Rumah Sakit di Gaza Dilanda Krisis Bahan Bakar Terparah

Palestina–Kementrian Kesehatan Palestina pada Selasa  (04/08) malam mengumumkan bahwa krisis bahan bakar di rumah sakit Gaza telah memasuki tahap yang paling sulit. Hal tersebut tentu sangat memengaruhi keberlangsungan pelayanan bagi pasien di rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan di Jalur Gaza.

Ashraf Qudrah, Juru bicara kementrian kesehatan Palestina, dalam Palinfo mengatakan “Kondisi itu terjadi di tengah-tengah tidak adanya jaminan dari pihak yang berwenang untuk mengatasi krisis yang kini mengancam RS Asy-Syifa dan RS Nasser selama 3 pekan, serta rumah sakit Abu Yusuf Najjar selama dua pekan, dan rumah sakit Beit Hanun selama 10 hari mendatang”.

Lihat juga: PBB kehabisan dana untuk memfasilitasi layanan penting di Gaza

Operasional sebuah rumah sakit tentu sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakarnya. Hampir semua fasilitas kesehatan hanya bisa berjalan jika ada bahan bakar yang kemudian diolah menjadi sumber listrik.

Dalam CNN, Ashraf Qudrah pada Februari 2018 lalu mengatakan rumah sakit di Jalur Gaza memerlukan 450.000 liter bahan bakar per bulan untuk mengoperasikan generator pembangkit listrik mereka.

Tak berhenti sampai di situ, bantuan medis juga sangat minim di Gaza. Wakil sekretaris jenderal PBB untuk urusan politik menuturkan bahwa Gaza sangat kekurangan pasokan obat-obatan yang sebenarnya sangat mendasar.

Gaza kini tengah menghadapi krisis terparah sepanjang sejarah peperangannya. Krisis pangan, air, listrik, hingga kebutuhan medis menjadi kesulitan yang terus menerus mencekik masyarakat Gaza.

Hingga saat ini, Amal Mulia dengan program-programnya, secara intens berupaya menggalang dana untuk meringankan berbagai kesulitan saudara kita di Palestina.

Berbagai krisis Gaza yang berkepanjangan ini menjadi salah satu fokus penanganan kami dalam memuliakan para penjaga Al-Aqsha. Semoga Allah selalu membersamai Al-Aqsha dan Palestina, serta membersamai kita yang juga ikut berjuang dengan upaya terbaik yang bisa kita lakukan. (history/amalmulia)

Sumber: Palinfo, Felesteen