Month: April 2019

Month: April 2019

Harapan Baru Gaza Keluar dari Krisis Listrik yang Menjerat

Harapanamalmulia.org – Listrik yang hanya menyala 2-4 jam saja sehari membuat kehidupan warga Gaza gelap gulita. Majd Masharawi berupaya mengubah kemalangan tersebut dengan  menciptakan pembangkit listrik bertenaga surya.

Pada Juni 2018 lalu, gadis berusia 25 tahun ini membuat prototipe sistem pembangkit listrik bertenaga surya dengan mengandalkan tiga komponen utama yaitu panel surya, generator, dan baterai.

Blokade Gaza

Majd Mashharawi mengembangkan sistem pembangkit listrik tenaga surya untuk membantu menyediakan energi murah bagi warga. (Sumber: Middle East Eye)

Samara, menjadi salah satu warga yang terbantu dengan adanya pembangkit listrik tersebut. Sebelumnya, ibu 32 tahun ini harus bolak-balik ke rumah sakit agar anaknya yang menderita penyakit paru-paru bisa mendapat perawatan harian. Perawatan yang diperlukan tak bisa dilakukan di rumah karena akan sangat beresiko jika listrik tiba-tiba mati.

 

Baca juga: Kegembiraan Semu Sambut Ramadan di Jalur Gaza

 

Setiap hari Samara mendatangi rumah sakit, namun  tidak setiap hari anaknya diobati. Krisis bahan bakar sering kali mengakibatkan sejumlah rumah sakit di Gaza terpaksa menghentikan pelayanan.

Perbatasan Gaza

Tim sedang memeriksa panel surya yang dipasang di atap rumah salah satu warga Gaza.  (Sumber: Middle East Eye)

Berkat adanya pembangkit yang diciptakan Majd dan tim,  listrik dapat mengalir ke rumah Samar terus menerus tanpa harus khawatir alat bantu pernafasan anaknya  tiba-tiba terhenti.

“Sekarang, saya tidak perlu bingung apakah harus ke rumah sakit atau tidak”, kata Samar.

Krisis listrik di Gaza

“Pembangkit ini dapat menyelamatkan hidup,” kata Majd dengan bangga seperti dilansir dari Middle East Eye.

 

Krisis listrik terus menjerat warga Gaza selama blokade berlangsung. Listrik hanya mengalir ke rumah-rumah warga sekitar 2-4 jam dalam sehari. (Sumber: Middle East Monitor)

Menurut Majd, pembangkit listrik tersebut merupakan upaya pemanfaatan sumber daya melimpah yang dimiliki Gaza, yaitu sinar matahari. Hal lain yang terus diupayakan Majd dan timnya adalah mengedukasi masyarakat Gaza agar dapat memaksimalkan sumber tersebut.

Bukan hanya Samar, aliran listrik yang stabil sudah mempu menerangi puluhan rumah di Gaza dengan solusi kreatf yang dihadirkan Majd. (history/amalmulia)

Kegembiraan Semu Sambut Ramadan di Jalur Gaza

Harapanamalmulia.org. Selain bekal ruhiyah, tak ada persiapan khusus yang dilakukan Ummu Sa’id dalam meyambut Ramadan kali ini. Ibu 47 tahun yang tinggal di wilayah Syujaiya, Timur Kota Gaza ini mengatakan, dirinya bahkan tak mampu menyediakan makanan yang layak untuk kedua belas anaknya. Untuk dapat makan daging saja, mereka harus menunggu saat Idul Adha tiba.

Jika sebagian orang tak pernah sarapan karena tak terbiasa, anak-anak Ummu terpaksa membiasakan tak sarapan karena tak ada makanan yang bisa mereka makan. Tak tahu kapan bisa makan, tugas mereka hanyalah bersabar dan mengalihkan perhatian agar tak merasa lapar.

Ramadhan di Gaza

Rumah keluarga Ummu Sa’id di wilayah Syujaiya, Timur Kota Gaza. (Sumber: Melayu Palinfo)

“Lihatlah, bagaimana mereka berangkat ke kampus tanpa sarapan atau bahkan uang? Atau bangkan tanpa transportasi? Dengan terpaksa, setiap hari mereka berangkat dan pulang dari sekolah dengan berjalan kaki.” Ujar Ummu.

Selain itu, kondisi rumah yang tak layak juga menjadi persoalan lain yang dihadapi Ummu dan keluarga. Hunian sempit beratap seng  berukuran 100 meter menjadi tempat bagi tiga belas orang menghabiskan hari-hari mereka.

 

Baca juga: 7 Hal yang Selalu Dirindukan Saat Ramadan

 

Keluarga Ummu Sa’id telah cukup mencerminkan bagaimana sulitnya kehidupan masyarakat Gaza yang telah dikepung belasan tahun lamanya. Nuansa jelang Ramadan yang semakin hari semakin terasa, seolah tak berlaku untuk masyarakat Gaza.

Ramadhan di Palestina

Maka pantaslah kita bersyukur masih bisa menyambut bulan suci dengan gegap gempita. Menyiapkan banyak persediaan makanan untuk sahur dan buka, atau bahkan mulai memesan baju untuk hari raya.

Selain itu, tak pantas kiranya jika kita hanya berdiam dan sekedar bersimpati kepada sauadara-saudara kita di Palestina. Mari doakan agar Allah senantiasa mengaruniakan kesabaran kepada mereka. Amal Mulia kembali mengajak untuk membersamai perjuangan warga Palestina dengan memberikan donasi terbaik melalui:

Rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri

2017004053 a.n

Yayasan Harapan Amal Mulia Palestina

 

Perjuangan Sabili Jual Gorengan untuk Bantu Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Amal Mulia, Kabupaten Bandung – Sebelum azan subuh berkumandang, Sabili Trifauzi sudah bergegas ke pasar untuk menjajakan gorengan dagangannya.  Sejumlah warung dan kios pasar didatangi, berharap satu atau dua orang bersedia dititipi dagangan yang dibuat hingga larut itu.

Tak jarang, kantong-kantong gorengan harus kembali ia bawa pulang karena sedang sepi pembeli. Jika tak mau rugi, Bili harus mengeluarkan waktu dan tenaga ekstra untuk menjual dagangannya di tempat lain yang lebih jauh.

Hanya sedikit waktu yang dimiliki anak 12 tahun itu untuk bermain. Sepulang sekolah, ia harus menyiapkan bahan-bahan adonan hingga menjelang petang.

Yatim Amal Mulia

Sejak Ayah Bili wafat, ibunyalah yang menjadi tulang punggung keluarga.  Usia Ibu Bili yang sudah tak muda lagi membuatnya mudah lelah dan sering sakit-sakitan.

Kehilangan Ayah di usia yang masih sangat kecil membuat Bili tak menyiak-nyiakan kehadiran Sang Ibu. Ia tak mau melihat ibunya lelah apalagi terbaring sakit.

 

Baca juga: Beasiswa Yatim Mulia dari Orang Tua Asuh Dinanti Yatim Cicalengka

 

“Tujuan saya membantu ibu saya supaya dapat meringankan bebannya, supaya ibu saya tidak sakit dan sehat selalu” ujar Bili.

Ibunda Bili, Heni Rohaeni terlihat meneteskan air mata haru saat kata-kata tersebut keluar dari bibir mungil sang anak bungsu. Tak ada ibu yang tega melihat anaknya kesulitan. Namun apa daya, tak ada yang bisa diandalkan untuk membantu Heni berjualan di pasar, mencari nafkah, mengikhtiarkan sesuap nasi.

yatim amal mulia

Tak ada yang mampu ia berikan kecuali doa yang tulus bagi anak tercintanya itu.“Harapan saya kedepannya semoga Bili menjadi orang yang sukses, berguna bagi keluarga, agama, bagi bangsa” harap Heni.

Bili merupakan satu dari empat yatim Kampung Pacinan, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung yang menjadi penerima manfaat program Beasiswa Yatim Mulia. Setiap dua pekan, Amal Mulia secara rutin menyalurkan amanah bantuan ‘uang jajan’ dari para orang tua asuh. (history/amalmulia)

Beasiswa Yatim Mulia dari Orang Tua Asuh Dinanti Yatim Cicalengka

Harapanamalmulia.org Meski tak seberapa, penyaluran Beasiswa Yatim Mulia yang rutin dilaksanakan setiap dua pekan sekali memberi kebahagiaan tersendiri di hati anak-anak kesayangan rasulullah ini. Tepatnya di Kp. Pacinan Rt 03/Rw 04 Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung kebaikan orang tua asuh Yatim Amal Mulia itu disalurkan.

yatim amal mulia

Sabili, Ilham, Rizki, dan kali ini ditambah Nadia dengan pakaian muslim terbaiknya menanti kedatangan relawan Yatim Amal Mulia di rumah Sabili. Penyaluran pada Sabtu, 13 April 2019 tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukan Amal Mulia.

Yatim Amal Mulia

Selain tunjangan pendidikan, Amal Mulia juga memberikan binaan keagamaan kepada anak-anak tersebut serta pelatihan berbahasa asing.

Baca juga: Dukung Pendidikan Yatim, Amal Mulia Salurkan Beasiswa di Kabupaten Bandung

Aldi Renaldi selaku Project Officer Yatim Amal Mulia, menuturkan rasa terima kasihnya kepada donatur orang tua asuh yatim yang telah mendukung kelancaran program Beasiswa Yatim Mulia tersebut.

Yatim Amal Mulia

Jazaakumullah Khairan Katsiran untuk seluruh donatur orang tua asuh dalam program Beasiswa Yatim Mulia. Semoga nilai keberkahan yang diciptakan ini dapat dirasakan oleh semua pihak baik dari penerima manfaat, pemberi manfaat, dan pelaksana program ini”, ujar Aldi.

Yatim Amal Mulia

Beasiswa Yatim Mulia merupakan bentuk ikhtiar Amal Mulia dalam memperjuangkan pendidikan anak yatim melalui bantuan finansial dan peningkatan kualitas pendidikan mereka. Dari tujuh yatim yang berada di desa tersebut, baru empat anak saja yang dapat dibantu secara berkelanjutan.

Program orang tua asuh menjadi kemudahan yang diberikan Amal Mulia untuk menjembatani kebaikan donatur dengan penerima manfaat. (history/amalmulia)

Dapatkan berkah memuliakan yatim dengan menjadi orang tua asuh bagi mereka dengan berdonasi sebesar Rp. 150 ribu/anak setiap bulannya.

 

Rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri: 2017 00 4029
a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim