Kisah Inspiratif: Ummu Mahjan Sang Marbot Yang Dicintai Rasulullah
Marbot Masjid

Harapanamalmulia.org-Banyak orang yang memandang sebelah mata terhadap pekerjaan seorang Marbot. Seseorang yang bekerja sebagai penanggung jawab kebersihan masjid ternyata memiliki keistimewaan di sisi Allah dan Rasul-Nya. Ketika Zaman Rasulullah, ada seorang wanita tua yang gemar membersihkan masjid Rasulullah atau yang sering disebut dengan Masjid Nabawi.

Wanita tua itu tidak pernah diceritakan dalam sejarah, bahkan dia bukan seseorang yang berjihad di medan perang atau seseorang yang kaya dan memberikan harta untuk Islam. Dia hanya seorang wanita tua renta, tidak memiliki anak dan keturunan, namun Rasul sangat menyayanginya. Dia bernama Ummu Mahjan.

Setiap hari yang dilakukan Ummu Mahjan adalah memastikan bahwa Masjid Nabawi ada dalam keadaan bersih. Setiap hari dia memungut daun-daun yang berjatuhan di halaman masjid dan menyapunya. Rupanya perbuatannya itu membuat Rasulullah memberikan perhatian kepada Ummu Mahjan.

Dia hanyalah seorang wanita tua yang berkulit legam, bahkan namanya tidak dikenal di kalangan sahabat, dia juga bukan seorang penghafal ribuan hadist, tapi perbuatannya justru membuatnya begitu Istimewa, dan perbuatan kecil itu bernilai besar di mata Rasulullah. Bahkan ketika Ummu Mahjan meninggal secara khusus Rasul mendoakan Ummu Mahjan.

Marbot Masjid

Ilustrasi diambil dari Republika.co.id

Ketika Ummu Mahjan meninggal, Rasulullah pernah menegur para sahabat karena tidak memberitahu perihal meninggalnya Ummu Mahjan. Begitu Istimewanya Ummu Mahjan, sehingga membuat Rasul menegur para sahabatnya.

Teguran Nabi tersebut dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Bahwasannya ada seorang wanita berkulit hitam yang biasa membersihkan masjid, suatu ketika Rasul tidak melihat wanita tersebut dan dia bertanya kepada para sahabat, yang kemudian para sahabat menjawab, “Ia telah wafat Ya Rasulullah”
Rasulullah kemudian bersabda “Tunjukkan kepadaku dimana kuburannya” lalu para sahabat bergegas menunjukkan kuburannya kepada Rasulullah, setelah sampai di makam lalu Rasul mendoakan Ummu Mahjan.

Begitulah Ummu Mahjan, meski sudah memasuki usia yang tidak lagi muda, beliau tetap menyadari bahwa dirinya masih memiliki kewajiban terhadap akidahnya dan masyarakat Islam, karena sadar dengan keadaan dan kondisinya yang tidak bisa ikut dalam berperang atau menghafal hadist, beliau pun melakukan apa yang bisa beliau lakukan, meski hanya membersihkan masjid. (Ranny Fitriani/Amal mulia)