facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

Bersedekah untuk Mualaf dalam Alquran dan Hadis

Islam menganjurkan kita untuk memperhatikan keadaan dan kesejahteraan mualaf. Anjuran tersebut tertulis dalam berbagai keterangan dalam Alquran dan Hadis.

Harapanamalmulia.orgJumlah mualaf di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Hal tersebut tak lepas dari peran para pemangku dakwah yang berhasil meluaskan syiar hingga ke pelosok-pelosok nusantara.

Dalam Islam, mualaf menjadi golongan yang dimuliakan. Kita sebagai saudara seiman mereka dianjurkan untuk memperhatikan keadaan dan kesejahteraan para mualaf.

Hal tersebut tertulis dalam Alquran dan Hadis, sebagai pedoman hidup umat Islam yang hakiki.

 

Mualaf dalam Alquran sebagai Golongan Penerima Zakat

Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu’allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. At-Taubah: 60).

Mualaf di Indonesia

Mualaf suku anak dalam di pedalaman Sumatera menjadi target penerima manfaat program kemanusiaan Amal Mulia. (Foto: Merdeka.com)

Sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, mualaf menjadi salah satu dari delapan golongan yang menerima zakat. Dalam hal ini, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, ulama besar Saudi menjelaskan tentang siapa mualaf yang menerima zakat.

Beliau berkata, “Termasuk golongan muallafatu qulubuhum adalah orang yang diharapkan ketika diberikan zakat imannya akan semakin kuat. Orang yang diberi di sini adalah yang lemah imannya seperti sering meremehkan salat, lalai akan zakat, lalai akan kewajiban haji dan puasa, atau semacamnya.” (Syarh Al-Mumthi’, 6: 227)

 

Baca juga: Mengapa Harus Muliakan Mualaf ?

 

Selain itu, Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid, seorang ulama dari Saudi pernah menyatakan pendapatnya mengenai mualaf. Beliau beranggapan bahwa kebutuhan menguatkan iman tentu lebih utama dari kebutuhan jasadiyah (fisik). Jika fakir saja diberi zakat, maka mualaf lebih memerlukannya.

 

Mualaf dalam Hadis sebagai Golongan yang Perlu Dikuatkan

Selain dalam Alquran, anjuran memberikan sedekah kepada mualaf juga telah dicontohkan Rasululullah Saw., seperti kisah yang tertulis dalam Hadis Riwayat Muslim.

Setelah usainya perang Hunain, Rasulullah memberikan seratus ekor unta, yang berasal dari harta rampasan perang kepada kaum Quraisy. Melihat kejadian tersebut, seseorang dari kaum Anshar merasa heran dan cemburu dengan apa yang dilakukan Rasulullah.

Mualaf dalam islam

Mualaf suku anak dalam hidup dengan berbagai keterbatasan. Mereka adalah golongan yang perlu kita kuatkan. (Foto: Merdeka.com)

Kemudian, Rasulullah Saw. bersabda, “Sebenarnya, aku hanya memberi  orang-orang yang belum lama masuk Islam, sekedar untuk menghibur hati mereka. Apakah kalian semua tidak rela kalau mereka pergi dengan harta benda dunia, sedangkan kalian semua pulang ke rumahmu” (HR. Muslim)

Sahabat, saudara-saudara kita yang baru memeluk Islam (mualaf) perlu untuk dikuatkan, baik secara ruhiyah (rohani) maupun jasadaiyah (fisik). Apalagi, banyak di antara mereka yang tinggal di wilayah pelosok dan hidup dengan berbagai keterbatasan. (history/amalmulia)

Sumber: Rumaysho.com, Islamqa.info

Categories :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *