Category: Internasional

Category: Internasional

Sudah Sampai Mana Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza?

Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza progres pembagunannya sudah 40%. Masih butuh banyak dukungan dan bantuan agar masyarakat Gaza bisa beribadah dengan nyaman.

 

Harapanamalmulia.org – Assalamu’alaikum Sahabat! Ada kabar baik dari pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina.

Perkembangan pembangunan masjid yang bersumber dari kedermawanan bangsa Indonesia ini sudah mencapai 50%. Kubah-kubah masjid sudah dipasang, begitu juga dengan menara yang sudah menjulang.

Pada bagian dalam lantai dasar, terlihat tiang-tiang kokoh yang menjadi penyangga bangunan di atasnya.

Baca juga: 4 Keutamaan Berwakaf  Masjid di Tanah Para Mujahid

Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia akan terus berlanjut hingga nampak seperti yang telah direncanakan. Setelah pembangunan rampung, masjid tersebut juga akan menjadi pusat penghafal Quran bagi anak-anak Palestina, khususnya yang berada di Khan Yunis.

Terima kasih ya, Sahabat. Berkat doa dan dukungan yang diberikan, masyarakat Palestina khususnya yang berada di Khan Yunis, Gaza akan segera memiliki tempat yang lebih layak dan nyaman untuk beribadah.

Meski begitu, perjalanan pembangunan masjid ini masih panjang. Pihak-pihak yang diamanahi sebagai pelaksana juga harus berjuang melewati ketatnya peraturan pihak penjajah. Namun permasalahan tersebut Insya Allah akan bisa dilewati dengan dukungan yang terus Sahabat berikan.

Saat ini pembagunan masjid membutuhkan banyak material-material bangunan di antaranya:

  • Pasir : 1 truk Rp 1,8 juta
  • Keramik : 1 m/segi Rp 600.000
  • Semen : 1 /zak Rp 170.000
  • Batu bata (Batako)  : 1/batubata Rp 20.000

Semoga kebaikan yang Sahabat berikan dalam pembangunan masjid ini dibalas dengan rumah terbaik di surga-Nya. Aamin. (history/harapanamalmulia)

Salurkan donasi terbaik untuk pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza melalui tautan kitabisa: https://kitabisa.com/campaign/istiqlaldigaza

 

Atau melalui pilihan rekening donasi:

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Kaleidoskop 2019: Menelusuri Jejak Kebaikan Donatur Harapan Amal Mulia

Berkat dukungan donatur, Harapan Amal Mulia mampu menebar banyak kebaikan di tahun 2019.

 

Harapanamalmulia.org  Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan karunianya dalam berbagai ikhtiar Harapan Amal Mulia membersamai umat.  Selama tahun 2019, Kami masih menjadi lembaga yang dipercaya donatur untuk menyalurkan sedekah dan donasi yatim dhuafa kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Ada pun mengenai penyalurannya, Harapan Amal Mulia menyusun program-program strategis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini anak yatim-dhuafa, pemberdayaan keluarga dan masyarakat, serta syiar Islam menjadi tiga landasan penyusunan program-program Kami.

 

Januari Bersamai Warga Palestina

Kebaikan donatur disalurkan dengan mendukung pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Jejak kebaikan donatur pada bulan Januari dapat dilihat pada program pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina. Tepat pada tanggal 19 Januari 2019, peletakkan batu pertama masjid kebanggan warga Gaza ini dilakukan.

Pada bulan yang sama, Harapan Amal Mulia juga membersamai perjuangan rakyat Palestina yang tengah dijajah dengan memberikan bantuan tunai kepada korban luka Aksi Kepulangan Akbar. Aksi penuntutan hak kembali warga Palestina tersebut memang sering menjatuhkan banyak korban.

 

Februari Peduli Korban Bencana

Kabar duka menyelimuti bumi pertiwi di penghujung tahun 2018 lalu. Tsunami yang melanda Selat Sunda pada 23 Desember 2018 telah membuat ratusan orang meninggal dunia dan belasan ribu lainnya terluka.

Penyaluran bantuan kepada korban tsunami Selat Sunda. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Duka masih menyelimuti korban tsunami hingga bulan Februari, sekitar dua bulan setelah kejadian. Menanggapi hal tersebut, Harapan Amal Mulia berikhtiar meringankan beban para korban dengan memberikan bantuan bahan makanan di sejumlah titik pengungsian. Selain itu, kami juga menghadirkan acara dongeng yang merupakan upaya trauma healing bagi anak-anak yang menjadi korban.

 

Maret Muliakan Anak Yatim Dhuafa

Donasi yatim dhuafa disalurkan melalui program Beasiswa Harapan di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pada bulan Maret 2019, Harapan Amal Mulia menyalurkan kebaikan donatur dalam program Beasiswa Harapan. Dimulai sejak bulan tersebut, sejumlah anak yatim dan dhuafa di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung mendapat bantuan dana pendidikan secara berkelanjutan. Seringing bertambahnya kepercayaan donatur, penerima manfaat pun kini semakin bertambah.

Tanti, salah satu penerima manfaat program pembinaan pertanian hidroponik. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selain Beasiswa Harapan, ikhtiar Harapan Amal Mulia dalam memuliakan yatim juga diwujudkan dengan pengembangan program pembinaan pertanian hidroponik kepada anak yatim dan dhuafa di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Bulan Maret ini menjadi bulan ketiga pelaksanaan pembinaan hidroponik tersebut.

 

April Maskimalkan Dukungan Yatim Dua Negara

Anak-anak Palestina turut merasakan manfaat dari kebaikan Sahabat dan Donatur Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Amanah donasi yatim dhuafa pada bulan April 2019 disalurkan dengan memaksimalkan dukungan pendidikan yang dikemas dalam program Beasiswa Harapan. Pada bulan yang sama juga diresmikan program bantuan untuk yatim Palestina dengan nama Bantuan Yatim Mulia.

 

Mei Kuatkan Berbagai Lini

Anak-anak yatim diajak untuk belanja keperluan hari raya dengan dukungan donasi yatim dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Kebaikan donatur yang dititipkan melalui Harapan Amal Mulia pada bulan Mei 2019 diwujudkan dengan program-program istimewa. Program yang dimaksud adalah rangakaian program Ramadhan Terbaik berupa buka bersama, pembagian paket sembako dan mushaf Al-Quran, juga belanja kebutuhan pakaian layak. Rangkaian program tersebut dimaksudkan untuk membagiakan anak yatim dhuafa.

Warga Kabupaten Asahan mendapat pemeriksaan kesehatan gratis dari Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Bulan Mei yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan tersebut juga diisi dengan program peduli kesehatan masyarakat di Asahan. Harapan Amal Mulia Asahan menggelar cek kesehatan geratis bagi warga sekitar.

 

Juni Gulirkan Semangat Penghafal Quran

Santri tahfiz binaan Harapan Amal Mulia di Istana Sufara Quran (ISQ), Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Istana Sufara Quran (ISQ) yang berada di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara merupakan rumah tahfiz binaan Harapan Amal Mulia khusus bagi anak yatim dan dhuafa. Sejak diresmikan pada Oktober 2018, pembinaan tahfiz Quran di ISQ ini bergulir sepanjang tahun. Dalam proses pembinaan, donatur menjadi pendukung penuh kebutuhan santri  santri tahfiz selama di ISQ.

 

Juli Temani Perjuangan Muslim Mualaf

Sulitnya perekonomian mualaf di pedalaman menjadikan mereka berada di ambang kebingungan. Apakah harus tetap dalam lingkaran iman, atau harus berbalik arah agar kebutuhan mereka tercukupi. Inilah yang menjadi salah satu perhatian Harapan Amal Mulia.

Penyaluran bantuan kepada salah satu keluarga muslim mualaf di Kabupaten Indragiri Hulu. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pada bulan Juli 2019. Tim Harapan Amal Mulia mengungjungi beberapa wilayah mualaf di Indonesia seperti di Kecamatan Ciranjang, Cianjur dan di Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyebarkan syiar Islam melalui penyerahan bantuan dari saudara-saudara Muslim mereka.

 

Agustus Bulan Pengorbanan

Penyembelihan hewan kurban dari donatur Harapan Amal Mulia tahun 2019. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pada bulan Agustus 2019, kebaikan donatur yang diamanahkan kepada Harapan Mulia disalurkan dengan menyembelihan daging kurban untuk saudara-saudara Muslim di pedalaman Cianjur. Hal tersebut diharapkan menjadi suntikan ruhiyah bagi para mualaf  untuk selalu bersyukur karena mempunyai saudara seiman yang peduli.

 

September Sebar Syiar dari Penghafal Quran

Penjual galon, donatur inspiratif bagi santri yatim dan dhuafa penghafal Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Santri tahfiz yatim dan dhuafa di Istana Sufara Quran (ISQ) menjadi perhatian Harapan Amal Mulia. Mereka merupakan pribadi-pribadi hebat yang menginspirasi banyak orang di sekitar. Semangat para santri, guru, dan warga sekitar ISQ dalam bidang pembelajaran Al-Quran berusaha disyiarkan Harapan Amal Mulia melalui berbagai media.

 

Oktober Maskimalkan Pemberdayaan Yatim Dhuafa

Santri binaan Harapan Amal Mulia berwirausaha dengan dengan menjual sabun pencuci piring buatan mereka sendiri. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Manfaat donasi yatim dhuafa tidak hanya disalurkan melalui bantuan tunai. Harapan Amal Mulia berinisiatif memberikan pembinaan softskill melalui program wirausaha, pembinaan bahasa asing, dan lain sebagainya. Hal tersebut bertujuan agar anak yatim dan dhuafa mempunyai masa depan yang lebih cerah berbekal kemampuan yang dimiliki.

 

November Peduli Kebutuhan Sesama

Dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap sesama, pada bulan November Harapan Amal Mulia memberikan bantuan kepada korban kabut asap di Raiu. Bantuan yang diberikan berupa makanan bergizi sebagai upaya mengembalikan kondisi kesehatan warga pasca dilanda bencana kabut.

Penyaluran bantuan untuk korban kabut asap di Riau. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selain mendukung kebutuhan korban asap di Riau, Harapan Amal Mulia juga berikhtiar memudahkan ibadah santri tahfiz di Istana Sufara Quran (ISQ) dengan pembangunan tempat wudu yang layak.

Pembangunan tempat wudu untuk santri tahfiz yatim dan dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Desember Terus Alirkan Kebaikan

Kebaikan dari donatur terus kami alirkan kepada anak yatim dan dhuafa dalam program-program berkelanjutan seperti Istana Sufara Quran dan Beasiswa Harapan. Insya Allah kebaikan tersebut pun akan berlanjut di tahun 2020 mendatang.

Penyaluran bantuan rutin kepada penerima manfaat Beasiswa Harapan di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Itulah sekilas mengenai jejak-jejak kebaikan donatur Harapan Amal Mulia. Masih banyak kebaikan lain yang bisa jadi tidak tercantum dalam kaleidoskop di atas. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan rejeki agar semakin banyak kebaikan yang bisa dibagikan. Aamiin. (history/harapanamamulia)

5 Cara Ini Bantu Selamatkan Muslim Uighur

Kesulitan yang dialami Muslim Uighur adalah ujian bagi umat Islam dunia. Banyak cara dapat dilakukan untuk membantu mereka. Cara-cara tersebut tentunya dapat melahirkan perubahan yang lebih baik untuk Muslim Uighur

 

Harapanamalmulia.orgPermasalahan Muslim Uighur bukan isu yang baru muncul. Penderitaan mereka setidaknya sudah dimulai sejak tahun  1949 saat Mao Zedong melalui tentaranya merebut wilayah Turkistan Timur, negeri yang menjadi tempat tinggal suku Uighur yang mayoritas beragama Islam. Secara perlahan, nama Turkistan timur pun lebih dikenal sebagai Xianjiang.

Sejak peristiwa pencaplokan, otoritas setempat terus berupaya melenyapkan kehidupan suku Uighur dengan berbagai cara. Rumah mereka dirampas, beribadah dipersulit, dan yang paling terkenal adalah pengurungan Muslim di kamp-kamp mengerikan yang disebut dengan Pusat Redukasi.

Kesulitan ini bukan hanya ujian bagi Muslim Uighur, tapi juga bagi umat Islam keseluruhan yang sedang diuji dengan kepedulian dengan nasib saudara sendiri. Semangat menuai pahala dengan membersamai Muslim Uighur bisa diwujudkan dengan berbagai cara. Di antara cara-cara tersebut adalah:

 

1. Menyebarluaskan Isu

Tagar #SAVEUYGHUR menjadi wujud dukungan warga dunia maya untuk Muslim Uighur. (Ilustrasi: Gramho)

Upaya pertama yang paling memungkinkan untuk membantu Muslim Uighur adalah dengan mengajak orang lain untuk ikut peduli. Hal tersebut bisa ditempuh dengan cara menyebarluaskan isu Uighur baik secara langsung maupun melalui sosial media.

