facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

Dokter Rammi: Wajahnya Membiru Selang Beberapa Menit Sebelum Wafat

Anak anak dalam blokade Gaza

Harapanamalmulia.org – Rammi seorang petugas medis yang sama-sama dalam kondisi payah karena gas air mata, berusaha menyelamatkan Hamzah (17) yang mengalami pendarahan hebat pada bagian lehernya. Meski segala upaya telah dilakukan, Hamzah tetap tak bisa diselamatkan. Wajahnya membiru selang beberapa menit sebelum wafat.

Asap hitam pekat seketika memenuhi langit perbatasan Gaza. Beberapa saat kemudian, Rammi melihat  Hamzah (17) berjalan terhuyung kemudian jatuh ke tanah. Rammi yang merasa tercekik, tetap berusaha menggapai Hamzah.

Sambil tertatih, Rammi menghampiri Hamzah, “Aku menemukan darah mengalir dari lehernya,” ujarnya. Berbagai cara diupayakan guna  mengehentikan darah yang terus mengalir kian deras. Tak lama kemudian, wajah Hamzah dan selang beberapa menit Rammi tak lagi merasakan denyut nadi Hamzah.

 

Baca juga: Sniper Zionis Hentikan Mimpi Jasser Menjadi Seorang Pelari

 

Rammi berujar, Hamzah tak pantas dilukai. Ia bukan anak yang patut ditakuti atau dianggap sebagai ancaman.  Hamza tak memiliki senjata apa pun. “Dia adalah pengunjuk rasa yang damai seperti pemuda dan anak-anak lain”.

Aksi Kepulangan Akbar ke 46 yang digelar di perbatasan Gaza pada 8 Februari 2019 lalu telah mengakibatkan gugurnya dua remaja Palestina, salah satunya Hamzah Stheiwi (17).

“Saya tidak pernah berharap melihat Hamza terluka atau terbunuh,” kata Muhammad Shteiwi, ayah Hamzah. “Dia selalu jauh dari pagar perbatasan [selama protes mingguan] dan tidak memegang senjata apa pun.”

Selain Hamzah, Hasan Shalabi (14) juga syahid pada hari itu.  Hasan wafat akibat peluru Israel yang bersarang tepat di dadanya.

 

Baca juga: Pesan Terakhir Sang Syuhada untuk  KeluargaTercintanya

 

Puluhan pekan dilalui dengan berbagai cerita kelam. Ratusan mujahid gugur, ribuan lainnya terluka dengan luka yang tak sederhana. Tapi inilah salah satu keistimewaan orang-orang Palestina khususnya di Jalu Gaza. Kehilangan harta bahkan nyawa jauh lebih baik dari pada melihat tanah amanah umat diinjak, direbut, dan dikotori oleh musuh-musuh Islam.

Semoga Allah Swt. senantiasa mengaruniakan kesabaran kepada mereka serta melimpahkan sebaik-baiknya balasan atas perjuangan yang tak mudah ini. (history/amalmulia)

Sumber: The Electronic Intifada, Aljazeera

Categories :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *