facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

Rindu Anak-anak Palestina yang Tak Pernah Terbayar  

Derita anak palestina

 

Harapanamalmulia.org – Penindasan di Gaza semakin meningkat. Gaza menjadi kota yang menakutkan bagi anak-anak Gaza. Israel dengan sengaja membunuh para ayah dan melenyapkan para ibu sehingga anak-anak mereka hidup di ambang jurang.

Kisah Hamdi dan Al-Judeili  adalah sedikit  dari banyaknya cerita anak-anak Gaza yang ditinggal syahid orang tua mereka, sehingga kini hidup terlunta mengandalkan suaka.

 

Hamdi Saadeh Naasan dan 4 Anaknya

Keadaan anak-anak Palestina

Di malam Gaza yang saat itu sedang dingin-dinginnya, Israel menyerang Desa al-Mughayyir, Ramallah yang diduduki. Pemukulan dan penembakan mewarnai aksi penyerangan tersebut. Hamdi  Saadeh Naasanm (30) gugur dalam kejadian tersebut. Sejak saat itu, kehidupan lebih sulit untuk empat anak yang ditinggalkannya.

 

Baca juga: Seputar Yatim Palestina dan Orang Tua Asuhnya di Indonesia

Anak-anak Mohammed Al-Judeili

anak anak palestina

Putri al-Judeili, Rama (9) hanya bisa menangis histeris ketika mengetahui ayahnya telah wafat dalam Aksi Kepulangan Akbar. Bukan cerita baru, jas medis di Gaza bukanlah baju anti peluru. Al-Judeili yang merupakan petugas medis menjadi sasaran peluru Israel dan wafat seketika. Selain  Rama, ada tiga anak lain yang ditinggalkan al-Judeili dengan sedikit perbekalan harta.

 

Dunia Belum Lantang Berbicara

Dunia berada dalam kesunyian yang menakutkan. Meski diketahui banyak pasang mata, belum ada yang mampu menghentikan kekejian ulah Israel. Anak-anak sebagai kaum lemah yang akhirnya menjadi korban.

Sejak awal Aksi Kepulangan Akbar saja, Israel telah menewaskan lebih dari 270 orang Palestina yang tidak bersenjata dan melukai lebih dari 20 ribu lainnya. Tak sedikit warga Palestina yang kehilangan sebagian anggota tubuh mereka dan akhirnya kesulitan menghidupi keluarga. Belum lagi korban-korban blokade Gaza yang telah berlangsung belasan tahun.

Saat ini setidaknya terdapat 20 ribu anak Gaza yang menjadi yatim setelah orang tua mereka gugur dalam serangan dan blokade.

Menanggapi kondisi tersebut, Amal Mulia berikhtiar meringankan beban keluarga para syuhada, meringankan rindu anak-anak Gaza pada orang tuanya dengan program orang tua asuh bagi yatim Palestina. Dengan proram tersebut, Amal Mulia berupaya menghimpun kebaikan para donatur orang tua asuh di Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan anak-anak asuhnya di Palestina. (history/amalmulia)

Sumber: Days of Palestine

Informasi lebih lanjut mengenai program orang tua asuh:

Call/SMS/WA: 081 1234 1400

WA: http://bit.ly/amalmulia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *