WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami akan membantu anda. Silahkan tanyakan kepada kami.
Hi, ada yang bisa kami bantu ?
Month: July 2019

Month: July 2019

Jenis Hewan Qurban Favorit 2019 Lengkap dengan Harganya

Kurang dari dua pekan, Idulkurban akan datang. Masyarakat Muslim ramai berburu hewan qurban yang beraneka ragam jenis dan harganya.

 

Harapanamalmulia.orgPenawaran hewan qurban dengan harga menarik mulai beredar di berbagai media. Lembaga kemanusiaan pun turut meramaikan dengan membuka peluang kebaikan untuk donasi qurban di tahun 2019 atau 1440 Hijriyah ini.

Begitu juga dengan calon donatur yang ikut berlomba memberikan sedekah qurban terbaik. Kurang dari dua pekan menuju Iduladha, nuansa qurban semakin terasa. Untuk sahabat yang berencana qurban tahun ini, apakah sudah menentukan hewan jenis apa yang akan dipilih?

Mengacu dari berbagai situs pemberitaan qurban, setidaknya ada lima jenis hewan yang paling diminati oleh pembeli. Harganya variatif, mulai dari yang paling murah, sampai hewan yang paling mewah. Hewan jenis apa sajakah itu?

1. Sapi Limousin

donasi qurban 2019

Sapi Limousin, hewan qurban favorit para pejabat dengan harga puluhan juta.

Di beberapa wilayah seperti Jakarta dan Jawa Barat, sapi masih menjadi hewan qurban favorit. Sapi limousin menjadi salah satu hewan favorit yang dipilih para pejabat di Indonesia.

Sapi yang berasal  dari berasal dari Provinsi Limousin, Prancis ini bisa mencapai bobot lebih dari satu ton ketika dewasa. Daginya pun tergolong empuk, padat, dan bertekstur bagus. Mengenai harganya, Sapi limousin dengan bobot 1,8 dan berumur 2-3 tahun, dihargai sekitar Rp25.000.000 – 50.000.000.

 

2. Sapi PO (Peranakan Ongole)

Sedekah kurban

Sapi Peranakan Ongole (PO) menjadi salah satu hewan qurban favorit tahun 2019. (Foto: Google)

 Sapi PO atau lebih populer dengan sebutan sapi putih merupakan persilangan dari ongole asal India dan lokal Indonesia. Jenis sapi tersebut banyak digunakan untuk qurban kalangan menengah ke bawah. Hal itu karena harga sapi PO relatif murah. Sementara harga jual PO yang siap qurban (2 tahun ke atas), yaitu sekitar Rp17.000.000 -20.000.000.

 

3. Domba Priangan

Sedekah kurban

Domba Priangan merupakan domba unggulan yang banyak dipilih untuk dijadikan hewan kurban.

Domba jenis ini dikenal juga sebagai Domba Garut karena banyak diternakan di wilayah Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bukan domba biasa, domba jenis ini sering kali tampil di kontes adu ketangkasan domba yang menjadi tradisi masyarakat Jawa Barat.

Domba Priangan layak qurban dengan bobot paling rendah dihargai sekitar Rp 2 juta. Tentunya, bobot hewan menentukan seberapa banyak manfaat yang dapat kita bagikan.

Baca juga: Samakah Golongan Penerima Kurban dengan Zakat Fitrah?

 

4. Kambing Peranakan Etawa (PE)

Sedekah kurban

Kambing Peranakan Etawa merupakan kambing hasil perkawinan silang antara kambing Jamnapari dari India dengan kambing lokal Indonesia.

Kambing PE memiliki ciri-ciri yang tidak jauh berbeda dengan kambing etawa, yaitu postur tubuh yang besar, telinga panjang menggantung, muka cembung, dan bulu di bagian paha belakang yang panjang. Kambing PE betina berukuran relatif lebih besar dibanding kambing lokal lainnya. Rata-rata, kambing jenis ini dihargai antara Rp 1,7 juta sampai Rp 3,5 juta.

 

5. Kambing Ekor Tipis

donasi qurban 2019

Dengan harganya yang murah, Kambing Ekor Tipis menjadi favorit banyak calon pekurban.

 Kambing ini menjadi salah satu yang banyak dicari karena harganya yang tergolong murah. Meski begitu, kualitas daging jenis ini tak kalah baik dengan Kambing Peranakan Etawa.

Lantas berapa harga salah satu hewan qurban favorit ini? Kambing jenis ini dihargai sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta.

Bagaimana sahabat, sudah menentukan hewan apa yang akan dikurbankan tahun ini? Kalau masih bingung dan merasa ribet dengan proses berkurban yang cukup rumit, ada Harapan Amal Mulia yang menawarkan kemudahan bagi kita semua.

 

Sedekah kurban

Sejumlah kemudahan berkurban di Harapan Amal Mulia.

Selain dipilihkan hewan kurban terbaik, sahabat juga dapat menghemat biaya karena tidak dipungut biaya pemotongan, distribusi, dan lain-lain. Harapan Amal Mulia juga membuka kesempatan bagi sahabat yang ingin memberikan donasi qurban dengan besaran yang tidak terbatas.

 

Yuk, berikan sedekah qurban terbaikmu di tahun ini. Semoga kita menjadi hamba-hamba yang semakin dekat dengan Sang Pencipta. (history/harapanamalmulia)

 

Sumber: Tribunnews.com, blog.kitabisa.com

Gapai Kecerdasan dengan Menghafal Alquran

Selain bernilai pahala besar, menghafal Alquran juga memiliki manfaat yang dibenarkan para pakar ilmu pengetahuan modern. Terbukti, menghafal Alquran mampu membuat seseorang berpikir tajam serta sempurna perkembangkan akal budinya.

 

Harapan Amal Mulia, Sumatera Utara – Sejak 2018, Harapan Amal Mulia mengembangkan sebuah rumah tahfidz di Asahan, Sumatera Utara, yaitu Istana Sufara Quran (ISQ). Saat ini, terdapat empat puluh santri penghafal Quran yang didominasi oleh anak yatim dan dhuafa.

Menghafal Alquran sejatinya merupakan kebutuhan bagi manusia, terutama anak-anak. Ayat-ayat yang dihafal memantik terbentuknya kecerdasan, karena Alquran merupakan sumber ilmu pengetahuan.

Donasi Penghafal Quran

Santri ikhwan Istana Sufara Al-Quran (ISQ) tengah melangsungkan kegiatan tasmi’(menyetor hafalan Quran).

Selain dari sisi ruhiyah, manfaat menghafal Alquran juga dapat dilihat dari sudut pandang neurosains. Tanpa disadari, menghafal Alquran membangun sistematika berpikir yang algoritmis, sistematis yang memadukan antara imajinasi dan logika, antara keindahan dan moralitas, antara otak kiri dan otak kanan.

Ketika seseorang berpikir seperti ini, maka ia akan menjadi lebih tajam pemikirannya, serta sempurna perkembangkan akal budinya. Hal tersebut menjadi salah satu motivasi Amal Mulia untuk memudahkan anak yatim dan dhuafa memaksimalkan potensi akalnya.

 

Menjembatani Kebaikan, Menghimpun  Donasi Penghafal Quran

Istana Sufara Al-Quran (ISQ) di Kabupaten Asahan menjadi ikhtiar Harapan Amal Mulia, untuk mewujudkan generasi cerdas dan ber-akhlakul karimah.

Anak Yatim Dhuafa

Santri Istana Sufara Al-Quran (ISQ) Asahan bersama dalam seminar bertajuk Membumikan Al-Quran di Langit Asahan. (Dok. Amal Mulia)

Selama ini, tidak ada biaya operasional yang dibebankan kepada santri. Kebutuhan santri ditanggung sepenuhnya oleh donasi penghafal quran yang dititipkan para dermawan.

 

Baca juga: Terlahir Tunanetra, Kemampuan Sajee Menghafal Alquran Jauh Di Atas Rata-rata

 

Harapan Amal Mulia juga mengutamakan santri tahfizh ISQ menjadi penerima manfaat sejumlah program, salah satunya kurban.

 

Memuliakan Keluarga Allah di Muka Bumi

Seperti halnya program Ramadhan Terbaik yang sukses diselenggarakan pada pertengahan Mei lalu, Harapan Amal Mulia berikhtiar mengulang keberhasilan serupa dalam program Qurban Mulia.

DOnasi Penghafal Quran

Santri penghafal Alquran ISQ Asahan menjadi penerima manfaat program Ramadhan Terbaik. (Dok. Amal Mulia)

Harapan Amal Mulia termotivasi untuk memuliakan penghafal Quran di Asahan serta anak yatim dan dhuafa pada momentum hari raya Idulkurban yang akan datang. Qurban Mulia menjadi sarana yang akan menjembatani kebaikan donatur dengan para penerima manfaat. (history/harapanamalmulia)

 

Sumber: Khazanah Republika, Sufara Al-Quran

 

Mari, muliakan keluarga Allah di bumi dengan mengantarkan kurban untuk santri Istana Sufara Al-Quran di Asahan, melalui program Qurban Mulia.

Kontribusi untuk program Qurban Mulia:

Sapi: Rp 20.250.000,-

Kambing: Rp 2.400.000,-

Sedekah Kurban: Tak Terbatas

anak yatim dhuafa

Salurkan kontribusi terbaik melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri

(451) 2017 00 4018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Ikhtiar Amal Mulia Riau Lebih Dekat dengan Mualaf Pedalaman

Meski harus melewati jembatan gantung tua yang rawan, tim Amal Mulia Riau tidak mengurungkan niatnya untuk bersilaturahmi dan menyerahkan amanah donatur kepada mualaf di pedalaman Riau.

 

Harapan Amal Mulia, Riau – Tidak mudah bagi Tim Amal Mulia Riau untuk  sampai di Dusun Pebidaian, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Hujan mewarnai perjalanan kami pada Senin (22/07), menemui para mualaf dan dhuafa pedalaman di dusun tersebut.

Sebelum sampai di lokasi, kami harus melewati jembatan gantung tua yang konon usianya sudah lebih dari 10 tahun. Tapi perjalanan yang cukup berat tersebut terbayarkan oleh ramahnya sambutan warga.

Mualaf pedalaman

Tim Amal Mulia Riau, Dedeng supriadi (kanan) dan Gaovis (kiri) menyerahkan paket sembako kepada salah seorang warga Dusun Pedaian. (Dok. Amal Mulia)

Tidak datang tanpa buah tangan, tim Amal Mulia pun menyerahkan beberapa paket sembako kepada warga mualaf dan dhuafa di sana.

Agus Saputra,  Manajer Amal Mulia Riau mengungkapkan, Dusun Pebidaian terdiri dari sekitar 58 Kepala Keluarga dengan mayoritas penduduknya berpenghasilan rendah.

 

Baca juga: Qurban Mulia Jangkau Mualaf di Pedalaman Indonesia

 

“ Dusun Pebidaian berada di seberang sungai Batang Gansal yang dihubungkan dengan jembatan gantung tua. Masyarakat dusun ini ekonominya menengah ke bawah. Mereka perlu kita bantu” kata Agus.

Kaum mualaf dan dhuafa yang berada di Kecamatan Batang Gansal, Insya Allah juga akan menjadi penerima manfaat program Qurban Mulia tahun ini.

Mualaf pedalaman

Warga Dusun Pedaian didominasi oleh masyarakat Muslim dhuafa dan mualaf. (Dok Amal Mulia)

Sejak lama, nuansa Idul Qurban  tidak begitu terasa di Pebidaian. Tidak banyak warga yang mampu berkurban. Jangankan untuk kurban, sebagian besar warga hanya mengandalkan hasil berkebun agar dapur tetap mengepul.

 

Warga Berharap Tahun Ini Dapat Daging Kurban

Belum ada kabar tentang dermawan mana yang hendak berkurban. Namun mereka tidak berharap banyak karena warga dusun seringkali tidak mendapat jatah daging kurban.

Menurut penuturan Agus, warga menyampaikan bahwa mereka berharap bisa mendapatkan jatah kurban tahun ini dari orang-orang dermawan. “Banyak warga berharap di Idul Adha kali ini daging kurban terbaik dari saudaranya yang dermawan bisa sampai ke tangan mereka” ujarnya.

 

Qurban Mulia untuk Mualaf di Pedalaman Indonesia

Jumlah mualaf di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut tidak terlepas dari ikhtiar dakwah yang menjangkau hingga ke wilayah pedalaman.

Namun akses ke wilayah pedalaman, membuat banyak titik persebaran mualaf yang belum tersentuh oleh pendidikan aqidah Islam. Akibatnya, mereka masih berada di ambang kebingungan.

mualaf

Program Harapan Amal Mulia untuk mualaf pedalaman Indonesia

Hal tersebut menggerakkan Amal Mulia untuk berikhtiar memuliakan saudara-saudara mualaf di sejumlah wilayah melalui program Qurban Mulia. Daging Program Qurban Mulia akan menjangkau saudara-saudara mualaf sampai ke wilayah pedalaman Indonesia seperti di Kabupaten Cianjur, Indragiri Hulu, dan Deli Serdang. (history/harapanamalmulia)

 

Mari jadikan berkah Islam semakin dekat untuk saudara-saudara mualaf. Kirimkan kurban terbaik untuk mualaf di pedalaman Indonesia hanya dengan harga:

Sapi: Rp 20.250.000

Kambing: Rp2.400.000

 

Kontribusi terbaik dapat disalurkan melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri

(451) 2017 00 4018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Konfirmasi Donasi:

Call/SMS/WA: 081 1234 1400

WA: http://bit.ly/amalmulia

Bantu Didi Bimbing Mualaf Ciranjang Rasakan Rahmat Islam

Harapanamalmulia.org – Setelah sempat diusir keluarga  karena menjadi mualaf pada tahun 2000, Yunardi (52) atau yang akrab disapa Didi akhirnya memutuskan untuk kembali ke Dusun Palalongan, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur.

Alasannya begitu mulia, ia khawatir kerabat-kerabatnya yang menyusul menjadi mualaf akan berbalik arah.

Mualaf

Perjuangan Didi pun dimulai. Ia mengerahkan segala kemampuan untuk membangun masjid, tempat saudara-saudara mualaf Ciranjang bermajelis ilmu, memperkuat benteng akidah.

Mualaf

Setelah membangun masjid, perjuangan Didi tidak jadi lebih mudah. Keterbatasan dana dan sulitnya akses menuju Ciranjang membuat para pembina tak bisa  sering-sering datang. Padahal, para pembina lah yang memberikan pengarahan ruhiyah secara langsung kepada para mualaf.

mualaf ciranjang

Kesulitan ekonomi mualaf Ciranjang juga mengakibatkan  mereka tak bisa leluasa menuntut ilmu agama. Banyak dari mualaf terpaksa bergantung hidup kepada tuan tanah yang masih berbeda keyakinan.

mualaf

Masalah tak berhenti sampai di situ, para calon mualaf juga dilanda keraguan untuk memeluk Islam karena tidak adanya lahan pemakaman Muslim di sana.

Sedekah untuk mualaf

Dalam rangka mendukung ikhtiar Pak Didi, Harapan Amal Mulia berniat membuat mualaf Cianjur lebih berdaya, mengokohkan benteng iman yang telah mereka bangun dengan mendirikan Pusat Pembinaan Mualaf.

Pusat Pembinaan Mualaf akan menjadi pusat bagi mualaf Ciranjang mengkaji ilmu Islam dan berlatih berbagai keahlian. Saat ini, di Kecamatan Ciranjang, ada empat desa mualaf, yang meliputi Desa Sindangjaya, Kertajaya, Sindangsari, dan Gunungsari.

Kurban untuk mualaf

Jangan Sampai Pak Didi berjuang sendirian. Mari, jadikan rahmat Islam semakin dekat dengan mualaf Ciranjang.

1 .Klik Donasi Sekarang

2 .Masukan jumlah donasi

3 .Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI/BNI Syariah/Mandiri/BCA/BRI/Kartu Kredit)

4 .Terima konfirmasi dari email Anda

 

Kirimkan sebaik-baik kontribusi melalui:

Rekening Bank Syariah Mandiri

(451) 2017 00 4018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia 

Syukur, Kunci Bahagia Mualaf Cianjur

“Dulu walau pun ibaratnya hidup cukup tapi tidak tenang. Sejak masuk Islam, walau pun (hidup) apadanya, tapi Alhamdulillah. Segala sesuatu harus disyukuri.” Susi (45), mualaf dari Ciranjang.

 

Harapan Amal Mulia, Kab. Cianjur – Sulitnya perekonomian para mualaf di pedalaman, seperti  di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, menjadikan mereka berada di ambang kebingungan. Apakah harus tetap dalam lingkaran Iman, atau berbalik arah agar para tuan tanah yang berbeda keyakinan agar mereka bersedia membantu.

Meski begitu, tak sedikit mualaf Ciranjang dikaruniai keyakinan yang kuat, seperti Bu Susi (45). Kondisi ekonominya memang sulit, namun pribadinya begitu tenang seolah tak mempunyai beban.

Hidupnya didesikasikan untuk menguatkan syiar Islam di Ciranjang. Setiap sore Bu Susi mengajar anak-anak mualaf di sebuah madrasah.

 

Baca juga: Qurban Mulia Jangkau Mualaf di Pedalaman Indonesia

 

Bu Susi menuturkan, rasa syukurlah yang membuat ia bertahan  dan merasa behagia dalam dekapan iman.

Ada juga Pak Maman (66), kakak dari Bu Susi yang memiliki pendirian serupa. Kulitnya hitam legam dan mulai keriput. Terang saja, usianya sudah lebih dari setengah Abad. Meski begitu, Pak Maman masih menjadi tumpuan hidup keluarga.

Mualaf

Selama ini Pak Maman tidak mempunyai sumber penghasilan yang pasti. Bekerja serabutan ke sana ke mari mulai dari kuli bangunan, hingga menjadi buruh tani. Apa pun ia kerjakan asal keluarganya bisa makan.

Bu Susi dan Pak Maman adalah salah satu potret keluarga mualaf di pedalaman Indonesia. Mereka adalah salah satu saudara kita yang butuh dikuatkan. Syiar Islam belum bisa masuk ke wilayahya dengan sempurna. Keadaan ekonomi yang sulit mengakibatkan keadaan semakin rumit.

 

Baca juga: Ratusan Santri Mualaf dari Timor Timur Hanya Makan Singkong

 

Menanggapi hal tersebut, Amal Mulia berikhtiar memuliakan para mualaf melalui program Qurban Mulia. Qurban Mulia akan menjangkau mualaf di Ciranjang, Cianjur dan beberapa wilayah mualaf lain di pedalaman Indonesia seperti Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indagiri Hulu, dan Kecamatan Tiga Juhar, Kabupaten Deli Serdang.

Mari jadikan berkah Islam semakin dekat untuk saudara-saudara mualaf. Kirimkan kurban terbaik untuk mualaf di pedalaman Indonesia hanya dengan harga:

Sapi: Rp 20.250.000

Kambing: Rp2.400.000

Sedekah Kurban: Tidak Terbatas

 

Kontribusi terbaik dapat disalurkan melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri

(451) 2017 00 4018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia