Month: November 2019

Month: November 2019

Geliat Hijrah Mualaf di Kecamatan Ciranjang, Cianjur

Geliat hijrah mualaf Kecamatan Ciranjang, Cianjur tak pernah mengendur. Kajian ilmu masih aktif diikuti puluhan warga desa, terutama Desa Kertajaya. Semangat tersebut kemudian menjadi motivasi Harapan Amal Mulia untuk mendukung langkah hijrah mereka.

 

Harapanamalmulia.orgUdara Jawa Barat yang biasanya dingin, kali itu terasa panas. Namun hal tersebut bukan menjadi kendala bagi Tim Harapan Amal Mulia untuk kembali berkunjung ke Kecamatan Ciaranjang, tempat tinggal para mualaf yang pernah kami bina.

Dari empat desa mualaf yang ada di sana, tim Harapan Amal Mulia memutuskan untuk mengunjungi Desa Kertajaya. Tak banyak perubahan yang terjadi di sana, baik dari infrastruktur maupun kearifan lokal. Para mualaf masih sangat ramah, mereka juga tetap menunjukan semangat belajar ilmu agama di sebuah mushala sederhana bernama Musala Nurul Hidayat.

 

Semangat Mualaf Kertajaya Perdalam Ilmu Agama

Tim Harapan Amal Mulia berkunjung ke salah satu rumah mualaf. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Mualaf dewasa di Desa Kertajaya rutin menghadiri majelis ilmu di Mushala Nurul Hidayat. Setiap dua pekan, para pemuka agama dari luar desa, termasuk kontributor Harapan Amal Mulia, Ustaz Irfan menjadi pengisi kajian di sana.

Anak-anak para mualaf pun tak mau kalah. Mereka rutin belajar membaca Al-Quran dengan bimbingan ibu-ibu mualaf yang sudah lebih banyak pemahamannya.

Namun sayangnya, semangat Mualaf Kertajaya untuk terus hijrah belum didukung oleh tempat menuntut ilmu layak.

 

Musala Nurul Huda, Surau Sederhana Favorit Warga

Musala Nurul Hidayat di Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Musala Nurul Hidayat merupakan musala berukuran 6×7 yang dibangun atas inisiasi Pak Didi, salah satu tokoh mualaf di Kertajaya. Hingga saat ini, musala tersebut masih menjadi tempat favorit warga untuk belajar hal-hal baru dalam Islam.

Kondisi Musala Nurul Hidayat sangat sederhana. Tidak terlihat banyak barang di dalam sana, hanya ada mimbar, beberapa gulungan karpet yang juga disadikan sajadah, serta rak berisi mushaf Alquran yang jumlahnya tak terlalu banyak.

 

Mushaf Terbatas, Belajar Alquran Bergantian

Rak mushaf Quran di Musala Nurul Hidayat, Desa Kertajaya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Tak lebih dari 17 mushaf Alquran yang tertata rapi di Musala Nurul Hidayat. digunakan mualaf kertajaya, terutama saat acara kajian. Jumlah tersebut tentu masih kurang dibanding jumlah jemaah yang hadir yang biasanya lebih dari 30 orang.

Saat para Ustaz mengajarkan ilmu Al-Quran, biasanya mereka menggunakan mushaf secara bergantian. Meski begitu, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi mualaf kertajaya untuk terus belajar membaca dan memahami isi Al-Quran.

 

Sahabat, keadaan masjid, mushaf Quran, dan semangat mualaf Kertajaya yang harus terus dijaga memotivasi Harapan Amal Mulia untuk memberikan perhatian dan dukungan lebih untuk memuliakan mereka. Insya Allah, Harapa Amal Mulia akan segera menghadirkan program bantuan serta pembinaan untuk mewujudkan dukungan tersebut.

Mohon doa dan dukungan agar ikhtiar ini senantiasa berada dalam rida Allah Swt. (history/harapanamalmulia)

4 Panduan Internasional untuk Keluarga Pengasuh Anak Yatim

Pengasuhan anak yatim dalam lingkungan keluarga menjadi salah satu cara terbaik untuk tetap menjaga mereka. Meski begitu, terdapat beragam bentuk pengasuhan yatim dalam keluarga yang memiliki strategi-strategi berbeda.

 

Harapanamalmulia.org –  Meski terlihat sama, nyatanya anak yatim memerlukan perlakuan yang sedikit berbeda dengan anak lain.  Itulah mengapa, salah satu penghimpun bantuan anak yatim komunitas kemanusiaan di New York, Faith to Action Initiative, berinistif mengadakan penelitian tentang cara-cara yang bisa diterapkan untuk mengasuh anak yatim atau anak terlantar (dhuafa) dengan baik.

Hasil penelitian tersebut menunjukan adanya beberapa pola asuh berdasarkan tempatnya, termasuk pengasuhan dalam keluarga. Pola pengasuhan anak yatim dalam lingkup keluarga dianggap paling sesuai dan banyak dilakukan warga negara di dunia. Berikut pola pengasuhan yang dimaksud:

 

  • Tetap dalam Asuhan Orang Tua

Tetap tinggal bersama ibu setelah bapak meninggal dunia adalah pilihan terbaik bagi seorang yatim. Dengan begitu, meraka tidak perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru serta tetap bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.

Meski begitu, keadaan mereka juga tetap menjadi perhatian kita, sebagai pihak-pihak yang peduli keadaan yatim. Di antara cara mengasuh  anak yatim yang masih tinggal dengan orang tuanya adalah memberikan layanan terhadap apa-apa yang mereka butuhkan juga dengan melakukan pemantauan secara berkelanjutan.

 

  • Asuh sebagai Kerabat Terdekat

Tinggal dengan kerabat menjadi pilihan lain yang baik bagi anak yatim. Dengan cara ini, anak yang bersangkutan masih tetap bisa tinggal bersama keluarga yang budayanya tak jauh beda.

Sayangnya, disebutkan dalam penelitian Faith to Action Initiative  menyebutkan anak-anak yang diasuh dengan cara ini mengalami diskriminasi dan pengabaian. Fakta tersebut menjadi pelajaran bagi pengasuh yatim yang juga memiliki garis kekerabatan agar tidak melakukan hal serupa.

Dalam pola asuh ini, pihak eksternal seperti lembaga kemanusiaan atau pemerintah untuk memberikan bantuan anak yatim dalam berbagai bentuk.

Ilustrasi anak adopsi. (Sumber: About Islam)

 

  • Asuh dengan Adopsi

Istilah adopsi mungkin sudah tak asing di telinga kita. Adopsi adalah tindakan mengambil alih hak pengasuhan setelah melalui proses resmi bersyarat dari negara. Berbeda dengan jenis pengasuhan yang sebelumnya, orang tua adopsi tidak memiliki hubungan kekeluargaan  dengan sang anak.

 

Mengasuh anak adopsi ini tak bisa sembarangan karena biasanya mereka akan mendapat pamantauan dari pihak yang berwenang. Maka dari itu, kebutuhan lahir dan batin anak yang diadopsi harus selalu terpenuhi.

 

Baca juga: Anak Yatim Berjuang Gantikan 5 Peran Ini dalam Keluarga

 

  • Pola Asuh Penuh

Tak beda jauh dengan adopsi, dengan sistem asuh penuh ini anak yatim tinggal dan diasuh oleh orang yang tidak memiliki garis kekerabatan. Bedanya, cara ini tidak tercatat secara resmi oleh negara sehingga tidak pemantauan. Meski begitu, memperlakukan anak asuh dengan baik harus tetap dilakukan karena merupakan amanah dari Sang Pencipta serta dorongan dari hati nurani manusia.

 

Itulah gambaran sederhana tentang cara pengasuhan anak yatim dalam lingkungan keluarga yang dianggap efektif oleh banyak warga dunia. Namun yang seharusnya kita ingat pula bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya saran dari manusia semata tapi juga dari Allah Swt.

 

 

Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Bawa Kita Ke Surga-Nya

Anak-anak penerima santunan anak yatim dan dhuafa di Cicalengka. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sebagaimana yang disebutkan dalam Hadis, menanggung kebutuhan yatim merupakan amal saleh berpahala surga yang berdekatan dengan Rasulullah Saw.

 

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.(HR al-Bukhari)

 

Yuk berlomba-lomba muliakan anak yatim dengan memberikan kasih sayang, bimbingan, dan dukungan materi kepada mereka. Insya Allah, Harapan Amal Mulia akan menjadi jembatan kebaikan antara donatur dengan anak-anak yatim di berbagai wilayah Indonesia. (history/harapanamalmulia)

 

Sumber: Faith to Action Initiative

 

Salurkan bantuan untuk dukung pendidikan yatim di Cicalengka, Kabupaten Bandung dalam program Beasiswa Harapan melalui tautan:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

Berikan juga dukungan untuk anak yatim dan dhuafa penghafal Quran di Istana Sufara Quran, Kabupaten Asahan dengan memberikan donasi terbaik melalui:

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

 

Atau melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Mohon  lakukan konfirmasi setelahdonasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Menjadi Relawan, Dedikasi Fauzi untuk Dunia Kemanusiaan

Fauzi, sosok relawan Harapan Amal Mulia yang menjadi favorit anak-anak binaan. Fauzi mengabdikan diri menjadi relawan sebagai bentuk dedikasinya untuk kemanusiaan.

 

Harapanamalmulia.org – Separuh waktu akhir pekan sering dikorbankan Fauzi Abdul Rohim (29) untuk menemani anak-anak yatim dan dhuafa di daerahnya, Kampung Pacinan, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Hebatnya, Fauzi tak pernah menunjukan mimik wajah kecewa atau pun kesal.

Fauzi atau yang akrab disapa Kak Fauzi merupakan salah seorang relawan Harapan Amal Mulia. Setiap dua pekan sekali, ia melakukan pembinaan sekaligus penyaluran santunan anak yatim dan dhuafa untuk anak-anak penerima manfaat Beasiswa Harapan di kampung tersebut.

 

Beliau mengungkapkan, menjadi relawan adalah satu wujud dedikasinya pada dunia kemanusiaan. “Sejak menjadi relawan, saya merasa lebih dekat dengan mereka (anak yatim dan dhuafa). Kita bisa mengetahui langsung apa yang dirasakan adik-adik binaan yang mungkin sebelumnya kita hanya tahu dari media” ujar Fauzi.

Fauzi memberikan pembinaan tahfiz Quran juga pembelajaran bahasa asing kepada anak-anak binan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Bapak satu anak ini melakukan tugasnya dengan sukarela. Bagi Fauzi, melihat anak-anak yatim di kampungnya terbina dan semangat meraih mimpi menjadi imbalan yang lebih bernilai daripada lembaran rupiah.

“Dengan adanya kepedulian para aghnia (donatur) bisa membuat anak-anak terbantu, termudahkan menempuh jalan untuk masa depan…” kata Fauzi.

Baca juga: Selain Surga, Berkah Muliakan Yatim Terasa Sejak Masih di Dunia

 

Donasi Yatim Dhuafa Hadirkan Beasiswa Harapan

Anak-anak yatim dan dhuafa penerima manfaat Beasiswa Harapan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Saat ini, Harapan Amal Mulia memiliki sepuluh anak binaan di Kampung Pacinan yang menjadi penerima manfaat donasi yatim dhuafa yang diwujudkan dalam Beasiswa Harapan.

