Bagaimana Pola Pembinaan Anak Yatim Dhuafa yang Efektif?

│” Ragam pembinaan serta program telah diimpelementasikan, sebagai sarana untuk memberdayakan anak yatim dhuafa binaan Harapan Amal Mulia.

 

harapanamalmulia.orgSebagai salah satu lembaga berskala nasional yang bergerak dalam bidang sosial, Harapan Amal Mulia menjadikan program pengelolaan donasi yatim dan dhuafa sebagai salah satu program unggulan di antara sekian banyak program lainnya.

Lantas bagaimana Harapan Amal Mulia menjalankan program yang diperuntukan bagi anak yatim dan dhuafa? Simak penjelasan selengkapnya yang kami sajikan.

 

Satu Program, Ragam Manfaat

Harapan Amal Mulia menyadari bahwa keberlangsungan hidup anak yatim dan dhuafa tidak hanya sebatas pemenuhan terhadap sandang, papan dan pangan. Tetapi pendidikan adalah salah satu kebutuhan yang juga harus diperhatikan agar anak yatim dan dhuafa dapat memiliki masa depan yang semakin lebih baik lagi Berangkat dari hal itu, Program Beasiswa Harapan menjadi jalan bantuan untuk menunjang pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa.

(Keterangan: Proses Pembinaan Penerima Manfaat Beaswiswa/foto: Harapan Amal Mulis)

 

Ragam manfaat yang diperoleh para yatim dan dhuafa adalah berupa tunjangan pendidikan yang dilengkapi dengan berbagai kegiatan untuk pembinaan karakter, aqidah keislaman, akhlaq, ibadah, serta pengembangan diri lewat permainan edukatif yang disampaikan oleh para mentor.

 

Baca: Serunya Kegiatan Pembinaan Yatim Dhuafa Bersama Harapan Amal Mulia

 

 ‘Program Niaga Santri’ Berdayakan Santri Penuhi Kebutuhan Sehari-hari.

(Keterangan: Santri ISQ tengah mengemas sabun cuci piring untuk dijajakan pada masyarakat sekitar/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Harapan Amal Mulia juga merambah dalam program pemberdayaan santri secara ekonomi. Program ini telah menjadi bagian keseharian dari santri tahfiz Istana Sufara Qur’an (ISQ) yang beralamat di Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan Sumatera Utara.

Santri tahfiz binaan Harapan Amal Mulia ini membuat sabun pencuci piring hasil tangan sendiri. Sabun pencuci piring yang dibuat dengan peralatan sederhana ini pun dihargai sebesar Rp 5000 perbotol.

Hasil jerih payah santri ini kemudian dijajakan kepada masyarakat sekitar asrama. Uang dari hasil penjualannya digunakan sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para santri penghafal Al Qur’an itu merupakan salah satu penerima manfaat program sedekah yatim dhuafa yang diamanahkan donatur kepada Yayasan Harapan Amal Mulia.

 

Baca : Panutan Santri Tahfidz Mandiri Ada Di Sini

(Keterangan: Salah satu kegiatan pembinaan penerima manfaat beasiswa dimulai dengan tilawah Al Qur’an/foto:Harapan Amal Mulia)

 

Sahabat Amal sekalian, tentunya keberlangsungan program-program pengelolaan anak-anak yatim dan dhuafa, serta ragam bentuk pemberdayaannya tidak akan berjalan baik tanpa dukungan sahabat semua. Bersama Harapan Amal Mulia, Sahabat bisa ikut dukung program-program pemberdayaan anak yatim dan dhuafa, sehingga mereka bisa tumbuh mandiri secara finansial, dan tentunya semakin lekat dengan nilai-nilai agama.

(itari/harapanamalmulia)