Kekayaan Utsman Bin Affan Ibarat Amal Jariyah Yang Mengalir Seperti Air
Sumur Utsman

Harapanamalmulia.org-Islam harus bangga karena memiliki seorang Utsman bin Affan, seorang sahabat Nabi yang memiliki karakter yang luar biasa. Utsaman bukan hanya seorang yang amat dermawan, dia juga adalah seorang khalifah yang luar biasa, sifat pemalunya membuat Utsman selalu berhati-hati dan menjaga diri dari segala dosa. Yang paling terkenal dari karakter seorang Utsaman bin Affan, dia adalah pribadi yang gemar bersodaqoh, beliau terkenal dengan sifat dermawannya.

Sebagai umat Islam, Rasulullah menyarankan kita untuk memiliki amal Jariyah, yang tidak pernah terputus amalnya, meskipun kita sudah tidak ada. Sesuai dengan sabda Nabi

“Jika anak adam meninggal, maka amalannya terputus  kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang berdo’a kepadanya. ( H. R. Muslim )

Salah satu amal jariyah yang bisa kita contoh adalah amal jariyah yang dilakukan oleh Sahabat Nabi, Utsman Bin Affan. Meskipun Utsman bin Affan udah meninggal ribuan tahun yang lalu namun kekayaan Utsaman Bin Affan masih tercatat di Pemerintahan Arab Saudi sampai sekarang? Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Dahulu, ketika umat Islam hijrah ke Madinah kebutuhan air bersih menjadi sangat meningkat, sangat sulit bagi umat Islam untuk mendapatkan air bersih. Bi’ru Rumaat adalah seorang Yahudi, yang ketika itu memiliki sumber air bersih paling besar, namun dia adalah seorang yang sangat pelit. Dia hanya mau berbagi air dengan sistem jual-beli. Semakin lama harga air yang dijualnya semakin meningkat dan tentu saja menyulitkan penduduk Madinah, tapi tetap saja Penduduk Madinah membeli air darinya, karena hanya sumur milik Bi’ru Rumaat yang airnya tidak pernah kering.

Melihat kenyataan ini Rasulullah berkata “kalau ada yang bisa membeli sumur ini balasannya adalah surga” lalu Utsman pun mendekati pemilik sumur tersebut dan menawarkan untuk membeli sumurnya, tentu saja permintaan Utsman ditolak, bagaimana pun ini adalah bisnis miliknya. Dia bisa mendapatkan banyak uang dari bisnisnya.

Tetapi, Utsman tidak menyerah. Dia mulai melakukan negosiasi dengan Bi’ru Rumaat. Utsman bilang “ aku akan memberi setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air. Hari ini kamu, besok saya. “ melalui negosiasi yang cukup ketat akhirnya Bi’ru Rumaat setuju dengan usulan Utsman, dan menjualnya sebesar 1 juta Dirham dan memberikan hak untuk menjual 50% kepada Utsman bin Affan.

Namun, apa yang terjadi setelahnya membuat orang yahudi itu merasa kesal, rupanya Utsman bukan menjulanya, melainkan malah menggratiskannya bagi penduduk Madinah, sehingga penduduk pun mengambil air sepuas-puasnya sehingga hari esoknya mereka tidak perlu membeli air lagi kepada Bu’ru Rumaat. Merasa kalah, akhirnya sanga Yahudi tersebut mengalah dan meminta Utsman membeli setengahnya lagi sumur miliknya.

Memiliki Rekening Tertua Di Dunia Setelah Membeli Sumur

Setelah itu, Sumur yang dahulu bernama Sumur Ruma kini berganti nama Bernama Sumur Utsman atau lebih dikenal dengan The Well of Utsman. Dan tanah luas sekita sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang disirami air dari sumur Utsman, kebun kurma tersebut kini dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi.

Kurma di Ekspor ke berbagai negara di Dunia dan hasilnya diberikan untuk Yatim Piatu dan pendidikan. Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek lainnya. dan sebagian lagi dimasukan kembali ke rekening yang paling tua di dunia atas nama Utsman Bin Affan, dan hasil dari pengelolaan kebun kurma tersebut hingga saat ini adalah 50 juta Riyal pertahun atau setara dengan 200 Milyar pertahun.

Masya Allah, perjuangan Utsman rupanya tidak sia-sia, dan akhirnya dari Jariyah sumurnya semua orang mendapatkan manfaat, dan manfaat itu bukan hanya dirasakan oleh orang-orang terdahulu, yang satu jaman dengan Utsman tapi juga dapat dirasakan oleh orang-orang di jaman ini, yang jaraknya ribuan tahun dengan jaman Ustman Bin Affan. ( Ranny Fitriani/Amal Mulia)