 

2. Aksi, Petisi, Kecaman

Warga Turki serukan bela Muslim Uighur dalam aksi di jalan. (Foto: Reuters: Murad Sezer)

Suara kebenaran dari rakyat dunia akan mampu memperbaiki isu kemanusiaan yang kini menimpa Uighur. Maka dari itu, turun aksi, memberikan petisi, dan mendesak pihak berwenang untuk mengeluarkan kecaman menjadi salah satu upaya yang juga harus dicoba.

 

Baca juga: Ini Salah Satu Musibah Terbesar Bagi Umat Islam di Dunia

 

3. Berdonasi Ringankan Beban Mereka

Ilustrasi donasi untuk Muslim Uighur. (Sumber: Google)

Memberikan donasi menjadi salah satu langkah nyata untuk mendukung Muslim Uighur. Saat ini, mereka berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Perekonomian warga sulit berkembang dengan adanya berbagai larangan.

 

4. Bersatu untuk Perubahan

Untuk membuat sebuah perubahan yang baik, setidaknya umat Islam harus bersatu. Meredam permusuhan, mengenyampingkan kepentingan kelompok tertentu, dan fokus dengan misi bersama yaitu menyelamatkan Muslim Uighur dari kekejaman musuh-musuh Islam.

 

5. Berdoa Sempurnakan Ikhtiar

Pada hakikatnya, tidak ada yang mampu memberikan pertolongan kepada saudara-saudara kita, Muslim Uighur selain Allah Swt. Bagi kita orang yang beriman, doa adalah senjata paling ampuh untuk bertarung melawan musuh. Secanggih apa pun senjata mereka, masih ada kekuatan Allah yang mustahil bisa dikalahkan.

 

Itulah lima cara yang bisa ditempuh untuk membantu Muslim Uighur. Sahabat, dukungan dan bantuan kita sangat dinanti-nanti oleh mereka. Mari bantu kuatkan Muslim Uighur dengan ikhtiar paling maksimal. (history/harapanamalmulia)

Sumber: Kiblat Net, Daily Sabah

4 Panduan Internasional untuk Keluarga Pengasuh Anak Yatim

Pengasuhan anak yatim dalam lingkungan keluarga menjadi salah satu cara terbaik untuk tetap menjaga mereka. Meski begitu, terdapat beragam bentuk pengasuhan yatim dalam keluarga yang memiliki strategi-strategi berbeda.

 

Harapanamalmulia.org –  Meski terlihat sama, nyatanya anak yatim memerlukan perlakuan yang sedikit berbeda dengan anak lain.  Itulah mengapa, salah satu penghimpun bantuan anak yatim komunitas kemanusiaan di New York, Faith to Action Initiative, berinistif mengadakan penelitian tentang cara-cara yang bisa diterapkan untuk mengasuh anak yatim atau anak terlantar (dhuafa) dengan baik.

Hasil penelitian tersebut menunjukan adanya beberapa pola asuh berdasarkan tempatnya, termasuk pengasuhan dalam keluarga. Pola pengasuhan anak yatim dalam lingkup keluarga dianggap paling sesuai dan banyak dilakukan warga negara di dunia. Berikut pola pengasuhan yang dimaksud:

 

  • Tetap dalam Asuhan Orang Tua

Tetap tinggal bersama ibu setelah bapak meninggal dunia adalah pilihan terbaik bagi seorang yatim. Dengan begitu, meraka tidak perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru serta tetap bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.

Meski begitu, keadaan mereka juga tetap menjadi perhatian kita, sebagai pihak-pihak yang peduli keadaan yatim. Di antara cara mengasuh  anak yatim yang masih tinggal dengan orang tuanya adalah memberikan layanan terhadap apa-apa yang mereka butuhkan juga dengan melakukan pemantauan secara berkelanjutan.

 

  • Asuh sebagai Kerabat Terdekat

Tinggal dengan kerabat menjadi pilihan lain yang baik bagi anak yatim. Dengan cara ini, anak yang bersangkutan masih tetap bisa tinggal bersama keluarga yang budayanya tak jauh beda.

Sayangnya, disebutkan dalam penelitian Faith to Action Initiative  menyebutkan anak-anak yang diasuh dengan cara ini mengalami diskriminasi dan pengabaian. Fakta tersebut menjadi pelajaran bagi pengasuh yatim yang juga memiliki garis kekerabatan agar tidak melakukan hal serupa.

Dalam pola asuh ini, pihak eksternal seperti lembaga kemanusiaan atau pemerintah untuk memberikan bantuan anak yatim dalam berbagai bentuk.

Ilustrasi anak adopsi. (Sumber: About Islam)

 

  • Asuh dengan Adopsi

Istilah adopsi mungkin sudah tak asing di telinga kita. Adopsi adalah tindakan mengambil alih hak pengasuhan setelah melalui proses resmi bersyarat dari negara. Berbeda dengan jenis pengasuhan yang sebelumnya, orang tua adopsi tidak memiliki hubungan kekeluargaan  dengan sang anak.

 

Mengasuh anak adopsi ini tak bisa sembarangan karena biasanya mereka akan mendapat pamantauan dari pihak yang berwenang. Maka dari itu, kebutuhan lahir dan batin anak yang diadopsi harus selalu terpenuhi.

 

Baca juga: Anak Yatim Berjuang Gantikan 5 Peran Ini dalam Keluarga

 

  • Pola Asuh Penuh

Tak beda jauh dengan adopsi, dengan sistem asuh penuh ini anak yatim tinggal dan diasuh oleh orang yang tidak memiliki garis kekerabatan. Bedanya, cara ini tidak tercatat secara resmi oleh negara sehingga tidak pemantauan. Meski begitu, memperlakukan anak asuh dengan baik harus tetap dilakukan karena merupakan amanah dari Sang Pencipta serta dorongan dari hati nurani manusia.

 

Itulah gambaran sederhana tentang cara pengasuhan anak yatim dalam lingkungan keluarga yang dianggap efektif oleh banyak warga dunia. Namun yang seharusnya kita ingat pula bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya saran dari manusia semata tapi juga dari Allah Swt.

 

 

Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Bawa Kita Ke Surga-Nya

Anak-anak penerima santunan anak yatim dan dhuafa di Cicalengka. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sebagaimana yang disebutkan dalam Hadis, menanggung kebutuhan yatim merupakan amal saleh berpahala surga yang berdekatan dengan Rasulullah Saw.

 

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.(HR al-Bukhari)

 

Yuk berlomba-lomba muliakan anak yatim dengan memberikan kasih sayang, bimbingan, dan dukungan materi kepada mereka. Insya Allah, Harapan Amal Mulia akan menjadi jembatan kebaikan antara donatur dengan anak-anak yatim di berbagai wilayah Indonesia. (history/harapanamalmulia)

 

Sumber: Faith to Action Initiative

 

Salurkan bantuan untuk dukung pendidikan yatim di Cicalengka, Kabupaten Bandung dalam program Beasiswa Harapan melalui tautan:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

Berikan juga dukungan untuk anak yatim dan dhuafa penghafal Quran di Istana Sufara Quran, Kabupaten Asahan dengan memberikan donasi terbaik melalui:

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

 

Atau melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Mohon  lakukan konfirmasi setelahdonasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Dulunya Yatim, Kini Mereka jadi Tokoh Hebat di Dunia

Hidup berkecukupan bukan jaminan kesuksesan seseorang. Ketiga tokoh ini berhasil membuktikannya. Meski berlatar belakang yatim yang serba kekurangan, mereka mampu menjadi sosok hebat di dunia.

 

Harapanamalmulia.org Menjadi yatim bukanlah sebuah pilihan. Setiap anak pasti mendambakan kehidupan yang menyenangkan, berkecukupan atau setidaknya sama dengan anak-anak kebanyakan.

Namun apa mau dikata, setelah orang tua dipanggil Yang Maha Kuasa, anak-anak yatim hidup mengandalkan santunan anak yatim dan dhuafa yang datangnya tidak menentu.

Kendati demikian, hal tersebut bukan lah penentu kesuksesan seseorang. Buktinya, ketiga sosok hebat ini ternyata dulunya merupakan seorang yatim. Siapakah mereka?

 

1. Imam Syafi’i, Ulama Paling Berpengaruh

Ilustrasi Imam Syafi’i. (Sumber: Hidayatullah)

 

Imam Syafi’i lahir di Gaza pada tahun 150 Hijriyah. Ayahnya sudah meninggal dunia sejak Imam Syafi’i dalam kandungan. Beliau dibesarkan dalam kehidupan yang sulit dan serba kekurangan.

 

Namun hal itu tak membuat Imam Syafi’i putus asa apalagi bermalas-malasan dalam menuntut ilmu. Sosok yang masih merupakan kerabat Rasulullah Saw. ini akhirnya menjadi seorang ulama besar yang cerdas, dan termasuk ke dalam salah satu ulama paling berpengaruh bagi umat Islam.

 

Baca juga: Apa yang Islam Ajarkan Tentang Pembinaan Anak Yatim?

 

 2. Syekh Ahmad Yasin, Pendiri Gerakan Pembela Palestina

Syekh Ahmad Yasin, tokoh yang gigih membela Palestina ini dilahirkan sebagai anak yatim. (Sumber: Almanar)

 

Ahmad Ismail Yasin atau yang lebih dikenal sebagai Syekh Ahmad Yasin, sudah menjadi anak yatim sejak usianya tiga tahun. Ulama besar Palestina ini memiliki empat saudara laki-laki dan dua saudara perempuan. Keluarga mereka hidup dengan berbagai keterbatasan di pengungsian Gaza.

Keadaan menjadi semakin sulit saat Syekh mengalami sebuah kecelakaan dan akhirnya dinyatakan cacat, tak bisa berjalan seumur hidup. Kendati demikian, kondisi fisiknya tak menghalangi semangat belajar beliau yang tinggi. Ia menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan, terutama tentang Islam.

Saat dewasa, Yasin menjadi seorang oratur ulung, ahli strategi politik, dan yang paling terkenal adalah sebagai pendiri salah satu gerakan pembela Palestina.

 

3. Habibie, Presiden Indonesia Ke-3

Habibie sudah menjadi yatim sejak usianya menginjak remaja. (Sumber: Detik News)

 

Tokoh yatim terakhir namun tak kalah hebatnya adalah Baharuddin Jusuf Habibie. Presiden ketiga Republik Indonesia ini adalah anak keempat dari delapan bersaudara. Di usia beliau yang baru menginjak remaja (14 tahun) sang ayah meninggal dunia akibat serangan jantung.

Sejak saat itu, kehidupan Habibie tak sebaik sebelumnya. Beliau bahkan mengalami kehidupan yang sangat sulit saat menempuh pendidikan di Jerman.

Habibie dewasa dikenal sebagai sosok jenius yang mempunyai segudang prestasi. Ia pernah menemukan teori pembuatan pesawat terbang tercanggih pada zamannya.

 

Pencapaian-pencapaian besar ketiga tokoh di atas lahir dari mimpi-mimpi anak yang sudah tak mempunyai orang tua. Kondisi keluarga yang serba kekurangan menjadi motivasi lebih bagi mereka untuk terus belajar dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

 

Hal tersebut juga yang kini dirasakan anak-anak yatim dan dhuafa di Istana Sufara Quran (ISQ) Asahan, rumah tahfiz binaan Harapan Amal Mulia. Misalnya Andin, salah satu santri penerima manfaat santunan yatim dan dhuafa mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang guru. Bukan guru biasa, Andin ingin menjadi guru penghafal Quran bagi anak-anak di Indonesia.

 

Kisah selengkapnya: Terlahir Prematur, Semangat Menghafal Andin Tak Pernah Kendur

 

Ia yakin, dengan menjadi guru penghafal Quran akan lahir sosok-sosok cerdas dan religius yang dapat memberikan banyak manfaat bagi umat.

Semangat Andin dan anak yatim dan dhuafa di ISQ tak boleh berakhir begitu saja. Cita-cita mulia mereka harus kita dukung agar benar-benar terwujud. Maka dari itu, mari bantu wujudkan cita-cita mereka dengan mencukupi kebutuhannya selama berada di karantina. (history/harapanamalmulia)

 

Sumber: Republika, Bincang Syariah, Jogja Inside

 

Salurkan sedekah yatim dan dhuafa untuk santri Istana Sufara Quran (ISQ) melalui tautan kitabisa berikut >>> https://kitabisa.com/pedulihafizquran

 

Atau melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400