Menu Makan Sederhana di Pesantren Yatim-Dhuafa

“Nikmatnya hidup menjadi santri. Sudah dilatih jadi mandiri, di didik pula untuk banyak bersyukur atas segala hal yang dimiliki, termasuk makanan sederhana yang disantap setiap hari”

harapanamalmulia.orgPernah membayangkan apa saja menu makan harian anak-anak pesantren? Kalau di pesantren besar, makanan-makanannya mungkin lebih banyak varian, enak dan terjamin nilai gizinya. Lalu bagaimana dengan pesantren-pesantren yatim dhuafa? Tentu lain lagi ceritanya, sebab menu makanan yang sederhana adalah santapan kesehariannya.

Pesantren Nurul Masakin adalah salah satunya. Santri-santri  di pesantren yatim dan dhuafa ini terbiasa makan alakadarnya, soal gizi adalah nomor dua bagi mereka, sebab menyantap makanan hari ini adalah bentuk kesyukuran kepada Allah SWT.

Simak sajian kisah perjuangan Pesantren Nurul Masakin yang mengetuk hati oleh Harapan Amal Mulia berikut ini.

 

Belajar Dari Pengalaman Pahit, Pesantren Nurul Masakin Lahir.

(Keterangan: Potret Ibu Ibad /foto:Harapan Amal Mulia)

Menjadi yatim sejak berusia 7 tahun telah memberikan banyak pelajaran hidup yang besar bagi Ibu Ibad Badriah, sang pelopor pesantren Nurul Masakin. Beliau dapat memahami betul pahit manis yang dirasakan saat menjadi seorang anak yatim dan dhuafa. Berbekal pengalaman tersebut, serta atas kegigihannya menjalani kehidupan selama ini, Ibu Ibad beserta Pak Aripin Jaenal Mustopa terketuk hatinya untuk membuat yayasan yang dapat menaungi anak yatim dan dhuafa yang berada di lingkungan sekitar rumahnya.

Lambat laun, Pesantren Nurul Masakin itu kini telah menjelma menjadi semakin besar dan telah memiliki 70 orang anak yatim dhuafa yang menjadi binaan. Jumlah ini tentu sangat memungkinkan untuk terus bertambah seiring dengan bertambahnya juga kepercayaan masyarakat  terhadap Nurul Masakin.

 

Dapatkan Informasi Lainnya: Bu Ibad, Guru Agama Yang Dicintai Anak Yatim Dhuafa

 

Melawan Keterbatasan, Santri Memilih Untuk Berdikari

(Keterangan: Ai Siti dan Umay, santri Nurul Masakin yang bertugas mengelola kebutuhan makan santri sehari-hari/foto:Harapan Amal Mulia)

Bertambahnya santri tentu menambah biaya operasional pesantren sehari-hari. Dengan dana yang tebatas Rp 40.000 setiap harinya, para santri harus pintar mengatur uang yang keluar untuk operasional makan pagi dan sore 18 orang santri. Hingga sajian makanan dengan menu sederhana pun sudah tidak asing lagi. Beruntungnya ketika berbelanja ke pasar, ada saja pedagang yang bersimpati dengan memberikan bahan makanan olahan seperti tahu sebagai tambahan.

Tahu hasil sedekah yatim dhuafa itu menjadi bahan makanan andalan. “Saking seringnya menjadi menu, ada yang komplen menunya tahu lagi, tahu lagi” ujar Sumi, santri yang menjadi juru masak setiap hari. Meski begitu, mereka tetap bersyukur karena tidak mau membebani pembina pesantren.

Keterbatasan tersebut tidak lantas menjadikan para santri dan pengurus mengangkat bendera putih tanda perjuangan ingin disudahi. Justru ini adalah momentum yang dimanfaatkan para santri untuk belajar berdikari dengan melakukan segala upaya yang mereka bisa untuk menyambung hidup esok hari. Maka tak jarang akan sahabat jumpai santri yang nyambi pekerjaan setengah hari.

(Keterangan: Santri Nurul Masakin tengah menyantap sajian makanan/foto:Harapan Amal Mulia)

Ibu Ibad beserta pengurus lainnya memiliki harapan besar bahwa suatu hari nanti pesantren ini menjadi semakin besar agar mampu meluaskan manfaat seluas-luasnya. Segala ikhtiar dilakukan agar para santri yatim dhuafa tetap ternaungi baik secara jasmani, ruhani dan juga kebutuhan gizi.

 

Bersama Harapan Amal Mulia, Bantu Penuhi Gizi Santri

Kisah Pesantren Nurul Masakin adalah salah satu dari banyaknya potret perjuangan pengurus pesantren dan para santri di Indonesia yang terus berjuang dalam keterbatasan, namun tidak menjadikannya sebuah halangan.

Bersama Harapan Amal Mulia, mari kita bantu perjuangan para santri lewat program Food For Yatim, sebagai bentuk ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan gizi para santri.

(itari/harapanamalmulia)

 

Sahabat Amal Mulia, dapat turut mendukung Program Food For Yatim dengan memberikan donasi terbaik melalui pilihan rekening donasi di bawah ini:

BCA 0083 6858 72
Mandiri 132 003 321 2342
BSM 717 313 414 7
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Sahabat Amal Mulia juga dapat berpartisipasi melalui: kitabisa.com/food4yatim

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor : 081 1234 1400 (SMS/Whatsapp)

Mulia dengan Amal Terbaik