12 Hak Anak Versi PBB Berlaku Juga untuk Yatim

Perang membuat kehidupan banyak anak di dunia menjadi terabaikan. Hal tersebut PBB memotivasi PBB untuk mendeklarasikan standar hak asasi manusia untuk seluruh anak di dunia, termasuk anak yatim.

 

Harapanamalmulia.org Pada tahun 1948, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendeklarasikan dua belas poin tentang standar hak asasi anak-anak di dunia. Gagasan tersebut muncul akibat maraknya kasus kelaparan, pengabaian, bahkan eksploitasi anak yang terjadi pada masa peperangan.

Hari ini perang dunia sudah tidak terjadi. Namun sayang, belum semua anak bisa mendapatkan hak asasinya. Seperti yang dialami oleh banyak anak yatim.

Anak-anak penerima manfaat donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia. (Harapan Amal Mulia)

 

Setelah orang tua tiada, mereka hidup terombang-ambing dan kesulitan mendapatkan hak dasar yang menjadi acuan PBB. Tak jarang pula yatim yang mengandalkan hidup dari donasi yatim dhuafa dari para dermawan.

Apa saja kedua belas poin hak asasi anak yang dimaksud?

  1. Hak untuk tinggal bersama keluarga
  2. Hak mendapatkan lingkungan yang stabil, dicintai, dan dirawat
  3. Hak perawatan dan pemenuhan gizi
  4. Hak atas air bersih dan pemakaian listrik
  5. Hak mendapatkan pendidikan yang berkualitas
  6. Hak kesetaraan kesempatan
  7. Hak mendapatkan bimbingan dari orang tua
  8. Hak untuk didengar dan diajak diskusi
  9. Hak bimbingan menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab
  10. Hak perlindungan dari pengabaian
  11. Hak kehormatan dan kebebasan
  12. Hak bimbingan religius

 

Hal di atas adalah hak mendasar yang dibutuhkan oleh seorang anak dalam proses tumbuh kembangnya. Karena anak yatim sudah tidak memiliki orang tua/tidak lengkap, peran kita adalah untuk membantu pemenuhannya.

Baca juga: Ayah Tiada, Ibu Para Yatim Jadi Tulang Punggung Keluarga

 

Kebutuhan pokok di atas pula yang terus berusaha didukung oleh Harapan Amal Mulia melalui berbagai program peduli yatim.

 

Ikhtiar Harapan Amal Mulia Cukupi Kebutuhan Yatim

Saat ini setidaknya terdapat dua program yang fokus diikhtiarkan Harapan Amal Mulia untuk memuliakan yatim. Kedua program tersebut adalah Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) dan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa.

Fokus program Rumah Tahfiz ISQ yang berlokasi Kabupaten Asahan, Sumatera Utara adalah memberikan pembinaan tahfiz Quran serta pemenuhan gizi santri yatim dan dhuafa di asrama. Sedangkan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa lebih fokus pada pemberian dukungan biaya pendidikan serta pembinaan rohani.

Kaggiatan pembinaan tahfiz anak yatim dan dhuafa di Istana Sufara Quran, Kabupaten Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Program Rumah Tahfiz ISQ dan Beasiswa Harapan tersebut terus dikembangkan agar bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Mohon doa dan dukungan ya Sahabat, semoga ikhtiar memuliakan yatim dan dhuafa ini senantiasa diberi kemudahan oleh Allah Swt. Aamiin. 

 

Kirim dukungan untuk program Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran melalui tautan:

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Salurkan juga kebaikan Anda untuk penerima manfaat Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa melalui:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

Sumber: Unicef

 

(history/harapanamalmulia)