Month: February 2020

Month: February 2020

Berbagi Santapan Sehat untuk Korban Banjir Lebak

Korban banjir Lebak di Kecamatan Sajira menjalani kehidupan yang sulit di pengungsian. Harapan Amal Mulia berupaya meringankan kebutuhan para korban melalui program dan kolaborasi kemanusiaan.

 

Harapanamalmulia.orgMeski puncak musim hujan semakin dekat, warga Desa Pajagan, Kecamatan Sajira masih bertahan tinggal di tenda-tenda sederhana yang terbuat dari terpal dan bilahan bambu.

Sejak banjir bandang meratakan sebagian besar rumah warga pada akhir Desember 2019 lalu, tenda menjadi satu-satunya tempat berlindung. Tak mudah tinggal berpuluh-puluh hari di pengungsian. Selain rawan terdampak penyakit akibat hujan, kurangnya persediaan makanan juga menjadi tantangan bagi mereka.

Banjir Bandang mengakibatkan masjid dan rumah warga di Desa Pajagan, Kecamatan Sajira. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Hingga saat ini, warga di pengungsian hanya mengandalkan swadaya para dermawan agar bisa mendapatkan makanan. Untuk menanggapi hal tersebut, Harapan Amal Mulia berupaya meringankan kebutuhan korban banjir di pengungsian melalui program Amal Mulia Peduli.

 

Amal Mulia Peduli Bantu Kebutuhan Pengungsi

Di tengah gemericik hujan, tim Harapan Amal Mulia mengunjungi ke lokasi pengungsian dengan membawa amanah bantuan dari donatur.

Belasan sak beras, berkardus-kardus daging olahan serta makanan ringan dibawa ke lokasi. Tim juga menyiapkan makanan siap santap berisi nasi, sayur, dan daging untuk makan siang warga.

Tim Harapan Amal Mulia membagikan hidangan siap santap untuk korban banjir di Desa Pejagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Terlihat dari raut wajah para pengungsi, mereka tampak senang dengan adanya bantuan tersebut. Mereka mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan makanan yang nikmat dan sehat di pengungsian.

Setelah melakukan penyaluran untuk korban di Kampung Sepan, tim pun bergegas menuju lokasi selanjutnya yaitu di Desa Sajira Mekar, Kecamatan Sajira, tepatnya di Pesantren Nurul Dzulaim.

 

Baca juga: Hafal Quran Lebih Mudah Bagi Santri ISQ Saat Kebutuhan Ini Terpenuhi

 

Keadaan korban banjir di desa tersebut tak kalah mengkhawtirkan. Selain warga yang kehilangan rumahnya, anak-anak juga belum bisa bersekolah karen bangunan yang rusak diterjang air bah.

Hal tersebut yang menjadi motivasi Harapan Amal Mulia untuk menjalin kolaborasi kemanusiaan dengan sejumlah lembaga kemanusiaan yaitu Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kota Bekasi, Yayasan Al-Iman, dan Sabana Foundation.

 

Kolaborasi Amal Mulia dengan ACT, Al-Iman, Teladan Foundation, MRI  dan Sabana Foundation

Harapan Amal Mulia berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kota Bekasi untuk melakukan penyaluran. (Dok. Harapan Amal Mulia) 

 

Berkat adanya kolaborasi yang dijalin antara Harapan Amal Mulia dengan  ACT Kota Bekasi, Al-Iman, dan Sabana Foundation, bantuan yang diberikan untuk korban banjir Lebak di Sajira semakin beragam. Selain bantuan bahan makanan pokok, tim juga menyalurkan bantuan dalam berupa alat tulis, perlengkapan ibadah, kebutuhan sanitasi juga obat-obatan.

 

Alhamdulillah, banyak saudara-saudara kita yang terbantu dengan kebaikan Anda. Sahabat, Kami akan terus berupaya agar amanah bantuan dari Anda diterima dengan suka cita oleh para penerima manfaat.

(history/harapanamalmulia)

Perjalanan Dai Sindangjaya Sebar Syiar kepada Warga Dhuafa

Dai Sindangjaya melewati perjalanan berliku untuk menyebarkan syiar kepada masyarakat dhuafa. Maka dari itu, Harapan Amal Mulia berupaya membersamai perjalan mereka dengan berbagai program.

 

Harapanamalmulia.org – Sebagian besar warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur mencari nafkah dengan menjadi buruh tani. Dengan penghasilan yang tak menentu, akidah mereka kerap goyah sehingga membutuhkan bimbingan dari tokoh agama sekitar.

Bah Nono, salah seorang tokoh yang peduli dengan keadaan tersebut berikhtiar memberikan bimbingan ruhiyah kepada warga Sindangjaya dengan berbagai cara.

Bah Nono, salah seorang tokoh agama di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

“Abah mah bukan Ustad. Bukan lulusan pesantren. Hanya belajar dari orang-orang yang alim. Tapi sedikit-sedikit, abah belajar menjadi dai untuk berdakwah kepada masyarakat di sini.”

Selain menyampaikan pesan-pesan dakwah, Bah Nono juga berupaya agar perekonomian warga tetap stabil dengan membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jika tidak ada dermawan yang mau berbagi rezeki, Bah Nono kerap kali mengeluarkan dana dari kantong probadi untuk memberi bantuan kepada warga.

Baca juga: Inilah Cara Menanam dan Menjaga Iman Tetap Tumbuh Dalam Keluarga

 

Ikhtiar serupa juga dilakukan Ustaz Khair. Beliau menguatkan ruhiyah warga Sindangjaya ditempuh dengan menjadi guru ngaji anak-anak di sana. Setiap sore, ia mengajarkan anak-anak desa membaca Al-Quran di sebuah musala.

Di sela-sela kesibukkan beliau sebagai buruh tani, Ustaz Khair juga menyempatkan diri untuk menyampaikan tausiyah kepada ibu-ibu setiap dua kali dalam sepekan.

Ustaz Khair berikhtiar menguatkan keyakinan warga di Desa Sindangjaya dengan menjadi guru ngaji. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Semangat Bah Nono, Ustaz Khair, serta tokoh agama lain di Sindangjaya untuk menyebarkan syiar Islam menjadi motivasi Harapan Amal Mulia untuk membersamai perjuangan mereka.

 

Program Harapan Amal Mulia Sejahterakan Dai Sindangjaya

Program Syiar Islam Mulia menjadi ikhtiar untuk mendukung aktivitas syiar Dai Sindangjaya. Melalui program tersebut, Harapan Amal Mulia membuka kesempatan dan kemudahan bagi para dermawan untuk mengirimkan bantuan terbaik.

Bantu dukung dan doakan ya, Sahabat. Semoga program Syiar Islam Mulia bisa membantu Dai Sindangjaya menguatkan akidah warga di desanya. (history/harapanamalmulia)