facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

10 Keuntungan Ini Akan Membuatmu Tertarik Menjadi Seorang Santri

Tinggal bertahun-tahun di asrama mengajarkan santri banyak hal tentang arti kehidupan. Pribadi mereka juga terbentuk dengan berbagai perjuangan yang mereka lewati selama di asrama.

 

Harapanamalmulia.org – Sebagain orang mungkin akan beranggapan bahwa menjadi santri sangatlah membosankan atau bahkan menakutkan. Tidak leluasa bermain, aktivitas selalu diawasi, bahkan makanan pun dibatasi.

Namun sebenarnya, menjadi santri tidak semenakutkan itu lho. Perjuangan melewati berbagai tempaan selama di asrama, membentuk banyak kepribadian positif bagi santri. Apa sajakah itu?

1. Jauh dari Orang Tua Melatih Lebih Mandiri

Salah satu ciri khas seorang santri adalah berkepribadian mandiri. Karakter tersebut terbentuk karena mereka sudah terlatih jauh dari orang tua sejak dini.

2. Berbagi Makanan Melatih Empati dan Kebersamaan

Biasanya, mereka akan berbaris dengan di depan makanan yang dihidangkan oleh petugas asrama. Mereka tidak bisa egois mengambil makanan karena bisa jadi temannya tidak bisa makan. Disinilah empati dan naluri kebersamaan santri diasah.

3. Antre Wudu dan Mandi Ajarkan Kesabaran

Santri akan berlomba-lomba bangun pagi dan bergegas untuk mengantre mandi. Ada juga mereka yang menyimpan alat mandinya di depan pintu sebagai tanda antrian. Hal tersebut bukan semata-mata dilakukan karena kamar mandi yang terbatas, tapi juga mengajarkan santri untuk bisa lebih sabar dan tertib.

Ilustrasi antre mandi di asrama. (Sumber: Tebuireng Online)

 

4.Melawan Malas dengan Rutin Melakukan Qiyamul Lail

Saat orang lain sedang nyaman-nyamannya tidur, santri akan terjaga agar tidak telat melaksanakan qiyamul lail. Kantuk yang menyerang dan dinginnya air wudu mereka lawan demi lebih dekat dengan Sang Pencipta. Selain itu, mereka juga selalu melaksanakan salat wajib secara berjemaah.

 

Baca juga: Tempat Menentukan Cepatnya Hafal Quran, Ini Penjelasannya!

5. Sering Talaran, Hafalan Diingat Hingga Tua

Bagi yang pernah atau sedang menjadi santri, pasti sudah tidak asing dengan istilah talaran (setor hafalan). Mereka akan ditugaskan untuk menghafal ayat Quran, Hadis, kitab, kosa kata bahasa Arab, dan lain sebagainya. Karena sering diulang dan dihafalkan sejak usia muda, hasil talaran biasanya kuat dan diingat hingga tua.

6. Terlatih Hidup Sederhana dengan Makan Seadanya

(Foto: Santri Online)

Seorang santri biasanya mampu hidup dengan kondisi yang terbatas, salah satunya perihal makanan. Mereka biasa makan dengan menu seadanya. Itulah mengapa, kesederhanaan menjadi sebuah gaya hidup bagi santri.

7. Aktivitas Padat, Hari Jadi Lebih Produktif

Tinggal di asrama yang padat dengan kegiatan membuat hari-hari santri lebih produktif. Tak banyak waktu untuk bermain, keseharian mereka dihabiskan untuk menuntut ilmu dan berbagai kegiatan positif.

8. Terbentuk Pribadi yang Religius

Melimpahnya ilmu agama yang diajarkan menjadikan santri menjadi pribadi yang religius. Peraturan bahkan metode pembelajaran di asrama juga diatur sedemikian rupa agar santri selalu dekat dengan Rabnya.

9. Berbagi Kamar Jadikan Santri Punya Banyak Teman

Salah satu tantangan yang dihadapi santri selama di asrama adalah berbagi kamar tidur dengan santri lain.  Satu kamar bias diisi oleh beberapa orang, tergantung seberapa luas ruangan.  Keadaan demikian membuat santri mempunyai banyak teman dan mempunyai rasa toleransi yang tinggi.

10. Kebutuhan Terpenuhi dengan Berwirausaha

Santri tahfiz di Asahan merintis usaha dengan menjual cairan pencuci piring. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ada juga kegiatan wirausaha. Mungkin tidak semua santri pernah mengalami hal ini. Tapi wirausaha memberikan banyak keuntungan bagi santri. Wirausaha bertujuan agar santri lebih mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada uang bulanan dari orang tua untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

 

Baca juga: Panutan Santri Tahfiz Mandiri Ada Di Sini

Itulah sejumlah perjuangan santri yang ternyata mempunyai banyak manfaat. Salah satu yang mengalami perjuangan-perjuangan tersebut adalah santri di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan.  Bedanya, perjuangan santri ISQ lebih berat karena latar belakang mereka yang merupakan anak-anak yatim dan dhuafa.

Merintis usaha dengan menjual sabun pencuci piring  menjadi kegiatan yang paling rajin dilakukan santri ISQ. Hal tersebut dilakukan agar kebutuhan mereka selama di asrama dapat terpenuhi dan bisa terus menghafal Quran. (history/harapanamalmulia)

Sahabat, yuk bantu hidupkan usaha santri ISQ dengan memakai produk “Sabun Istana”. Dengan mendukung produk tersebut, sahabat juga sudah bersedekah untuk anak-anak yatim dan dhuafa penghafal Quran.  Pembelian bisa dilakukan dengan menghubungi narahubung ISQ di 0853 4788 0583.

 

Atau Sahabat juga bisa memberikan donasi langsung untuk mereka melalui pilihan cara berikut ini:

Atau transfer donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *