facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

Berburu Sesuap Nasi dari Sisa-sisa Likuefaksi

Gempa Palu

Dua orang warga Petobo saat memotong besi sisa-sisa bangunan yang terdampak likuefaksi di lokasi likuefaksi Petobo, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Minggu (7/4). Sumber: Kumparan

Harapanamalmulia.org – Di bawah terik matahari, beberapa warga Petobo terlihat mondar-mandi menyusuri lokasi likuefaksi, berharap menemukan barang-barang rongsokan yang akan ditukar dengan sesuap nasi. Sebagian warga yang lain menggergaji besi-besi yang berhasil mereka temukan dari balik tumpukkan lumpur kering.

Besi-besi tersebut tak begitu saja mereka dapatkan. Sebelumnya, warga harus menggali sedalam lima bahkan sampai sepuluh meter. Para pengepul barang rongsokan menetapkan harga besi bekas sebesar Rp 3 ribu per kilogram.

 

Baca juga: Sebulan Menuju Ramadan, 6.000 Anak Palu Masih Hidup Pilu di Pengungsian

 

Disadari atau tidak, aktivitas penggalian tanah di lokasi likuefaksi ibarat mempertaruhkan nyawa sendiri. Struktur tanah di sana sangat labil karena bukan tanah padat melainkan lumpur kering yang bisa ambruk kapan saja.

 

Likuifasi Palu

Dua orang warga Petobo saat memotong besi sisa-sisa bangunan yang terdampak likuefaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Minggu (7/4). Sumber: Kumparan

Namun tak ada pilihan lain. Saleh (60), salah satu warga dalam Kumparan mengatakan pada Ahad 7 April 2019 lalu, sejak ia tak lagi mendapatkan bantuan, barang-barang rongsokan itulah yang menjadi sumber penghidupan bagi Saleh dan anak-anaknya.

“Lumayan, selama aktivitas kami di lokasi ini, Alhamdulillah bisa membantu menghidupi keluarga di Pengungsian,” ujarnya.

 

Baca juga: 7 Hal yang Selalu Dirindukan Saat Ramadan

 

Enam  bulan pasca gempa dan  likuefaksi ‘menenggelamkan’ Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah kehidupan warga belum pulih seutuhnya. Sejumlah warga masih tinggal di tenda-tenda pengungsian, mata pencaharian baru juga sulit mereka dapatkan.

Anak-anak sebagai golongan rentan ikut terkena imbasnya. Sampai saat ini, ada sekitar 6 ribu anak yang bertahan hidup di pengungsian. Kondisi pengungsian yang tak layak mengakibatkan anak-anak mudah terkena penyakit.

 

Berbagi Kebahagiaan Hari Raya dengan  Korban Bencana

Bingkisan Hari Raya Terbaik Korban Bencana Alam merupakan salah satu program yang digagas Amal Mulia untuk membersamai korban bencana alam, terutama yatim dan dhuafa pada Ramadan dan  hari raya Idul Fitri yang sebentar lagi akan datang.

Bencana Alam

Salah satu titik lokasi di kawasan likuefaksi Petobo, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang digali oleh warga untuk mencari barang rongsokan sisa likuefaksi (7/4). Sumber: Kumparan

Dalam program tersebut, Amal Mulia akan memberikan 1000 paket bingkisan hari raya untuk anak yatim dhuafa korban bencana alam berupa pakaian muslim, kerudung, dan peci. Adanya koordinator daerah akan memudahkan penyaluran bantuan agar sampai pada pihak yang semestinya.

 

Kami membuka selebar-lebarnya kesempatan bagi para donatur untuk ikut berpartisipasi mendukung kelancaran program tersebut. Hanya dengan berdonasi sebesar Rp.250.000/paket, bingkisan hari raya sudah bisa diterima oleh para penerima manfaat. (history/amalmulia)

Sumber: Kumparan

 

Salurkan donasi terbaik melalui

Bank Syariah Mandiri

2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Categories :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *