facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

Tersayat Saksikan Penderitaan Rakyat Palestina, Nenek 64 Tahun Donasi Semua Celengannya

Lampung

LAMPUNG-Pagi masih gelap. Matahari belum pula tampak. Di sudut Masjid Nurul Iman Kalianda, Lampung Selatan, seorang nenek berderai air mata saat menyaksikan video penderitaan rakyat Palestina. Hati Nur Janah tercabik melihat anak-anak dan perempuan yang tak berdosa harus meregang nyawa akibat bom dan senapan tentara Israel.

Sesekali tangan nenek 64 tahun ini mengusap air mata yang terus mengalir di pipi. Lalu mendekatlah Nur Janah ke depan mimbar masjid. Disaksikan jamaah lain, nenek pun memberikan semua celengan hasil menabungnya selama bertahun-tahun untuk disumbangkan kepada rakyat Palestina.

“Saya insya Allah ikhlas memberikan semua isi celengan ini untuk saudara-saudara kita di sana. Mereka adalah para syuhada Allah. Dan saya ingin menjadi syuhada Allah dengan cara apa saja yang bisa saya lakukan,” ungkap Nur Janah usai memberikan celengannya kepada syekh usai salat subuh dalam kajian roadshow ulama Palestina yang diisi oleh Syekh Ahmad Yasin (salah satu imam masjid di Gaza), Kamis (31/5/2018).

Apa yang dilakukan Nur Janah ternyata juga diikuti jamaah lainnya. Mereka ikut memberikan sumbangan untuk rakyat Palestina meski tidak harus menyerahkan semua tabungannya. Bahkan tidak sedikit di antara jamaah yang berkomitmen dan ditulis di secarik kertas akan memberikan donasi.

“Alhamdulillah banyak jamaah antusias dalam kegiatan roadshow ulama di masjid ini (Nurul Iman Kalianda). Semoga di masjid-masjid lain di Lampung roadshow ini juga bisa lebih akbar,” ungkap Cucu dari Al-Quds Volunter International (AVI) Lampung.

Menurut Cucu, tim rombongan roadshow ulama Palestina mendapatkan jadwal untuk mengisi kegiatan di Masjid Nurul Iman dimulai dari isya, tarawih berjamaah yg diimami langsung oleh Syekh Ahmad Yasin yang juga seorang hafid bersanad. Syekh Ahmad Yasin juga memiliki suara yang indah dalam melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Tapi qodarullah dari sore hari kota ini ada pemadaman listrik sehingga gelap gulita. Tim roadshow ulama Palestina sudah hadir di masjid ini sebelum isya dalam keadaan masjid yang gelap. Namun di tengah-tengah Syekh Ahmad Yasin mengimami tarawih, qodarullah lampu kembali menyala dan kegiatan pun berlanjut.

Namun ketika mutarjim akan mengawali agitasi sambil memutar video lagi-lagi lampu mati kembali. Tapi hal itu tidak menyurutkan mutarjim (penerjemah) melanjutkan agitasinya. Bahkan karena saking antusiasnya, para jamaah meminta untuk distop dan dilanjutkan besok subuh. (slamet parsono)

Categories :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *