WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami akan membantu anda. Silahkan tanyakan kepada kami.
Hi, ada yang bisa kami bantu ?
Tag: Anak Yatim Dhuafa

Tag: Anak Yatim Dhuafa

Catatan Prestasi Santri Tahfiz ISQ Lahir dari Kebaikan Anda

Kebaikan Sahabat dan Donatur Harapan Amal Mulia bantu santri Istana Sufara Quran (ISQ) berprestasi.

 

Harapanamalmulia.org – Assalamu’alaikum Sahabat dan Donatur Harapan Amal Mulia! Ada kabar baik dari santri binaan di Asahan.

Santri anak yatim dan dhuafa yang selama ini menjadi penerima manfaat donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia menuai prestasi membanggakan di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ).

Santri-santri mukim Istana Sufara Quran (ISQ) yang dibina Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Banyak santri mukim ISQ yang mendapat nilai sempurna (Mumtaz) dalam hafalan Quran-nya. Jumlah hafalan mereka pun bertambah banyak dari semester sebelumnya.

Begitu juga dengan santri kelas reguler. Santri-santri berusia sekolah dasar itu menunjukkan kemajuan yang amat baik dalam kualitas dan kuantitas hafalan. Bukan saja surah-surah pendek yang dihafal, melainkan surah panjang dalam juz-juz terakhir Al-Quran.

Kegiatan belajar mengajar santri reguler Istana Sufara Quran (ISQ). (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Alhamdulillah, pertolongan Allah melalui kebaikan Sahabat dan Donatur Harapan Amal Mulia memberikan banyak manfaat bagi santri ISQ. Selain itu, kebaikan Anda dalam bentuk donasi yatim dhuafa juga mendukung berbagai kegiatan positif yang membuat santri lebih semangat menghafal Quran.

 

Rihlah dan Olahraga, Bantu Semangat Menghafal Tetap Terjaga

Santri ISQ diajak untuk rihlah ke salah satu tempat wisata di Sumatera Utara. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Dalam rangka menjaga semangat dalam menghafal Quran, santri ISQ diajak untuk melakukan aktivitas rihlah (perjalanan wisata) di salah satu taman wisatan air di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Sekembalinya dari rihlah, mereka pun siap kembali meneruskan hafalan.

Mereka juga diajak untuk melakukan olahraga memanah. Para santri sangat antusias belajar melakukan olahraga yang disunahkan Nabi Saw. tersebut.

Donasi yatim dhuafa dari donatur Harapan Amal Mulia disalurkan melalui berbagai kegiatan positif bagi santri. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Rihlah dan olahraga santri ISQ ini merupakan salah satu ikhtiar ISQ agar santri siap menghadapi ujian yang digelar beberapa pekan setelahnya. Hasilnya, hasil ujian mereka menunjukkan nilai yang membanggakan.

Salah seorang santri reguler di Istana Sufara Quran (ISQ) sedang menjalani tes hafalan Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Dengan berbagai manfaat yang lahir dari kebaikan Sahabat dan Donatur Harapan Amal Mulia tersebut, kami juga akan memberi kesempatan pada anak yatim dan dhuafa lain untuk bergabung menjadi santri ISQ.

 

Beasiswa Tahfiz Santriwati Istana Sufara Quran

Program Beasiswa Tahfiz Santriwati Istana Sufara Quran menjadi ikhtiar kami untuk mendukung anak yatim dan dhuafa yang bercita-cita menjadi penghafal Quran.

Melalui program ini, santri akan mendapat dukungan penuh dari Donatur Harapan Amal Mulia untuk menjalani bimbingan tahfiz di asrama Istana Sufara Quran (ISQ) yang berlokasi di Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Insya Allah, akan ada 5 orang yang menjadi penerima manfaat program Beasiswa Tahfiz Santriwati Istana Sufara Quran ini.

 

Sahabat, anak yatim dan dhuafa di ISQ ingin menjadi penghafal Quran. Mari bantu wujudkan cita-cita mulia tersebut agar menjadi nyata. Insya Allah, setiap ayat yang mereka baca dan hafalkan, mengalir pula pahala untuk kita.

 

Sahabat bisa mendukung santri tahfiz di ISQ dengan cara:

Salurkan donasi terbaik melalui pilihan cara berikut ini:
1.    Melalui tautan kitabisa: https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

2.    Atau transfer donasi melalui rekening:

–    Bank Mandiri a.n YHAM 1320033212342
–    Bank CIMBNS a.n YHAM 860005266600
–    Bank Giro BCA a.n Yayasan Harapan Amal Mulia 0083685872

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400 ya, Sahabat! 😊

12 Hak Anak Versi PBB Berlaku Juga untuk Yatim

Perang membuat kehidupan banyak anak di dunia menjadi terabaikan. Hal tersebut PBB memotivasi PBB untuk mendeklarasikan standar hak asasi manusia untuk seluruh anak di dunia, termasuk anak yatim.

 

Harapanamalmulia.org Pada tahun 1948, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendeklarasikan dua belas poin tentang standar hak asasi anak-anak di dunia. Gagasan tersebut muncul akibat maraknya kasus kelaparan, pengabaian, bahkan eksploitasi anak yang terjadi pada masa peperangan.

Hari ini perang dunia sudah tidak terjadi. Namun sayang, belum semua anak bisa mendapatkan hak asasinya. Seperti yang dialami oleh banyak anak yatim.

Anak-anak penerima manfaat donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia. (Harapan Amal Mulia)

 

Setelah orang tua tiada, mereka hidup terombang-ambing dan kesulitan mendapatkan hak dasar yang menjadi acuan PBB. Tak jarang pula yatim yang mengandalkan hidup dari donasi yatim dhuafa dari para dermawan.

Apa saja kedua belas poin hak asasi anak yang dimaksud?

  1. Hak untuk tinggal bersama keluarga
  2. Hak mendapatkan lingkungan yang stabil, dicintai, dan dirawat
  3. Hak perawatan dan pemenuhan gizi
  4. Hak atas air bersih dan pemakaian listrik
  5. Hak mendapatkan pendidikan yang berkualitas
  6. Hak kesetaraan kesempatan
  7. Hak mendapatkan bimbingan dari orang tua
  8. Hak untuk didengar dan diajak diskusi
  9. Hak bimbingan menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab
  10. Hak perlindungan dari pengabaian
  11. Hak kehormatan dan kebebasan
  12. Hak bimbingan religius

 

Hal di atas adalah hak mendasar yang dibutuhkan oleh seorang anak dalam proses tumbuh kembangnya. Karena anak yatim sudah tidak memiliki orang tua/tidak lengkap, peran kita adalah untuk membantu pemenuhannya.

Baca juga: Ayah Tiada, Ibu Para Yatim Jadi Tulang Punggung Keluarga

 

Kebutuhan pokok di atas pula yang terus berusaha didukung oleh Harapan Amal Mulia melalui berbagai program peduli yatim.

 

Ikhtiar Harapan Amal Mulia Cukupi Kebutuhan Yatim

Saat ini setidaknya terdapat dua program yang fokus diikhtiarkan Harapan Amal Mulia untuk memuliakan yatim. Kedua program tersebut adalah Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) dan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa.

Fokus program Rumah Tahfiz ISQ yang berlokasi Kabupaten Asahan, Sumatera Utara adalah memberikan pembinaan tahfiz Quran serta pemenuhan gizi santri yatim dan dhuafa di asrama. Sedangkan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa lebih fokus pada pemberian dukungan biaya pendidikan serta pembinaan rohani.

Kaggiatan pembinaan tahfiz anak yatim dan dhuafa di Istana Sufara Quran, Kabupaten Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Program Rumah Tahfiz ISQ dan Beasiswa Harapan tersebut terus dikembangkan agar bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Mohon doa dan dukungan ya Sahabat, semoga ikhtiar memuliakan yatim dan dhuafa ini senantiasa diberi kemudahan oleh Allah Swt. Aamiin. 

 

Kirim dukungan untuk program Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran melalui tautan:

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Salurkan juga kebaikan Anda untuk penerima manfaat Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa melalui:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

Sumber: Unicef

 

(history/harapanamalmulia)

Ajak Yatim Liburan dengan 4 Kegiatan Menarik Ini

Liburan bukan hanya ajang untuk mencari kesenangan pribadi. Lebih dari itu, liburan bisa menjadi momentum berbagi manfaat contohnya dengan mengajak anak yatim untuk ikut serta.

 

Harapanamalmulia.org Beruntunglah kita yang masih bisa merasakan kebahagiaan liburan bersama keluarga, khususnya orang tua. Karena di luar sana banyak anak yatim yang tidak bisa merasakan hal tersebut.

Sebagaimana anak pada umumnya, yatim juga ingin merasakan liburan bersama keluarga. Namun jangankan liburan, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari pun banyak di antara mereka yang hanya mengandalkan santunan anak yatim dan dhuafa.

Hal ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu bersyukur atas nikmat kehadiran orang tua juga rezeki yang cukup. Nah Sahabat, rasa syukur tersebut salah satunya bisa diwujudkan melalui berbagi kehabagiaan dengan anak yatim dengan mengajak mereka berlibur dan melakukan kegiatan yang membuat mereka bahagia.

Kegiatan seperti apa yang dimaksud? Berikut kami berikan beberapa rekomendasi kegiatan yang bisa dilakukan saat mengajak anak yatim liburan:


1)
Makan Bersama

Penyerahan donasi yatim dhuafa sekaligus buka bersama dalam program Ramadhan Terbaik (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Makan bersama keluarga mungkin merupakan kegiatan yang biasa bagi kita. Tapi belum tentu bagi anak yatim. Mengobrol bersama, bercengkrama, dan saling bertukar pikiran bisa jadi menjadi hal yang sangat didambakan anak-anak yatim setelah orang tua mereka tiada.


2)
Rekreasi ke Tempat Wisata

Kegiatan rekreasi bersama anak yatim dan dhuafa binaan Harapan Amal Mulia di Kabupaten Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sebagaimana kita waktu kecil yang akan sangat bahagia saat diajak berekreasi ke tempat wisata, anak yatim pun merasakan hal serupa. Maka dari itu, mengajak anak yatim berekreasi bisa menjadi pilihan cara untuk membahagiakan mereka.

Baca juga: Anak Yatim Berjuang Gantikan 5 Peran Ini dalam Keluarga


3) Membuat Karya atau Melakukan Olahraga Favorit

Seorang anak binaan Harapan Amal Mulia di Kabupaten Asahan diajak untuk melakukan olahraga panahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Membuat anak yatim bahagia bisa ditempuh dengan cara yang sederhana, seperti membuat karya bersama atau melakukan olahraga favorit. Meski sederhana, kegiatan ini tentu bermanfaat untuk mengasah bakat serta melatih kepercayaan diri mereka.


4) Memberikan Santunan

Pemberian donasi yatim dan dhuafa kepada para penerima manfaat di Cicalengka, Kabupaten Bandung. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Rekomendasi terakhir namun bisa jadi merupakan hal yang paling penting adalah memberikan santunan. Dukungan finansial dari para dermawan menjadi kebutuhan mendasar bagi anak yatim. Tak salah jika Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba memberikan santunan anak yatim dan dhuafa.

 

Manfaat Muliakan Anak Yatim

Rasulullah SAW bersabda: “Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya.”(HR. Bukhari)

 

Hadis di atas menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim. Selain disayangi Allah dan Rasul-Nya karena mengamalkan Sunah, menyantuni anak yatim juga akan diganjar surga. Sebagaimana diketahui, surga adalah tujuan akhir dari perjalanan singkat kita di dunia.

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang selalu diberi kelancaran rezeki dan kemampuan untuk menyantuni anak-anak yatim yang membutuhkan.

 

(history/harapanamalmulia)

4 Panduan Internasional untuk Keluarga Pengasuh Anak Yatim

Pengasuhan anak yatim dalam lingkungan keluarga menjadi salah satu cara terbaik untuk tetap menjaga mereka. Meski begitu, terdapat beragam bentuk pengasuhan yatim dalam keluarga yang memiliki strategi-strategi berbeda.

 

Harapanamalmulia.org –  Meski terlihat sama, nyatanya anak yatim memerlukan perlakuan yang sedikit berbeda dengan anak lain.  Itulah mengapa, salah satu penghimpun bantuan anak yatim komunitas kemanusiaan di New York, Faith to Action Initiative, berinistif mengadakan penelitian tentang cara-cara yang bisa diterapkan untuk mengasuh anak yatim atau anak terlantar (dhuafa) dengan baik.

Hasil penelitian tersebut menunjukan adanya beberapa pola asuh berdasarkan tempatnya, termasuk pengasuhan dalam keluarga. Pola pengasuhan anak yatim dalam lingkup keluarga dianggap paling sesuai dan banyak dilakukan warga negara di dunia. Berikut pola pengasuhan yang dimaksud:

 

  • Tetap dalam Asuhan Orang Tua

Tetap tinggal bersama ibu setelah bapak meninggal dunia adalah pilihan terbaik bagi seorang yatim. Dengan begitu, meraka tidak perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru serta tetap bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.

Meski begitu, keadaan mereka juga tetap menjadi perhatian kita, sebagai pihak-pihak yang peduli keadaan yatim. Di antara cara mengasuh  anak yatim yang masih tinggal dengan orang tuanya adalah memberikan layanan terhadap apa-apa yang mereka butuhkan juga dengan melakukan pemantauan secara berkelanjutan.

 

  • Asuh sebagai Kerabat Terdekat

Tinggal dengan kerabat menjadi pilihan lain yang baik bagi anak yatim. Dengan cara ini, anak yang bersangkutan masih tetap bisa tinggal bersama keluarga yang budayanya tak jauh beda.

Sayangnya, disebutkan dalam penelitian Faith to Action Initiative  menyebutkan anak-anak yang diasuh dengan cara ini mengalami diskriminasi dan pengabaian. Fakta tersebut menjadi pelajaran bagi pengasuh yatim yang juga memiliki garis kekerabatan agar tidak melakukan hal serupa.

Dalam pola asuh ini, pihak eksternal seperti lembaga kemanusiaan atau pemerintah untuk memberikan bantuan anak yatim dalam berbagai bentuk.

Ilustrasi anak adopsi. (Sumber: About Islam)

 

  • Asuh dengan Adopsi

Istilah adopsi mungkin sudah tak asing di telinga kita. Adopsi adalah tindakan mengambil alih hak pengasuhan setelah melalui proses resmi bersyarat dari negara. Berbeda dengan jenis pengasuhan yang sebelumnya, orang tua adopsi tidak memiliki hubungan kekeluargaan  dengan sang anak.

 

Mengasuh anak adopsi ini tak bisa sembarangan karena biasanya mereka akan mendapat pamantauan dari pihak yang berwenang. Maka dari itu, kebutuhan lahir dan batin anak yang diadopsi harus selalu terpenuhi.

 

Baca juga: Anak Yatim Berjuang Gantikan 5 Peran Ini dalam Keluarga

 

  • Pola Asuh Penuh

Tak beda jauh dengan adopsi, dengan sistem asuh penuh ini anak yatim tinggal dan diasuh oleh orang yang tidak memiliki garis kekerabatan. Bedanya, cara ini tidak tercatat secara resmi oleh negara sehingga tidak pemantauan. Meski begitu, memperlakukan anak asuh dengan baik harus tetap dilakukan karena merupakan amanah dari Sang Pencipta serta dorongan dari hati nurani manusia.

 

Itulah gambaran sederhana tentang cara pengasuhan anak yatim dalam lingkungan keluarga yang dianggap efektif oleh banyak warga dunia. Namun yang seharusnya kita ingat pula bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya saran dari manusia semata tapi juga dari Allah Swt.

 

 

Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Bawa Kita Ke Surga-Nya

Anak-anak penerima santunan anak yatim dan dhuafa di Cicalengka. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sebagaimana yang disebutkan dalam Hadis, menanggung kebutuhan yatim merupakan amal saleh berpahala surga yang berdekatan dengan Rasulullah Saw.

 

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.(HR al-Bukhari)

 

Yuk berlomba-lomba muliakan anak yatim dengan memberikan kasih sayang, bimbingan, dan dukungan materi kepada mereka. Insya Allah, Harapan Amal Mulia akan menjadi jembatan kebaikan antara donatur dengan anak-anak yatim di berbagai wilayah Indonesia. (history/harapanamalmulia)

 

Sumber: Faith to Action Initiative

 

Salurkan bantuan untuk dukung pendidikan yatim di Cicalengka, Kabupaten Bandung dalam program Beasiswa Harapan melalui tautan:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

Berikan juga dukungan untuk anak yatim dan dhuafa penghafal Quran di Istana Sufara Quran, Kabupaten Asahan dengan memberikan donasi terbaik melalui:

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

 

Atau melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Mohon  lakukan konfirmasi setelahdonasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Beasiswa Harapan Nyalakan Asa Yatim dan Dhuafa

Keterbatasan ekonomi sering kali menjadi kendala anak-anak yatim dan dhuafa untuk meneruskan pendidikan. Di sinilah Beasiwa Harapan hadir untuk mengatasi fakta mengkhawatirkan tersebut.

 

Harapanamalmulia.org – Pendidikan merupakan sesuatu yang mahal bagi anak kurang mampu seperti yatim dan dhuafa. Menurut data yang dimiliki Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun 2019, sekitar 4,5 juta anak di Indonesia putus sekolah karena ketiadaan dana. Banyak di antara anak-anak tersebut yang merupakan yatim dan dhuafa.

Meski sekolah yang menggratiskan biaya bulanan bertebaran di mana-mana, tapi beban kebutuhan pribadi dan keperluan aktivitas belajar tak sanggup mereka tanggung.

Berangkat dari fakta mengkhawatirkan tersebut, Harapan Amal Mulia hadir menyalakan asa anak-anak yatim dan dhuafa dengan program Beasiswa Harapan.

 

Sekilas Tentang Beasiswa Harapan

Beasiswa Harapan adalah program pemberian santunan tunai serta pembinaan berkelanjutan untuk anak yatim dan dhuafa yang berprestasi. Salah satu tujuan program ini adalah agar anak yatim dan dhuafa mempunyai kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

Penyerahan santunan anak yatim dan dhuafa dalam program Beasiswa Harapan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Hingga saat ini, yatim dan dhuafa di Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung menjadi fokus penerima manfaat program tersebut.

Beasiswa Harapan telah hadir sejak  awal tahun 2018 dengan nama Beasiswa Yatim Mulia. Tapi dengan adanya ikhtiar penyempurnaan program, Beasiswa Yatim Mulia kemudian berubah nama menjadi Beasiwa Harapan.

Baca juga: Selain Surga, Berkah Muliakan Yatim Terasa Sejak Masih di Dunia

 

Pembinaan Berkelanjutan Setiap Dua Pekan

Dalam pelaksanannya, program ini sangat dibantu oleh kehadiran relawan Harapan Amal Mulia. Setiap dua pekan, para relawan akan berkunjung ke desa dan menyalurkan santunan anak yatim dan dhuafa sekaligus memberikan pembinaan kepada para penerima manfaat.

Penyaluran Beasiswa Harapan di Cicalengka diisi dengan permainan edukatif. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pembinaan yang dimaksud diwujudkan dengan beragam kegiatan di antaranya pelatihan tahfiz Quran, pembelajaran bahasa asing, hingga permainan edukatif yang menyenangkan.

Dukungan untuk kepada anak yatim dan dhuafa di Cicalengka tersebut bisa terwujud dengan adanya donasi rutin dari para orang tua asuh yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.

 

Santunan Anak Yatim dan Dhuafa dari Orang Tua Asuh

Beasiswa Harapan menjadi jembatan kebaikan antara orang tua asuh (donatur) dengan penerima manfaat. Setiap orang tua asuh memiliki satu anak binaan yang dibantu setiap bulan.

Meski begitu, tak sedikit pula Sahabat dan Donatur Harapan Amal Mulia yang hendak mendukung program dengan berbagai jenis bantuan seperti santunan reguler, zakat, hingga makanan. (history/harapanamalmulia)

Sahabat, mari nyalakan asa yatim dan dhuafa di Desa Cicalengka Wetan dengan bantu memenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Wujudkan kontribusi untuk mereka dengan memberikan donasi terbaik melalui pilihan donasi berikut:

  1. Melalui tautan:

Langsung donasi DI SINI atau donasi melalui tautan kitabisa

 

  1. Melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

 

Semoga dengan mencukupi kebutuhan yatim, Allah membuka banyak pintu kebaikan bagi kita. Aamin.