Yatim Dhuafa Butuh Fasilitas Belajar Jarak Jauh

Keterbatasan media untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) banyak dirasakan anak-anak yatim dan dhuafa.

harapanamalmulia.org – Anak-anak Indonesia harus menghadapi perubahan metode pendidikan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Sejak adanya pandemi Covid-19, aktivitas belajar mengajar dilakukan secara daring (online). Namun sayangnya, tidak semua anak beruntung mempunyai media belajar yang memadai untuk mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Salah satu murid yang menghadapi tantangan tersebut adalah Muhammad Andre Syah Putra atau Andre. Seorang anak yatim piatu yang bersekolah di Mts. Kauziah Palembang. Selama ini Andre dibiayai oleh sang bibi yang merupakan penjual kue kecil-kecilan.

Keterbatasan ekonomi sang bibi, membuat Andre tidak selalu mempunyai kuota internet untuk belajar. Ia pun mengakali dengan menautkan hotspot pada ponsel bibi sembari membantunya menjaga warung kue. Andre mencuri-curi waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas saat tidak ada pembeli.

Masih di pulau Sumatera, ada juga cerita yang datang dari Muhammad Akbar Al-Falah. Siswa yang tinggal di Desa Penyengat Olak, Kabupaten Jambi. Akbar sering tidak tega meminta uang untuk membeli kuota kepada sang ibu.

Penghasilan Juairiah, Ibu Akbar sebagai pedagang makanan keliling rata-rata tujuh ratus ribu rupiah per bulan. Sedangkan biaya makan, listrik, dan kebutuhan sehari-hari lainnya bisa mencapai satu juta rupiah. Dengan kondisi demikian, kebutuhan kuota dan media belajar daring Akbar terpaksa dikesampingkan.

Baik Andre maupun Akbar, keduanya mempunyai semangat belajar yang tinggi. Namun sayang, semangat tersebut tidak didukung oleh media belajar daring yang memadai. Bahkan tidak jarang, mereka terlambat mengumpulkan tugas sekolah karena tidak ada kuota.

 

Baca Juga: Kuota Internet, Dukung Pendidikan Yatim Dhuafa di Era Pandemi

 

Cerita-cerita pilu di atas tampaknya tidak hanya dirasakan oleh Andre dan Akbar. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), empat puluh dua persen murid yang melakukan PJJ terkendala kuota yang belum memadai. Lima belas persen murid bahkan tidak mempunyai gawai canggih yang mendukung metode belajar di rumah.

Sahabat, saat kita bisa leluasa mengakses hiburan dari internet, anak-anak yatim dhuafa justru susah payah mencari kuota gratis untuk belajar. Di sisi lain, belum ada program-program nasional yang secara masif memberikan bantuan kuota atau gawai bagi murid-murid yang membutuhkan.

Namun kami yakin, tantangan tersebut bisa diatasi jika kita mempunyai semangat berbagi. Sahabat bisa ikut mendukung pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa di tengah pandemi dengan berbagi kuota internet, membelikan ponsel pintar, dan kebutuhan lainnya. Insya Allah siap menjadi jembatan kebaikanmu.

Amanah donasi yatim dhuafa untuk mendukung media belajar di rumah, bisa disalurkan melalui:

Bank Syariah Mandiri : 717 3138 18 5

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Untuk informasi program dan konfirmasi donasi, silakan hubungi Call Center kami, ya ☺

Call Center: 081 1234 1400