facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

Sniper Zionis Hentikan Mimpi Jasser Menjadi Seorang Pelari

aksi kepulangan akbar

Mohammed Jasser Barbakh, remaja Palestina yang belum genap berusia 14 tahun ditembak oleh sniper Israel pada Jumat, 26 Oktober  dalam Aksi Kepulangan Akbar. (Sumber: Middle East Monitor)

 

AMAL MULIA, Palestina – Mimpi Jasser menjadi seorang pelari kini hanya angan-angan belaka. Mohammed Jasser Barbakh, remaja Palestina yang belum genap berusia 14 tahun ini  menjadi sasaran sniper Israel pada Jumat, 26 Oktober  ketika turut menjadi salah satu peserta Aksi Kepulangan Akbar.

Kaki kanannya terluka parah sehingga terpaksa harus diamputasi “Saya mengambil bagian dalam Aksi Kepulangan Akbar untuk menuntut hak kami hidup bermartabat di negeri sendiri. Pada hari Jumat (26/10), saya ditembak oleh pasukan pendudukan Zionis. Saya membawa bendera dan berjalan di antara para demonstran. Saya tidak melakukan apa pun yang membahayakan pihak Israel. ” tutur Jasser.

Hari itu, bukan hanya Jasser yang menjadi korban. Enam warga Palestina gugur dan puluhan lainnya terluka oleh gempuran senjata lengkap para tentara Zionis.

aksi Kepulangan akbar

Aksi Kepulangan Akbar di Gaza pada Jumat, 26 Oktober 2018. (Foto: Mohammad Zaanoun/instagram)

Kini, hari-harinya Jasser habiskan di atas kursi roda sambil sesekali berbaring di atas tempat tidur tipisnya.

Jasser tak pernah menyangka nasibnya akan sebegitu menyedihkan.  “Saya tidak tahu kesalahan apa yang telah saya lakukan hingga bisa seperti ini. Sekarang  apa yang akan saya lakukan dengan kaki yang telah diamputasi? Kejahatan apa yang saya lakukan yang membuat tentara penjajah menembak saya?” ungkapnya.

Setelah kakinya diamputasi, Jasser belum mampu kembali bersekolah dan bermain seperti halnya anak-anak seusianya. Ia bahkan tak bisa lagi membantu bapaknya berjualan di pasar  untuk membantu perekonomian keluarga.

Baca juga: Memasuki Pekan Ke-tiga Musim Dingin, Masyarakat Gaza Semakin Sengsara

 

Berharap Mempunyai Kaki Palsu

Kaki palsu menjadi satu-satunya harapan Jasser untuk setidaknya dapat berdiri dan berjalan lebih baik. Namun, orang tuanya tidak mampu membelikan kaki palsu yang ia butuhkan karena harganya yang sangat mahal. Jangankan untuk membeli kaki palsu, penghasilan Ayah Jasser bahkan tak mampu memenuhi kebutuhan pokonya keluarganya.

Menurut Majidah (40), ibu Jasser  anaknya  itu tak bisa tidur berhari-hari. “Sejak peristiwa itu, ia selalu merintih kesakitan dan tak bisa tidur. Kami tidak tahu harus berbuat apa. Saya lebih  menderita seribu kali lipat setiap kali melihatnya kesakitan dan kami tak bisa apa-apa.

Sniper Zionis

Enam orang gugur dan belasan lainnya terluka dalam  Aksi Kepulangan Akbar Jumat, 26 Oktober  (Foto: Mohammad Zaanoun/instagram)

Jasser adalah satu dari sekian banyak kisah pilu yang datang dari tanah Palestina. Perjuangan mereka merebut kembali tanah miliknya harus dibayar sedemikian mahal.  Tak sedikit mereka yang kehilangan anggota tubuh, keluarga,  harta, bahkan nyawa.

Lantas, akankah kita hanya berdiam diri? Padahal mereka seang memepertaruhkan nyawanya demi mempertahankan tanah yang juga  seharusnya kita jaga. (history/amalmulia)

 

Sumber: Middle East Monitor

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *