facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

Tantangan Mualaf Ciranjang Setelah Memeluk Islam

Qurban Mulia

 

Harapanamalmulia.org – Saat mendengar kata mualaf, yang pertama kali terbersit dalam benak sebagian orang mungkin adalah mereka yang berkulit putih, bermata sipit, dan diantar dengan kendaraan model terbaru.

Nyatanya, tak semua mualaf hidup berkecukupan. Di Indonesia, terdapat banyak kampung mualaf yang warganya hidup sulit, seperti yang dialami warga Ciranjang, Kab. Cianjur, khususnya di Desa Sindangjaya, Kertajaya, Sindangsari, dan Gunugsari.

Banyak rintangan pelik yang harus mereka alami sejak memutuskan menjadi seorang Muslim, di antaranya:

 

1. Bergantung Hidup pada Keluarga yang Berbeda Keyakinan

Kondisi ekonomi yang masih lemah mengakibatkan banyak mualaf Cianjur terpaksa bergantung hidup pada orang tua atau pun keluarga yang berbeda keyakinan. Tinggal di atap yang sama bahkan memakan makanan yang sama.

Baca juga: Ratusan Santri Mualaf dari Timor Timur Hanya Makan Singkong

 

2. Minim Pembinaan

Kecamatan Ciranjang tidak berada di pusat kota yang ramai. Hal tersebut menyebabkan mualaf Ciranjang jarang mendapatkan pembinaan keislaman. Para pejuang dakwah juga harus berusaha lebih keras untuk dapat mencapai daerah tersebut.

Kurban mulia


3. Melawan Kebiasaan Turun Temurun

Rintangan lain yang harus dihadapi mualaf Cianjur adalah memilah dan memilih kebiasaan turun temurun yang didapat dari keluarga yang berbeda keyakinan. Setelah memutuskan menjadi seorang Muslim, mereka mencoba mengubah budaya-budaya turun temurun yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Mualaf cianjur

Qurban Mulia Jangkau Mualaf di Pedalaman Indonesia

 

4. Berjuang untuk Pekerjaan

Mayoritas mata pencaharian warga Ciranjang adalah sebagai petani dan buruh serabutan. Uniknya, para tuan tanah didominasi oleh mereka yang beragama non-Islam. Tidak mudah bekerja dengan mereka yang memiliki keyakinan berbeda. Mualaf Ciranjang harus menguatkan iman agar tidak terpengaruh dengan kebiasaan dan budaya yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Setidaknya, itu yang dapat mereka lakukan agar tetap bisa menghidupi diri dan keluarga.

 

Sahabat, saudara kita, mualaf di pedalaman harus sampai tertatih untuk mempertahankan kemurnian imannya. Menanggapi hal tersebut, Amal Mulia berikhtiar memuliakan mualaf Cianjur dan sejumlah wilayah lain di pedalaman Indonesia dalam momentum Idul Qurban yang akan datang melalui program Qurban Mulia.

 

Mari jadikan berkah Islam semakin dekat untuk saudara-saudara mualaf. Kirimkan kurban terbaik untuk memuliakan mualaf di pedalaman Indonesia hanya dengan harga:

Sapi: Rp 20.250.000

Kambing: Rp2.400.000

Sedekah Kurban: Tidak Terbatas

 

Kontribusi terbaik dapat disalurkan melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri

(451) 2017 00 4018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia 

 

Categories :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *