facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

Bagaimana 20 Ribu Yatim di Gaza Dapat Bertahan Hidup ?

Anak anak Gaza

Sumber Gambar: Aljazeera

Harapanamalmulia.org –  Sambil menggendong Juwan, salah satu anggota keluarga menunjukkan  selembar foto Mohammed Abdul Fattah (23), Ayah Juwan kepada media. Foto tersebut akan disimpan baik-baik, khawatir suatu saat Juwan menanyakan bagaimana rupa Ayahnya.

Fattah gugur pada 3 April 2019 setelah menjadi sasaran peluru Zionis di Kota Bita dengan tuduhan tak berdasar. Kini Juwan menjadi yatim, tak ada lagi yang menanggung biaya hidupnya kecuali Sang Ibu yang juga hanya seorang ibu rumah tangga.

Hari yatim dunia yang diperingati setiap Jumat pertama pada bulan April diadakan untuk kembali membangun kesadaran masyarakat dunia tentang kondisi anak-anak yatim. Gaza menjadi wilayah dengan jumlah yatim paling banyak yaitu sekitar 20 ribu anak.

 

Baca juga: Amal Mulia Antar Huda Raih Citanya sebagai Penegak Hukum Palestina

 

Salah satu lembaga swasta yang mengelola dana yatim Gaza menyebutkan tiga perang besar yang terjadi selama tahun 2008 sampai 2014 mengakibatkan jumlah yatim di Gaza meningkat drastis.  Jumlah tersebut masih bisa bertambah mengingat banyaknya para bapak yang gugur dalam Aksi Kepulangan Akbar.

Para gugur sedangkan para Ibu tak berpenghasilan. Blokade ketat mengakibatkan akses dari menuju Gaza ditutup rapat-rapat. Tak ada celah keluar Gaza untuk sekedar berniaga mencari sesuap nasi. Sedangkan, lahan pekerjaan tak banyak tersedia  di Gaza. Para Ibu yang mencari pekerjaan demi menghidupi buah hati, harus bersaing dengan 60% pemuda Gaza yang juga berebut mendapatkan pekerjaan.

Yatim di Gaza

Salah satu anggota keluarg Juwan menunjukkan foto Mohammed Abdul Fattah (Ayah Juwan), yang gugur pada 3 April 2019 lalu di Kota Bita oleh peluru Zionis. (Sumber: Palestine News Network)

Bukan hanya Ibu, anak-anak yatim yang mulai menginjak usia remaja pun turut berupaya mencari pekerjaan meski tak kujung mereka dapatkan.

Lalu bagaimana anak yatim Gaza bisa bertahan hidup?

Bantuan kemanusiaan menjadi satu-satunya andalan untuk bertahan hidup. Sebelumnya, UNRWA (Badan Bantuan dan Pembangunan PBB) rutin yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada jutaan penduduk Gaza. Namun sayang sejak September 2018 lalu, Amerika Serikat sebagai sponsor dana terbesar menghentikan bantuannya sehingga masyarakat Gaza tak lagi mendapatkan bantuan rutin.

Maka saat ini, bantuan kemanusiaan dari kita, saudara-saudara mereka menjadi dukungan yang paling dinanti.

 

Muliakan Anak-anak Yatim Palestina

Tahun 2019 ini merupakan tahun keempat Amal Mulia membersamai perjuangan masyarakat Palestina melalui beragam program kemanusian. Program Santunan Anak-anak Yatim Palestina menjadi ikhtiar Amal Mulia untuk memuliakan yatim Palestina khususnya yang berada di Gaza. Sampai saat ini, terdapat kurang lebih lima puluh anak yatim Gaza yang kami bantu secara berkelanjutan melalui pola “anak asuh”.

 

Baca juga: Salurkan 300 Tas Sekolah Ke Gaza, Amal Mulia Bantu Perjuangan Anak Palestina Meraih Asa

 

Setiap bulannya, anak-anak yatim akan mendapatkan bantuan tunai dari ‘orang tua asuhnya’ di Indonesia. Dengan bantuan tersebut, diharapkan dapat mengindari terlantarnya anak yatim di Palestina serta mengembalikan keceriaan dan hak mereka untuk hidup sehat dan bahagia meski orang tua mereka telah tiada.

Mohon doa dan dukungan agar program Santunan Anak-anak Yatim Palestina dapat berjalan istiqomah dan selalu berada dalam rida Allah Swt. (history/amalmulia)

Rekening Donasi:

Bank Syariah Mandiri (451). 2017 00 4053

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia Palestina

Sumber: Palsawa.com

Categories :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *