Tag: Anak Yatim

Tag: Anak Yatim

4 Panduan Internasional untuk Keluarga Pengasuh Anak Yatim

Pengasuhan anak yatim dalam lingkungan keluarga menjadi salah satu cara terbaik untuk tetap menjaga mereka. Meski begitu, terdapat beragam bentuk pengasuhan yatim dalam keluarga yang memiliki strategi-strategi berbeda.

 

Harapanamalmulia.org –  Meski terlihat sama, nyatanya anak yatim memerlukan perlakuan yang sedikit berbeda dengan anak lain.  Itulah mengapa, salah satu penghimpun bantuan anak yatim komunitas kemanusiaan di New York, Faith to Action Initiative, berinistif mengadakan penelitian tentang cara-cara yang bisa diterapkan untuk mengasuh anak yatim atau anak terlantar (dhuafa) dengan baik.

Hasil penelitian tersebut menunjukan adanya beberapa pola asuh berdasarkan tempatnya, termasuk pengasuhan dalam keluarga. Pola pengasuhan anak yatim dalam lingkup keluarga dianggap paling sesuai dan banyak dilakukan warga negara di dunia. Berikut pola pengasuhan yang dimaksud:

 

  • Tetap dalam Asuhan Orang Tua

Tetap tinggal bersama ibu setelah bapak meninggal dunia adalah pilihan terbaik bagi seorang yatim. Dengan begitu, meraka tidak perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru serta tetap bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.

Meski begitu, keadaan mereka juga tetap menjadi perhatian kita, sebagai pihak-pihak yang peduli keadaan yatim. Di antara cara mengasuh  anak yatim yang masih tinggal dengan orang tuanya adalah memberikan layanan terhadap apa-apa yang mereka butuhkan juga dengan melakukan pemantauan secara berkelanjutan.

 

  • Asuh sebagai Kerabat Terdekat

Tinggal dengan kerabat menjadi pilihan lain yang baik bagi anak yatim. Dengan cara ini, anak yang bersangkutan masih tetap bisa tinggal bersama keluarga yang budayanya tak jauh beda.

Sayangnya, disebutkan dalam penelitian Faith to Action Initiative  menyebutkan anak-anak yang diasuh dengan cara ini mengalami diskriminasi dan pengabaian. Fakta tersebut menjadi pelajaran bagi pengasuh yatim yang juga memiliki garis kekerabatan agar tidak melakukan hal serupa.

Dalam pola asuh ini, pihak eksternal seperti lembaga kemanusiaan atau pemerintah untuk memberikan bantuan anak yatim dalam berbagai bentuk.

Ilustrasi anak adopsi. (Sumber: About Islam)

 

  • Asuh dengan Adopsi

Istilah adopsi mungkin sudah tak asing di telinga kita. Adopsi adalah tindakan mengambil alih hak pengasuhan setelah melalui proses resmi bersyarat dari negara. Berbeda dengan jenis pengasuhan yang sebelumnya, orang tua adopsi tidak memiliki hubungan kekeluargaan  dengan sang anak.

 

Mengasuh anak adopsi ini tak bisa sembarangan karena biasanya mereka akan mendapat pamantauan dari pihak yang berwenang. Maka dari itu, kebutuhan lahir dan batin anak yang diadopsi harus selalu terpenuhi.

 

Baca juga: Anak Yatim Berjuang Gantikan 5 Peran Ini dalam Keluarga

 

  • Pola Asuh Penuh

Tak beda jauh dengan adopsi, dengan sistem asuh penuh ini anak yatim tinggal dan diasuh oleh orang yang tidak memiliki garis kekerabatan. Bedanya, cara ini tidak tercatat secara resmi oleh negara sehingga tidak pemantauan. Meski begitu, memperlakukan anak asuh dengan baik harus tetap dilakukan karena merupakan amanah dari Sang Pencipta serta dorongan dari hati nurani manusia.

 

Itulah gambaran sederhana tentang cara pengasuhan anak yatim dalam lingkungan keluarga yang dianggap efektif oleh banyak warga dunia. Namun yang seharusnya kita ingat pula bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya saran dari manusia semata tapi juga dari Allah Swt.

 

 

Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Bawa Kita Ke Surga-Nya

Anak-anak penerima santunan anak yatim dan dhuafa di Cicalengka. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sebagaimana yang disebutkan dalam Hadis, menanggung kebutuhan yatim merupakan amal saleh berpahala surga yang berdekatan dengan Rasulullah Saw.

 

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.(HR al-Bukhari)

 

Yuk berlomba-lomba muliakan anak yatim dengan memberikan kasih sayang, bimbingan, dan dukungan materi kepada mereka. Insya Allah, Harapan Amal Mulia akan menjadi jembatan kebaikan antara donatur dengan anak-anak yatim di berbagai wilayah Indonesia. (history/harapanamalmulia)

 

Sumber: Faith to Action Initiative

 

Salurkan bantuan untuk dukung pendidikan yatim di Cicalengka, Kabupaten Bandung dalam program Beasiswa Harapan melalui tautan:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

Berikan juga dukungan untuk anak yatim dan dhuafa penghafal Quran di Istana Sufara Quran, Kabupaten Asahan dengan memberikan donasi terbaik melalui:

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

 

Atau melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Mohon  lakukan konfirmasi setelahdonasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Menjadi Relawan, Dedikasi Fauzi untuk Dunia Kemanusiaan

Fauzi, sosok relawan Harapan Amal Mulia yang menjadi favorit anak-anak binaan. Fauzi mengabdikan diri menjadi relawan sebagai bentuk dedikasinya untuk kemanusiaan.

 

Harapanamalmulia.org – Separuh waktu akhir pekan sering dikorbankan Fauzi Abdul Rohim (29) untuk menemani anak-anak yatim dan dhuafa di daerahnya, Kampung Pacinan, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Hebatnya, Fauzi tak pernah menunjukan mimik wajah kecewa atau pun kesal.

Fauzi atau yang akrab disapa Kak Fauzi merupakan salah seorang relawan Harapan Amal Mulia. Setiap dua pekan sekali, ia melakukan pembinaan sekaligus penyaluran santunan anak yatim dan dhuafa untuk anak-anak penerima manfaat Beasiswa Harapan di kampung tersebut.

 

Beliau mengungkapkan, menjadi relawan adalah satu wujud dedikasinya pada dunia kemanusiaan. “Sejak menjadi relawan, saya merasa lebih dekat dengan mereka (anak yatim dan dhuafa). Kita bisa mengetahui langsung apa yang dirasakan adik-adik binaan yang mungkin sebelumnya kita hanya tahu dari media” ujar Fauzi.

Fauzi memberikan pembinaan tahfiz Quran juga pembelajaran bahasa asing kepada anak-anak binan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Bapak satu anak ini melakukan tugasnya dengan sukarela. Bagi Fauzi, melihat anak-anak yatim di kampungnya terbina dan semangat meraih mimpi menjadi imbalan yang lebih bernilai daripada lembaran rupiah.

“Dengan adanya kepedulian para aghnia (donatur) bisa membuat anak-anak terbantu, termudahkan menempuh jalan untuk masa depan…” kata Fauzi.

Baca juga: Selain Surga, Berkah Muliakan Yatim Terasa Sejak Masih di Dunia

 

Donasi Yatim Dhuafa Hadirkan Beasiswa Harapan

Anak-anak yatim dan dhuafa penerima manfaat Beasiswa Harapan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Saat ini, Harapan Amal Mulia memiliki sepuluh anak binaan di Kampung Pacinan yang menjadi penerima manfaat donasi yatim dhuafa yang diwujudkan dalam Beasiswa Harapan.

Beasiswa Harapan merupakan program pemberian santunan tunai serta pembinaan berkelanjutan untuk anak yatim dan dhuafa yang berprestasi. Salah satu tujuan program ini adalah agar anak yatim dan dhuafa mempunyai kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

Pembinaan dan pemberian beasiswa tersebut bersumber dari kebaikan para donatur diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.  (history/harapanamalmulia)

Yuk terus dukung program Beasiswa Harapan untuk anak yatim dan dhuafa dengan memberikan donasi terbaik melalui tautan:

kitabisa.com/beasiswaharapan

 

Atau transfer donasi melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400 ya, Sahabat! 😊

Beasiswa Harapan Nyalakan Asa Yatim dan Dhuafa

Keterbatasan ekonomi sering kali menjadi kendala anak-anak yatim dan dhuafa untuk meneruskan pendidikan. Di sinilah Beasiwa Harapan hadir untuk mengatasi fakta mengkhawatirkan tersebut.

 

Harapanamalmulia.org – Pendidikan merupakan sesuatu yang mahal bagi anak kurang mampu seperti yatim dan dhuafa. Menurut data yang dimiliki Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun 2019, sekitar 4,5 juta anak di Indonesia putus sekolah karena ketiadaan dana. Banyak di antara anak-anak tersebut yang merupakan yatim dan dhuafa.

Meski sekolah yang menggratiskan biaya bulanan bertebaran di mana-mana, tapi beban kebutuhan pribadi dan keperluan aktivitas belajar tak sanggup mereka tanggung.

Berangkat dari fakta mengkhawatirkan tersebut, Harapan Amal Mulia hadir menyalakan asa anak-anak yatim dan dhuafa dengan program Beasiswa Harapan.

 

Sekilas Tentang Beasiswa Harapan

Beasiswa Harapan adalah program pemberian santunan tunai serta pembinaan berkelanjutan untuk anak yatim dan dhuafa yang berprestasi. Salah satu tujuan program ini adalah agar anak yatim dan dhuafa mempunyai kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

Penyerahan santunan anak yatim dan dhuafa dalam program Beasiswa Harapan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Hingga saat ini, yatim dan dhuafa di Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung menjadi fokus penerima manfaat program tersebut.

Beasiswa Harapan telah hadir sejak  awal tahun 2018 dengan nama Beasiswa Yatim Mulia. Tapi dengan adanya ikhtiar penyempurnaan program, Beasiswa Yatim Mulia kemudian berubah nama menjadi Beasiwa Harapan.

Baca juga: Selain Surga, Berkah Muliakan Yatim Terasa Sejak Masih di Dunia

 

Pembinaan Berkelanjutan Setiap Dua Pekan

Dalam pelaksanannya, program ini sangat dibantu oleh kehadiran relawan Harapan Amal Mulia. Setiap dua pekan, para relawan akan berkunjung ke desa dan menyalurkan santunan anak yatim dan dhuafa sekaligus memberikan pembinaan kepada para penerima manfaat.

Penyaluran Beasiswa Harapan di Cicalengka diisi dengan permainan edukatif. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pembinaan yang dimaksud diwujudkan dengan beragam kegiatan di antaranya pelatihan tahfiz Quran, pembelajaran bahasa asing, hingga permainan edukatif yang menyenangkan.

Dukungan untuk kepada anak yatim dan dhuafa di Cicalengka tersebut bisa terwujud dengan adanya donasi rutin dari para orang tua asuh yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.

 

Santunan Anak Yatim dan Dhuafa dari Orang Tua Asuh

Beasiswa Harapan menjadi jembatan kebaikan antara orang tua asuh (donatur) dengan penerima manfaat. Setiap orang tua asuh memiliki satu anak binaan yang dibantu setiap bulan.

Meski begitu, tak sedikit pula Sahabat dan Donatur Harapan Amal Mulia yang hendak mendukung program dengan berbagai jenis bantuan seperti santunan reguler, zakat, hingga makanan. (history/harapanamalmulia)

Sahabat, mari nyalakan asa yatim dan dhuafa di Desa Cicalengka Wetan dengan bantu memenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Wujudkan kontribusi untuk mereka dengan memberikan donasi terbaik melalui pilihan donasi berikut:

  1. Melalui tautan:

Langsung donasi DI SINI atau donasi melalui tautan kitabisa

 

  1. Melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

 

Semoga dengan mencukupi kebutuhan yatim, Allah membuka banyak pintu kebaikan bagi kita. Aamin.

Wujudkan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa

Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa adalah ikhtiar Harapan Amal Mulia untuk membantu yatim dhuafa dapat meraih pendidikan yang layak.

 

KLIK UNTUK DONASI

Sahabat Amal, banyak anak-anak yatim dan dhuafa yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, bahkan kebutuhan sehari-hari mereka di rumah. Namun, anak-anak seperti Rizki dan Despita, senantiasa semangat di tengah keterbatasan hidup mereka!

beasiswa harapan yatim dhuafa - amal mulia

Rizki harus hidup terpisah dari sang ibu yang merantau bersama keluarga barunya. Sedangkan ayahnya tak pernah lagi mengirim kabar sejak lama.

Namun perhatian dan upaya sang nenek senantiasa menjadi motivasi bagi Rizki untuk semangat belajar dan aktivitas lainnya.

Rizki mendapat ranking belasan di kelas, dan aktif berkegiatan PMR di sekolah. Tak lupa, ia pun belajar Quran bersama kelompok mengaji dengan teman-teman seusianya selepas isya di rumah.

beasiswa harapan yatim dhuafa - amal mulia

Kalau ini namanya Despita, atau biasa dipanggil Ita (Kelas 4 SD). Ita menjadi anak yatim sejak usianya 4 tahun. Ibunda Ita, Neneng (51 tahun) yang menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai Ita dan kakaknya yang kini sudah SMP.

Kini penghasilan keluarga Ita lebih mengandalkan pekerjaan ibunya yang menjadi pekerja borongan, membuat kancing kerudung dari sebuah konveksi. Hal ini agar sang ibu bisa bekerja dari rumah, sehingga ia bisa tetap memberi perhatian pada kedua anaknya.

Menyadari ibunya berusaha keras, Ita pun belajar membantu memasak di rumah. Ita juga berusaha rajin belajar di sekolah dan mengaji, Ita ingin wujudkan harapan ibu untuk bisa sekolah hingga SMA atau kuliah. Berharap kelak, Ita bisa membantu lebih banyak dan membahagiakan ibunya tercinta

Rizki dan Ita adalah sebagian dari anak-anak yatim dan dhuafa yang bisa Sahabat bantu! Ayo dukung program Beasiswa Harapan, agar kita bisa meringankan kebutuhan sekolah dan sehari-hari anak-anak yatim/dhuafa dan keluarganya…

Wujudkan dukungan terbaik Anda untuk Beasiswa Harapan Yatim dan Dhuafa, dengan cara:

1. Klik di sini utuk Donasi  
2. Isi form donasi
3. Dapatkan informasinya melalui Whats App/sms
4. Informasi terbaru dapat di instagram kami @harapanamalmulia

Atau saluran Donasi Anda melalui rekening:
Bank Syariah Mandiri 2017 004 018
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Semoga menjadi amal mulia kita di akhirat kelak. Aamiin.

Harapan Ustazah Sufla, Guru Ngaji Anak Yatim Dhuafa Di Asahan

Perjalanan jauh untuk mengajar santri yatim dan dhuafa di Istana Sufara Quran (ISQ) tak pernah dikeluhkan Ustazah Sufla. Ia tetap fokus pada ikhtiarnya agar para santri dapat membaca Quran dengan lebih baik.

 

Harapanamalmulia.orgKedatangan Ustazah Sufla sudah dinanti-nanti oleh para santri yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ). Ia datang dengan wajah berseri, meski sedikit terlihat lelah selepas mengajar seharian dan melewati perjalan jauh dari Tanjung Balai menuju Kisaran.

Sudah dua bulan, Ustazah berusia 38 tahun itu bergabung di ISQ sebagai pengajar tahsin Quran.

“Karena punya modal belajar di Mahad Abu Ubaidah Medan, maka ilmu yang diperoleh diteruskan lagi buat adik-adik yatim dan dhuafa ini. Apalagi mereka adalah santri penghafal Quran yang sangat memerlukan pengajaran tahsin,” ujar Ustazah.

Memang, selama ini ISQ hanya memiliki dua orang pengajar yang secara bergantian mengajar sekitar lima puluh orang santri. Dengan keadaan demikian, santri yang lebih besar kerap kali menjadi guru dadakan untuk adik-adik santrinya.

Ustazah Suflah bersama santri dan pengajar lain di ISQ. (Harapan Amal Mulia)

 

Pembinaan tahfiz Quran menjadi tak kurang efektif karena keterbatasan jumlah pengajar tersebut. Belum lagi, tempat belajar yang terbatas mengakibatkan proses belajar santri harus dilakukan dalam satu ruangan yang sama.

Kehadiran Ustazah menjadi sebuah angin segar bagi santri. Setidaknya, semangat mereka untuk menghafal Quran dapat diimbangi dengan ketulusan dan dedikasi yang tinggi dari para pengajar.

Dengan bergabung dengan ISQ ini, tak ada hal lain yang diharapkan Ustazah. Ia hanya ingin para santri bisa menguasai kaidah tajwid dan menghafal Quran dengan benar.

Baca juga: Terlahir Prematur, Semangat Menghafal Andin Tak Pernah Kendur

 

“Saya berharap bacaan santri sesuai tajwid, lancar dan target hafalan yang diberikan ISQ bisa tercapai,” ungkapnya.

Tidak ada tunjangan melimpah yang diberikan sebagai tanda balas budi atas jasa besar Ustazah Sufla. Selama ini, biaya operasional kegiatan belajar mengajar memang masih mengandalkan sedekah yatim dhuafa dari donatur Harapan Amal Mulia, termasuk mengenai tunjangan pengajar.

Meski begitu, hal tersebut bukan menjadi penghalang bagi Ustazah Sufla untuk memberikan ikhtiar terbaik mengajar para santri.

 

Sedekah Yatim Dhuafa Dukung Santri Tahfiz Asahan

Santri ISQ penerima manfaat donasi yatim dhuafa yang diamanahkan  kepada Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapana Amal Mulia)

 

Alhamdulillah, sedekah yatim dhuafa sangat berdampak besar pada perkembangan ISQ. Dengan adanya dukungan tersebut, proses pengajaran menjadi semakin baik dan jumlah santri pun terus bertambah.

Baca juga: Jangan Dulu Donasi ke Yatim Dhuafa Sebelum Tahu Fakta Ini!

 

Anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ bisa belajar banyak hal dari berbagai aktivitas positif yang dihadirkan dari dukungan tersebut.

Semoga kebaikan yang diberikan sahabat dan donatur Harapan Amal Mulia untuk santri-santri ISQ dapat menjadi ladang pahala jariyah yang kebaikannya tidak pernah terputus. (history/harapanamalmulia)

 

Sahabat juga bisa mendukung anak yatim dan dhuafa di ISQ sekaligus menanam pahala jariyah dengan memberikan kontribusi terbaik melalui link di bawah ini:

Klik >>> kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Atau Transfer Donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400