Month: September 2019

Month: September 2019

Donatur Inspiratif: Tak Hanya Memberi Tapi Mengajak untuk Berbagi

Memberikan santunan anak yatim dan dhuafa mungkin sudah menjadi hal yang lumrah. Namun salah satu komunitas di Kabupaten Asahan mempunyai usaha lain untuk memuliakan yatim dhuafa yaitu dengan mengajak Muslim lain untuk ikut berbagi.

 

Harapanamalmulia.org – Allah telah menjamin rezeki anak-anak yatim dan dhuafa. Perjalanan Harapan Amal Mulia, yayasan yatim piatu Jakarta Timur dalam ikhtiar memuliakan yatim dan dhuafa sering kali mendapatkan kejutan-kejutan tak terduga.

Seperti yang terjadi pada Ahad (22/09) kemarin. Kami menerima sebuah kiriman gambar sekelompok Muslimah, yang dengan sengaja menggalang donasi yatim dhuafa di alun-alun Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Hasil penggalangan dana tersebut akan disalurkan kepada anak yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ), yang dibina Harapan Amal Mulia.

Komunitas Kita Peduli, Berani Hijrah mengajak masyarakat yang berada di sekitar alun-alun Kabupaten Asahan untuk ikut berdonasi. (Dok. Istimewa)

 

Setelah diketahui, ketujuh Muslimah tersebut berasal dari komunitas hijrah yang dinamai Kita Peduli, Berani Hijrah. Selviana (29), pegiat komunitas mengungkapkan, ia yakin bahwa ini merupakan salah satu ladang amal baginya dan teman-teman.

Tujuan mereka adalah kembali berkumpul di surga Allah, sehingga tak cukup rasanya jika hanya sekedar memberi sejumlah rupiah. Harus ada ikhtiar untuk mengajak saudara Muslim yang lain untuk ikut berbagi.

Baca juga: Apa pun Profesinya Tak Halangi untuk Peduli terhadap Sesama

 

Ia berdoa, agar niat tulus tersebut selalu terjaga. “Hanya berharap Allah selalu jaga hati kami, agar upaya penggalangan dana seperti ini menguatkan kami untuk selalu menempuh jalan yang baik,” ungkap Selvi.

Kekaguman kami kepada Selvi dan kawan-kawan semakin bertambah setelah mendengar berbagai upaya yang mereka kerahkan untuk memudahkan santri ISQ menghafal Quran.

 

Cetak Spanduk Sendiri Hingga Jual Air Mineral untuk ISQ

Salah satu anggota komunitas Kita Peduli, Berani Hijrah menggalang dana untuk santri ISQ dengan menjual air mineral dalam kemasan. (Dok. Istimewa)

 

Tanpa ada iming-iming atau bujukan siapa pun, Selvi dan kawan-kawan mengeluarkan modal sendiri untuk menggalang donasi. Mereka menjual air mineral dalam kemasan dan mencetak spanduk agar menarik perhatian masyarakat untuk dapat berdonasi.

“Kalau pun kami nggak punya harta dan uang untuk disedekahkan, kami akan bergerak. Akhirnya kita gerak di alun-alun, kita jual air mineral, nanti semua uangnya disedekahkan untuk ISQ,” ungkap Selvi.

Baca juga: Tuntunan dan Fadhilah Santuni Anak Yatim Saat Bulan Muharam

 

Usaha mereka pun tak sia-sia. Tujuh digit rupiah terkumpul hanya dalam waktu beberapa jam saja. Hingga saat ini pun, mereka terus berikhtiar mengumpulkan tambahan donasi dengan penggalangan dana online.

Besar harapan mereka agar anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ dapat terbantu oleh bantuan tersebut.

“Semoga adik-adik di ISQ bisa menjadi anak saleh dan saleha, kebanggaan orang tua, dan kebanggan kita semua juga bisa tercipta generasi yg bertakwa  kepada Allah dan mengikuti jejak Rasulullah,” kata Selvi mewakili harapannya dan kawan-kawan.

Anak-anak yatim dan dhuafa Istana Sufara Quran (ISQ) yang Insya Allah menjadi penerima manfaat kebaikan para donatur. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Maasya Allah. Mbak Selvi dan komunitasnya ini merupakan hamba-hamba yang telah Allah pilih untuk mendapat nikmat hidayah. Sehingga kepada hamba pilihan ini, kita diperbolehkan untuk iri. Sebagaimana Hadis Nabi Saw.:

“Tidak boleh hasad (ghibtah) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya” (HR. Bukhari no. 73)

 

Iri dengan Selvi dan Kawan-kawan?

Kebaikan Selvi dan kawan-kawan sudah cukup membuat kita iri bukan? Namun jangan khawatir karena kita juga bisa menjadi seperti mereka, dengan berinfak untuk anak-anak yatim dan dhuafa penghafal Quran di Istana Sufara Quran (ISQ).

Untuk setiap huruf dan ayat yang dibaca yatim dan dhuafa ISQ, Insya Allah mengalir pula pahala untuk kita yang memudahkan urusan mereka. Aamiin. (history/harapanamalmulia)

 

Salurkan kontribusi terbaik melalui:

>>>https://kitabisa.com/pedulihafizquran

 

Atau juga bisa melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Tidak Termasuk Mustahik, Bolehkah Berzakat untuk Yatim?

 Anak-anak yatim sering kali menjadi favorit para dermawan untuk menyalurkan zakatnya. Namun ternyata, anak yatim tidak termasuk ke dalam golongan yang berhak menerima zakat dalam Alquran.

 

Harapanamalmulia.orgBanyaknya keutamaan menyantuni yatim membuat umat Islam berlomba-lomba memuliakan anak-anak yang sudah tidak mempunyai orang tua ini. Berbagai lembaga kemanusiaan juga membuka lebar kesempatan sedekah dengan tajuk donasi yatim dhuafa.

Meski banyak dalil yang menganjurkan kita menyantuni yatim, tapi nyatanya mereka tidak termasuk dalam delapan golongan penerima zakat (mustahik) yang disebutkan dalam Alquran.

Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” [At-Taubah: 60]

 

Yatim dan Mustahik dalam Sudut Pandang Ulama

Ilustrasi memuliakan yatim. (Sumber: Google)

 

Mengenai zakat untuk yatim, Imam Ibn Utsaimin pernah menjelaskan:
“Ada satu catatan penting, sebagian orang beranggapan bahwa anak yatim memiliki hak zakat, apapun keadaannya. Padahal tidak demikian. Karena kriteria yatim bukanlah termasuk salah satu yang berhak mengambil zakat. Tidak ada hak bagi anak yatim untuk menerima zakat, kecuali jika dia salah satu diantara delapan golongan penerima zakat. Adapun semata statusnya sebagai anak yatim, bisa jadi dia kaya, dan tidak butuh zakat.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 18/353).

Dari penjelasan di atas, ditegaskan bahwa yatim bukanlah mustahik. Akan tetapi jika ada yatim yang termasuk delapan golongan yang disebutkan, maka dia berhak menerima zakat dengan akad berzakat untuk orang miskin, fakir, dan lain sebagainya.

Baca juga: Jangan Dulu Donasi ke Yatim Dhuafa Sebelum Tahu Fakta Ini!

 

Hal tersebut justru sangat baik dilakukan saat ada banyak yatim yang hidup sulit dan khawatir menjadi diabaikan oleh orang-orang sekitar. Tak harus atas nama zakat, memenuhi kebutuhan yatim juga dapat diniatkan sebagai infak atau pun sedekah.

 

Ikhtiar Penuhi Kebutuhan Yatim

Tim Harapan Amal Mulia menyalurkan santunan anak yatim dan dhuafa di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. (Dok. Amal Mulia)

 

Data Kementrian Sosial tahun 2013 menyebutkan, terdapat sekitar 3,2 juta anak yatim di Indonesia. Selain yatim, anak terlantar (dhuafa) yang jumlahnya mencapai 4,5 juta juga menjadi permasalahan lain yang terus diupayakan solusinya.

Menanggapi hal tersebut, Harapan Amal Mulia meluncurkan inisiatif program yang berfokus pada pemenuhan dasar anak yatim dan dhuafa, dalam program Harapan Yatim (dan Dhuafa).

Sedekah yatim dan dhuafa dari donatur Harapan Amal Mulia disalurkan melalui pembinaan tahfiz Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selain kebutuhan dasar, program Harapan Yatim (dan Dhuafa) ini juga berupaya mengembangkan potensi mereka dalam bidang akademis, sosial, religius, dan lain sebagainya.

Salah satu wujud dari program ini adalah pembinaan tahfiz di Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Dengan adanya program tersebut, diharapkan puluhan anak yatim dan dhuafa yang saat ini dibina di ISQ, dapat menjadi penghafal Quran berakhlak mulia dan memiliki masa depan yang lebih baik. (history/harapanamalmulia)

Sumber: Konsultasi Syariah, Dakwatuna

 

Yuk, bantu dukung anak yatim dan dhuafa di ISQ agar bisa terus menghafal Quran. Kirimkan donasi terbaik melalui tautan kitabisa: https://kitabisa.com/pedulihafizquran

Atau juga bisa melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Tempat Menentukan Cepatnya Hafal Quran, Ini Penjelasannya!

Menghafal Quran tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan di akhirat, tapi juga di dunia. Sayangnya, banyak orang merasa kesulitan menghafal Quran karena belum mengenali tipe belajar dan pemilihan tempat menghafal Quran.

 

Harapanamalmulia.orgTempat menjadi hal penting yang akan memengaruhi keberhasilan kita menghafal hal penting, termasuk Quran. Hal tersebut sangat berkaitan dengan kecenderungan tipe belajar manusia yang berbeda-beda.

Setidaknya terdapat tiga cara belajar efektif yang dimiliki manusia, yaitu modalitas visual (pengelihatan), auditori (pendengaran), dan kinestetik (pergerakan). Meskipun memiliki potensi untuk dapat belajar dari ketiga tipe belajar tersebut, tapi sebagian besar orang hanya memiliki satu kecenderungan cara belajar yang efektif.

Konsep ini juga terbukti pada anak-anak yatim dan dhuafa yang sedang menjalani proses menghafal Quran di Istana Sufara Quran (ISQ) Asahan, binaan Harapan Amal Mulia, yayasan yatim piatu Jakarta Timur. Mereka mempunyai kecenderungan cara belajar yang dapat dikenali melalui tempat favorit untuk menambah dan mengulang hafalan. Di antara tempat-tempat favorit santri ISQ yaitu:

1.  Tempat Sepi (Pembelajar Auditori)

Salah satu santri tipe auditori menghafal Quran di tempat sepi. (Dok. Sufara Quran)

 

Tempat-tempat sepi seperti kamar dan balkon menjadi favorit santri ISQ yang cenderung pembelajar auditori. Mereka mengandalkan pendengaran untuk menyerap informasi atau menghafal sesuatu. Santri pembelajar auditori akan merasa terganggu saat ada suara yang terlalu bising.

 

Selain menghafal di tempat sepi, rekaman tilawah juga menjadi media yang dapat membantu santri auditori lebih cepat menghafal Quran.

Baca juga: Terlahir Prematur, Semangat Menghafal Andin Tak Pernah Kendur

  1. Tempat Ramai (Pembelajar Visual)

Sejumlah santri yatim dhuafa ISQ tipe pembelajar visual menghafal Quran beramai-ramai. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Jika ada santri ISQ yang senang menghafal di tempat ramai seperti taman, aula, atau masjid, besar kemungkinan mereka adalah tipe pembelajar visual.

Santri dengan tipe visual cenderung lebih efektif menghafal melalui modal  penglihatannya. Ciri yang mudah dikenali dari santri tipe ini adalah mampu menghafal di tempat ramai dan tak mudah terganggu oleh keributan di sekelilingnya.

 

  1. Tempat Luas atau Depan Cermin (Pembelajar Kinestetik)

Dibimbing seorang guru tahfiz, santri yatim dhuafa ISQ mengulang hafalan Qurannya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Santri yang cenderung pembelajar kinestetik akan melakukan berbagai gerakan untuk mempermudah menghafal Quran.

Ciri yang mudah dikenali dari santri kinestetik, mereka cenderung menghafal atau mengingat sesuatu sambil melakukan aktivitas gerak seperti berjalan atau menggerakkan tangan.

Mereka dapat terbantu dengan melihat gerakan yang menjadi simbol kata atau ayat tertentu. Itulah sebabnya tidak jarang santri kinestetik senang menghafal di depan cermin sambil menggerakan tangan dan kaki.

Pemilihan tempat yang tepat memberikan kemudahan santri yatim dhuafa ISQ untuk mewujudkan cita-cita mereka menjadi penghafal Quran.

Selain memilih tempat, memenuhi kebutuhan pokok dan memelihara lingkungan asrama juga tak kalah penting dalam proses menghafal Quran di ISQ. Hal-hal tersebut lah yang berusaha dipenuhi Harapan Amal Mulia dalam menyalurkan amanah santunan anak yatim dan dhuafa dari donatur.

 

Santunan Anak Yatim dan Dhuafa Mudahkan Santri Hafalkan Quran

Kegiatan santri ISQ didukung oleh santunan anak yatim dan dhuafa dari donatur. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Berkat dukungan donatur, tak sedikit santri yatim dhuafa berusia sekolah dasar yang hafal surah-surah panjang pada juz 30 Alquran. Sedangkan santri usia remaja rata-rata hafal 8 juz Alquran selama masa pembinaan kurang dari satu tahun.

Mari terus bantu agar anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ bisa menyempurnakan hafalan 30 juz Alquran. Semoga keberkahan ayat-ayat suci sekaligus ikhtiar menyantuni yatim dhuafa ini, dapat menjadi pembuka  pintu ampunan dan pertolongan Allah Swt. bagi kita semua. (history/harapanamalmulia)

 

Sumber: Sufara Al-Quran, Blog Ruang Guru

 

Sahabat bisa turut berkontribusi memudahkan santri yatim dhuafa di Asahan untuk menghafal Quran dengan memberikan donasi terbaik melalui tautan kitabisa:

>>>https://kitabisa.com/pedulihafizquran

 

Atau juga bisa melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Terlahir Prematur, Semangat Menghafal Andin Tak Pernah Kendur

Bayi yang lahir prematur memiliki beragam risiko penyakit dan gangguan pertumbuhan. Namun Andin berbeda, anak yatim dari Asahan itu justru tumbuh menjadi anak yang cerdas dan mampu menghafal ayat-ayat Quran dengan cepat.

 

Harapanamalmulia.org – Alkisah di sebuah malam yang dingin di wilayah pelosok Sumatera, seorang wanita menjerit kesakitan sambil terus memegangi perut besarnya. Ia keheranan, usia kandungannya belum genap sembilan bulan tapi tanda-tanda kelahiran semakin nyata dirasa. Orang-orang dibuat kalang kabut sekaligus khawatir dengan kejadian hal itu.

Selang berapa lama, lahirlah seorang bayi perempuan cantik, berkulit  hitam manis dan diberi nama Andin. Sebagaimana cerita kelahirannya yang istimewa, Andin tumbuh menjadi anak yang luar biasa. Ia bisa menyerap informasi dan menghafal sesuatu dengan cepat, termasuk ayat-ayat Quran.

Pembinaan tahfiz Andin dan santri ISQ lainnya didukung penuh oleh donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Kisah di atas bukan hasil reka-reka, namun benar-benar terjadi di dunia nyata. Andin Azura Pohan merupakan penerima manfaat bantuan anak yatim 2019 dari Harapan Amal Mulia, yang direalisasikan dalam bentuk pembinaan tahfiz di Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Baca juga: Muharam Belum Habis, Yuk Berlomba Santuni Yatim Calon Hafiz!

 

Berbagai prestasi telah Andin torehkan, bocah sepuluh tahun itu menjadi kebanggan keluarga besar. Sayangnya, Ayah Andin justru tidak bisa menyaksikan anaknya tumbuh dengan hebat. Saat usia Andin baru menginjak satu tahun, Ayahnya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas.

Sejak saat itu, Ibu Andin, Lilis lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Lilis yang hanya bekerja sebagai pegawai rumah makan itu juga yang selalu mendorong Andin untuk meraih mimpi-mimpinya.

 

Andin Ingin Jadi Guru Penghafal Quran

Harapan Amal Mulia berikhtiar mewujudkan impian Andin dan santri ISQ lainnya untuk menjadi penghafal Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

                                                          

Andin memang mempunyai beragam hal istimewa termasuk mengenai cita-citanya di masa depan. Berbeda dari anak kebanyakan yang bermimpi menjadi dokter, pilot, atau astronot, Andin justru sangat ingin menjadi guru penghafal Quran. Alasannya begitu mulia, ia ingin agar ibu dan bapaknya masuk surga.

Hal tersebut terus terngiang-ngiang dalam benak Andin hingga menjadi suntikan semangat agar ia terus fokus menghafal Quran di ISQ.

Baca juga: Gapai Kecerdasan dengan Menghafal Alquran

 

Setelah pulang dari aktivitas di sekolah formal, Andin bersiap untuk menuntut ilmu di ISQ. Namun tak langsung berangkat menuju ISQ, ia meluangkan waktu beberapa puluh menit untuk mengulang dan menambah hafalan agar lancar saat melakukan setor hafalan (tasmi’) kepada guru tahfiz.

Di sepanjang perjalanan menuju ISQ pun, Andin terus mengulang-ngulang hafalannya. Tak heran, saat tiba waktu setor hafalan, ia sering mendapat pujian dari guru dan teman-teman karena kesempurnaan bacaannya.

Penyaluran donasi yatim dhuafa 2019 kepaada santri-santri ISQ dalam program Ramadhan Terbaik. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Setelah setor hafalan selesai, Andin dan santri lain di ISQ lainnya akan dibimbing secara perorangan untuk membaca Quran dengan benar. Berbagai ilmu agama pun menjadi selingan materi yang disampaikan kepada santri.

Kegiatan yang tak boleh dilewatkan oleh santri reguler (non mukim) ISQ adalah menambah hafalan ayat Quran untuk disetorkan keesokan harinya.

Secara teknis pembelajaran, ISQ memiliki dua kategori santri yaitu santri mukim (yang menetap di asrama) dan santri non mukim (reguler). Dalam hal ini, penunjang belajar santri mukim dan non mukim banyak didukung oleh donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.

Dengan bantuan donasi tersebut, ISQ telah melahirkan puluhan anak penghafal Quran. (history/harapanamalmulia)

 

Sahabat juga bisa mendukung aktivitas belajar anak yatim dan dhuafa Istana Sufara Quran dengan memberikan donasi terbaik melalui tautan kitabisa:

>>>https://kitabisa.com/pedulihafizquran

 

Atau juga bisa melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Muharam Belum Habis, Yuk Berlomba Santuni Yatim Calon Hafiz!

Muharam menjadi bulan berkah bagi anak-anak yatim. Pada saat itu, umat Islam akan berlomba memuliakan dan memberikan santunan terbaik.

 

Harapanamalmulia.orgBulan menampakkan bentuknya yang bulat sempurna, menandakan Muharam sudah memasuki pertengahannya. Muharam merupakan salah satu bulan istimewa karena pada waktu tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

Bulan pertama dalam penanggalan hijriah ini juga dinanti-nanti oleh anak yatim karena adanya Hari Yatim/ Idul Yatama (10 Muharam), di mana orang-orang akan berlomba memberikan santunan anak yatim dan dhuafa.

Aktivitas pembinaan santri banyak didukung oleh donasi yatim dhuafa yang diamanahkan donatur kepada Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Salah satu yang merasakan berkah bulan Muharam ini adalah anak yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara quran (ISQ), Kabupaten Asahan yang dibina Harapan Amal Mulia. Alhamdulillah banyak dermawan yang mendukung berbagai kebutuhan santri setelah mendengar kabar tentang keadaan asrama yang serba terbatas. Sampai saat ini, ISQ dan Harapan Amal Mulia terus berikhtiar agar seluruh kebutuhan santri bisa segera dipenuhi.

 

Penunjang Belajar Santri yang Harus Segera Dipenuhi

Sekitar 43 orang santri ISQ belajar dan menghafalkan Quran di tengah berbagai keterbatasan. Meski begitu, tidak terlihat raut wajah santri yang sedih atau pun lesu karena keadaan tersebut. Itulah yang menjadi salah satu motivasi Harapan Amal Mulia untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan fasilitas belajar santri, di antaranya:

 

  • Meja belajar. Berbulan-bulan belajar tanpa meja, akhirnya pada Agustus 2019 lalu seorang dermawan mendonasikan 30 meja lipat untuk santri. Karena meja-meja tersebut masih belum sebanding dengan jumlah santri yang ada, Harapan Amal Mulia terus berikhtiar agar seluruh santri dapat belajar dengan meja.

 

  • Meja belajar lipat menjadi salah satu fasilitas yang memudahkan santri untuk belajar Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

  • Mushaf Quran. Terbatasnya mushaf Quran, terutama yang berstandar tahfiz menjadi kendala lain yang dialami santri ISQ. Saat ini hanya 9 orang santri mukim saja yang memiliki mushaf standar yang memudahkan untuk menghafal Quran.

 

  • Biaya perpanjang sewa. Asrama yang digunakan santri untuk bermukim dan belajar Alquran merupakan sebuah bangunan sederhana yang masih berstatus sewa. Setiap tahunnya, ISQ harus menyiapkan biaya sebesar sepuluh juta rupiah agar pembinaan santri bisa terus berjalan. Bulan September ini merupakan waktu habisnya masa sewa asrama.

 

Baca juga: Tuntunan dan Fadhilah Santuni Anak Yatim Saat Bulan Muharam

 

Rezeki yatim dan dhuafa sudah dijamin Allah Swt. Kebutuhan-kebutuhan di atas bisa dipenuhi dengan mudah, selama ada hamba-hamba yang berikhtiar meraih pahala dengan memenuhi kebutuhan mereka.

 

Wujudkan Harapan Yatim (dan Dhuafa) dengan Pembinaan Tahfiz Quran

Pembinaan Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) merupakan salah satu wujud dari program Harapan Yatim dan Dhuafa yang digagas Harapan Amal Mulia. Program tersebut berfokus pada ikhtiar pemenuhan kebutuhan dasar dan pengembangan potensi anak yatim dan dhuafa agar memiliki kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

Bantuan donatur untuk memenuhi kebutuhan makanan santri ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pemenuhan kebutuhan meliputi berbagai aspek seperti kesehatan, pendidikan, serta pengasuhan anak. Sedangkan pengembangan potensi dilaksanakan berdasarkan aspek akademis, sosial, serta religius.

Mohon doa dan dukungan agar upaya Harapan Amal Mulia memuliakan anak yatim dan dhuafa senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran. (history/harapanamalmulia)

Sahabat juga bisa memuliakan yatim dan dhuafa di ISQ sekaligus memudahkan mereka menghafalkan Quran dengan memberikan donasi yatim dhuafa terbaik melalui tautan kitabisa:

>>>https://kitabisa.com/pedulihafizquran

Atau juga bisa melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400