Ketika Cahaya Islam Sinari Celah Kalbu Suku Anak Dalam
Mualaf di Indonesia

Warga Suku Anak Dalam adalah suku minoritas di Pulau Sumatera. Sebelum disentuh syiar Islam, sebagian besar warga menganut ajaran animisme (kepercayaan terhadap roh nenek moyang).

 

Harapan Amal Mulia, Jambi – Pesatnya dakwah di Indonesia membuahkan hasil yang mengesankan. Syiar Islam yang menembus hingga ke wilayah-wilayah pelosok, membuat jumlah mualaf di Indonesia meningkat setiap tahunnya.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Maro Sebu Ulu, Kecamatan Batanghari, Jambi. Pada pertengahan April 2019 lalu, sebanyak dua puluh dua warga Suku Anak Dalam di kecamatan tersebut bersyahadat secara masal dan disaksikan langsung oleh pemerintah setempat.

mualaf dalam alquran

Anak-anak mualaf Suku Anak Dalam, Jambi. (Foto: BBC)

Pada Oktober 2018, Ustaz Abdul Somad memimpin langsung proses syahadat dua belas warga Suku Anak Dalam yang juga disaksikan langsung oleh tim Harapan Amal Mulia. Pada tahun 2017 bahkan sekitar 181 warga yang memutuskan menjadi mualaf dengan proses yang sama.

 

Baca juga: Syukur, Kunci Bahagia Mualaf Cianjur

 

Dikutip dari Wikipedia, Suku Anak Dalam atau yang dikenal juga dengan Suku Kubu atau Suku Rimba  merupakan salah satu suku minoritas yang tinggal di Pulau Sumatra, khususnya di Provinsi Jambi. Sebagian besar suku tersebut menganut kepercayaan animisme (percaya pada roh nenek moyang), tetapi beberapa tahun terakhir banyak warga yang memutuskan memeluk Islam.

Mualaf di Indonesia

Hutan yang dihuni Suku Anak Dalam tergerus oleh perkebunan kelapa sawit. (Foto: BBC)

Kehidupan mualaf Suku Anak Dalam sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan di Jambi dan Sumatra Selatan, serta diskriminasi yang dilakukan oleh suku dominan di sana.

Meski dimarginalkan sebagian orang, mereka (mualaf) memiliki kedudukan istimewa dalam Islam seperti yang disebutkan Alquran dan Hadis.

 

Mualaf dalam Al quran dan Hadis

Berbagai keterangan telah menyebutkan keutamaan-keutamaan mengesankan bagi mereka yang memutuskan menjadi seorang mualaf. Allah Swt. berfirman:

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (ketetapan Allah) terhadap orang-orang dahulu.“ (Q.S. Al-Anfaal: 38).

mualaf di Indonesia

Di tengah masyarakat yang berbeda keyakinan, mualaf Suku Anak Dalam giat belajar membaca Alquran di surau-surau lapuk. (Foto: BBC)

Selain suci dari dosa, sebuah Hadis yang diriwayatkan Nasai juga menjelaskan bahwa setiap kebaikan yang diamalkan seorang mualaf akan diganjar dengan sepuluh sampai tujuh ratus kebaikan. Maasya Allah.

“Jika seorang hamba masuk Islam, lalu Islamnya baik, Allah menulis semua kebaikan yang pernah dia lakukan, dan dihapus darinya semua keburukan yang pernah dia lakukan. Kemudian setelah itu ada qishash (balasan yang adil), yaitu satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat. Adapun satu keburukan dibalas dengan sama, kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengampuninya.” (HR. Nasai)

 

Baca juga: Qurban Mulia Jangkau Mualaf di Pedalaman Indonesia

 

Tak salah rupanya jika balasan tersebut didapatkan para mualaf. Seseorang yang masuk Islam karena pilihan, tentunya telah mengalami pergulatan batin yang luar biasa. Kehilangan pekerjaan, dikucilkan kawan, dan keluarga pun menjadi resiko yang mungkin harus dihadapi.

Kondisi tersebut kemudian menggerakkan Harapan Amal Mulia untuk menunjukkan aksi nyata, menemani perjuangan mereka setelah memutuskan menjadi seorang Muslim.

 

Ikhtiar Muliakan Mualaf di Pedalaman

mualaf dalam alquran

Setelah orang tuanya menjadi mualaf, anak-anak Suku Anak Dalam juga turut mempelajari agama Islam. (AFP/Goh Chai Hin)

Dakwah Islam memang telah mampu menyentuh masyarakat pedalaman. Namun, keterbatasan ilmu dan ekonomi mengakibatkan keyakinan masyarakat tersebut mudah goyah. Sedangkan, pembinaan ruhani dari lembaga-lembaga eksternal belum mampu dilakukan secara maksimal karena berbagai keterbatasan, salah satunya akses lokasi yang sulit dijangkau.

Harapan Amal Mulia turut berikhtiar menjadikan rahmat Islam semakin dekat dengan mualaf di Indonesia, khususnya yang berada di pedalaman melalui program-programnya. Salah satu program terdekat yang saat ini tengah diikhtiarkan adalah menyalurkan daging kurban untuk mualaf di pedalaman Indonesia melalui program Qurban Mulia.

Mualaf di Indonesia

Anak-anak mualaf Suku Anak Dalam belajar agama Islam. (AFP/Goh Chai Hin)

Insya Allah, program Qurban Mulia tahun ini akan menjangkau mualaf di pedalaman di antaranya mualaf di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, serta Kabupaten Batanghari, Jambi. (history/harapanamalmulia)

 

Mari jadikan rahmat Islam semakin dekat dengan mualaf di pedalaman. Biarkan mereka merasakan nikmatnya daging kurban hadiah dari saudaranya yang taat.

Kontribusi hewan kurban untuk mualaf di pedalaman Indonesia:

Sapi: Rp 20.250.000

Kambing: Rp2.400.000

Sedekah Kurban: Tidak terbatas

 

Kontribusi terbaik dapat disalurkan melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri

(451) 2017 00 4018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Call/SMS/WA: 081 1234 1400

WA: http://bit.ly/amalmulia