WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami akan membantu anda. Silahkan tanyakan kepada kami.
Hi, ada yang bisa kami bantu ?
Month: October 2019

Month: October 2019

Di Balik Santri Sukses, Ada Guru Hebat yang Selalu Menemani

Berbagai prestasi  telah ditorehkan santri-santri ISQ. Mereka tidak mencapainya sendiri, melainkan ada peran besar dari guru dan pembimbing yang senantiasa menemani.

Harapanamalmulia.org Meski berlatar belakang sebagai anak yatim dan dhuafa santri-santri Istana Sufara Quran (ISQ) tetap bisa menorehkan berbagai prestasi. Prestasinya beragam, mulai dari juara kelas, hafal Quran, hingga prestasi yang tak kasat mata seperti mandiri dan berakhlak mulia.

Pencapaian-pencapain tersebut tidak begitu saja terwujud, melainkan ada yang mengarahkan. Dalam hal ini, guru-guru ISQ menjadi salah satu pihak yang memiliki peran penting.

Guru-guru ISQ selalu menunjukkan totalitasnya dalam mendidik santri. Hal ini dapat dilihat dari perjuangan mereka yang berat selama  mengajar, di antaranya:

1. Menempuh Perjalan Jauh

Ustazah Sufla mengajar tahsin Quran kepada santri dan warga sekitar ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Perjalanan melelahkan dari Tanjung Balai menuju Kisaran, Kabupaten Asahan untuk mengajar santri ISQ, tak pernah dikeluhkan Ustazah Sufla. Ia tetap fokus pada ikhtiarnya agar santri dapat membaca Quran dengan lebih baik. Guru tahsin berusia 38 tahun itu juga harus berjuang dengan ramainya penumpang kendaraan umum sambil membawa kedua anaknya yang masih kecil.

 

2. Mengabdi Sejak Muda di ISQ

Ada juga Ustazah Ismi. Di usianya yang masih muda, Ismi mengabdikan diri dengan menjadi guru sekaligus pembimbing santri di ISQ. Sejak dini hari, Ismi sudah bergegas membangunkan santri  untuk salat malam. Dari siang hingga malam kembali datang, aktivitas Ismi diisi dengan membimbing santri menghafal Quran.

 

3. Tak Ada Kafalah Melimpah

Tidak ada rupiah melimpah yang menjadi imbalan atas jasa besar para guru ISQ. Meski begitu, mereka selalu menunjukkan totalitas dalam mengajar. Keikhlasan dan keberkahan rezeki menjadi pedoman mereka mengajar. Dengan begitu, kebutuhan mereka Insya Allah selalu tercukupi.

 

4. Mengajar dengan Fasilitas Terbatas

Santri ISQ dari jenjang kelas berbeda belajar di ruangan yang sama. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ini menjadi perjuangan yang dialami oleh semua guru. Fasilitas belajar dan mengajar yang terbatas di ISQ membuat para guru harus mencari akal agar santri tetap bisa belajar dengan maksimal. Contohnya mengenai ruang kelas.

ISQ hanya mempunyai satu ruangan kelas yang digunakan oleh hampir lima puluh santri dengan jenjang kelas berbeda. Para guru harus menyusun strategi agar fokus santri tetap terjaga.

 

Sahabat, empat hal di atas adalah sebagian kecil dari tantangan-tantangan yang harus dilewati oleh guru-guru ISQ. Meski terlihat tidak mudah, tapi mereka tetap bisa mencetak genarasi penghafal Quran unggul dan berakhlak mulia. (history/harapanamalmulia)

 

Mari dukung perjuangan guru-guru tahfiz santri yatim dan dhuafa di ISQ. Salurkan dukungan Anda dengan berdonasi melalui tautan kitabisa:

kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Atau Transfer Donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Alhamdulillah Masa Sewa Berhasil Diperpanjang

Sahabat Amal, kali ini kami ingin sampaikan kabar baik dari Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran di Kab. Asahan, Sumatera Utara.

Setelah sebelumnya dikabarkan bahwa masa sewa rumah tahfiz itu hampir habis, kini, alhamdulillah rumah kesayangan para penghafal Al-Quran itu telah berhasil dilunasi.

Hal ini terjadi atas izin Allah, melalui doa dan bantuan Sahabat Amal beserta para donatur yang memberikan dana khusus, sehingga masa sewa Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran berhasil diperpanjang kembali.

Alhamdulillah. Terima kasih ya, Sahabat. Hadirnya doa dan bantuan ini telah memantik kembali semangat adik-adik yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran, sehingga mereka semakin giat menambah dan memperkuat hafalan Al-Qurannya, sampai cita-cita untuk menjadi hafiz dan hafizah dapat terwujud menjadi nyata.

Semangat baru juga hadir di tengah-tengah para pengurus  dan guru Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran, yang akan terus bertekad membimbing serta membantu para santri mewujudkan mimpinya menjadi penghafal Al-Quran.

Saat ini, Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran tengah membina 43 santri penghafal Al-Quran yang merupakan anak-anak yatim dan dhuafa.

Tak ada biaya operasional yang dibebankan kepada santri. Kebutuhan operasional Rumah Tahfiz dan seluruh kebutuhan santri terpenuhi jika semakin banyak Sahabat dan donatur yang berkenan membantu.

Dalam masa yang sama, banyak masyarakat di sekitar rumah tahfiz yang datang untuk mendaftarkan saudara atau kerabatnya agar bisa mendapatkan pembinaan di Al-Quran di Rumah Tahfiz Istana Sufara Al-Quran. Maka tak heran jika setiap bulannya semakin banyak santri yang mendaftar.

Tingginya minat masyarakat sekitar menuntut Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran untuk terus mengembangkan fasilitas serta menambah dana operasional yang lebih besar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan saat ini, di antaranya:

  • Pembuatan tempat wudhu
  • Seragam santri
  • Pemenuhan kebutuhan makan harian santriwati
  • Pembuatan ruang kelas baru

Dalam memenuhi keperluan tersebut, Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran masih membutuhkan dukungan dari orang-orang baik seperti kamu.

Yuk, Sahabat, kita bantu penuhi kebutuhan Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran di Asahan, sehingga proses belajar-mengajar mereka bisa lebih optimal lagi. Dan tentunya, bantuan dari Sahabat dapat melahirkan semakin banyak anak-anak hebat penghafal Al-Quran.

Sahabat bisa bantu Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran dengan cara:

link >>> https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

Atau juga bisa melalui rekening donasi
Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029
a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:
Call/WA/SMS: 081 1234 1400

 

Semoga Allah senantiasa memudahkan urusan kita. Aamiin.

10 Keuntungan Ini Akan Membuatmu Tertarik Menjadi Seorang Santri

Tinggal bertahun-tahun di asrama mengajarkan santri banyak hal tentang arti kehidupan. Pribadi mereka juga terbentuk dengan berbagai perjuangan yang mereka lewati selama di asrama.

 

Harapanamalmulia.org – Sebagain orang mungkin akan beranggapan bahwa menjadi santri sangatlah membosankan atau bahkan menakutkan. Tidak leluasa bermain, aktivitas selalu diawasi, bahkan makanan pun dibatasi.

Namun sebenarnya, menjadi santri tidak semenakutkan itu lho. Perjuangan melewati berbagai tempaan selama di asrama, membentuk banyak kepribadian positif bagi santri. Apa sajakah itu?

1. Jauh dari Orang Tua Melatih Lebih Mandiri

Salah satu ciri khas seorang santri adalah berkepribadian mandiri. Karakter tersebut terbentuk karena mereka sudah terlatih jauh dari orang tua sejak dini.

2. Berbagi Makanan Melatih Empati dan Kebersamaan

Biasanya, mereka akan berbaris dengan di depan makanan yang dihidangkan oleh petugas asrama. Mereka tidak bisa egois mengambil makanan karena bisa jadi temannya tidak bisa makan. Disinilah empati dan naluri kebersamaan santri diasah.

3. Antre Wudu dan Mandi Ajarkan Kesabaran

Santri akan berlomba-lomba bangun pagi dan bergegas untuk mengantre mandi. Ada juga mereka yang menyimpan alat mandinya di depan pintu sebagai tanda antrian. Hal tersebut bukan semata-mata dilakukan karena kamar mandi yang terbatas, tapi juga mengajarkan santri untuk bisa lebih sabar dan tertib.

Ilustrasi antre mandi di asrama. (Sumber: Tebuireng Online)

 

4.Melawan Malas dengan Rutin Melakukan Qiyamul Lail

Saat orang lain sedang nyaman-nyamannya tidur, santri akan terjaga agar tidak telat melaksanakan qiyamul lail. Kantuk yang menyerang dan dinginnya air wudu mereka lawan demi lebih dekat dengan Sang Pencipta. Selain itu, mereka juga selalu melaksanakan salat wajib secara berjemaah.

 

Baca juga: Tempat Menentukan Cepatnya Hafal Quran, Ini Penjelasannya!

5. Sering Talaran, Hafalan Diingat Hingga Tua

Bagi yang pernah atau sedang menjadi santri, pasti sudah tidak asing dengan istilah talaran (setor hafalan). Mereka akan ditugaskan untuk menghafal ayat Quran, Hadis, kitab, kosa kata bahasa Arab, dan lain sebagainya. Karena sering diulang dan dihafalkan sejak usia muda, hasil talaran biasanya kuat dan diingat hingga tua.

6. Terlatih Hidup Sederhana dengan Makan Seadanya

(Foto: Santri Online)

Seorang santri biasanya mampu hidup dengan kondisi yang terbatas, salah satunya perihal makanan. Mereka biasa makan dengan menu seadanya. Itulah mengapa, kesederhanaan menjadi sebuah gaya hidup bagi santri.

7. Aktivitas Padat, Hari Jadi Lebih Produktif

Tinggal di asrama yang padat dengan kegiatan membuat hari-hari santri lebih produktif. Tak banyak waktu untuk bermain, keseharian mereka dihabiskan untuk menuntut ilmu dan berbagai kegiatan positif.

8. Terbentuk Pribadi yang Religius

Melimpahnya ilmu agama yang diajarkan menjadikan santri menjadi pribadi yang religius. Peraturan bahkan metode pembelajaran di asrama juga diatur sedemikian rupa agar santri selalu dekat dengan Rabnya.

9. Berbagi Kamar Jadikan Santri Punya Banyak Teman

Salah satu tantangan yang dihadapi santri selama di asrama adalah berbagi kamar tidur dengan santri lain.  Satu kamar bias diisi oleh beberapa orang, tergantung seberapa luas ruangan.  Keadaan demikian membuat santri mempunyai banyak teman dan mempunyai rasa toleransi yang tinggi.

10. Kebutuhan Terpenuhi dengan Berwirausaha

Santri tahfiz di Asahan merintis usaha dengan menjual cairan pencuci piring. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ada juga kegiatan wirausaha. Mungkin tidak semua santri pernah mengalami hal ini. Tapi wirausaha memberikan banyak keuntungan bagi santri. Wirausaha bertujuan agar santri lebih mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada uang bulanan dari orang tua untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

 

Baca juga: Panutan Santri Tahfiz Mandiri Ada Di Sini

Itulah sejumlah perjuangan santri yang ternyata mempunyai banyak manfaat. Salah satu yang mengalami perjuangan-perjuangan tersebut adalah santri di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan.  Bedanya, perjuangan santri ISQ lebih berat karena latar belakang mereka yang merupakan anak-anak yatim dan dhuafa.

Merintis usaha dengan menjual sabun pencuci piring  menjadi kegiatan yang paling rajin dilakukan santri ISQ. Hal tersebut dilakukan agar kebutuhan mereka selama di asrama dapat terpenuhi dan bisa terus menghafal Quran. (history/harapanamalmulia)

Sahabat, yuk bantu hidupkan usaha santri ISQ dengan memakai produk “Sabun Istana”. Dengan mendukung produk tersebut, sahabat juga sudah bersedekah untuk anak-anak yatim dan dhuafa penghafal Quran.  Pembelian bisa dilakukan dengan menghubungi narahubung ISQ di 0853 4788 0583.

 

Atau Sahabat juga bisa memberikan donasi langsung untuk mereka melalui pilihan cara berikut ini:

Atau transfer donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Wujudkan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa

Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa adalah ikhtiar Harapan Amal Mulia untuk membantu yatim dhuafa dapat meraih pendidikan yang layak.

 

KLIK UNTUK DONASI

Sahabat Amal, banyak anak-anak yatim dan dhuafa yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, bahkan kebutuhan sehari-hari mereka di rumah. Namun, anak-anak seperti Rizki dan Despita, senantiasa semangat di tengah keterbatasan hidup mereka!

beasiswa harapan yatim dhuafa - amal mulia

Rizki harus hidup terpisah dari sang ibu yang merantau bersama keluarga barunya. Sedangkan ayahnya tak pernah lagi mengirim kabar sejak lama.

Namun perhatian dan upaya sang nenek senantiasa menjadi motivasi bagi Rizki untuk semangat belajar dan aktivitas lainnya.

Rizki mendapat ranking belasan di kelas, dan aktif berkegiatan PMR di sekolah. Tak lupa, ia pun belajar Quran bersama kelompok mengaji dengan teman-teman seusianya selepas isya di rumah.

beasiswa harapan yatim dhuafa - amal mulia

Kalau ini namanya Despita, atau biasa dipanggil Ita (Kelas 4 SD). Ita menjadi anak yatim sejak usianya 4 tahun. Ibunda Ita, Neneng (51 tahun) yang menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai Ita dan kakaknya yang kini sudah SMP.

Kini penghasilan keluarga Ita lebih mengandalkan pekerjaan ibunya yang menjadi pekerja borongan, membuat kancing kerudung dari sebuah konveksi. Hal ini agar sang ibu bisa bekerja dari rumah, sehingga ia bisa tetap memberi perhatian pada kedua anaknya.

Menyadari ibunya berusaha keras, Ita pun belajar membantu memasak di rumah. Ita juga berusaha rajin belajar di sekolah dan mengaji, Ita ingin wujudkan harapan ibu untuk bisa sekolah hingga SMA atau kuliah. Berharap kelak, Ita bisa membantu lebih banyak dan membahagiakan ibunya tercinta

Rizki dan Ita adalah sebagian dari anak-anak yatim dan dhuafa yang bisa Sahabat bantu! Ayo dukung program Beasiswa Harapan, agar kita bisa meringankan kebutuhan sekolah dan sehari-hari anak-anak yatim/dhuafa dan keluarganya…

Wujudkan dukungan terbaik Anda untuk Beasiswa Harapan Yatim dan Dhuafa, dengan cara:

1. Klik di sini utuk Donasi  
2. Isi form donasi
3. Dapatkan informasinya melalui Whats App/sms
4. Informasi terbaru dapat di instagram kami @harapanamalmulia

Atau saluran Donasi Anda melalui rekening:
Bank Syariah Mandiri 2017 004 018
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Semoga menjadi amal mulia kita di akhirat kelak. Aamiin.

Harapan Ustazah Sufla, Guru Ngaji Anak Yatim Dhuafa Di Asahan

Perjalanan jauh untuk mengajar santri yatim dan dhuafa di Istana Sufara Quran (ISQ) tak pernah dikeluhkan Ustazah Sufla. Ia tetap fokus pada ikhtiarnya agar para santri dapat membaca Quran dengan lebih baik.

 

Harapanamalmulia.orgKedatangan Ustazah Sufla sudah dinanti-nanti oleh para santri yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ). Ia datang dengan wajah berseri, meski sedikit terlihat lelah selepas mengajar seharian dan melewati perjalan jauh dari Tanjung Balai menuju Kisaran.

Sudah dua bulan, Ustazah berusia 38 tahun itu bergabung di ISQ sebagai pengajar tahsin Quran.

“Karena punya modal belajar di Mahad Abu Ubaidah Medan, maka ilmu yang diperoleh diteruskan lagi buat adik-adik yatim dan dhuafa ini. Apalagi mereka adalah santri penghafal Quran yang sangat memerlukan pengajaran tahsin,” ujar Ustazah.

Memang, selama ini ISQ hanya memiliki dua orang pengajar yang secara bergantian mengajar sekitar lima puluh orang santri. Dengan keadaan demikian, santri yang lebih besar kerap kali menjadi guru dadakan untuk adik-adik santrinya.

Ustazah Suflah bersama santri dan pengajar lain di ISQ. (Harapan Amal Mulia)

 

Pembinaan tahfiz Quran menjadi tak kurang efektif karena keterbatasan jumlah pengajar tersebut. Belum lagi, tempat belajar yang terbatas mengakibatkan proses belajar santri harus dilakukan dalam satu ruangan yang sama.

Kehadiran Ustazah menjadi sebuah angin segar bagi santri. Setidaknya, semangat mereka untuk menghafal Quran dapat diimbangi dengan ketulusan dan dedikasi yang tinggi dari para pengajar.

Dengan bergabung dengan ISQ ini, tak ada hal lain yang diharapkan Ustazah. Ia hanya ingin para santri bisa menguasai kaidah tajwid dan menghafal Quran dengan benar.

Baca juga: Terlahir Prematur, Semangat Menghafal Andin Tak Pernah Kendur

 

“Saya berharap bacaan santri sesuai tajwid, lancar dan target hafalan yang diberikan ISQ bisa tercapai,” ungkapnya.

Tidak ada tunjangan melimpah yang diberikan sebagai tanda balas budi atas jasa besar Ustazah Sufla. Selama ini, biaya operasional kegiatan belajar mengajar memang masih mengandalkan sedekah yatim dhuafa dari donatur Harapan Amal Mulia, termasuk mengenai tunjangan pengajar.

Meski begitu, hal tersebut bukan menjadi penghalang bagi Ustazah Sufla untuk memberikan ikhtiar terbaik mengajar para santri.

 

Sedekah Yatim Dhuafa Dukung Santri Tahfiz Asahan

Santri ISQ penerima manfaat donasi yatim dhuafa yang diamanahkan  kepada Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapana Amal Mulia)

 

Alhamdulillah, sedekah yatim dhuafa sangat berdampak besar pada perkembangan ISQ. Dengan adanya dukungan tersebut, proses pengajaran menjadi semakin baik dan jumlah santri pun terus bertambah.

Baca juga: Jangan Dulu Donasi ke Yatim Dhuafa Sebelum Tahu Fakta Ini!

 

Anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ bisa belajar banyak hal dari berbagai aktivitas positif yang dihadirkan dari dukungan tersebut.

Semoga kebaikan yang diberikan sahabat dan donatur Harapan Amal Mulia untuk santri-santri ISQ dapat menjadi ladang pahala jariyah yang kebaikannya tidak pernah terputus. (history/harapanamalmulia)

 

Sahabat juga bisa mendukung anak yatim dan dhuafa di ISQ sekaligus menanam pahala jariyah dengan memberikan kontribusi terbaik melalui link di bawah ini:

Klik >>> kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Atau Transfer Donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400