Beasiswa Harapan merupakan program pemberian santunan tunai serta pembinaan berkelanjutan untuk anak yatim dan dhuafa yang berprestasi. Salah satu tujuan program ini adalah agar anak yatim dan dhuafa mempunyai kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

Pembinaan dan pemberian beasiswa tersebut bersumber dari kebaikan para donatur diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.  (history/harapanamalmulia)

Yuk terus dukung program Beasiswa Harapan untuk anak yatim dan dhuafa dengan memberikan donasi terbaik melalui tautan:

kitabisa.com/beasiswaharapan

 

Atau transfer donasi melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400 ya, Sahabat! 😊

Anak Yatim Berjuang Gantikan 5 Peran Ini dalam Keluarga

Ayah memiliki peran besar dalam kehidupan sebuah keluarga. Saat Ayah tidak ada, anak-anaknya lah yang bertanggung jawab menggantikan peran ayah agar keluarga agar kehidupan keluarga bisa tetap berjalan sebagaimana mestinya.

 

Harapanamalmulia.orgKehilangan ayah pada usia sebelum dewasa menjadi takdir berat yang harus dilalui anak yatim dan anak dhuafa tidak bersama bapaknya. Saat anak lain hidup nyaman dan bermanja-manja dengan ayahnya, mereka justru harus merasakan hal sebaliknya.

Banyak anak yatim dan dhuafa hidup dengan berbagai keterbatasan. Tak jarang, mereka hanya mengandalkan santunan anak yatim dan dhuafa untuk bisa bertahan hidup. Namun satu hal yang harus diingat, bahwa mereka juga bertanggung jawab untuk menggantikan peran ayah di keluarga.

Di antara peran-peran ayah yang digantikan oleh anak yatim dan dhuafa tersebut adalah:

 

Menjadi Teladan bagi Adik-adiknya

Saat ayah tidak ada, keluarga akan kehilangan sosok teladannya. Di sini lah anak, terutama yang masih mempunyai adik, berupaya menggantikan peran penting tersebut. Sebisa mungkin mereka akan mencontohkan hal-hal baik juga memberikan nasihat bijak.

 

Pelindung Keluarga

Agar fungsi keluarga sebagai pelindung tetap terpenuhi, peran ayah sebagai pelindung utama harus ada yang mengganti. Selain menjaga dirinya sendiri, anak yatim dan dhuafa juga akan mengambil tugas sebagai pelindung keluarga.

Rizki (14) yang tinggal bersama nenek dan ibunya menjadi peindung bagi keluarga sejak ayahnya tidak ada. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Penentu Keputusan

Tugas yang tidak mudah tapi tetap harus diemban adalah menggantikan peran ayah sebagai penentu keputusan besar dalam keluarga. Contoh-contoh permasalahan keluarga yang biasanya harus diambil adalah mengenai pilihan pendidikan, pekerjaan, atau  hal-hal yang berhubungan dengan pembiayaan.

Baca juga: Terlahir sebagai Yatim, Bagaimana Perjuangan Rasulullah Sewaktu Kecil?

 

Pemberi Motivasi

Perjuangan ayah yang luar biasa untuk keluarga sering kali menjadi motivasi bagi anak-anaknya untuk menggapai mimpi. Saat ayah tidak ada, anak-anak yang ditinggalkan berperan untuk memberi motivasi satu sama lain.

 

Pencari Nafkah Keluarga

Hal yang bisa dikatakan paling sulit dialami anak yatim adalah keterbatasan ekonomi. Tidak ada lagi ayah yang mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Sedangkan ibu belum tentu bisa memberikan pendapatan yang sama. Itulah mengapa anak yatim dan dhuafa harus mandiri secara ekonomi agar kebutuhannya tetap bisa terpenuhi.

Sabili (13), yatim asal Kecamatan Cicalengka berjualan gorengan setiap pagi untuk mencukupi kebutuhan keluarga. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sahabat, perjalanan berat menggantikan peran ayah seperti di atas kini dialami oleh anak-anak binaan Harapan Amal Mulia. Saat ini Harapan Amal Mulia mempunyai lebih dari 50 anak binaan yang terhimpun dalam dua program unggulan yaitu Beasiswa Harapan di Kabupaten Bandung dan Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) di Kabupaten Asahan.

Nadya, Qayla, Ita, Salma, penerima donasi yatim dan dhuafa dalam program Beasiswa Harapan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Puluhan anak tersebut menjadi penerima manfaat santunan anak yatim dan dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.

Penerima beasiswa Harapan Amal Mulia adalah mereka yang tengah berjuang menunut ilmu di bangku pendidikan formal. Sedangkan santri ISQ adalah mereka yang sedang dibina menjadi seorang penghafal ayat suci Al-Quran.

Meski secara teknis berbeda, tapi kedua program yang digagas Harapan Amal Mulia ini mempunyai tujuan yang sama yaitu agar anak-anak yatim dan dhuafa mempunyai kehidupan yang lebih baik di masa sekarang dan yang akan datang. (history/harapanamalmulia)

 

Yuk dukung perjuangan anak-anak yatim penerima manfaat Beasiswa Harapan dan santri ISQ dengan ikut mencukupi kebutuhan mereka.

Salurkan donasi terbaik melalui tautan kitabisa:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan >>> untuk Beasiswa Harapan

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran >>> untuk santri Istana Sufara Quran (ISQ)

Layanan Kesehatan dari Santri Yatim Dhuafa untuk Masyarakat Prasejahtera

Bantu jaga kesehatan masyarakat Asahan, santri yatim dan dhuafa binaan Harapan Amal Mulia di Istana Sufara Quran (ISQ) hadirkan layanan kesehatan gratis secara rutin untu warga prasejahtera.

 

Harapanamalmulia.org – Santri yatim dan dhuafa Istana Sufara Quran (ISQ) di Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan adalah anak-anak istimewa. Meski hidup sangat sederhana, mereka justru bertekad untuk memberi manfaat untuk masyarakat dengan menghadirkan layanan kesehatan gratis.

Layanan kesehatan tersebut diinisiasi oleh Harapan Amal Mulia dan Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ). Program tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat sekitar lebih peka untuk menjaga kesehatannya. Selain itu, layanan kesehatan gratis ini juga menjadi ikhtiar untuk menumbuhkan kepedulian santri terhadap keadaan orang-orang di sekitarnya.

 

Tanggapan Positif Masyarakat Asahan

Masyarakat Kecamatan Kota Kisaran Barat mendapat pemeriksaan gula darah dan tekanan darah. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Layanan Kesehatan yang diberikan santri ISQ Asahan disambut baik oleh para penerima manfaat. Antrian panjang masyarakat prasejahtera yang hendak jadi pasien menjadi pemandangan tak asing dalam setiap pelaksanaan program.

Baca juga: Panutan Santri Tahfiz Mandiri Ada Di Sini

 

Program ini rutin dilaksanakan setiap bulan di wilayah-wilayah sekitar Kabupaten Asahan. Ada pun agenda kegiatan diisi dengan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula dalam darah, golongan darah, dan lain sebagainya.

Selain pemeriksaaan kesehatan, santri ISQ juga memberikan bantuan untuk masyarakat yang kurang membutuhkan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama juga kerap kali disisipkan kegiatan penyaluran bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Dalam hal ini, santrilah yang berperan dalam penyelenggaraan setiap agenda positif tersebut.

 

Keadaan Santri ISQ juga Butuh Diperhatikan

Santri yatim dan dhuafa ISQ mendapat pembinaan Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Santri ISQ bukanlah anak dari keluarga kaya atau remaja berpenghasilan jutaan. Tapi dengan sepenuh hati, mereka memberikan derma terbaik bahkan turut mencari dana dengan menjual sabun cuci piring buatan mereka sendiri.

Meski begitu, santri ISQ adalah anak-anak yang kesehatannya perlu juga dijaga, setidaknya dengan asupan makanan bergizi di masa pertumbuhannya.

Sahabat, mereka sudah menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Sekarang, saatnya kita peduli pada kesehatan mereka dengan memberikan hidangan terbaik.

Hanya dengan bersedekah sepuluh ribu rupiah, sahabat sudah berkontribusi mendukung kebutuhan gizi para santri ISQ.

 

Yuk, salurkan dukunganmu dengan memberikan donasi terbaik melalui:

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

Atau transfer donasi melalui rekening:

Bank Syariah Mandiri

2017 004 018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400 ya, Sahabat! 😊