Tag: Amal Jariyah

Tag: Amal Jariyah

12 Hak Anak Versi PBB Berlaku Juga untuk Yatim

Perang membuat kehidupan banyak anak di dunia menjadi terabaikan. Hal tersebut PBB memotivasi PBB untuk mendeklarasikan standar hak asasi manusia untuk seluruh anak di dunia, termasuk anak yatim.

 

Harapanamalmulia.org Pada tahun 1948, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendeklarasikan dua belas poin tentang standar hak asasi anak-anak di dunia. Gagasan tersebut muncul akibat maraknya kasus kelaparan, pengabaian, bahkan eksploitasi anak yang terjadi pada masa peperangan.

Hari ini perang dunia sudah tidak terjadi. Namun sayang, belum semua anak bisa mendapatkan hak asasinya. Seperti yang dialami oleh banyak anak yatim.

Anak-anak penerima manfaat donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia. (Harapan Amal Mulia)

 

Setelah orang tua tiada, mereka hidup terombang-ambing dan kesulitan mendapatkan hak dasar yang menjadi acuan PBB. Tak jarang pula yatim yang mengandalkan hidup dari donasi yatim dhuafa dari para dermawan.

Apa saja kedua belas poin hak asasi anak yang dimaksud?

  1. Hak untuk tinggal bersama keluarga
  2. Hak mendapatkan lingkungan yang stabil, dicintai, dan dirawat
  3. Hak perawatan dan pemenuhan gizi
  4. Hak atas air bersih dan pemakaian listrik
  5. Hak mendapatkan pendidikan yang berkualitas
  6. Hak kesetaraan kesempatan
  7. Hak mendapatkan bimbingan dari orang tua
  8. Hak untuk didengar dan diajak diskusi
  9. Hak bimbingan menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab
  10. Hak perlindungan dari pengabaian
  11. Hak kehormatan dan kebebasan
  12. Hak bimbingan religius

 

Hal di atas adalah hak mendasar yang dibutuhkan oleh seorang anak dalam proses tumbuh kembangnya. Karena anak yatim sudah tidak memiliki orang tua/tidak lengkap, peran kita adalah untuk membantu pemenuhannya.

Baca juga: Ayah Tiada, Ibu Para Yatim Jadi Tulang Punggung Keluarga

 

Kebutuhan pokok di atas pula yang terus berusaha didukung oleh Harapan Amal Mulia melalui berbagai program peduli yatim.

 

Ikhtiar Harapan Amal Mulia Cukupi Kebutuhan Yatim

Saat ini setidaknya terdapat dua program yang fokus diikhtiarkan Harapan Amal Mulia untuk memuliakan yatim. Kedua program tersebut adalah Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) dan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa.

Fokus program Rumah Tahfiz ISQ yang berlokasi Kabupaten Asahan, Sumatera Utara adalah memberikan pembinaan tahfiz Quran serta pemenuhan gizi santri yatim dan dhuafa di asrama. Sedangkan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa lebih fokus pada pemberian dukungan biaya pendidikan serta pembinaan rohani.

Kaggiatan pembinaan tahfiz anak yatim dan dhuafa di Istana Sufara Quran, Kabupaten Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Program Rumah Tahfiz ISQ dan Beasiswa Harapan tersebut terus dikembangkan agar bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Mohon doa dan dukungan ya Sahabat, semoga ikhtiar memuliakan yatim dan dhuafa ini senantiasa diberi kemudahan oleh Allah Swt. Aamiin. 

 

Kirim dukungan untuk program Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran melalui tautan:

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Salurkan juga kebaikan Anda untuk penerima manfaat Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa melalui:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

Sumber: Unicef

 

(history/harapanamalmulia)

Hafal Quran Lebih Mudah Bagi Santri ISQ Saat Kebutuhan Ini Terpenuhi

Fasilitas belajar santri yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) Asahan masih jauh dari kata memadai. Banyak kebutuhan penunjang belajar santri yang menunggu untuk kita penuhi.

 

Harapanamalmulia.org –  Sesaat setelah azan asar berkumandang, suasana Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) menjadi lebih riuh dari sebelumnya. Sekitar lima puluh santri yatim dan dhuafa berkumpul di aula untuk belajar Quran dan ilmu agama.

Para santri berlari ke sana ke mari sambil sesekali bercanda dengan temannya yang sedang fokus menghafal Quran.  Maklum saja, ISQ hanya punya satu ruang aula yang digunakan untuk semua tingkatan kelas.

Meski begitu, mereka  tetap bersyukur masih mempunyai tempat belajar. Sebulan yang lalu, santri ISQ dihadapan dengan tantangan besar untuk melunasi biaya perpanjang sewa asrama. Alhamdulillah, tantangan tersebut dapat terlewati berkat adanya dukungan donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.

Andin, salah satu santri ISQ sedang dibimbing untuk menghafal Quran. (Harapan Amal Mulia)

 

Kini, tantangan lain kembali menghampiri ISQ. Santri harus lebih mengasah kesabarannya menghafal Quran di ISQ dengan fasilitas belajar yang belum semuanya terpenuhi.

Hebatnya, mereka tak takut atau resah. Santri-santri ISQ yakin Allah akan menolong mereka dengan berbagai jalan, salah satunya oleh kebaikan donatur Harapan Amal Mulia.

Berikut adalah kebutuhan terkini santri ISQ yang Insya Allah akan berusaha dipenuhi dengan dukungan donatur.

 

1. Ruang Kelas Layak Bantu Santri Lebih Konsentrasi Hafalkan Quran

Keadaan ruang belajar santri ISQ dicampur antara satu kelas dengan kelas lainnya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Santri belajar dan menghafal Quran di kelas ramai yang digunakan oleh sekitar lima puluh orang. Mereka berusaha tetap kondusif menghafal Quran dengan kondisi demikian.

Dengan dukungan donatur, Harapan Amal Mulia berikhtiar menghadirkan ruang kelas yang lebih layak bagi santri.

 

2.Tempat Wudu Berkeran Mudahkan Santri Bersuci

Rancangan tempat wudu santri ISQ yang Insya Allah akan diwujudkan dengan dukungan donasi yatim dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Fasilitas lain yang saat ini dibutuhkan santri adalah tempat wudu berkeran. Sebelum salat, belajar, dan menghafal Quran,  santri diwajibkan untuk memperbaharui wudu. Selama ini, puluhan santri lumayan disulitkan karean harus berwudu di sebuah toilet kantor manajemen asrama.

 

Baca juga: Panutan Santri Tahfiz Mandiri Ada Di Sini

 

3. Seragam Wujud Apresiasi Semangat Santri

Tak ada seragam yang apik.  Dukungan donatur menjadi harapan santri untuk memiliki seragam yang lebih layak. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Dalam hal berpakaian, belum ada ketentuan seragam yang harus digunakan santri. Keterbatasan ekonomi wali santri membuat ISQ harus berfikir dua kali jika ingin menerapkan aturan berpakaian. Kendati demikian, anak-anak tetap semangat belajar dan menghafal dengan pakaian seadanya.

 

4. Makanan Bergizi Berikan Energi Menghafal Quran

Santri ISQ hidup sangat sederhana. Tempat tinggal, fasilitas belajar, hingga makanan sehari-hari pun hanya mengandalkan bahan seadanya. Tempe dan tahu sudah menjadi makanan mewah bagi mereka. Apalagi daging yang belum tentu setiap bulan bisa didapatkan.

Dengan sepuluh ribu rupiah, sahabat sudah bisa memberika santunan anak yatim berupa makanan bergizi untuk santri ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sahabat, begitu banyak tantangan santri-santri yatim dan dhuafa di ISQ dalam menghafalkan Quran. Hal tersebut menjadi ujian bagi mereka, juga bagi kita yang dikaruniai berbagai kenikmatan.

Allah Swt berfirman:

Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)’. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba: 39)

Yuk bantu penuhi kebutuhan santri ISQ. Sebagaimana ayat di atas, Insya Allah, Ia akan membalas kebaikan sahabat dengan rezeki yang lebih baik. (history/harapanamalmulia)

 

Salurkan kontribusi terbaik untuk santri ISQ, sebesar rasa syukur sahabat hari ini melalui tautan kitabisa >>> kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Atau transfer donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Muharam Belum Habis, Yuk Berlomba Santuni Yatim Calon Hafiz!

Muharam menjadi bulan berkah bagi anak-anak yatim. Pada saat itu, umat Islam akan berlomba memuliakan dan memberikan santunan terbaik.

 

Harapanamalmulia.orgBulan menampakkan bentuknya yang bulat sempurna, menandakan Muharam sudah memasuki pertengahannya. Muharam merupakan salah satu bulan istimewa karena pada waktu tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

Bulan pertama dalam penanggalan hijriah ini juga dinanti-nanti oleh anak yatim karena adanya Hari Yatim/ Idul Yatama (10 Muharam), di mana orang-orang akan berlomba memberikan santunan anak yatim dan dhuafa.

Aktivitas pembinaan santri banyak didukung oleh donasi yatim dhuafa yang diamanahkan donatur kepada Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Salah satu yang merasakan berkah bulan Muharam ini adalah anak yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara quran (ISQ), Kabupaten Asahan yang dibina Harapan Amal Mulia. Alhamdulillah banyak dermawan yang mendukung berbagai kebutuhan santri setelah mendengar kabar tentang keadaan asrama yang serba terbatas. Sampai saat ini, ISQ dan Harapan Amal Mulia terus berikhtiar agar seluruh kebutuhan santri bisa segera dipenuhi.

 

Penunjang Belajar Santri yang Harus Segera Dipenuhi

Sekitar 43 orang santri ISQ belajar dan menghafalkan Quran di tengah berbagai keterbatasan. Meski begitu, tidak terlihat raut wajah santri yang sedih atau pun lesu karena keadaan tersebut. Itulah yang menjadi salah satu motivasi Harapan Amal Mulia untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan fasilitas belajar santri, di antaranya:

 

  • Meja belajar. Berbulan-bulan belajar tanpa meja, akhirnya pada Agustus 2019 lalu seorang dermawan mendonasikan 30 meja lipat untuk santri. Karena meja-meja tersebut masih belum sebanding dengan jumlah santri yang ada, Harapan Amal Mulia terus berikhtiar agar seluruh santri dapat belajar dengan meja.

 

  • Meja belajar lipat menjadi salah satu fasilitas yang memudahkan santri untuk belajar Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

  • Mushaf Quran. Terbatasnya mushaf Quran, terutama yang berstandar tahfiz menjadi kendala lain yang dialami santri ISQ. Saat ini hanya 9 orang santri mukim saja yang memiliki mushaf standar yang memudahkan untuk menghafal Quran.

 

  • Biaya perpanjang sewa. Asrama yang digunakan santri untuk bermukim dan belajar Alquran merupakan sebuah bangunan sederhana yang masih berstatus sewa. Setiap tahunnya, ISQ harus menyiapkan biaya sebesar sepuluh juta rupiah agar pembinaan santri bisa terus berjalan. Bulan September ini merupakan waktu habisnya masa sewa asrama.

 

Baca juga: Tuntunan dan Fadhilah Santuni Anak Yatim Saat Bulan Muharam

 

Rezeki yatim dan dhuafa sudah dijamin Allah Swt. Kebutuhan-kebutuhan di atas bisa dipenuhi dengan mudah, selama ada hamba-hamba yang berikhtiar meraih pahala dengan memenuhi kebutuhan mereka.

 

Wujudkan Harapan Yatim (dan Dhuafa) dengan Pembinaan Tahfiz Quran

Pembinaan Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) merupakan salah satu wujud dari program Harapan Yatim dan Dhuafa yang digagas Harapan Amal Mulia. Program tersebut berfokus pada ikhtiar pemenuhan kebutuhan dasar dan pengembangan potensi anak yatim dan dhuafa agar memiliki kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

Bantuan donatur untuk memenuhi kebutuhan makanan santri ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pemenuhan kebutuhan meliputi berbagai aspek seperti kesehatan, pendidikan, serta pengasuhan anak. Sedangkan pengembangan potensi dilaksanakan berdasarkan aspek akademis, sosial, serta religius.

Mohon doa dan dukungan agar upaya Harapan Amal Mulia memuliakan anak yatim dan dhuafa senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran. (history/harapanamalmulia)

Sahabat juga bisa memuliakan yatim dan dhuafa di ISQ sekaligus memudahkan mereka menghafalkan Quran dengan memberikan donasi yatim dhuafa terbaik melalui tautan kitabisa:

>>>https://kitabisa.com/pedulihafizquran

Atau juga bisa melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Ramadan, Hari Raya Anak Yatim

Ilustrasi: Dokumentasi penyaluran donasi Amal Mulia Yatim di Bumi Panyawangan-Cileunyi pada Ahad, 25 Maret 2018

Amal Mulia-Sebagian masyarakat kita beranggapan bahwa ‘Hari Rayanya’ anak-anak yatim itu adalah pada Bulan Muharram, tepatnya tanggal 10 Muharram. Kita bisa lihat pada bulan Muharram, berbagai kegiatan amal digelar untuk anak-anak yatim, semua komponen masyarakat baik personal maupun lembaga, seolah berlomba untuk ambil bagian, mereka (anak-anak yatim) bagaikan artis dadakan pada hari itu, ya inilah Hari Raya Yatim.

Apabila dikaji lebih mendalam, tentang anggapan bahwa Bulan Muharram adalah “Lebarannya Yatim” dan seakan-akan menjadi “WAJIB” untuk merayakannya, ternyata pemahaman itu keliru, karena menyandarkannya pada sebuah hadits palsu, yang bunyinya seperti ini:

“Siapa yang mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim, di hari Asyuro’ (tanggal 10 Muharram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat”.

Dengan tidak bermaksud mengatakan bahwa menyantuni yatim di Bulan Muharram sebagai suatu kesia-siaan, namun sepertinya perlu juga disampaikan, bahwa anak-anak yatim itu tidak hanya hidup di bulan Muharram lalu kita lupakan mereka pada 11 bulan selanjutnya. Begitu mulianya bagi setiap orang yang mau berbagi dengan anak-anak yang kurang beruntung ini, dengan tidak hanya melakukan amal kebaikan itu di satu bulan saja.

Ada bulan Ramadhan sebagai bulan agung yang dimuliakan Allah SWT dan Rasulullah SAW, sebagai sarana beramal lebih banyak lagi, apa lagi membantu menyantuni anak-anak yatim. Adapun tentang keutamaan menyayangi mereka, banyak ayat Al Qur’an dan Hadits Nabi yang menjelaskan hal tersebut Allah SWT berfirman:

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin”. [Al Ma’un : 1-3]

Rasulullah SAW, dalam sebuah hadits shahihnya, bersabda:

“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” [HR. Abu Ya’la dan Thabrani, Shahih At Targhib, Albaniy: 2543].

Begitu istimewanya anak-anak yatim itu, sehingga Rasulullah SAW mengatakan:

“Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. [HR. Bukhari]

SUBHANALLAH, begitu teramat istimewanya mereka (anak-anak yatim) sehingga, amat sangat disayangkan sekali sekiranya Ramadhan yang dipahami kemuliaan dan keutamaannya, berlalu tanpa kebaikan untuk mereka. Anak-anak yatim, merupakan amanah Allah SWT yang dititipkan kepada kita, mereka adalah bagian dari potret hidup yang menggambarkan, bahwa sesungguhnya “sangat tidak nyaman” ketika seorang anak tidak memiliki ayah sebagai pelindung, memberinya makan dan pakaian, dan hal kebahagiaan yang lainnya.

Mereka juga bagian dari ujian terhadap keimanan hamba, mengingatkan akan pentingnya makna UKHUWWAH, TAKAFUL dan BERKASIH SAYANG. Mereka lah sumber cahaya, yang dapat MELUNAKKAN HATI yang keras, mengenyahkan sifat SIFAT BAKHIL/KIKIR terhadap harta, serta menjadi sarana bagi dibukanya pintu-pintu rezeki. Rasulullah SAW mengatakan:

“Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabi pun bertanya: sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” [HR Thabrani, Targhib]

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun dua malaikat. Lalu salah satunya berkata, “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata, “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” [HR. Bukhari no. 1442 & Muslim no.1016]

Sungguh sangat beruntung, jika Ramadhan kali ini, dipenuhi dengan aktivitas sosial guna menyayangi mereka dan mengajaknya bergembira di bulan penuh mulia ini. Menyayangi mereka, bukan sekadar mengajaknya BERBUKA PUASA namun harus lebih dari itu, memberikan sedekah dengan menyisihkan harta untuk mereka bersekolah dan menyiapkan mereka bersuka cita di hari kemenangan (’Idul Fitri) adalah bagian dari akhlak mulia kepadanya.

