Category: Artikel

Category: Artikel

Quran Baru Buat Anak-Anak Semangat Mengaji

“Betapa bahagianya ketika kita dapat belajar dibimbing pengajar yang berdedikasi tinggi, serta ditunjang fasilitas Al Quran yang memadai. Hal inilah yang dirasakan santri di Madrasah Fatimah Az-Zahra. Kebaikan Sahabat telah sampai di pesantren ini. ”

Harapanamalmulia.orgKepedulianmu melalui kampanye program Quran Mulia, telah sampai kepada penerima manfaat dalam berbagai bentuk program. Salah satu penerima manfaat kebaikan itu adalah Madrasah Fatimah Az-Zahra.

Halaman rumah kosong di daerah Hegarmanah menjadi saksi lahirnya madrasah ini. Dengan berbekal fasilitas seadanya, tidak mengurungkan niat para santri untuk menghafal dan mengkaji setiap makna kalam-Nya. Kini,  Al Quran baru dari para Sahabat yang peduli sudah terdistribusikan secara merata kepada seluruh santri.

AM -2- Quran Baru Buat Anak-Anak Semangat Mengaji-www.harapanamalmulia.org(2) - Harapan Amal Mulia

(Raut bahagianya santri menerima Al Quran baru/Harapan Amal Mulia)

Terdapat 120 murid yang  belajar di pesantren ini, seluruhnya merupakan santri non mukim yang pulang pergi. Di antara banyaknya murid, terdapat 5 anak yatim, sedangkan mayoritas lainnya berasal dari keluarga dhuafa. Meski demikian, semua santri memiliki semangat yang besar untuk mengaji.

Madrasah yang telah berdiri sejak 2018 ini, berjuang untuk memberikan pendidikan yang berkualitas kepada para santrinya. materi-materi yang diberikan pun disesuaikan dengan jenjang usia para santri, mulai dari akidah, akhlaq, ibadah, fiqih, hadis, sejarah Islam, hingga menghafal ayat Al Quran.  Kendati berusaha menghadirkan kurikulum yang terbaik, namun para santri tidak dipungut biaya sepeserpun.

Hingga kini madrasah terus berjuang dalam memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari, meskipun masih kerap mengalami kendala. Kondisi ini membuat semua pengajar yang membina para santri memilih untuk mendedikasikan waktu, tenaga dan ilmunya secara suka rela.

Sahabat, Harapan Amal Mulia mengajakmu untuk hadirkan lebih banyak mushaf Quran ke banyak tempat di Indonesia. Agar Al Quran dari Sahabat dapat menjangkau ke pesantren, rumah tahfiz, keluarga pra-sejahtera, masjid-masjid pelosok desa, serta komunitas-komunitas lainnya yang membutuhkan.

Terima kasih atas kepedulian Sahabat sekalian. Kebaikan Sahabat semua telah menaruh harapan besar akan masa depan yang lebih baik, serta menjadi jalan tersebarnya Al Quran ke banyak tempat.

Sahabat dapat terus menyalurkan kebaikan melalui:

Bank Syariah Mandiri

717 313 414 7

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

atau melalui kitabisa.com/amalquran

 

Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi

Call Center: 081 1234 1400

Mulia dengan Amal Terbaik

Ikuti kabar tebaru dan cerita perjuangan lainnya, hanya di laman ini.

serta melalui akun instagram @harapanamalmulia.

Kolaborasi Amal Mulia dengan Kitabisa Bantu Cukupi Nutrisi Yatim

Wujud #SedekahMakananBergizi dari orang baik melalui laman kitabisa.com

 

Harapanamalmulia.org –  Makanan bergizi menjadi kebutuhan wajib bagi anak seusia Genta (12 thn). Dengan asupan nutrisi yang baik, ia bisa tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Apalagi di tengah situasi pandemi seperti ini. Kebutuhan makanan bergizi sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

Dalam rangka menunaikan amanah donatur dalam kampanye #SedekahMakananBergizi untuk Yatim Dhuafa dalam portal kitabisa.com, Harapan Amal Mulia memberikan dukungan dana untuk penuhi gizi Genta.

Kolaborasi Amal Mulia dan Kitabisa Bantu Cukupi Nutrisi Yatim 3 - www.harapanamalmulia.org - Harapan Amal Mulia

Genta beserta ibu dan tiga orang adiknya tinggal di sebuah rumah yang merupakan markas salah satu komunitas desa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Genta merupakan seorang anak yatim asal Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur yang tumbuh di tengah keluarga yang sangat sederhana.  Ayah Genta sudah meninggal sedangkan ibunya tidak bekerja. Syukurlah masih ada para tetangga yang berbaik hati mengirimkan makanan.

 

Menjaga Konsentrasi Belajar dengan Sepotong Roti Mini

Kolaborasi Amal Mulia dan Kitabisa Bantu Cukupi Nutrisi Yatim 3 - www.harapanamalmulia.org - Harapan Amal Mulia

Saat di sekolah, anak murah senyum itu biasa membeli roti mini seharga dua ribu untuk mengganjal lapar. Namun hebatnya, roti mini itu mampu membuat Genta kenyang seharian. Ia tetap khusyuk belajar sehingga tak pernah absen masuk ranking sepuluh besar.

Baca juga: Catatan Prestasi Santri Tahfiz ISQ Lahir Dari Kebaikan Anda

 

Genta memang anak yang kuat secara fisik maupun mental. Tak salah sepertinya jika Genta bercita-cita menjadi seorang tentara di masa depan. Dengan menjadi seorang tentara, ia berkead memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarga.

 

Bantuan Orang Baik Dukung Cita-cita Genta

Kolaborasi Amal Mulia dan Kitabisa Bantu Cukupi Nutrisi Yatim 4 -- www.harapanamalmulia.org

Makanan bergizi yang keluarga Genta dapatkan setelah mendapatkan bantuan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sosok Genta yang inspiratif dengan cita-cita mulianya menjadi motivasi Harapan Amal Mulia untuk terus memberi dukungan. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi.

Terima kasih orang baik dan Donatur Harapan Amal Mulia. Kebaikan yang kita hadirkan Insya Allah sangat berarti bagi Genta dan anak yatim dhuafa lainnya. (history/harapanamalmulia)

Mari terus bantu anak yatim dhuafa mendapatkan makanan bergizi dengan berdonasi melalui tautan kitabisa:

https://kitabisa.com/campaign/food4yatim

 

Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer Alami

“Antisipasi virus Corona yang semakin menyerang, santri tahfiz Bunyanun Marshush produksi pembersih tangan alami dengan bahan sederhana nan murah meriah”

 

Harapanamalmulia.org Menjaga kebersihan badan di Tengah Pandemi Virus COVID-19 tentu Menjadi Hal Yang Harus dilakukan DENGAN Rajin mencuci serbi, ATAU can also DENGAN berbekal pembersih tangan kemana-mana. Namun, butuh pembersih tangan semakin langka di pasaran. Para santri tahfiz Bunyanun Marshush-Bandung, mencoba menghadirkan solusi dengan membuat pembersih tangan secara alami. Dengan bahan-bahan sederhana, pembersih tangan karya para santri ini dapat membantu melindungi banyak tangan agar tetap terjaga kebersihannya.

Simak proses pembuatan keseruan hanya di laman Harapan Amal Mulia, lembaga penghimpun donasi yatim dhuafa.

 

Dari Bahan Sederhana, Berikhtiar Hindari Virus Corona

AM -1- Virus Antisipasi COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org (2) - Harapan Amal Mulia

(Tim Harapan Amal Mulia memberikan  edukasi terkait bahaya virus COVID-19 serta memberikan bimbingan pembuatan hand sanitizer para Santri Bunyanun Marshush/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Dalam membuat hand sanitizer alaminya, para santri Bunyanun Marshush-Bandung terlebih dahulu mendapatkan edukasi dari tim Harapan Amal Mulia mengenai pentingnya menjaga kesehatan, serta bimbingan dalam proses pembuatan hand sanitizer alami. Berbekal bahan-bahan sederhana, yaitu alkohol dengan kadar 70% dan lidah buaya (Aloe Vera), proses pembuatan pun dimulai.

AM -1- Virus Antisipasi COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org (3) - Harapan Amal Mulia

(Keterangan: Bahan-bahan dan alat pembuatan hand satizer alami/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Alat-alat yang digunakan untuk mengolah kedua bahan tersebut diantaranya ada blender, pisau, gelas ukur, saringan, sendok, juga beberapa wadah penunjang, dan terakhir ada botol pemompa ukuran 200 ML sebagai tempat menampung hand  sanitizer yang sudah siap pakai.

AM -1- Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org(4) - Harapan Amal Mulia

(Keterangan: Proses pembuatan hand sanitizer oleh para Santri Bunyanun Marshush/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Proses pembuatan hand sanitizer ini tidak memakan waktu lama. Lidah buaya yang sudah disipkan kemudian dibelah dan diambil dagingnya, selanjutnya diblender hingga halus. Daging lidah buaya yang sudah halus kemudian disaring untuk dipisahkan dari ampasnya. Setelah gel lidah buaya siap, ambil takaran 20 ML gel lidah buaya untuk dicampurkan ke dalam 180 ML alkohol, yang sudah telebih dahulu di masukan dalam botol pemompa.

AM -1- Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org(5) - Harapan Amal Mulia

(Hand sanitizer alami karya Santri Bunyanun Marshush/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Dalam sekali produksi ini, para santri dapat menghasilkan 2 liter hand sanitizer siap pakai yang dapat digunakan langsung untuk membantu menjaga kebersihan tangan, dan tentunya sebagai ikhtiar untuk mencegah virus Corona hinggap di badan.

 

Baca juga: Urgent! Masyarakat Kecil Juga Tak Mau Terjangkit Corona

 

Hand Sanitizer Karya Santri Turut Mencegah Corona Di Masyarakat Sekitar

AM -1- Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org(6) - Harapan Amal Mulia

(Keterangan: Santri berbagi hand sanitizer alaminya kepada masyarakat sekitar/foto:Harapan Amal Mulia)

Pembersih tangan yang diproduksi hanya dapat digunakan di lingkungan internal pesantren dan sehari-hari para santri. Selain para santri juga membagikan pembersih tangan alaminya ke masyarakat sekitar yang membutuhkan, masjid terdekat dengan pesantren, juga tidak lupa madrasah binaan Harapan Amal Mulia lainnya. Banyak warga yang terbantu dari hasil pembersih tangan yang dibagikan.

Pembersih tangan Berbekal di tangan, kini para santri aman untuk melanjutkan kegiatan menghafal di pesantren, sebelum harus berkreasi di luar ruangan. Satu langkah ikhtiar ini semoga dapat menjadi wasilah untuk mencegah penularan virus Korona untuk para santri dan warga sekitar pesantren yang juga harus ikut serta. (itari / harapanamalmulia )

Kisah Hidup Sederhana Petani Desa

“Menjalani setiap episode tantangan dalam kehidupan tidak lantas menjadikan para petani dhuafa di Sindangjaya, Kabupaten Cianjur berputus asa. Keterbatasan boleh saja dialami, tetapi ikhtiar dan tawakal terus dipanjatkan kepada Illahi Rabbi”

 

Harapanamalmulia.orgDapat tinggal dan menetap di desa yang dianugerahi kekayaan alam adalah sebuah kesyukuran yang harus dipanjatkan kehadirat Allah Swt. Kendati bertahun-tahun menjadi petani penggarap lahan orang, namun para petani penggarap lahan di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang tidak pernah berputus asa.

Mencari rezeki tidak selalu berpatokan kepada berapa harga upah yang diterima, tetapi mendapat amanah menggarap sawah orang menjadi nilai kepercayaan yang harus terus dijaga. Setidaknya itulah nilai perjuangan hidup bagi Bu Hasanah, Bi Ela dan Bi Erni sebagai petani penggarap sawah orang, di desa yang menjadi bagian dari Kabupaten Cianjur itu.

Harapan Amal Mulia, lembaga penghimpun sedekah yatim dhuafa telah sajikan kisah selengkapnya tentang perjuangan para petani penggarap sawah orang.

 

Penghasilan Dari Menggarap Sawah Orang

Desa Sindagjaya, Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur itu memiliki banyak potensi alam yang melimpah ruah. Dekatnya posisi desa dengan waduk Cirata membuat sebagian penduduk berprofesi sebagai nelayan, juga tidak jarang penduduk yang memilih usaha menyewakan kapal wisata. Sedangkan mayoritas penduduk lainnya berprofesi sebagai petani, baik itu petani pemilik sawah, maupun petani penggarap lahan orang.

Ibu Hasanah, Bi Ela Hayati, dan Bi Erniati, adalah segelintir penduduk Sindangjaya yang berprofesi sebagai petani. Kendati tidak memiliki lahan sawah pribadi, namun mereka diamanahi untuk menggarap lahan orang.

(Ibu Hasanah (50 Tahun) salah satu petani dhuafa di Desa Sindangjaya/foto:Harapan Amal Mulia)

Ibu Hasanah (50 tahun) dan suaminya diberi kepercayaan untuk mengelola lahan dengan sistem bagi hasil. Setiap masa panen tiba, seluruh padi harus dibagi dua dengan pemilik lahan. Sawah seluas 300 tumbak yang dikelola dapat menghasilkan sekitar 1 ton beras sekali panen, sehingga Bu Hasanah memperoleh 500 Kg beras dengan masa panen 4 bulan sekali. Selama masa tunggu panen, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Bu Hasanah sangat mengandalkan dari beras bagi hasil yang diperolehnya, agar dapat sampai pada masa panen yang akan datang.

Berhemat dengan menu lauk sederhana adalah cara Bu Hasanah dan keluarga agar mampu menyambung hidup setiap harinya. Apalagi dengan masih memiliki anak yang duduk di bangku SMA, membuat Bu Hasanah juga sesekali menerima panggilan menjadi juru masak catering, walau bukan sebuah pekerjaan rutin yang dirinya jalani. Sedangkan sang suami, mengisi hari dengan mencari pakan untuk domba ternakannya.

 

Bertahan Dalam Keterbatasan

(Bi Ela Hayati (47 Tahun) salah satu petani dhuafa di Desa Sindangjaya/foto:Harapan Amal Mulia)

Kisah petani penggarap lahan orang juga menjadi keseharian dari Ela Hayati (47 Tahun), warga Kp. Calincing Desa Sindangjaya ini memperoleh 10 Kg beras setiap 4 bulan sekali dari hasil panen sawah garapannya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bi Ela (panggilan akrabnya) juga harus mencari penghasilan tambahan sebagai juru masak catering yang tidak selalu ada setiap hari.

Sedangkan sang suami, yang memiliki profesi sebagai ojeg perahu di Waduk Cirata juga tidak dapat membawa besaran rupiah yang menentu sesampainya di rumah. Rp 30.000 sampai Rp 50.000 adalah besaran nominal yang dapat diperoleh dari hasil ojeg perahu. Dengan anak bungsu yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) Pasir Nangka, membuat Bi Eli dan suami harus berhemat pengeluaran setiap harinya.

(Selain menjadi petani, Bu Erniati (42 tahun) mencari tambahan penghasilan dengan menjadi juru masak catering/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Situasi yang sama juga dirasakan oleh Bi Erniati (42 tahun), 10 Kg beras diperolehnya dari hasil menggarap sawah orang. Selama menunggu panen tiba, beras tersebut menjadi andalan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, yang tentu selalu habis tak bersisa selama 4 bulan digunakan. Bekerja serabutan pun menjadi sebuah pilihan yang akhirnya harus ditempuh demi asap dapur yang harus mengepul. Untuk mencukupi keperluan sehari-hari, suami Bi Erni pun berkerja mengelola tambak ikan di waduk Cirata. Hasil dari tambak ikan sedikitnya dapat membantu keluarga Bi Erni dalam menyambung hidup sampai masa panen tiba. Dengan penghasilan kurang lebih Rp 1.000.000/bulan, Bi Erni dan keluarga harus mengatur strategi agar cukup untuk kebutuhan dapur dan biaya sekolah anak bungsu yang masih mengenyam pendidikan di SMP PGRI Ciranjang.

 

Harapan Lebih Baik Pada Masa Depan

(Salah satu kegiatan pertanian di Desa Sindangjaya/foto:Harapan Amal Mulia)

 

Kenyataan hidup yang dialami oleh Ibu Hasanah, Bi Ela dan Bi Erniati menjadi segelintir cerita, bahwa perjuangan harus tetap dijalani walau dengan keterbatasan yang ada. Usaha terus digiatkan, serta tidak lupa memohon kepada Sang Pencipta agar mendapat limpahan keberkahan dalam menjalani kehidupan. Kendati kerasnya hidup yang dijalani, dan harus berhemat setiap harinya, tidak lantas membuat kehilangan harapan dalam kehidupan.

Ibu Hasanah, Bi Ela dan Bi Erniati selalu berharap dan yakin bahwa kelak kehidupan akan lebih baik asalkan tidak melepas ikhtiar, do’a dan tawakal kepada Illabi Rabbi

(itari/harapanamalmulia)

 

Keyakinan yang sama juga membuat Harapan Amal Mulia tergerak untuk membersamai perjuangan Ibu Hasanah, Bi Ela, dan Bi Erniati serta para keluarga pra-sejahtera lainnya untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Mari kirim bantuan kebahagiaan untuk para keluarga petani dan keluarga pra-sejahtera lainnya melalui program Paket Harapan Keluarga. Paket yang berisi macam-macam sembako ini begitu dinantikan para keluarga dhuafa di Indonesia, agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya.  

Sahabat Amal dapat menyalurkan bantuannya melalui rekening donasi

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Benarkah Warga Kota Lebih Bahagia Dibanding Warga Desa?

|” Bahagia itu tidak terbatas ruang dan waktu, tapi bahagia itu kita yang ciptakan lho. Seperti potret warga di Desa Sindangjaya, Kabupaten Cianjur. Dengan segala anugerah alam yang ada, mereka punya cara tersendiri untuk tetap bahagia.”

 

Harapanamalmulia.orgBadan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan hasil surveinya tentang Indeks Kebahagiaan Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK), diperoleh hasil bahwa indeks kebahagiaan penduduk yang tinggal di wilayah kota adalalah sebesar 71,64 dan 69,57 untuk indeks kebahagiaan bagi penduduk yang tinggal di pedesaan. Dari hasil tersebut diambil kesimpulan bahwa penduduk yang tinggal di perkotaan cenderung lebih bahagia dibandingkan penduduk yang tinggal di pedesaan.

Terlepas dari hasil survei yang dilansir BPS, seharusnya tempat di mana seseorang tinggal tidak dapat menjamin ukuran kebahagiaan seseorang. Termasuk bagi penduduk yang tinggal di pedesaan. Penduduk desa tentu juga bisa bahagia dan punya indikator kebahagiaannya tersendiri. Hal itu dibuktikan oleh para penduduk di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang.

Bagaimana cara penduduk desa yang terletak di Kabupaten Cianjur ini dapat bahagia?

Berikut Harapan Amal Mulia, lembaga penghimpun donasi yatim dhuafa bagikan kisah selengkapnya untuk Sahabat semua.

 

Memetik Berkah dari Alam Desa

(Keterangan: Salah satu kegiatan bertani di Desa Sindangjaya /foto:Harapan Amal Mulia)

Desa yang terletak tidak jauh dari Waduk Cirata ini memiliki potensi alam yang begitu melimpah. Banyak warga yang mengais rezeki menjadi buruh tani di sawah, dengan upah Rp 30.000 per hari. Keberadaan waduk Cirata juga turut dimanfaatkan warga lainnya untuk menjadi nelayan pencari ikan, serta tidak jarang juga penduduk menambah pundi-pundi dengan menyewakan perahu wisata bagi para pengunjung waduk yang berdatangan.

Besar penghasilan yang diperoleh warga tergantung kepada musim dan cuaca, kadangkala ikan yang didapatkan nelayan begitu melimpah sehingga Rp 50.000 sudah dapat dibawa pulang, tetapi tidak jarang juga ikan hasil tangkapan tidak sebanyak hari-hari biasanya. Begitu pun dengan warga yang membuka usaha sewa perahu wisata, tidak menentunya kunjungan membuat penghasilan sehari-hari tidak dapat ditentukan. Dengan tarif Rp 15.000 per satu kali sewa perahu, pengunjung dapat mengelilingi waduk sepuas hati.

Kendati pundi-pundi rupiah yang dapat dibawa ke rumah tidak menentu setiap harinya, namun penduduk desa Sindangjaya percaya bahwa keberkahan dari yang Maha Kuasa tercurah dalam setiap genggaman harta yang telah mereka usahakan.

 

Bebas Jelajah Kampung Untuk Menuntut Ilmu

(Keterangan: Potret anak-anak Desa Sindangjaya saat pergi mengaji/foto:Harapan Amal Mulia)

Keseharian dari penduduk desa Sindangjaya tidak hanya sebatas mencari nafkah semata, pengajian rutin menjadi salah satu agenda wajib bagi ibu-ibu di sana. Tidak kurang dari dua kali dalam sepekan pengajian di gelar di masjid setempat. Dengan jama’ah pengajian rutin sekitar 70 orang, sebagian peserta harus rela menyimak dari teras masjid mengingat kapasitas ruang utama hanya dapat menampung setengahnya saja.

