Berbagi Makanan Bergizi Untuk Santri Yatim-Dhuafa

“Masih ingat kisah menu makan sederhana di Pesantren Nurul Masakin Sumedang? Berkat bantuan Sahabat, Alhamdulillah, kini sedekah makanan bergizi telah tersampaikan”

 

Harapanamalmulia.orgDengan bermodal uang Rp 40.000 setiap harinya, belasan santri yatim dan dhuafa di Pesantren Nurul Masakin, Sumedang harus berbagi porsi makan setiap pagi dan sore dengan menu sederhana. Terbatasnya jatah uang belanja yang diberikan membuat menu yang disajikan itu-itu saja.

Tahu menjadi menu andalan karena selain harganya murah, pedagang pasar kerap kali memberikan bahan masakan olahan itu sebagai sedekah yatim dhuafa. Soal gizi adalah nomor kedua, sebab yang pertama adalah tentang mensyukuri setiap makanan yang ada.

 

Ikhtiar Bersama Hadirkan Sajian Menu Penuh Gizi

Harapan Amal Mulia terus berupaya untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi santri yatim dan dhuafa sebagai bagian dari komitmen bersama Sahabat Amal. Dengan dorongan semangat tersebut Harapan Amal Mulia menghimpun donasi untuk membantu memperbaiki gizi para santri.

(Keterangan: Kebersamaan makan bersama santri yatim dhuafa Pesantren Nurul Masakin/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Alhamduillah berkat kepercayaan donatur, tim Harapan Amal Mulia telah berhasil menyalurkan sedekah makanan bergizi untuk santri yatim dan dhuafa penerima manfaat di Pesantren Nurul Masakin, Sumedang.

Sajian menu hewani berprotein tinggi, kalsium yang diperoleh dari susu, buah-buahan sebagai suplai vitamin, serta tidak lupa karbohidat dari nasi menjadi asupan seimbang untuk memenuhi kebutuhan para santri untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan mereka.

(Keterangan: Sebentuk raut bahagia Fina (ketiga dari kiri) beserta santri Pesantren Nurul Masakin lainnya saat menyantap hidangan/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Raut wajah sumringah terlihat dari para santri yang sudah begitu lama tidak merasakan makanan yang enak nan bergizi tinggi. Fina (11 tahun) yang merupakan santri Pesantren Nurul Masakin mengungkapkan rasa bahagianya. Dirinya yang terbiasa menyantap mie dan olahan telur di Pesantren, terheran-heran melihat nasi ‘dihias’ dengan lauk yang beragam dengan rasa yang tak kalah memanjakan lidah.

“Terakhir minum susu 2 tahun yang lalu, buah-buahan dan daging juga jarang dikonsumsi. Terakhir makan 5 bulan yang lalu.”, ujar Fina dengan senyum lebar terpancar.

Fina juga mengungkapkan harapannya ingin bisa memperoleh makanan yang bergizi setiap hari, agar dapat menjadi siswa yang pintar.

Baca juga: Menu Makan Sederhana Di Pesantren Yatim Dhuafa

 

Bersama Harapan Amal Mulia, Mari Penuhi Gizi Santri Di Pelosok Negeri

(Keterangan: Santri memanjatkan doa terlebih dahulu sebelum menyantap makanan /foto: Harapan Amal Mulia)

 

Kondisi keterbatasan gizi yang dialami para santri yatim dan dhuafa Pesantren Nurul Masakin sejatinya hanyalah salah satu potret dari sekian banyak kisah dengan kondisi yang hampir serupa. Oleh karenanya, mari bersama Harapan Amal Mulia, kita bergandengan tangan untuk membantu hadirkan sajian makanan penuh gizi kepada para santri yatim dan dhuafa di pelosok negeri lainnya. (itari/harapanamalmulia)

 

Sahabat Amal Mulia, dapat turut mendukung Program Food For Yatim dengan memberikan donasi terbaik melalui pilihan rekening donasi di bawah ini:

BCA 0083 6858 72
Mandiri 132 003 321 2342
BSM 717 313 414 7
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Sahabat Amal Mulia juga dapat berpartisipasi melalui: kitabisa.com/food4yatim

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor : 081 1234 1400 (SMS/Whatsapp)

Mulia dengan Amal Terbaik