Month: February 2020

Month: February 2020

Serunya Kegiatan Pembinaan Yatim Dhuafa bersama Harapan Amal Mulia

Kegiatan pembinaan rutin menjadi salah satu andalan sekaligus ciri khas program Harapan Yatim Dhuafa. Program tersebut menghadirkan beragam aktivitas positif bagi  anak-anak binaan.

 

Harapanamalmulia.orgTahukah Sahabat? Jumlah anak putus sekolah di Indonesia mencapai angka 4,5 juta. Angka yang dikeluarkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tersebut cukup mengkhawatirkan mengingat pendidikan berperan besar terhadap keberlangsungan suatu bangsa.

Penyebabnya macam-macam, namun faktor ekonomi disebutkan menjadi hal yang menyumbang angka putus sekolah terbanyak. Termotivasi dari hal tersebut, Harapan Amal Mulia beikhtiar menghadirkan solusi dengan menghadirkan program bantuan dan menghidupkan kegiatan pembinaan.

Harapan Amal Mulia memberikan bantuan tunai dan pembinaan setiap satu bulan kepada sepuluh anak yatim dhuafa di Cicalengka. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Saat ini, anak yatim dhuafa menjadi fokus penerima manfaat program pembinaan Harapan Amal Mulia. Seperti dalam program Harapan Yatim dan Dhuafa. Selain memberikan bantuan tunai, program tersebut juga memfasilitasi anak yatim dhuafa di Kampung Pacinan, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung untuk mendapat pembinaan secara rutin.

Yuk simak kegiatan apa saja yang dihadirkan untuk anak yatim dhuafa di Cicalengka. Semoga bisa menjadi sumber inspirasi J

 

Pembinaan Tahsin dan Tahfiz Quran

Dalam program Beasiwa Harapan Yatim dan Dhuafa, kegiatan pembinaan rutin selalu diawali dengan tilawah. Setelah itu, anak-anak juga akan melakukan setor hafalan Quran kepada kakak-kakak relawan.

Anak binaan Harapan Amal Mulia dibimbing untuk menjadi penghafal Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Membaca dan menghafal Quran dapat meningkatkan kecerdasan dan daya ingat anak. Dengan demikian, mereka akan lebih mudah menyerap berbagai pengetahuan dan mengembangkan bakat.

 

Baca juga: Terlahir sebagai Yatim, Bagaimana Perjuangan Rasulullah Sewaktu Kecil?

 

Memantapkan Pemahaman Bidang Akademis

Kemampuan akademis juga menjadi fokus Harapan Amal Mulia dalam kegiatan pembinaan yatim dhuafa. Anak-anak binaan akan diberi materi seputar pelajaran umum. Bidang pelajarannya beragam, bisa seputar ilmu pasti, kesenian, bahkan materi keagamaan.

Materi akademis disampaikan oleh Relawan Harapan Amal Mulia kepada anak-anak binaan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Kegiatan tersebut sangat membantu mereka untuk memahami pelajaran-pelajaran yang di sekolah. Pada akhir semester ganjil 2019 lalu, banyak di antara anak-anak binaan yang berhasil meningkatkan ranking di kelasnya.

 

Gali Jiwa Kreatif dengan Permainan Edukatif

Di akhir pembinaan, anak-anak akan dipandu untuk melakukan beragam permainan edukatif yang berbeda setiap pertemuannya. Sehari sebelum pembinaan, kakak-kakak akan menyaiapkan media-media yang dapat membantu membuat permainan lebih menyenangkan bagi anak-anak.

Permainan Indonesia Pintar menjadi salah satu kegiatan edukatif yang dihadirkan kepada anak binaan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Kegiatan ini menjadi yang paling banyak digemari anak-anak binaan. Mereka bisa bermain dan belajar dengan cara-cara yang unik dan menyenangkan.

Itu tadi tiga di antara kegiatan pembinaan program Harapan Yatim dan Dhuafa. Semoga Sahabat bisa terinpirasi untuk juga ikut menebar kebaikan bagi anak yatim dhuafa di sekitar kita. (history/harapanamalmulia)

Sumber: IDNTimes

 

Sahabat juga bisa mendukung agar program pembinaan Harapan Amal Mulia di Cicalengka terus berjalan dengan memberikan donasi terbaik melalui tautan kitabisa:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

Atau melalui pilihan rekening donasi di bawah ini:

BCA: 0083 6858 72

Mandiri: 132 003 321 2342

BSM: 717 313 414 7

 

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400 ya, Sahabat! 😊

Sudah Sampai Mana Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza?

Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza progres pembagunannya sudah 40%. Masih butuh banyak dukungan dan bantuan agar masyarakat Gaza bisa beribadah dengan nyaman.

 

Harapanamalmulia.org – Assalamu’alaikum Sahabat! Ada kabar baik dari pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina.

Perkembangan pembangunan masjid yang bersumber dari kedermawanan bangsa Indonesia ini sudah mencapai 50%. Kubah-kubah masjid sudah dipasang, begitu juga dengan menara yang sudah menjulang.

Pada bagian dalam lantai dasar, terlihat tiang-tiang kokoh yang menjadi penyangga bangunan di atasnya.

Baca juga: 4 Keutamaan Berwakaf  Masjid di Tanah Para Mujahid

Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia akan terus berlanjut hingga nampak seperti yang telah direncanakan. Setelah pembangunan rampung, masjid tersebut juga akan menjadi pusat penghafal Quran bagi anak-anak Palestina, khususnya yang berada di Khan Yunis.

Terima kasih ya, Sahabat. Berkat doa dan dukungan yang diberikan, masyarakat Palestina khususnya yang berada di Khan Yunis, Gaza akan segera memiliki tempat yang lebih layak dan nyaman untuk beribadah.

Meski begitu, perjalanan pembangunan masjid ini masih panjang. Pihak-pihak yang diamanahi sebagai pelaksana juga harus berjuang melewati ketatnya peraturan pihak penjajah. Namun permasalahan tersebut Insya Allah akan bisa dilewati dengan dukungan yang terus Sahabat berikan.

Saat ini pembagunan masjid membutuhkan banyak material-material bangunan di antaranya:

  • Pasir : 1 truk Rp 1,8 juta
  • Keramik : 1 m/segi Rp 600.000
  • Semen : 1 /zak Rp 170.000
  • Batu bata (Batako)  : 1/batubata Rp 20.000

Semoga kebaikan yang Sahabat berikan dalam pembangunan masjid ini dibalas dengan rumah terbaik di surga-Nya. Aamin. (history/harapanamalmulia)

Salurkan donasi terbaik untuk pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza melalui tautan kitabisa: https://kitabisa.com/campaign/istiqlaldigaza

 

Atau melalui pilihan rekening donasi:

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Madrasah di Nagreg Terima Manfaat Program Kolaborasi Amal Mulia dengan BAZNAS

Program kolaborasi Harapan Amal Mulia dan BAZNAS dukung pembinaan sejumlah pesantren dan madrasah di Jawa Barat.

 

Harapanamalmulia.org –Selama dua puluh tahun berdiri, Madrasah Nurul Ikhwan tidak pernah membebankan biaya operasional kepada santri-santrinya. Semua keperluan belajar dan mengajar berasal dari kebaikan Sang Pendiri sekaligus pengajar, Ustaz Ade (52).

Madrasah Nurul Ikhwan di Kampung Cinarusa, Desa Mandalawangi, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung  ini menjadi tempat belajar Al-Quran dan kitab-kitab Islam bagi lebih dari lima puluh santri.  Meski kegiatan belajar dilakukan malam hari, tim Harapan Amal Mulia melihat santri-santri tetap semangat menunut ilmu .

Kegiatan belajar mengajar di Madrasah Nurul Ikhwan, Nagreg. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ketulusan Ustaz Ade dan semangat santri Nurul Ikhwan membuat Harapan Amal Mulia untuk memuliakan mereka dengan program pembinaan.

 

Dukungan Mushaf Quran, Beasiswa Santri, Hingga Kafalah Pengajar

Santri Nurul Ikhwan menerima bantuan mushaf Al-Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pada Rabu, 5 Februari 2020 lalu,  Harapan Amal Mulia mengujungi Madrasah Nurul Ikhwan dalam agenda penyaluran bantuan program Rumah Tahfiz Nusantara. Melalui program hasil kolaborasi Harapan Amal Mulia dengan BAZNAS Jabar tersebut, guru dan santri Nurul Ikhwan mendapat dukungan secara berkelanjutan

Baca juga: Hafal Quran Lebih Mudah Bagi Santri ISQ Saat Kebutuhan Ini Terpenuhi

 

Dalam penyaluran tahap pertama kemarin, santri mendapat dukungan 55 mushaf Al-Quran yang akan dimaksimalkan untuk kegiatan belajar. Santri juga mendapat beasiwa berupa uang tunai agar mereka semakin semangat belajar di Nurul Ikhwan.

Mushaf Al-Quran baru membuat santri Nurul Ikhwan lebih bersemangat mengaji. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selain itu, Ustaz Ade sebagai pengajar utama dan dua pengajar lainnya juga mendapat dukungan kafalah dalam program Rumah Tahfiz Nusantara ini.

Lutfi, salah seorang Tim Harapan Amal Mulia menyerahkan bantuan kepada Ustaz Ade dan santri Nurul Ikhwan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Alhamdulillah. Semoga bantuan yang bersumber dari kebaikan donatur tersebut dapat memudahkan kegiatan belajar dan mengajar di sana.

Sahabat, selain Madrasah Nurul Ikhwan, terdapat lima madrasah dan pesantren lain di Jawa barat yang menjadi penerima manfaat program Rumah Tahfiz Nusantara. Maka dari itu, mari terus dukung mereka dengan memberikan doa dan dukungan terbaik. (history/harapanamalmulia)

Donasi bisa disalurkan melalui pilihan rekening berikut:

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

BSM 717 313 414 7

 

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Hubungi kami ke nomor 081 1234 1400 (SMS/Whatsapp) untuk konfirmasi donasi atau informasi lainnya ya, Sahabat!

 

 

Keluarga Harmonis dari Cianjur, Sederhana Tapi Penuh Cinta

Meski hidup sederhana, cinta Pak Soleh dan Bu Suharlin amat memesona. Keduanya menjalani rumah tangga yang tentram dan dinaungi kecintaan kepada-Nya.

 

Harapanamalmulia.org – “ (Waktu itu) Gak mikirin yang lain, yang penting masa depannya kita” kata Bu Suharlin (40 th) saat mengulas kisah penantiannya agar bisa bersatu dengan Sang Suami, Pak Soleh (34 th).

Kurang lebih empat tahun, warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur itu menunggu Pak Soleh yang berkelana, dengan penuh kesabaran dan pengharapan. Penantian tersebut nyatanya berbuah manis karena sekarang mereka bisa bersatu dan membangun sebuah keluarga sederhana yang penuh cinta.

Cinta Pak Soleh dan Bu Harlin menjadikan mereka tetap bahagia meski hidup sangat sederhana. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Pak Soleh memang bukan suami mapan berpenghasilan jutaan. Ia hanya seorang pencari botol plastik yang pendapatannya tak lebih dari empat ratus ribu setiap bulan.

Meski begitu, ketaatannya kepada Sang Pencipta serta kesabaran membimbing keluarga, menjadikan Pak Soleh terlihat sempurna di mata istri dan keenam anak tirinya.

 

Menua Bersama dalam Ketaatan kepada-Nya

“Saya bahagia sekarang meskipun (suami) cuma mulung juga, ada yang ngajariin saya ngaji”, ungkap Bu Suharlin.

Di usianya yang tak lagi muda, Bu Suharlin memang masih memerlukan bimbingan membaca Al-Quran. Begitu juga anak-anaknya yang belum tersentuh pendidikan agama yang cukup. Syukurlah,  ada Pak Soleh yang bersedia mengajari dengan sabar di sela kesibukkan mencari barang rongsokan.

 

Baca juga: Kisah Inspiratif: Ummu Mahjan Sang Marbot Yang Dicintai Rasulullah

 

Pak Soleh juga selalu mendukung agar istri dan anak-anaknya belajar agama di majelis-majelis ilmu. Ia berharap, keluarganya mempunyai kehidupan lebih baik dengan bekal ilmu yang didapatkan.

“Harapannya untuk keluarga, kalo bisa jangan seperti saya, sukses lah kedepannya biar aku aja  kaya gini” kata Pak Soleh.

Bagian dalam rumah Pak Soleh dan Bu Suharlin yang menjadi tempat belajar mengaji. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Selain sabar, Pak Soleh juga gigih mencari nafkah untuk keluarga. Di sela aktivitas mencari barang rongsokan, ia mencoba peruntungan dengan beternak ayam dan berjualan celengan dari kertas olahan.

 

Cinta Jadikan Pak Soleh Rela Berlelah-lelah Mencari Nafkah

“Suka jalan kaki, panas, capek. Nanjak turun soalnya”, begitu kata Pak Soleh menceritakan tantangannya mencari botol plastik seharian penuh.

Walau sudah bersusah payah, tak jarang ia hanya berhasil mengumpulkan dua karung saja. Maklum, pengepul rongsokan di Sindangjaya bukan hanya Pak Soleh sendiri.

“Sampe sore mulungnya, sampe ke laut (Waduk Cirata, di dekat desa). Sehari, bisa dapat dua karung kalo ada. Sekarungnya harga dua sampai tiga ribuan lah” tambahnya.

Pak Soleh menjual botol-botol plastik temuannya kepada pengepul yang berlokasi di Jalan Raya Ciranjang. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Hebatnya, Pak Soleh tak pernah kehilangan semangatnya mencari nafkah. Kecintaan terhadap keluarga menjadi kekuatan Pak Soleh terus mengumpulkan rupiah tanpa mengenal tanggal merah atau akhir pekan. (history/harapanamalmulia)

 

Maasya Allah. Jika kita yang menjadi Pak Soleh dan Bu Suharlin, akankah bisa sesabar dan sesyukur mereka?

Sahabat, Pak Soleh dan Bu Suharlin dan keluarga dhuafa lain yang memiliki kisah serupa perlu kita kuatkan. Bersama harapan Amal Mulia, mari dukung penuhi kebutuhan pokok mereka dalam program Paket Harapan Keluarga.

Hanya dengan berdonasi Rp. 200.000/keluarga, sepaket sembako dan kebutuhan lainnya akan diterima penerima manfaat dengan suka cita.

Kebaikan Sahabat bisa disalurkan melalui pilihan rekening donasi berikut:

 

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

BSM 717 313 414 7

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400 ya, Sahabat! 😊

Bu Ibad, Guru Agama yang Dicintai Anak Yatim Dhuafa

Peduli dengan pendidikan anak yatim dan dhuafa, Bu Ibad berinisiatif mendirikan sekolah gratis untuk mereka.

 

Harapanamalmulia.org Dibesarkan sebagai seorang yatim menjadikan Bu Ibad, warga Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang sangat peduli dengan keadaan anak-anak di sekitarnya. Tak heran, banyak anak-anak yang juga merasa senang dengan kehadiran guru agama tersebut dengan berbagai perannya di masyarakat.

Saat ini, pendidikan anak yatim dan dhuafa menjadi hal yang paling dipedulikan ibu 43 tahun ini. Sejak bapak mereka meninggal dunia, keperluan belajar anak-anak menjadi sulit dipenuhi. Apalagi dengan adanya kebutuhan makan dan minum yang pemenuhannya tidak bisa ditunda.  Begitu juga dengan anak-anak dhuafa yang sangat mungkin mengalami hal serupa.

Bu Ibad menjadi pengajar di beberapa sekolah, salah satunya di Yayasan Nurul Masakin dan SDN Neglasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Padahal, mereka juga mempunyai cita-cita tinggi sebagaimana anak pada umumnya. Hal tersebut kemudian menjadi motivasi Bu Ibad untuk mendirikan Yayasan Nurul Masakin, wadah pembinaan gratis bagi anak-anak kurang mampu.

Di sana, anak-anak dibina agar mempunyai kecerdasan intelektual, emosional, serta spiritual sebagai bekal yang dibutuhkan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

 

Perjuangan Bu Ibad Rintis Sekolah Yatim Dhuafa

Butuh proses panjang untuk mendirikan Yayasan Nurul Masakin. Sebelum mempunyai gedung sendiri, tepatnya pada tahun 2009, Bu Ibad memanfaatkan rumahnya dan rumah sejumlah kerabat untuk menjadi ruangan belajar serta asrama bagi 20 anak yatim dhuafa.

Setelah beberapa tahun, barulah datang petolongan Allah melalui tangan-tangan para dermawan yang bersedia membantu pembangunan gedung Nurul Masakin. Hingga saat ini, terdapat sekitar 70 anak binaan yang terdiri dari 18 santri mukim dan 52 santri non mukim.

Yayasan tidak membebankan biaya apa pun kepada anak yatim dhuafa dalam program mukim. Kabutuhan mereka selama di asrama sepenuhnya ditanggung oleh kebaikan donatur.

Baca juga: 12 Hak Anak Versi PBB Berlaku Juga untuk Yatim

Di samping rasa syukur atas terus bertambahnya jumlah santri, Bu Ibad sering kali merasa khawatir dengan kebutuhan operasional yang juga semakin meningkat.

 

Harapan Bu Ibad bersama Harapan Amal Mulia

Bu Ibad dalam agenda penyaluran bantuan dari Harapan Amal Mulia untuk santri Yayasan Nurul Masakin. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Kegigihan dalam memperjuangkan pendidikan anak yatim dan dhuafa membuat Harapan Amal Mulia berinisiatif membersamai ikhtiar Bu Ibad.

Yayasan Nurul Masakin yang beliau kelola akhirnya menjadi salah satu dari enam pesantren penerima manfaat program Pembinaan Pesantren dan Madrasah di Jawa Barat.

Proses pembelajaran di Yayasan Nurul Masakin. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Melalui program hasil kolaborasi Harapan Amal Mulia dengan Badan Amil Zakat (BAZNAS) Jawa Barat tersebut, santri dan pesantren akan mendapat dukungan kebutuhan pokok dan keperluan belajar secara berkelanjutan.

Semoga dengan adanya program kolaborasi tersebut, semakin banyak anak yatim dhuafa di Jawa Barat yang terbantu pendidikannya. (history/harapanamalmulia)

Sahabat, Anda juga bisa turut mendukung program Pembinaan Pesantren dan Madrasah di Jawa Barat dengan memberikan donasi terbaik melalui pilihan rekening donasi di bawah ini:

BCA 0083 6858 72
Mandiri 132 003 321 2342
BSM 717 313 414 7
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Hubungi kami ke nomor 081 1234 1400 (SMS/Whatsapp) untuk konfirmasi donasi atau informasi lainnya ya, Sahabat! 😊

Mulia dengan Amal Terbaik