facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

Tuntunan dan Fadhilah Santuni Anak Yatim Saat Bulan Muharam

Kaum Muslim dianjurkan untuk memperbanyak melakukan amal saleh pada bulan Muharam. Khusus bagi anak yatim, bulan pertama dalam penanggalan hijriah tersebut menjadi lebih istimewa karena adanya lebaran yatim pada tanggal 10 Muharam.

 

Harapanamalmulia.org Kaum Muslim berlomba-lomba mengeluarkan sedekah yatim dhuafa pada tanggal 10 Muharam.  Hari tersebut dinamai sebagai Hari Yatim, Lebaran Yatim atau yang dalam bahasa Arab disebut sebagai ‘Idul Yatama.

Mengapa harus tanggal 10 Muharam? Adakah anjuran memuliakan yatim pada tanggal tersebut dalam Islam?

 

Tentang Hari Yatim/ Lebaran Yatim

Istilah hari yatim/ lebaran yatim digunakan sebagai sebagai ungkapan kegembiraan yang dirasakan anak-anak yatim, karena banyaknya orang yang memberikan perhatian dan santunan kepada mereka.

Dalam Islam, sebenarnya tidak ada dalil terpercaya yang mengkhususkan tanggal tertentu untuk memuliakan yatim. Namun, terdapat sebuah Hadis lemah (dha’if), yang secara syariat boleh diamalkan karena berkaitan dengan perbuatan kebajikan (fadla’ilul a’mal).

Hadis tersebut berbunyi:

Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharam, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan baragsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya.” (Dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin)

Sebagian ulama, mengartikan “mengusap kepala anak yatim” dalam hadits di atas sebagai makna kinayah (kiasan), yang berarti bersikap lemah lembut, memberikan kasih sayang, serta mencukupi kebutuhan mereka.

Acara penyaluran santunan anak yatim dan dhuafa di Kabupaten Bandung, oleh Harapan Amal Mulia yang bekerja sama dengan Rapiya (Relawan Pecinta Yatim dan Dhuafa). (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Baca juga: Apa yang Islam Ajarkan Tentang Pembinaan Anak Yatim?

Kesimpulannya, memberikan sedekah yatim dhuafa pada bulan Muharam boleh dilakukan meskipun tidak ada dalil salih yang mendasarinya. Memuliakan yatim pada bulan Muharam menjadi sebuah tradisi yang didasarkan pada berbagai anjuran untuk memperbanyak amal saleh pada bulan tersebut.

 

Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Muharam

Setidaknya ada tiga amalan yang dianjurkan pada bulan pertama dalam penanggalan hijriah tersebut, yaitu:

Pertama, memperbanyak puasa sunah

Sumber gambar: islami.co

Rasulullah Saw. bersabda:

“Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharam” (HR.Muslim: 1982)

Puasa sunah yang bisa dilakukan selama bulan Muharam di antaranya puasa Tasu’a dan Asyura (9 dan 10 Muharam), serta puasa Senin Kamis dan ayyamul bidh (sebagaimana di bulan lainnya).

 

Kedua, introspeksi diri (muhasabah)

Sumber gambar: gentlemancode

Selain berpuasa, introspeksi diri (muhasabah) juga menjadi amalan yang dianjurkan. Sebenarnya, amalan satu ini tidak hanya dianjurkan pada bulan Muharam saja, melainkan sepanjang tahun. Allah Swt. berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr: 18).

 

Ketiga, bersedekah

Sumber gambar: Vancity Blog

 

Sedekah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Muharam. Amalan satu ini menjadi bentuk syukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan. Sama seperti muhasabah, sedekah juga sebenarnya dianjurkan untuk dilakukan sepanjang tahun.

Muharam sebagai bulan pembuka tahun, sangat tepat untuk dijadikan momentum dimulainya  sedekah rutin, sebagi pembuka datangnya nikmat lain dari Sang Rahim.

Baca juga: 5 Alasan untuk Tak Takut Donasi Yatim Dhuafa di Amal Mulia

 

Kesempatan Sedekah Yatim Dhuafa di Bulan Muharam

Harapan Amal Mulia membuka selebar-lebarnya kesempatan bagi sahabat yang hendak bersedekah untuk anak-anak yatim dan dhuafa di Istana Sufara Quran (ISQ) Asahan, di bulan Muharam ini.

Sejak tahun 2018, Harapan Amal Mulia  membina puluhan anak yatim dan dhuafa di rumah tahfiz (ISQ). Saat ini, ikhtiar tersebut menemui sedikit kendala. Masa sewa bangunan asrama santri akan habis pada 23 September (23 Muharam) yang akan datang.

Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat santri untuk terus menghafalkan ayat-ayat suci.

Donasi Yatim dan Dhuafa penghafal Alquran Asahan

 

Mari, bantu anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ untuk terus bisa menghafalkan Alquran dengan mengirimkan kontribusi terbaik melalui tautan kitabisa:

https://kitabisa.com/pedulihafizquran.

 

Sahabat juga dapat mengirimkan dukungan melalui melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

 

Dengan memudahkan urusan yatim dhuafa penghafal Quran, semoga Allah juga memudahkan urusan kita. (history/harapanamalmulia)

 

Sumber: Tebuireng Online, Muslim.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *