Guru Ngaji di Jambi Bertahan Tinggal di Gubuk Tua dan Rawan Roboh

Berjalan kaki dari rumah ke madrasah bukan perkara yang mudah bagi Pak Thalib. Guru ngaji iqra tersebut berharap bisa mengajar di rumah, tapi bangunannya sudah tua dan rawan roboh.

harapanamalmulia.org – Guru dan santri Madrasah Diniyah Al-Banat di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi sudah tidak asing dengan sosok Pak Abdul Muthalib. Pengajar iqra yang akrab disapa Pak Thalib itu terkenal dengan semangat mengajarnya yang menggebu.

Di usia yang sudah menginjak tujuh puluh tahun, Pak Thalib menjadi teladan bagi guru-guru lain dalam hal kedisiplinan. Beliau tidak pernah absen mengajar kecuali karena sakit. Itulah mengapa sampai saat ini beliau dipercaya sebagai pemegang kunci kelas madrasah.

Rumah Pak Thalib yang terbuat dari kayu sudah mulai lapuk. Bagian atapnya juga banyak yang berlubang. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Rumah Pak Thalib yang terbuat dari kayu sudah mulai lapuk. Bagian atapnya juga banyak yang berlubang. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Meski begitu, perjalanan satu setengah kilo meter yang ditempuh dengan berjalanan kaki pun bukan bukan perkara yang mudah bagi Pak Thalib. Pusing, sakit pinggang, dan sesak napas menjadi langganan sehari-hari. Dengan kondisi yang tidak prima tersebut Pak Thalib tetap harus mengajar setidaknya dua jam per hari.

 

Baca juga: Di Tengah Ancaman Pandemi Amal Mulia Salurkan Bantuan Untuk Guru Ngaji

 

Di sisi lain, ia juga membutuhkan penghasilan dari mengajar untuk kebutuhan sehari-hari. Jumlahnya memang tidak seberapa, hanya dua ratus ribu saja. Tapi jumlah tersebut dirasa besar mengingat harga kebutuhan pokok semakin tinggi.

Terasa sejak tidak mengajar karena pandemi, Pak Thalib kesulitan mempertahankan dapur agar tetap mengepul.  Dengan kondisi tersebut, beliau semakin sulit menabung untuk renovasi rumah.

 

Melanjutkan Mengajar Ngaji di Rumah

Semangat mengajar Pak Thalib masih sangat besar. Tapi karena keterbatasan fisik, Pak Thalib ingin menjadikan rumahnya yang berada di Desa Penyengat, Kecamatan Jambi Luar Kota sebagai ‘markas’ ngaji anak-anak. Sayangnya, keinginan tersebut masih belum bisa terwujud karena kondisi rumah semi permanen beliau sudah tua dan rawah roboh.

Istri Pak Thalib mengajar ngaji anak-anak di rumah semi permanennya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Istri Pak Thalib mengajar ngaji anak-anak di rumah semi permanennya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Istri Pak Thalib juga memiliki harapan serupa, ingin memperbaiki rumah. Beliau yang sudah mulai mengajar ngaji anak-anak tetangga di rumah sering khawatir melihat kayu dinding dan lantai yang sudah lapuk. Kalau anak-anak terlalu aktif, bisa saja rumahnya semakin reyot bahkan roboh.

 

Bantuan Renovasi Rumah untuk Guru Ngaji

Rumah yang layak membantu Pak Thalib dan istri beraktifitas di usia senja. Keduanya juga mempunyai niat mulia, ingin mengajar ngaji anak-anak dan ibu-ibu di desa mereka.

Selain jadi guru ngaji, Pak Thalib dan istri juga menjadi buruh tani. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Selain jadi guru ngaji, Pak Thalib dan istri juga menjadi buruh tani. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Pak Thalib dan istri perlu dibantu. Mari bantu wujudkan harapan mereka untuk bisa merenovasi rumah dengan memberikan dukungan terbaik.

 

Salurkan dukungan melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri : 717 3138 18 5

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Untuk konfirmasi donasi dan informasi program, silakan hubungi Call Center ya, Sahabat

Call Center: 081 1234 1400