita bercampur haru semakin terasa saat takbir hari raya berkumandang di malam terakhir Ramadan. Gembira karena hari raya segera tiba namun juga sedih karena Ramadan akan segera pergi.

 

Baca juga: Bahagianya Anak-anak Yatim Diajak Belanja Pakaian Hari Raya

 

Semakin dikenang ternyata membuat semakin rindu dan ingin segera bertemu dengan Ramadan. Namun ternyata, di luar sana ada ank-anak yang dilema harus bahagia atau sedih menyambut bulan agung ini. Mereka lah anak yatim dan dhuafa. Kebahagiaan yang kita dapatkan saat Ramadan, belum tentu dapat mereka rasakan. Rasa rindu pada sang ibu atau bapak yang telah dulu dipanggil Yang Kuasa bisa jadi lebih riuh di hati dan fikiran mereka.

Amal Mulia sebagai lembaga peduli yatim, pada Ramadan 1440 ini membuka selebar-lebarnya peluang bagi para donator yang ingin berbagi kebahagiaan untuk anak-anak yatim di sejumlah provinsi di Indonesia dengan program Ramadhan TERBAIK. Ramadhan TERBAIK terdiri dari beberapa rangkaian program di antaranya Sambut Ramadhan, Bingkisan Sembako Ramadhan Terbaik di Pelosok Negeri, Buka Puasa Terbaik dengan Penyandang Disabilitas, Ramadhan Terbaik dengan Penghafal Al-Qur’an, Bingkisan Hari Raya Terbaik untuk korban bencana alam, Wakaf dan Khataman Qur’an Terbaik dengan yatim penghafal Alquran, serta I’tikaf Ramadhan Terbaik.

Mohon doa dan dukungan agar ikhtiar Amal Mulia memuliakan yatim dan dhuafa berjalan lancar dan selalu berada dalam rida Allah Swt.  (history/amalmulia)

 

Salurkan donasi terbaik melalui

Bank Syariah Mandiri

2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim