Tag: Amal Mulia Yatim

Tag: Amal Mulia Yatim

3 Cara Mudah Titip Donasi Yatim Dhuafa di Harapan Amal Mulia

Dalam rangka memudahkan donatur menunaikan sedekah untuk yatim dan dhuafa, Harapan Amal Mulia hadir dengan 3 cara donasi sederhana namun besar manfaatnya.

 

Harapanamalmulia.org –  Harapan Amal Mulia terus berupaya memudahkan para dermawan untuk menyalurkan kebaikan bagi yatim dan dhuafa di berbagai wilayah. Oleh sebab itu, Kami hadir dengan beragam cara kemudahan donasi, baik secara online maupun offline.

Dengan pilihan donasi tersebut, diharapkan pintu kebaikan semakin terbuka lebar sehingga penerima manfaat pun semakian bertambah.

Berikut ini adalah tiga layanan donasi yatim dhuafa yang dihadirkan Harapan Amal Mulia:

1. Rekening Donasi

Ilustrasi donasi via rekening Harapan Amal Mulia (Sumber: dnaindia.com)

 

Donasi melalui rekening menjadi salah satu cara favorit donatur sejak lama. Terdapat dua cara donasi melalui rekening ini. Pertama donasi online, yaitu melalui aplikasi Internet banking. Kedua, donasi offline yaitu melalui mesin ATM atau langsung ke Teller bank.

 

Sahabat bisa menitipkan donasi untuk anak yatim dan dhuafa melalui nomor rekening berikut:

 

Rekening donasi Bank Syariah Mandiri (BSM)

(451) 717 313 414 7

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

2. Donasi Via Tautan Kitabisa

Kemajuan teknologi memberi banyak kemudahan bagi kehidupan kita, termasuk untuk berbagi kepada sesama. Tautan kitabisa.com merupakan portal penggalang donasi yang membantu Harapan Amal Mulia memberi kemudahan bagi para donatur untuk menitipkan donasi bagi anak yatim dan dhuafa.

Ilustrasi donasi yatim dhuafa di tautan Kitabisa. (Sumber: Daily Social)

 

Sahabat bisa menitipkan sedekah untuk yatim dan dhuafa kepada Harapan Amal Mulia melalui tautan kitabisa berikut ini:

 

 

  • Bantu Pendidikan Anak Yatim dan Dhuafa di Kabupaten Bandung >>>

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

  • Penuhi Gizi Anak Yatim dan Dhuafa >>>

https://kitabisa.com/campaign/food4yatim

 

 

3. Code QR Donasi

 

Selain tautan kitabisa, sedekah online untuk yatim dan dhuafa juga bisa dengan menggunakan kode QR  (Quick Response) di sejumlah aplikasi pembayaran.

Saat ini, terdapat lima aplikasi di telepon pintar yang akan memudahkan Sahabat untuk menitipkan donasi di Harapan Amal Mulia. Kelima aplikasi tersebut adalah:

QR Code untuk Donasi di Harapan Amal Mulia

Secara umum, Sahabat hanya tinggal memindai kode QR pada gambar di antara lima aplikasi yang telah disebutkan, kemudian masukan jumlah donasi yang akan diberikan.\

 

Bagaimana, mudah bukan? Semoga Sahabat diberikan kemudahan rezeki untuk beronasi juga ya. Insya Allah, Harapan Amal Mulia akan terus berinovasi dalam rangka menjadi jembatan kebaikan Anda dan para penerima manfaat. Aamiin. (history/harapanamalmulia)

Mengenal Desa Sindangjaya, Rumah Kehidupan Bagi Kaum Dhuafa

Dengan berbagai keunikan yang dimiliki Sindangjaya desa yang berada di Kecamatan Ciaranjang, Kabupaten Cianjur ini akan menjadi salah satu wilayah persebaran manfaat program Harapan Amal Mulia.

 

Harapanamalamulia.org – Kendaraan tim Harapan Amal Mulia melaju cepat menyusuri jalan berkelok antara ujung Kabupaten Bandung Barat hingga Kabupaten Cianjur. Tak begitu jauh setelah memasuki Cianjur, kendaraan kami pun berbelok menuju sebuah desa bernama Sindangjaya yang dikenal memiliki banyak keistimewaan.

Tujuan tim Harapan Amal Mulia mendatangi desa tersebut tidak lain adalah untuk bersilaturahmi, mengunjungi warga Sindangjaya serta para penerima manfaat program Qurban Mulia pada Agustus 2019 lalu di sekitar desa.

Sebagian besar penduduk Sindangjaya merupakan pekerja serabutan. Petani dan nelayan menjadi profesi andalan warga. Meski begitu, pendapatan mereka tak begitu besar sehingga banyak yang mencari penghasilan tambahan dari berdagang, mengepul barang bekas, dan lain sebagainya.

Banyaknya masyarakat pra sejahtera atau yang biasa disebut dhuafa di Sindangjaya, menjadi salah satu alasan Harapan Amal Mulia untuk menjadikan warga di sana sebagai penerima manfaat program Ramadan mendatang.

 

Dhuafa Desa Sindangjaya

Bu Halimah dan suami, salah satu potret keluarga dhuafa di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Secara sederhana, kaum dhuafa adalah mereka yang hidup dalam kemiskinan, kesengsaraan, kelemahan, dan ketidak berdayaan yang tiada putus. Desa Sindangjaya sendiri memiliki banyak warga dhuafa, termasuk di dalamnya para mualaf.

Berikhtiar mendukung kebutuhan masyarakat dhuafa di Sindangjaya, terutama saat Ramadan, Harapan Amal Mulia hadir dengan Paket Harapan Keluarga. Bantuan yang diberikan dalam program tersebut adalah kebutuhan-kebutuhan pokok.

Baca juga: Kaleidoskop 2019: Menelusuri Jejak Kebaikan Donatur Harapan Amal Mulia

 

Di samping kebutuhan pokok, Harapan Amal Mulia juga turut memfasilitasi kegiatan keagamaan kepada warga dengan mendukung tokoh agama di sana.

 

Tokoh Agama, Bimbing Hijrah Warga Sindangjaya

Kegiatan silaturahmi Bah Nono, tokoh agama di Desa Sindangjaya, bersama salah satu keluarga mualaf dan dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Peran tokoh-tokoh penyebar syiar Islam di antara muslim dan muslim dan mualaf di Sindangjaya tak luput dari perhatian kami. Berkat bimbingan mereka, masyarakat Ciranjang bisa hidup berdampingan meski memiliki keyakinan berbeda. Tokoh-tokoh tersebut juga tak pernah lelah mendampingi muslim Sindangjaya mengokohkan akidah dalam berbagai kajian.

Untuk mendukung perjuangan para tokoh syiar di Sindangjaya, Harapan Amal Mulia hadir dengan program Syiar Islam Mulia. Sedangkan warga yang istiqamah mendalami ilmu agama kepada para tokoh akan menjadi penerima manfaat program Paket Quran Mulia dan Paket Amal Buka Puasa.

Selain dhuafa, tokoh agama dan jemaahnya yang menjadi penerima manfaat, kesejahteraan anak-anak di Desa Sindangjaya juga tak luput menjadi perhatian kami.

 

Potret Anak-anak Desa Sindangjaya

Aldo (baju biru), anak dari Desa Sindangjaya yang akan menjadi penerima manfaat donasi yatim dhuafa dalam program Paket Harapan Yatim dan Dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sebagaimana banyak warga desa yang dhuafa, sebagian besar anak-anak di Sindangjaya juga hidup sangat sederhana. Dengan kondisi demikian, kebutuhan pendidikan anak-anak Sindangjaya tak begitu menjadi perhatian. Apalagi sejumlah anak di sana sudah tidak mempunyai orang tua (yatim) dan bertahan hidup mengandalkan pemberian dermawan.

Tapi hebatnya, semangat anak-anak Sindangjaya untuk belajar dan meraih masa depan gemilang patut jadi panutan. Semangat tersebut berupaya dikuatkan oleh Harapan Amal Mulia melalui program Paket Harapan Yatim dan Dhuafa. Bantuan yang akan diberikan dalam program tersebut adalah perlengkapan sekolah anak.

 

Paket Harapan Keluarga, Syiar Islam Mulia, Paket Quran Mulia, Paket Amal Buka Puasa, serta Paket Harapan Yatim dan Dhuafa menjadi program-program unggulan Harapan Amal Mulia yang dapat memfasilitasi Anda untuk berbagi kebaikan.

Mohon doa dan dukungan semoga program tersebut dapat memberikan manfaat yang besar untuk warga muslim dan muslim mualaf di Desa Sindangjaya. (history/harapanamalmulia)

 

Rekening donasi:

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Terlahir sebagai Yatim, Bagaimana Perjuangan Rasulullah Sewaktu Kecil?

Rasulullah Saw. mempunyai masa kanak-kanak yang cukup berat tanpa kehadiran orang tua. Namun takdir tersebut lah yang justru membentuk beliau menjadi pribadi yang dikagumi.

Harapanamalmulia.org – Sosok Nabi Muhammad Saw. sangat menarik untuk dibahas. Bukan hanya mengenai kisah setelah kenabian, tapi juga tentang masa kecil beliau. Salah satu bagian yang patut kita kagumi dari sosok Nabi terakhir ini adalah perjuangan hidup beliau sebagai seorang anak yatim.

Rasulullah Saw. lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau 22 April 571 Masehi dari seorang wanita berketurunan Bani Zuhrah, Aminah Binti Wahab. Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib wafat dalam medan perang saat Rasulullah masih enam bulan dalam kandungan. Akhirnya, ia lahir sebagai seorang yatim.

Tak berhenti di situ, saat Rasulullah berusia enam tahun, ibunya juga meninggal dunia karena sakit yang diderita dalam perjalanan ziarah ke pemakaman suaminya. Mulai saat itu, Rasulullah resmi menjadi seorang anak yatim piatu.

Setelah orang tuanya wafat, pengasuhan Rasulullah beralih kepada Sang Kakek, Abdul Muthalib yang tinggal di Kota Mekkah.

 

Tumbuh dalam Asuhan Sang Kakek yang Penuh Kasih Sayang

Rasululullah yang mengalami duka akibat kepergian orang tua membuat Abdul Muthalib selalu memberikan kasih sayang yang besar kepada cucunya. Melalui pengasuhan Sang Kakek, Rasulullah tumbuh menjadi seorang yang lembut dan penuh kasih sayang.

Namun kesedihan lagi-lagi menimpa Rasulullah. Pada usia delapan tahun, Sang Kakek wafat. Akhirnya pengasuhan beliau harus berpindah ke Abu Thalib, Sang Paman.

Baca juga: Cahaya Islam yang Sempurna dalam Akhlak Mulia Rasulullah Saw.

 

Belajar Mandiri dengan Berdagang

Ilustrasi Rasulullah sebagai pedagang. (Sumber: Tfanews)

Tumbuh dalam pengasuhan Abu Thalib memberikan banyak hikmah bagi Rasulullah. Salah satunya, beliau bisa belajar mandiri secara ekonomi dengan berdagang. Saat Rasulullah berusia dua belas tahun, ia sudah diajak diajak berdagang ke Negeri Syam.

Banyak ilmu yang beliau tuai selama berdagang. Dari ilmu-ilmu tersebut, beliau menjadi seorang pedagang ulung di kemudian hari.

 

Menjadi Penggembala Kambing

Pada masa awal remaja, Rasulullah tidak mempunyai pekerjaan tetap. Hari-harinya banyak dihabiskan dengan menggembala kambing milik Abu Thalib. Bukan sekedar untuk mencari nafkah, Rasulullah menggembala dengan tujuan mengambil kesempatan dakwah. Keuletan Rasulullah dalam menggembala juga menjadi teladan bagi umat agar selalu bekerja  dengan amanah.

Masa-masa berat tanpa kehadiran orang tua yang dialami Rasulullah, membuat beliau menjadi seorang yang amat mencintai anak-anak yatim. Kecintaan tersebut tentu saja bukan berasal dari naluri manusia biasa, melainkan atas pengaturan Allah Swt.

Memberikan santunan yatim dan dhuafa salah satu merupakan ikhtiar Harapan Amal Mulia memuliakan mereka.(Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Allah begitu mencintai hamba-Nya yang memuliakan yatim. Dalam sebuah Hadis, Ia bahkan menjanjikan surga yang berdekatan dengan Rasulullah untuk kita yang menanggung kehidupan yatim.

Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.”   [Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya]. (HR. Bukhari)

 

Sahabat, menjadi yatim bukanlah musibah. Kehadirannya mereka tengah-tengah kita justru merupakan berkah karena menjadi ladang pahala untuk bersedekah. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita untuk bisa memuliakan anak-anak yatim. (history/harapanamalmulia)

 

Sumber: Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri

Muharam Belum Habis, Yuk Berlomba Santuni Yatim Calon Hafiz!

Muharam menjadi bulan berkah bagi anak-anak yatim. Pada saat itu, umat Islam akan berlomba memuliakan dan memberikan santunan terbaik.

 

Harapanamalmulia.orgBulan menampakkan bentuknya yang bulat sempurna, menandakan Muharam sudah memasuki pertengahannya. Muharam merupakan salah satu bulan istimewa karena pada waktu tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

Bulan pertama dalam penanggalan hijriah ini juga dinanti-nanti oleh anak yatim karena adanya Hari Yatim/ Idul Yatama (10 Muharam), di mana orang-orang akan berlomba memberikan santunan anak yatim dan dhuafa.

Aktivitas pembinaan santri banyak didukung oleh donasi yatim dhuafa yang diamanahkan donatur kepada Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Salah satu yang merasakan berkah bulan Muharam ini adalah anak yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara quran (ISQ), Kabupaten Asahan yang dibina Harapan Amal Mulia. Alhamdulillah banyak dermawan yang mendukung berbagai kebutuhan santri setelah mendengar kabar tentang keadaan asrama yang serba terbatas. Sampai saat ini, ISQ dan Harapan Amal Mulia terus berikhtiar agar seluruh kebutuhan santri bisa segera dipenuhi.

 

Penunjang Belajar Santri yang Harus Segera Dipenuhi

Sekitar 43 orang santri ISQ belajar dan menghafalkan Quran di tengah berbagai keterbatasan. Meski begitu, tidak terlihat raut wajah santri yang sedih atau pun lesu karena keadaan tersebut. Itulah yang menjadi salah satu motivasi Harapan Amal Mulia untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan fasilitas belajar santri, di antaranya:

 

  • Meja belajar. Berbulan-bulan belajar tanpa meja, akhirnya pada Agustus 2019 lalu seorang dermawan mendonasikan 30 meja lipat untuk santri. Karena meja-meja tersebut masih belum sebanding dengan jumlah santri yang ada, Harapan Amal Mulia terus berikhtiar agar seluruh santri dapat belajar dengan meja.

 

  • Meja belajar lipat menjadi salah satu fasilitas yang memudahkan santri untuk belajar Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

  • Mushaf Quran. Terbatasnya mushaf Quran, terutama yang berstandar tahfiz menjadi kendala lain yang dialami santri ISQ. Saat ini hanya 9 orang santri mukim saja yang memiliki mushaf standar yang memudahkan untuk menghafal Quran.

 

  • Biaya perpanjang sewa. Asrama yang digunakan santri untuk bermukim dan belajar Alquran merupakan sebuah bangunan sederhana yang masih berstatus sewa. Setiap tahunnya, ISQ harus menyiapkan biaya sebesar sepuluh juta rupiah agar pembinaan santri bisa terus berjalan. Bulan September ini merupakan waktu habisnya masa sewa asrama.

 

Baca juga: Tuntunan dan Fadhilah Santuni Anak Yatim Saat Bulan Muharam

 

Rezeki yatim dan dhuafa sudah dijamin Allah Swt. Kebutuhan-kebutuhan di atas bisa dipenuhi dengan mudah, selama ada hamba-hamba yang berikhtiar meraih pahala dengan memenuhi kebutuhan mereka.

 

Wujudkan Harapan Yatim (dan Dhuafa) dengan Pembinaan Tahfiz Quran

Pembinaan Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) merupakan salah satu wujud dari program Harapan Yatim dan Dhuafa yang digagas Harapan Amal Mulia. Program tersebut berfokus pada ikhtiar pemenuhan kebutuhan dasar dan pengembangan potensi anak yatim dan dhuafa agar memiliki kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

Bantuan donatur untuk memenuhi kebutuhan makanan santri ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pemenuhan kebutuhan meliputi berbagai aspek seperti kesehatan, pendidikan, serta pengasuhan anak. Sedangkan pengembangan potensi dilaksanakan berdasarkan aspek akademis, sosial, serta religius.

Mohon doa dan dukungan agar upaya Harapan Amal Mulia memuliakan anak yatim dan dhuafa senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran. (history/harapanamalmulia)

Sahabat juga bisa memuliakan yatim dan dhuafa di ISQ sekaligus memudahkan mereka menghafalkan Quran dengan memberikan donasi yatim dhuafa terbaik melalui tautan kitabisa:

>>>https://kitabisa.com/pedulihafizquran

Atau juga bisa melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Apa pun Profesinya Tak Halangi untuk Peduli terhadap Sesama

Setiap dua hari sekali, Bu Niki rutin memberikan dua galon air minum dagangannya kepada santri tahfiz di Asahan. Ia ingin memberi lebih banyak, tapi masih itu yang sanggup diberikan untuk mendukung anak-anak yatim dan dhuafa menghafal Quran.

 

Harapanamalmulia.orgHarapan Amal Mulia, yayasan yatim piatu Jakarta Timur telah melalui perjalanan panjang untuk menebar kebaikan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, banyak ditemui sosok hebat yang kisah hidupnya menginspirasi dan dapat menyegarkan semangat kami untuk tetap meneruskan misi kemanusiaan.

Salah satu sosok inspiratif kali ini datang dari Bu Niki, penjual air isi ulang yang rutin berdonasi untuk santri penghafal Quran di Asahan. Sejak bulan Februari 2019, ibu berusia 47 tahun itu rutin memberikan air dagangannya secara cuma-cuma kepada santri tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) yang berlokasi di Jalan Bunut Barat, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Tim Harapan Amal Mulia berkunjung ke kediaman Bu Niki yang terletak di Jalan Bunut Barat, Lk. 2, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sejak Maret 2019, setiap dua hari sekali, dua galon air didistribusikan untuk selanjutnya dimanfaatkan oleh santri yang merupakan anak yatim dan dhuafa tersebut. Saat ditemui tim Harapan Amal Mulia, Bu Niki mengungkapkan alasannya melakukan perbuatan mulia tersebut.

“Kita maunya banyak membantu tapi kan belum ada, yang ada hanya air, jadi air yang kita kasih,” kata Niki.

Baca juga: Belajar Keikhlasan dari Guru Tahfizh di Asahan

 

Tak ada alasan lain, Bu Niki hanya ingin membantu anak-anak yatim dhuafa menjadi penghafal Quran. Saat ini, air isi ulang daganganya-lah yang paling memungkinkan untuk menjadi jalan Bu Niki membantu mereka.

Selain itu, ibu yang tinggal tak jauh dari asrama ISQ itu sempat mengungkapkan keinginan terpendamnya untuk memiliki seorang anak penghafal Quran.

Bu Niki rutin memberikan air minum kepada santri tahfiz ISQ yang merupakan anak-anak yatim dan dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Awak mau memasukkan anak-anak awak pun memang nggak hati (belum ingin masuk) ke situ, macem mana (harus bagaimana),” tutur Bu Niki.

Ibu yang murah senyum itu pun sempat menginginkan keinginan terpendamnya untuk dapat belajar Quran. “Jangankan anak-anak lah, ibu sendiri pun pingin ngaji,”  tutupnya.

Memberikan air menjadi bentuk ikhtiar lain yang dilakukan Bu Niki untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Meski tidak secara langsung belajar dan menghafal Quran, tapi Insya Allah pahala serupa mengalir untuk beliau yang memudahkan urusan para santri.

 

Sepenggal Hikmah dari Kisah Bu Niki

Keterbatasan harta ternyata bukan menjadi penghalang untuk membantu sesama. Bu Niki memang belum mampu membantu santri ISQ dengan harta, tapi ia tetap bisa berbagi dengan dagangan yang dimiliki.

Baca juga: Gapai Kecerdasan dengan Menghafal Alquran

Begitu pula kita, masih banyak peluang sedekah yang bisa ditempuh meski bukan dalam bentuk rupiah. Apa pun bentuk kebaikan yang diberikan, akan memudahkan jalan saudara kita yang tengah membutuhkan bantuan.

 

Sedekah Yatim Dhuafa Mudahkan Santri Penghafal Quran

Penyerahan donasi yatim dhuafa untuk santri ISQ dalam bentuk meja belajar. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Istana Sufara Quran (ISQ) adalah rumah tahfiz binaan Harapan Amal Mulia yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan dhuafa di sekitar Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

Dalam hal ini, keberlangsungan pembinaan tahfiz di ISQ tidak bisa lepas dari peran besar donatur yang mencukupi seluruh kebutuhan santri. Maka dari itu, Harapan Amal Mulia selalu membuka peluang kebaikan bagi donatur yang hendak berkontribusi memudahkan urusan santri ISQ dalam bentuk apa pun.

(history/harapanamalmulia)

 

Bantu mudahkan yatim dan dhuafa di Asahan untuk menghafal Quran. Salurkan donasi terbaik melalui tautan: https://kitabisa.com/pedulihafizquran

 

atau melalui rekening donasi:

Atau juga bisa melalui rekening donasi

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

 

Bantuan juga dapat dikirmkan langsung ke asrama rumah tahfiz Istana Sufara Quran:

Jalan Bunut Barat, Lk. 1, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.