Kita sangat berharap, bahwasanya Ramadhan kali ini, yang bisa jadi menjadi Ramadhan terakhir bagi kita, dapat diisi dengan prestasi amal yang lebih banyak, dapat mensucikan harta yang dimiliki, sehingga beroleh keberkahan dari apapun yang dimiliki.

Harta dengan berbagai aksesorisnya adalah milik Allah SWT yang dititipkan sementara kepada kita, tidak akan pernah kekal, bahkan bisa jadi akan habis dan lenyap sama sekali. Harta yang bersih akan mendatangkan ketenangan, keberkahan dalam hidup sekaligus menjadi penolak bala dan penyakit.

Namun sebaliknya, harta yang kotor, yang hanya ditumpuk karena takut berkurang atau hilang, yang dibelanjakan hanya untuk diri dan keluarganya, yang dipertontonkan kepada orang – hanya untuk mendapatkan pujian, acapkali menjadi “sandungan” dan mengundang FITNAH dalam hidup.  Oleh karena seorang hamba akan mencapai hakikat KEBAIKAN dengan SEDEKAH sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” [Ali Imran: 92]

Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah itu tak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” [HR. Muslim no. 2588]

Mari kita optimalkan Ramadhan dengan mengasihi dan menyayangi anak-anak yatim, karena efek kebaikan dari optimalisasi amal di Bulan Ramadhan akan terus dapat dilanjutkan pada bulan-bulan selanjutnya. Setelah Ramadhan pun kita akan terus menerus ingat dengan anak-anak yatim, karena sesungguhnya mereka pun memiliki hak untuk diperhatikan, bukan hanya di bulan Muharram atau bulan Ramadhan saja.

Wallahu a’lam. (slametparsono/amalmulia)

Berbagi Harta Dapat memperluas Rezeki

Amal Mulia-Siapa bilang jika seseorang menyedekahkan sebagian harta miliknya, maka hartanya akan semakin berkurang?

Kenyataannya, sedekah itu seumpama kita menanam sebuah pohon yang berbuah manis dan banyak. Padahal yang kita lakukan hanya menanam satu kebaikan, tapi Allah membalasnya dengan buah kebaikan yang berlipat. Umpamanya seperti kisah ini:

Ibu Mirna adalah seorang wanita yang baik hati dan pemurah. Dia memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ibu Mirna memiliki hobi berkebun. Bahkan, di rumahnya dia menanam berbagai buah seperi durian, jeruk, dan mangga. Setiap panen buah yang dilakukannya adalah membagikan buah-buah tersebut kepada tetangganya. Meskipun buah itu tidak terlalu banyak dengan adil dia akan memotongnya dan membagi-baginya.

Tidak jauh berbesa dari Bu Mirna, ada seorang ibu juga yang memiliki hobi yang sama yaitu menanam pohon. Dia pun memiliki pohon durian dan mangga persis seperti Bu Mirna. Namun, yang berbeda adalah dia tipe tetangga yang tertutup dan tidak suka berbagi. Selain itu, ketika pohon mangga bu Mirna tumbuh subur dan banyak buahnya, berbeda dengan miliknya. Pohonnya tidak pernah berbuah. Begitu pula dengan pohon-pohon yang lain. Pohon miliknya hanya berisikan daun-daun yang banyak tanpa buah.

Sahabat Amal mulia, kisah di atas hanyalah contoh kecil dari kebaikan dan keberkahan yang Allah berikan bagi hambanya yang senang berbagi dan bersedekah. Karena, dari harta yang kita miliki ada harta orang lain yang harus ditunaikan.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan butir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir berisi seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui “ (Al-Baqoroh : 261).

Jadi, Sahabat Amal Mulia berbagi rezeki itu tidak akan membuat kita kekurangan atau miskin. Mungkin ia pada awalnya memang mengurangi harta yang kita miliki, namun selanjutnya Allah menggantinya dengan yang lebih banyak.

Tapi, alangkah lebih baik ketika kita berbagi kepada orang lain kita berharap Allah menggantinya di akhirat dan hanya niatkan untuk Allah semata. (ranny fitriani/amalmulia)