Setelah 40 Hari, Yatim Binaan Amal Mulia Siap Pasarkan Kangkung Hidroponiknya
Anak Yatim

Bibit-bibit kangkung dalam instalasi itu telah berumur 40 hari dan siap untuk dipanen. Meski sempat cemas akan datangnya angin puting beliung yang sempat merusak  lahan pertanian warga pekan lalu, Alhamdulillah tanaman kangkung hidroponik, buah semangat dan kerja kerja keras yatim binaan Amal Mulia dapat dipanen dan dijual kepada masyarakat umum (24/1/2019).

Amal Mulia Yatim

Meski belum sebanyak hasil panen petani hidroponik pada umumnya, berkilo-kilo kangkung dapat dipanen hanya dari dua instalasi hidropinik.

Dimulai pada awal Desember 2018 lalu, Amal Mulia  melalui program IDEAL (Inspirasi Desa Yatim Mulia) berikhtiar membimbing  anak – anak yatim di Desa Rancaekek Kulon, Kec. Rancaekek, Kabupaten Bandung untuk mampu berwirausaha dengan memanfaatkan potensi desanya dalam bidang cocok tanam hidroponik.

Bertempat di kediaman Pak Undang Suryaman Koordinator Yatim IDEAL Wilayah Jawa Barat, sembilan orang yatim di Rancaekek Kulon setiap harinya memantau perkembangan pertanian secara bergantian.

Anak Yatim

Aldi Renaldi (kanan) bersama anak yatim binaan Amal Mulia dalam program IDEAL

Aldi Renaldi, selaku Project Officer Yatim Amal Mulia menungkapkan bahwa sebelumnya pertanian sempat gagal. Namun, Alhamdulillah anak-anak tak putus asa dan ingin terus mencoba. Pada Rabu (24/1/2019), kangkung telah tumbuh tinggi dan siap untuk dipanen.

Yatim Binaan Amal Mulia

Kangkung-kangkung yang ditanam menggunkan sistem DFT (Deep Flow Technique) itu dikemas dengan apik pada sebuah kantong plastik yang dibubuhi logo menarik. Setelah dikemas, kangkung-kangkung tersebut  dipasarkan kepada masyarakat sekitar, dan juga secara online.

Satu kilogram kangkung dijual dengan harga Rp.25.000. Hasil penjualan dikumpulkan untuk selanjutnya dibagi rata dan digunakan untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

Tantri, salah satu yatim binaan mengucap syukur atas panen pertama tersebut. Ia berharap program ini terus berkembang dan menghasilkan panen lebih banyak.

Tak lupa, teman-teman yatim memabawa sebagain hasil panen mereka untuk disantap bersama keluarga (history/amalmulia)