Kesadaran terhadap pentingnya ilmu agama membuat ibu-ibu Sindangjaya juga mengikuti pengajian di kampung-kampung lainnya. Saling memakmurkan masjid. Belum lagi kalau 1 ibu bawa 1 anak, tambah hiduplah masjid ini.” ujar salah satu jama’ah yang selalu antusias mengikuti pengajian.

Aktivitas di masjid terasa begitu hangat, manakala seusai para ibu mengaji, anak-anak Desa Sindangjaya berbondong-bondong untuk mengaji sore hari. Tanpa harus disuruh dan diminta, anak-anak berdatangan dengan sukarela untuk mengais ilmu dari ustaz setempat.

Simak informasi menarik lainnya: 7 Tips Antisipasi Corona Ala Santri Penghafal Al Quran

 

Berdikari Sejak Dini

Limpahan karunia alam yang dimiliki Desa Sindangjaya tidak serta merta membuat penduduknya berleha-leha. Namun sebaliknya, motivasi kuat untuk mandiri sejak dini menjadi semangat dalam mendatangkan kebahagiaan bagi penduduknya.

(Keterangan: Dewi (13 tahun) salah satu anak asal Desa Sindangjaya/foto: Harapan Amal Mulia)

Semangat ini yang ditunjukan oleh Dewi Yuniarti (13 tahun), meski sudah ditinggal oleh ayah kandung sejak masih kecil. Namun Dewi memiliki motivasi kuat untuk terus mengenyam bangku sekolah hingga perguruan tinggi. Kegemarannya akan pelajaran sains membuatnya bercita-cita menjadi dokter agar dapat mengobati orang sakit dan bermanfaat bagi banyak orang.

Kini bersama ibu dan ayah tirinya, Dewi selalu berusaha untuk dapat mandiri sejak dini, dengan penghasilan kedua ornag tuanya yang terbatas, tidak menyurutkan langkahnya untuk terus bersekolah dan mengejar impiannya.

 

Mendapatkan Perhatian dan Bimbingan

(Keterangan: Potret Ibu Suharlin bersama suaminya Pak Sholeh /foto:Harapan Amal Mulia)

Penduduk Desa Sindangjaya yang mayoritasnya Muslim, membangun toleransi yang baik dengan penduduk non-muslim yang berada di sana. Hubungan antar manusia yang berjalan baik kerap kali menjadi jalan hidayah bagi banyak mualaf yang tinggal di sekitar desa.

Seperti halnya Ibu Suharlin (40 tahun), ibu dari enam orang anak ini telah lama menjadi mualaf, kecintaannya yang besar terhadap Islam menjadikannya terus menggali ilmu lewat satu pengajian ke pengajian yang lainnya. Tidak kurang dari 2 kali dalam sepekan Ibu Suharlin menata jadwal mengajinya di dua masjid yang berbeda, ditengah kesibukannya bekerja serabutan seharian.

Ibu Suharlin yang telah merasakan pahitnya kegagalan rumah tangga ini, kini berjuang bekerja serabutan bersama suami barunya yang berprofesi sebagai pencari botol-botol plastik bekas. Meski hidup dalam kesederhanaan, Bu Suharlin tetap bahagia karena memiliki suami yang bertanggung jawab dan mampu membimbingnya untuk semakin taat kepada Allah Swt.

“Saya bahagia sekarang, walaupun cuma mulung botol plastik juga, ada yang ngajarin saya ngaji” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Tambah Kebahagiaan Keluarga Desa

Sahabat Amal, kisah ragam kebahagiaan yang tercermin dari Desa Sindangjaya ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa sejatinya bahagia itu mampu untuk diciptakan bukan semata-mata tergantung kepada tempat tinggal. Bahagia juga adalah tentang bagaimana kita menyikapi setiap keadaan dan berusaha dengan sebaik-baiknya ikhtiar yang kita bisa sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Sahabat, mari kita tambahkan kebahagiaan kepada penduduk desa di mana pun berada, khususnya di Desa Sindangjaya, Kabupaten Cianjur,  yang merupakan bagian dari desa binaan Harapan Amal Mulia, melalui program Paket Harapan Keluarga, dan Paket Harapan Yatim dan Dhuafa untuk membantu saudara-saudara muslim dan mualaf di Desa Sindangjaya, Kabupaten Cianjur dan desa-desa lainnya di seluruh Indonesia. (itari/harapanamalmulia)

Sahabat dapat berbagi kebahagiaan melalui rekening donasi berikut ini:

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia