facebook facebook facebook E-mail : harapanamalmulia@gmail.com, Call Center : 081 1234 1400

Harapanamalmulia.org - Setelah sempat diusir keluarga  karena menjadi mualaf pada tahun 2000, Yunardi (52) atau

yang akrab disapa Didi akhirnya memutuskan untuk kembali ke Dusun Palalongan, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur.

 

Alasannya begitu mulia, ia khawatir kerabat-kerabatnya yang menyusul menjadi mualaf akan berbalik arah. Mualaf

Perjuangan Didi pun dimulai. Ia mengerahkan segala kemampuan untuk membangun masjid, tempat saudara-saudara mualaf

Ciranjang bermajelis ilmu, memperkuat benteng akidah.

Mualaf

Setelah membangun masjid, perjuangan Didi tidak jadi lebih mudah. Keterbatasan dana dan sulitnya akses menuju  Ciranjang

membuat para pembina tak bisa  sering-sering datang. Padahal, para pembina lah yang memberikan pengarahan ruhiyah

secara langsung kepada para mualaf.

mualaf ciranjang

Kesulitan ekonomi mualaf Ciranjang juga mengakibatkan  mereka tak bisa leluasa menuntut ilmu agama. Banyak dari mualaf

terpaksa bergantung hidup kepada tuan tanah yang masih berbeda keyakinan.

mualaf

Masalah tak berhenti sampai di situ, para calon mualaf juga dilanda keraguan untuk memeluk Islam karena tidak adanya

lahan pemakaman Muslim di sana.

Sedekah untuk mualaf

Dalam rangka mendukung ikhtiar Pak Didi, Harapan Amal Mulia berniat membuat mualaf Cianjur lebih berdaya, mengokohkan

benteng iman yang telah mereka bangun dengan mendirikan Pusat Pembinaan Mualaf.

Pusat Pembinaan Mualaf akan menjadi pusat bagi mualaf Ciranjang mengkaji ilmu Islam dan berlatih berbagai keahlian.

Saat ini, di Kecamatan Ciranjang, ada empat desa mualaf, yang meliputi Desa Sindangjaya, Kertajaya, Sindangsari, dan Gunungsari.

Kurban untuk mualaf

Jangan Sampai Pak Didi berjuang sendirian. Mari, jadikan rahmat Islam semakin dekat dengan mualaf Ciranjang.

Kirimkan sebaik-baik kontribusi melalui:

Rekening Bank Syariah Mandiri

(451) 2017 00 4018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia