facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

11 Tradisi Unik Perayaan Idul Fitri Di Dunia, Mana Yang Paling Unik?

Amal Mulia-Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari yang paling ditunggu oleh umat islam diseluruh dunia. Pada hari tersebut umat islam merayakan kemenangan setelah berpuasa menahan hawa nafsu selama satu bulan penuh. Di Indonesia sendiri hari lebaran biasanya diisi dengan tradisi mudik, halal bihalal dan juga bagi-bagi THR. Lalu bagaimana tradisi lebaran di belahan dunia lain? Apakah sama dengan di Indonesia?

Arab Saudi

Seperti halnya Indonesia, masyarakat Arab Saudi juga punya tradisi silaturahmi. Mereka akan berkumpul dengan keluarga dan kerabat dan saling mengucap maaf setelah sebelumnya mengikuti ibadah salat Id di masjid-masjid terdekat.

Di Riyadh,ibu kota Arab Saudi, perayaan Lebaran kental dengan kesenian. Sejumlah pagelaran diadakan, misalnya teater, baca puisi, parade, dan pertunjukan musik. Rumah-rumah didekorasi rumahnya agar terlihat meriah dan menarik. Bila Indonesia punya ketupat dan opor ayam, Arab Saudi punya daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional. Hal yang sama juga terjadi di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Mesir

Seperti negara-negara Timur tengah lain, Mesir juga memiliki tradisi silaturahmi saat Lebaran. Tapi, bedanya, silaturahmi ini hanya terbatas untuk keluarga dan kerabat terdekat, tanpa melibatkan tetangga sekitar. Bagi mereka yang tidak memiliki ruang tamu untuk menampung tamu yang datang, mereka biasanya akan mengobrol santai sambil menikmati hidangan ringan di taman (hadiqah). Tidak heran, taman-taman di Mesir akan ramai oleh pengunjung saat Idul Fitri.

 

Australia

Sebagai salah satu negara terdekat dari Indonesia, Australia merayakan Lebaran dengan cukup meriah. Hal ini tentu sangat istimewa mengingat Australia bukan negara muslim. Perusahaan memberikan toleransi kepada karyawan yang muslim untuk mendapat libur, kawasan yang mayoritas muslim pun dapat menggunakan jalanan umum untuk shalat Ied. Australia memang negara sekuler yang memberikan kebebasan kepada masyarakatnya untuk mempraktikkan ajaran agamanya masing-masing.

China

Di China, hari Lebaran merupakan hari istimewa yang diisi dengan mengunjungi makam leluhurnya. Para pria menggunakan jas khas dan kopiah putih, sedangkan para wanita memakai baju hangat dan kerudung. Mereka membersihkan dan mempersembahkan doa kepada para leluhur. Tradisi doa ini pun dilakukan khusus untuk menghormati ratusan ribu muslim yang tewas selama Dinasti Qing dan selama Revolusi Kebudayaan.

 

Turki

Di Turki, Idul Fitri dikenal dengan sebutan Festival Gula atau Seker Bayram . Kemungkinan sebutan ini muncul karena tradisi mereka saling mengantarkan manisan di hari raya Idul Fitri. Seperti tradisi sungkem di Indonesia, anak-anak di sana juga bersalaman dan sembah sujud kepada orangtua. Setelah itu, anak-anak pun mendapatkan hadiah berupa koin uang, permen, atau manisan.

 

Malaysia

Tradisi perayaan Lebaran di negeri tetangga itu ternyata tak jauh berbeda dari masyarakat di Indonesia. Sebagai hidangan khas, masyarakat Malaysia makan ketupat, lemang, lontong, dan rendang. Mereka  juga menyajikan ketupat sebagai makanan khas Lebaran Setelah shalat Id, mereka berziarah ke makam kerabat.

Suriname

Negara ini bisa dikatakan memiliki kedekatan psikologis dengan Indonesia karena sebagian penduduk Suriname merupakan keturunan suku Jawa yang dikirim ke negeri itu sebagai kuli kontrak pada masa penjajahan Belanda.

Tradisi lebaran di negara ini bisa dibilang sangat unik karena penetapan hari Lebaran dilakukan berdasarkan perhitungan mereka sendiri dengan menggunakan prajangka atau perhitungan ala primbon Jawa peninggalan nenek moyang sejak ratusan tahun lalu.

Afrika Selatan

Tradisi Lebaran di Afrika Selatan dimulai sejak hari terakhir Bulan Ramadhan. Setiap tahun orang-orang akan berkumpul di Green Point, Cape Town, untuk menyaksikan datangnya hari terakhir Ramadhan bersama kerabat sambil berbuka puasa. Setelah maghrib, biasanya diumumkan tentang datangnya hari raya lebaran dan masyarakat berkesempatan untuk melaksanakan shalat Id yang dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah sanak saudara.

India

Pemeluk islam di India biasanya akan berkumpul di Jama Masjid yang terletak di New Delhi untuk melakukan shalat Id. Masjid ini menjadi pusat perayaan Idul Fitri di New Delhi, ibu kota India. Mereka juga menyiapkan hidangan khusus yang disebut dengan siwaiyaan, yakni campuran bihun manis dengan buah kering dan susu. Siwaiyaan hadir dalam beragam bentuk dan warna.

Fiji

Di negara kecil Fiji pun terdapat tradisi serupa. Negara tersebut memang mayoritas non-Muslim. Namun, ada tradisi unik dalam perayaan Idul Fitri. Salah satunya adalah hidangan spesial khas Idul Fitri yaitu samai, mi manis yang dicampur dengan susu. Samai disajikan bersama samosas, sejenis kari ayam atau daging. Uniknya, hanya kaum pria yang datang ke masjid untuk shalat Id.

Amerika Serikat

Suasana Lebaran di Amerika memang tidak semeriah negara-negara lain yang didominasi pemeluk agama Islam. Di sana Hari Raya Idul Fitri juga tidak ditetapkan sebagai libur nasional. Seperti dikutip dari laman VOA, komunitas masyarakat muslim yang ada di negara ini menginformasikan datangnya hari raya lebaran melalui sambungan telepon ataupun internet (e-mail). Uniknya, karena mayoritas muslim disana merupakan kalangan imigran, maka pakaian yang dikenakan berwarna-warni sesuai dengan negara asalnya. Selesai shalat, dilanjutkan dengan saling mengucapkan Happy Eid atau Eid Mubarak antarsesama jemaah Shalat Id, para kenalan dekat dan kaum kerabat.(history/amalmulia)

Categories :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *