Alternatif Penyaluran Bantuan Yatim dengan Metode Pintu ke Pintu
AM - Alternatif Penyaluran Bantuan Yatim dengan Metode Pintu ke Pintu 1 - www.harapanamalmulia.org

Penyaluran bantuan dan pembinaan rutin dalam program Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa pada bulan Maret dilakukan dengan metode baru.

 

Harapanamalmulia.org  Komitmen Harapan Amal Mulia memberikan bantuan dan pembinaan kepada anak yatim dhuafa di Desa Cicalengka Wetan, Cicalengka, Bandung terus dijaga.

Di tengah imbauan isolasi yang sedang terjadi, kami mengambil inisiatif untuk tidak mengumpulkan anak-anak seperti biasanya. Namun kegiatan penyaluran dan pembinaan dalam program Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa tersebut masih tetap dilakukan dengan metode pintu ke pintu (Door to door).

AM - Alternatif Penyaluran Bantuan Yatim dengan Metode Pintu ke Pintu 2 - www.harapanamalmulia.org

Di tengah pandemi, orang tua/wali anak binaan merasa terbantu dengan adanya bantuan tunai dari donatur Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selama dua hari, tepatnya pada tanggal 28 sampai 29 Maret 2020, tim berkunjung ke rumah sembilan anak binaan. Tidak datang dengan tangan kosong, kami membawa amanah bantuan pendidikan tunai dari Donatur Harapan Amal Mulia. Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi keluarga anak binaan yang juga megalami kesulitan ekonomi karena adanya pandemi.

Selain itu, kesehatan mental anak-anak binaan juga tak luput jadi perhatian. Kami menghadirkan pendekatan psikologis untuk memastikan bahwa kesehatan fisik dan mental mereka tetap terjaga selama masa belajar di rumah.

 

Hikmah Belajar di Rumah: Lebih Dekat dengan Keluarga

AM - Alternatif Penyaluran Bantuan Yatim dengan Metode Pintu ke Pintu 3 - www.harapanamalmulia.org

Daffa, anak binaan Harapan Amal Mulia belajar mengaji dengan ibunya selama masa pandemi. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selama kurang lebih dua pekan, anak-anak binaan tidak belajar di sekolah. Kegiatan ngaji rutin di madrasah pun diliburkan selama masa pencegahan pendemi ini. Karena sebagian besar waktu dihabiskan di rumah, anak-anak binaan bisa lebih dekat dengan orang tuanya.

Seperti yang dialami Despita, Daffa, dan Nadia. Untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru sekolah, ketiga anak tersebut dibantu oleh kakak atau ibu mereka. Despita dan Daffa mendapat bimbingan membaca Al-Quran dari ibu. Ada juga Nadia yang mendapat bantuan dari sang kakak untuk memecahkan soal-soal yang tidak dimengerti.

 

Baca juga: Muliakan Anak Yatim, Tumbuhkan Kekayaan Jiwa

 

 

Sebagian besar anak binaan Harapan Amal Mulia dalam program Beasiswa Harapan ini tidak mengalami kendala yang berarti selama belajar di rumah. Meski begitu, ada juga anak yang mendapatkan tantangan lain, seperti harus tetap membantu orang tua mencari nafkah saat ada imbauan tinggal di rumah.

 

Tetap Berbakti di Tengah Ancaman Pandemi

Imbauan untuk tidak keluar rumah belum bisa dipatuhi sepenuhnya oleh Sabili, salah satu anak binaan Harapan Amal Mulia. Bocah berusia tiga belas tahun itu masih tetap berjualan gorengan di pasar sebelum kegiatan belajarnya dimulai. Bukannya tidak mau tinggal di rumah, tapi keluarga Sabili membutuhkan nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Syukurnya, Bili pandai membagi waktu antara belajar dan berjualan. Ia menjajakan dagangannya di pasar sebelum terbit fajar. Maka dari itu, Bili sudah bisa memulai belajar atau mengerjakan tugas saat jam-jam sekolah biasanya dimulai.

AM - Alternatif Penyaluran Bantuan Yatim dengan Metode Pintu ke Pintu 4 - www.harapanamalmulia.org

Sabili yang biasa membantu ibunya berjualan gorengan mendapat bantuan tunai dalam program Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sahabat, masa belajar di rumah yang murid-murid sekolah lalui saat ini menghadirkan cerita yang beragam. Begitu juga dengan anak-anak binaan Harapan Amal Mulia. Ada yang melaluinya dengan mudah, ada juga yang penuh tantangan.

Namun yang jelas, Harapan Amal Mulia terus berikhtiar memberikan dukungan dan bantuan terbaik kepada mereka agar tetap semangat belajar daam segala kondisi. (history/harapanamalmulia)

 

Sahabat dapat memberikan dukungan pendidikan kepada anak yatim dhuafa di Kampung Pacinan, Desa Cicalengka Wetan, Cicalengka, Bandung dengan berdonasi melalui tautan kitabisa:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

Atau melalui pilihan rekening donasi:

BCA 0083 6858 72
Mandiri 132 003 321 2342
BSM 717 313 414 7
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi bukti transfer melalui call center kami, ya Sahabat! 😊
Call Center: 081 1234 1400