Ratusan Kepala Keluarga Di Kabupaten Maros Masih Terjebak Banjir Sulsel
Banjir Makassar

AMAL MULIA, Sulawesi Tengah – Hujan deras tak henti mengguyur   sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan selama beberapa hari terakhir. Puncaknya pada Selasa (22/1/2019) hujan sehari semalam disertai dengan angin kencang  memicu terjadinya banjir dan longsor di 7 Kabupaten. Di Kabupaten Maros, sejumlah warga dan pendatang bahkan kini  masih terjebak banjir di rumah-rumah mereka (23/1/19).

M Jusuf Haji Tipu (45), warga Kompleks Maros Regency, Kecamatan Marusu bersama keluarganya kini harus merinding kedinginan di dalam rumah, dan tak bisa kemana-mana.

Bukan hanya keluarga Jusuf, 250 Kepala Keluarga lainnya juga bernasib serupa.

 

Banjir Sulsel

Seorang nenek, salah satu korban banjir di Makassar, selasa (22/1). (Antara foto/sharul manda tikupadang )

“Ada 250 KK di kompleks ini, nasibnya sama dengan kami. Terjebak dalam rumah sendiri, dan kedinginan dan yang bikin resah listrik juga padam,” ujar Jusuf, dikutip dari Tribun.

Baca juga: Bersama Amal Mulia, Syekh Palestina Kunjungi  Korban Banjir di Buluh Cina

 

Kikabarkan, sejumlah guru dan siswa SMK 8 Jeneponto juga masih terjebak banjir dan bertahan di atap-atap sekolah.

Hingga pukul 21.00 wita belasan guru, dan puluhan siswa yang  terjebak banjir sepanjang siang hingga malam, sudah dievakuasi orang tua dan otoritas penanggulangan bencana setempat.

 

Fenomena Hydrometeorologi

Warga mengevakuasi barang dari rumahnya yang terendam banjir di kompleks Perumnas Antang Blok 10, Makassar, (22/12). (Sumber: SindoNews)

Fenomena hydrometeorologi (banjir, air pasang, angin kencang dan tanah longsor) melanda  Kota Makassar dan 6 kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah, yaitu Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep dan Barru.

 

Baca juga: Banjir 1,5 Meter Rendam Ribuan Rumah Warga di Siak Hulu

 

Sejumlah warga dan sebuah rumah kayu di tepi Sungai Jeneberang bahkan  terseret derasnya arus sungai (22/1/2019). Khawatir keadaan semakin buruk, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Selain itu,sebuah jembatan di dekat Bendungan Bili-bili ambruk , ratusan rumah warga terendam air hingga hampir melewati atap. (history/amalmulia)

Sumber:  Tribun, Kompas