facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

Bentuk Bakti untuk Almarhum Bapak, Santri Binaan Gigih Hafalkan Alquran

Menghafal Alquran ala Gaza

Amal Mulia, Asahan – “Kebahagiaan bersama keluarga sangatlah indah, ada Ayah dan Ibu yang selalu berada di samping kita. Namun tidaklah kan selamanya mereka terus ada untuk kita. Ketika kelak mereka dipanggil Sang Pemilik, maka apa yang bisa kita lakukan?”

 

Kata-kata arif yang terucap dari Dwi Andriasnyah Sidik, salah satu santri Istana Sufara Al-Qur’an (ISQ) Asahan, binaan Amal Mulia. Sejak usia delapan tahun, Sidik, begitu ia biasa dipanggil, telah ditinggal Sang Bapak ke haribaan-Nya. Sedih? Sudah pasti. Namun apakah ikhtiar bakti ikut terhenti?

Menghafal Quran Ala Gaza

Kegiatan tahsin Al-Qur’an yang dipandu oleh pembimbing tahfizh ISQ.

“Tidak, harus berlanjut, tebar segala kebaikan, jadilah penghafal Alquran, agar kita dapat memberikan ‘mahkota’ terindah untuk kedua orang tua kita.” tegas Sidik.

 

Dalam sebuah hadis diriwayatkan:

“Siapa yang menghafal al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.” (HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Abani).

Baca juga: Amal Mulia Resmi Membuka Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran di Asahan

 

Sidik ingat betul bagimana Bapaknya susah payah membesarkan dan berusaha memenuhi segala keinginannya. Meski terkadang, keinginannya itu tak tahu tempat dan tak tahu waktu. Tak tahu ada atau tidak ada uang, Bapak akan berupaya membuat anaknya bahagia. Rasa rindu yang menggebu dan keinginan bakti tak terhenti menjadi motivasi Sidik mengigihkan ikhtiarnya menghafal ayat demi ayat dalam Alquran.

Inspirasi menghafal Quran

Kegiatan Ngaji on The Road yang diprakarsai santri Istana Sufara Al-Qur’an.

 

Sidik bergabung sebagai santri ikhwan ISQ sejak awal 2019. Sebelumnya, ia merupakan relawan Amal Mulia cabang Asahan Sumatera Utara dan telah berperan serta dalam sejumlah acara kemanusiaan.

Sejak bapaknya meninggal, pemuda 20 tahun ini tinggal bersama kakeknya. Kebutuhan hidup berusaha ia penuhi sendiri dengan bekerja serabutan di sana sini.

Dwi Ardiansyah Sidik, santri Istana Sufara Al-Qur’an (ISQ) yang dibina Amal Mulia.

Bukan hanya Sidik, ISQ memiliki sejumlah santri tahfidz yatim. Kebanyakan dari mereka menggigihkan ikhtiar menghafal Alquran dengan motivasi yang serupa.

Selama ini, biaya pendidikan dan operasional santri memang sepenuhnya ditanggung Amal Mulia yang bersumber dari kebaikan para donatur. Selain itu, sebagian besar santri berasal dari kaum yang jauh dari kata berada. Oleh sebab itu, tak ada biaya apa pun yang dibebankan kepada santri. (history/amalmulia)

 

Amal Mulia membuka ladang kebaikan untuk donatur agar turut mejadi bagian dalam lahirnya para hafiz Alquran. Salurkan donasi terbaik melalui:

 

CIMB Niaga Syariah

7613 6021 700

a.n. Amal Mulia Quran

Categories :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *