Month: June 2019

Month: June 2019

Qurban Mulia Jangkau Mualaf di Pedalaman Indonesia

 

Harapanamalmulia.org – Sepintas, tidak terlihat ada yang berbeda dari warga Sindangjaya,  Kertajaya, Sindangsari, dan Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur. Menggarap sawah dan berkebun menjadi aktivitas sehari-hari, sebagaimana warga perkampungan pada umumnya.

Qurban mulia

Rumah salah seorang mualaf di Kecamatan Ciranjang. Sebagian besar mualaf di sana hidup di tengah keterbatasan.

 

Wilayah ini menjadi unik karena ternyata banyak penduduknya yang merupakan mualaf (saudara kita yang baru memeluk Islam). Sebelumnya, empat desa tersebut didominasi oleh penduduk non-Muslim sejak zaman kolonial Belanda.

Meski sudah banyak yang memeluk Islam, hanya sedikit saja dari mereka yang hidup berkecukupan. Tidak banyak pekerjaan yang bisa digarap karena para tuan tanah didominasi oleh non-Muslim.

Qurban MuliaQurban untuk mualaf

Ma Enong dan Bi Engkay, mualaf dari Kecamatan Ciranjang.

 

Tidak sedikit mualaf  yang terpaksa tinggal serumah dengan keluarganya yang masih Non-Muslim, bahkan memakan apa yang mereka makan karena keterbatasan ekonomi.

Hari raya ‘Idul Qurban menjadi momentum berharga bagi mualaf Ciranjang. Pada hari tersebut, mereka dapat merasakan nikmatnya makanan halal, hadiah dari saudara-saudara Muslimnya yang taat.

Sedekah Qurban

Pembinaan keagaaman untuk mualaf Ciranjang oleh lembaga mitra Amal Mulia, Pusat Layanan Umat.

Sayangnya, tidak setiap tahun mereka mendapatkan daging kurban. Menurut lembaga mitra Amal Mulia di Cianjur, Pusat Layanan Umat, dalam empat tahun terakhir warga hanya mendapatkan daging kurban satu kali saja.

Ciranjang menjadi satu dari sekian banyak wilayah mualaf di pedalaman Indonesia yang masih belum bisa merasakan rahmat Islam seutuhnya.

Qurban Online

Amal Mulia menyalurkan hewan kurban untuk korban gempa Lombok (22/08/2018).

Hal tersebut kemudian menggerakkan Amal Mulia untuk berikhtiar memuliakan saudara-saudara mualaf di sejumlah wilayah melalui program Qurban Mulia. Daging Program Qurban Mulia akan menjangkau saudara-saudara mualaf sampai ke wilayah pedalaman Indonesia.

Tahun sebelumnya, Amal Mulia juga berhasil mengirimkan daging kurban ke berbagai penjuru wilayah seperti Lombok, Tasikmalaya, perbatasan Cianjur, hingga ke penjaga al-Aqsha di Palestina.

Penyaluran Qurban

Program kurban Amal Mulia tahun 2018 menjangkau masyarakat Palestina.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Amal Mulia kembali membuka kesempatan bagi sahabat untuk mengirimkan hewan kurban terbaik untuk saudara Muslim yang membutuhkan.

Mari jadikan berkah Islam semakin dekat untuk saudara-saudara mualaf. Kirimkan kurban terbaik untuk mualaf di pedalaman Indonesia hanya dengan harga:

 

Sapi: Rp 20.250.000

Kambing: Rp2.400.000

 

Kontribusi terbaik dapat disalurkan melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri

(451) 2017 00 4018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Ingin Berkurban Tahun Ini? Coba 3 Tips Jitu Berikut

Harapanamalmulia.org – Iduladha akan tiba kurang dari tiga bulan. Umat Islam  diliputi kerinduan untuk dapat menunaikan kurban.  Namun, mengingat harga hewan kurban yang tidak murah, diperlukan ikhtiar khusus agar kerinduan tersebut dapat terbayar.

Namun, mengingat harga hewan kurban yang tidak murah, maka diperlukan ikhtiar khusus agar niat tersebut dapat diwujudkan.

Ingin berkurban tahun ini? Coba 3 tips jitu berikut:

 

  1. Gunakan Rumus 3 M (Menghemat, Menabung, dan Mencari Penghasilan Tambahan)

Mengingat Idul Qurban semakin dekat, dibutuhkan ikhtiar ekstra yang dilandasi motivasi yang kuat. Berikhtiarlah dengan menghemat pengeluaran, memilih dengan cermat barang apa saja yang perlu dibeli atau tidak.

 

Selain itu, jangan lupa menabung setiap bulan agar saat tiba waktunya sahabat sudah memiliki dana yang cukup untuk membeli hewan kurban.

Bukan hanya itu, sahabat juga bisa mencari penghasilan tambahan agar ikhtiar lebih maksimal.

 

  1. Berkurban Sapi Secara Patungan

”Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang” (HR. Tirmidzi no. 905, Ibnu Majah no. 3131)

 

Sudah bukan rahasia lagi bahwa harga sapi tidaklah murah. Namun hal ini dapat diakali dengan membeli sapi secara patungan. Sebagaimana Hadis di atas, sahabat bisa membagi harga sapi dengan 2-7 orang.

 

Baca juga: Antara Akikah, Membayar Utang, dan Kurban, Mana Harus Didahulukan?

 

 

  1. Mencari Informasi Hewan Kurban dengan Harga Terjangkau

Tips terakhir agar dapat berkurban tahun ini adalah memilih hewan kurban dengan harga yang lebih terjangkau. Tentunya, hewan yang dipilih haruslah memenuhi syarat-syarat syar’i. Sahabat bisa mencari dan membandingkan harga hewan kurban di situs-situs internet terpercaya.

Selain itu, sahabat juga bisa memercayakan kurban kepada lembaga penyedia jasa kurban. Dengan begitu, biaya transportasi, adminitrasi, dan resiko biaya tak terduga lainnya bisa dikurangi.

 

Sahabat, sejatinya berkurban itu bukanlah tentang mampu atau tidak, sempat atau tidak, tetapi dikehendaki Allah atau tidak. Allah-lah sebaik-baik pengatur dan pemberi rezeki. Maka ikhtiar terakhir yang tak kalah penting adalah berdoa agar Allah meridai, memapukan, dan memudahkan kita agar bisa berkurban. (history/amalmulia)

Sumber: Amalan.com, Muslim.or.id

 

 

Qurban Mulia untuk Mualaf Pedalaman Indonesia

Yayasan Harapan Amal Mulia membuka kembali peluang kebaikan bagi Sahabat semua untuk berbagi hewan kurban melalui program Qurban Mulia. Tahun ini, Qurban Mulia menjangkau saudara Muslim istimewa, yaitu para mualaf di pedalaman-pedalaman Indonesia, di antaranya di kota Cianjur, kecamatan Ciranjang, tepatnya Desa Sindangjaya, Kertajaya, Sindangsari, dan Gunungsari.

 

Mari kirimkan kurban terbaik Sahabat untuk muliakan mualaf-mualaf di pedalaman Indonesia

 

Rekening Donasi:

Bank Syariah Mandiri

(451) 2017 00 4018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Call/SMS/WA: 081 1234 1400

WA: http://bit.ly/amalmulia

Rindu Anak-anak Palestina yang Tak Pernah Terbayar  

 

Harapanamalmulia.org – Penindasan di Gaza semakin meningkat. Gaza menjadi kota yang menakutkan bagi anak-anak Gaza. Israel dengan sengaja membunuh para ayah dan melenyapkan para ibu sehingga anak-anak mereka hidup di ambang jurang.

Kisah Hamdi dan Al-Judeili  adalah sedikit  dari banyaknya cerita anak-anak Gaza yang ditinggal syahid orang tua mereka, sehingga kini hidup terlunta mengandalkan suaka.

 

Hamdi Saadeh Naasan dan 4 Anaknya

Keadaan anak-anak Palestina

Di malam Gaza yang saat itu sedang dingin-dinginnya, Israel menyerang Desa al-Mughayyir, Ramallah yang diduduki. Pemukulan dan penembakan mewarnai aksi penyerangan tersebut. Hamdi  Saadeh Naasanm (30) gugur dalam kejadian tersebut. Sejak saat itu, kehidupan lebih sulit untuk empat anak yang ditinggalkannya.

 

Baca juga: Seputar Yatim Palestina dan Orang Tua Asuhnya di Indonesia

Anak-anak Mohammed Al-Judeili

anak anak palestina

Putri al-Judeili, Rama (9) hanya bisa menangis histeris ketika mengetahui ayahnya telah wafat dalam Aksi Kepulangan Akbar. Bukan cerita baru, jas medis di Gaza bukanlah baju anti peluru. Al-Judeili yang merupakan petugas medis menjadi sasaran peluru Israel dan wafat seketika. Selain  Rama, ada tiga anak lain yang ditinggalkan al-Judeili dengan sedikit perbekalan harta.

 

Dunia Belum Lantang Berbicara

Dunia berada dalam kesunyian yang menakutkan. Meski diketahui banyak pasang mata, belum ada yang mampu menghentikan kekejian ulah Israel. Anak-anak sebagai kaum lemah yang akhirnya menjadi korban.

Sejak awal Aksi Kepulangan Akbar saja, Israel telah menewaskan lebih dari 270 orang Palestina yang tidak bersenjata dan melukai lebih dari 20 ribu lainnya. Tak sedikit warga Palestina yang kehilangan sebagian anggota tubuh mereka dan akhirnya kesulitan menghidupi keluarga. Belum lagi korban-korban blokade Gaza yang telah berlangsung belasan tahun.

Saat ini setidaknya terdapat 20 ribu anak Gaza yang menjadi yatim setelah orang tua mereka gugur dalam serangan dan blokade.

Menanggapi kondisi tersebut, Amal Mulia berikhtiar meringankan beban keluarga para syuhada, meringankan rindu anak-anak Gaza pada orang tuanya dengan program orang tua asuh bagi yatim Palestina. Dengan proram tersebut, Amal Mulia berupaya menghimpun kebaikan para donatur orang tua asuh di Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan anak-anak asuhnya di Palestina. (history/amalmulia)

Sumber: Days of Palestine

Informasi lebih lanjut mengenai program orang tua asuh:

Call/SMS/WA: 081 1234 1400

WA: http://bit.ly/amalmulia