Tag: Dhuafa

Tag: Dhuafa

Perjalanan Dai Sindangjaya Sebar Syiar kepada Warga Dhuafa

Dai Sindangjaya melewati perjalanan berliku untuk menyebarkan syiar kepada masyarakat dhuafa. Maka dari itu, Harapan Amal Mulia berupaya membersamai perjalan mereka dengan berbagai program.

 

Harapanamalmulia.org – Sebagian besar warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur mencari nafkah dengan menjadi buruh tani. Dengan penghasilan yang tak menentu, akidah mereka kerap goyah sehingga membutuhkan bimbingan dari tokoh agama sekitar.

Bah Nono, salah seorang tokoh yang peduli dengan keadaan tersebut berikhtiar memberikan bimbingan ruhiyah kepada warga Sindangjaya dengan berbagai cara.

Bah Nono, salah seorang tokoh agama di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

“Abah mah bukan Ustad. Bukan lulusan pesantren. Hanya belajar dari orang-orang yang alim. Tapi sedikit-sedikit, abah belajar menjadi dai untuk berdakwah kepada masyarakat di sini.”

Selain menyampaikan pesan-pesan dakwah, Bah Nono juga berupaya agar perekonomian warga tetap stabil dengan membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jika tidak ada dermawan yang mau berbagi rezeki, Bah Nono kerap kali mengeluarkan dana dari kantong probadi untuk memberi bantuan kepada warga.

Baca juga: Inilah Cara Menanam dan Menjaga Iman Tetap Tumbuh Dalam Keluarga

 

Ikhtiar serupa juga dilakukan Ustaz Khair. Beliau menguatkan ruhiyah warga Sindangjaya ditempuh dengan menjadi guru ngaji anak-anak di sana. Setiap sore, ia mengajarkan anak-anak desa membaca Al-Quran di sebuah musala.

Di sela-sela kesibukkan beliau sebagai buruh tani, Ustaz Khair juga menyempatkan diri untuk menyampaikan tausiyah kepada ibu-ibu setiap dua kali dalam sepekan.

Ustaz Khair berikhtiar menguatkan keyakinan warga di Desa Sindangjaya dengan menjadi guru ngaji. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Semangat Bah Nono, Ustaz Khair, serta tokoh agama lain di Sindangjaya untuk menyebarkan syiar Islam menjadi motivasi Harapan Amal Mulia untuk membersamai perjuangan mereka.

 

Program Harapan Amal Mulia Sejahterakan Dai Sindangjaya

Program Syiar Islam Mulia menjadi ikhtiar untuk mendukung aktivitas syiar Dai Sindangjaya. Melalui program tersebut, Harapan Amal Mulia membuka kesempatan dan kemudahan bagi para dermawan untuk mengirimkan bantuan terbaik.

Bantu dukung dan doakan ya, Sahabat. Semoga program Syiar Islam Mulia bisa membantu Dai Sindangjaya menguatkan akidah warga di desanya. (history/harapanamalmulia)

Mengenal Desa Sindangjaya, Rumah Kehidupan Bagi Kaum Dhuafa

Dengan berbagai keunikan yang dimiliki Sindangjaya desa yang berada di Kecamatan Ciaranjang, Kabupaten Cianjur ini akan menjadi salah satu wilayah persebaran manfaat program Harapan Amal Mulia.

 

Harapanamalamulia.org – Kendaraan tim Harapan Amal Mulia melaju cepat menyusuri jalan berkelok antara ujung Kabupaten Bandung Barat hingga Kabupaten Cianjur. Tak begitu jauh setelah memasuki Cianjur, kendaraan kami pun berbelok menuju sebuah desa bernama Sindangjaya yang dikenal memiliki banyak keistimewaan.

Tujuan tim Harapan Amal Mulia mendatangi desa tersebut tidak lain adalah untuk bersilaturahmi, mengunjungi warga Sindangjaya serta para penerima manfaat program Qurban Mulia pada Agustus 2019 lalu di sekitar desa.

Sebagian besar penduduk Sindangjaya merupakan pekerja serabutan. Petani dan nelayan menjadi profesi andalan warga. Meski begitu, pendapatan mereka tak begitu besar sehingga banyak yang mencari penghasilan tambahan dari berdagang, mengepul barang bekas, dan lain sebagainya.

Banyaknya masyarakat pra sejahtera atau yang biasa disebut dhuafa di Sindangjaya, menjadi salah satu alasan Harapan Amal Mulia untuk menjadikan warga di sana sebagai penerima manfaat program Ramadan mendatang.

 

Dhuafa Desa Sindangjaya

Bu Halimah dan suami, salah satu potret keluarga dhuafa di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Secara sederhana, kaum dhuafa adalah mereka yang hidup dalam kemiskinan, kesengsaraan, kelemahan, dan ketidak berdayaan yang tiada putus. Desa Sindangjaya sendiri memiliki banyak warga dhuafa, termasuk di dalamnya para mualaf.

Berikhtiar mendukung kebutuhan masyarakat dhuafa di Sindangjaya, terutama saat Ramadan, Harapan Amal Mulia hadir dengan Paket Harapan Keluarga. Bantuan yang diberikan dalam program tersebut adalah kebutuhan-kebutuhan pokok.

Baca juga: Kaleidoskop 2019: Menelusuri Jejak Kebaikan Donatur Harapan Amal Mulia

 

Di samping kebutuhan pokok, Harapan Amal Mulia juga turut memfasilitasi kegiatan keagamaan kepada warga dengan mendukung tokoh agama di sana.

 

Tokoh Agama, Bimbing Hijrah Warga Sindangjaya

Kegiatan silaturahmi Bah Nono, tokoh agama di Desa Sindangjaya, bersama salah satu keluarga mualaf dan dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Peran tokoh-tokoh penyebar syiar Islam di antara muslim dan muslim dan mualaf di Sindangjaya tak luput dari perhatian kami. Berkat bimbingan mereka, masyarakat Ciranjang bisa hidup berdampingan meski memiliki keyakinan berbeda. Tokoh-tokoh tersebut juga tak pernah lelah mendampingi muslim Sindangjaya mengokohkan akidah dalam berbagai kajian.

Untuk mendukung perjuangan para tokoh syiar di Sindangjaya, Harapan Amal Mulia hadir dengan program Syiar Islam Mulia. Sedangkan warga yang istiqamah mendalami ilmu agama kepada para tokoh akan menjadi penerima manfaat program Paket Quran Mulia dan Paket Amal Buka Puasa.

Selain dhuafa, tokoh agama dan jemaahnya yang menjadi penerima manfaat, kesejahteraan anak-anak di Desa Sindangjaya juga tak luput menjadi perhatian kami.

 

Potret Anak-anak Desa Sindangjaya

Aldo (baju biru), anak dari Desa Sindangjaya yang akan menjadi penerima manfaat donasi yatim dhuafa dalam program Paket Harapan Yatim dan Dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sebagaimana banyak warga desa yang dhuafa, sebagian besar anak-anak di Sindangjaya juga hidup sangat sederhana. Dengan kondisi demikian, kebutuhan pendidikan anak-anak Sindangjaya tak begitu menjadi perhatian. Apalagi sejumlah anak di sana sudah tidak mempunyai orang tua (yatim) dan bertahan hidup mengandalkan pemberian dermawan.

Tapi hebatnya, semangat anak-anak Sindangjaya untuk belajar dan meraih masa depan gemilang patut jadi panutan. Semangat tersebut berupaya dikuatkan oleh Harapan Amal Mulia melalui program Paket Harapan Yatim dan Dhuafa. Bantuan yang akan diberikan dalam program tersebut adalah perlengkapan sekolah anak.

 

Paket Harapan Keluarga, Syiar Islam Mulia, Paket Quran Mulia, Paket Amal Buka Puasa, serta Paket Harapan Yatim dan Dhuafa menjadi program-program unggulan Harapan Amal Mulia yang dapat memfasilitasi Anda untuk berbagi kebaikan.

Mohon doa dan dukungan semoga program tersebut dapat memberikan manfaat yang besar untuk warga muslim dan muslim mualaf di Desa Sindangjaya. (history/harapanamalmulia)

 

Rekening donasi:

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Bantu Rumah Tahfiz Yatim Dhuafa Asahan

Klik di sini untuk DONASI

dd8a7366-28d8-401d-97f1-2ebc28a8ac09.jpgAnak-anak yatim dan duafa Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan sedang berjuang menjadi hafiz Alquran. Namun, semakin hari kebutuhan operasional santri semakin melambung seiring dengan jumlah mereka yang terus bertambah.

Istana Sufara Quran (ISQ) adalah sebuah rumah tahfiz di Jl. Lumba-Lumba Lk.1, Bunut Barat, Kecamatan Kisaran Barat, yang sebagian besar santrinya merupakan anak yatim dan duafa. Tak ada biaya operasional yang dibebankan kepada santri. Kebutuhan operasional Rumah Tahfiz dan seluruh kebutuhan santri terpenuhi jika semakin banyak Sahabat dan donatur yang berkenan membantu.

faf09598-1c96-4aa2-874a-2090ca77b807.jpgDalam perjalanannya Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) Asahan tidak sedikit mengalami berbagai kendala, diantaranya adalah karena minimnya biaya operasional yang tersedia. Meski begitu, Alhamdulillah semangat 43 santri ini senantiasa terjaga. Mereka terus melanjutkan kegiatan menghafal dan mengkaji Quran. Bahkan setiap bulan terus bertambah jumlah yang mendaftar.

 

Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ)

Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) berdiri sejak Oktober 2018 lalu, yang merupakan inisiatif dari Ayu  Trisna Okvira bersama sejumlah relawan pengajar Quran di Asahan.

Sufara sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti perjalanan, bermakna semangat untuk senantiasa memahami dan mengkaji Alquran.

Antusias masyarakat yang begitu besar, hingga perjalanan membawa Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) dilanjutkan dengan menyewa bangunan sederhana yang menjadi sentra aktivitas Rumah Tahfiz, tujuan utamanya adalah agar seluruh kegiatan santri dan para pengajar bisa terfasilitasi dengan cukup memadai.

319b0885-d494-441a-b49d-7d1e02408d6e.jpgDi bangunan sederhana ini para santri belajar mengkaji dan menghafal Quran. Saat ini terdapat dua ruang belajar dan tiga kamar tidur, yang menjadi tempat para santri dan pengajar untuk beristirahat.

 

Agenda Keseharian Santri

Sebelum terbit fajar, santri mukim sudah memulai aktivitasnya dengan salat malam dan tilawah. Kemudian dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah dan menyetorkan hafalan kepada guru masing-masing. Selepas subuh, santri menghabiskan hari-hari mereka dengan kegiatan menambah hafalan (ziyadah) dan mengulang hafalan (muraja’ah) Quran.

Sedangkan santri non mukim (reguler), memulai aktivitas pembelajaran Qurannya pada sore sore, tepatnya pukul 16:00 hingga menjelang maghrib.

10d7f3b5-0989-4670-b4b0-4a7eac2e0bfb.jpgKomitmen dan semangat para santri Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) ini harus terus kita jaga bersama, dengan cara membantu mereka dengan sebagian keberkahan rezeki kita.

0e13e852-5fb1-4674-a29b-baa7212f4d54.jpgMari bersama kita bantu agar lahir generasi-generasi qurani dari Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) di Asahan.

  1. Klik di sini untuk DONASI
  2. Isi form donasi
  3. Dapatkan laporan program melalui whats app
  4. Sahabat dapat ikuti update aktivitas Rumah Tahfiz ISQ melalui akun Instagram @harapanamalmulia

Menjadi Relawan, Dedikasi Fauzi untuk Dunia Kemanusiaan

Fauzi, sosok relawan Harapan Amal Mulia yang menjadi favorit anak-anak binaan. Fauzi mengabdikan diri menjadi relawan sebagai bentuk dedikasinya untuk kemanusiaan.

 

Harapanamalmulia.org – Separuh waktu akhir pekan sering dikorbankan Fauzi Abdul Rohim (29) untuk menemani anak-anak yatim dan dhuafa di daerahnya, Kampung Pacinan, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Hebatnya, Fauzi tak pernah menunjukan mimik wajah kecewa atau pun kesal.

Fauzi atau yang akrab disapa Kak Fauzi merupakan salah seorang relawan Harapan Amal Mulia. Setiap dua pekan sekali, ia melakukan pembinaan sekaligus penyaluran santunan anak yatim dan dhuafa untuk anak-anak penerima manfaat Beasiswa Harapan di kampung tersebut.

 

Beliau mengungkapkan, menjadi relawan adalah satu wujud dedikasinya pada dunia kemanusiaan. “Sejak menjadi relawan, saya merasa lebih dekat dengan mereka (anak yatim dan dhuafa). Kita bisa mengetahui langsung apa yang dirasakan adik-adik binaan yang mungkin sebelumnya kita hanya tahu dari media” ujar Fauzi.

Fauzi memberikan pembinaan tahfiz Quran juga pembelajaran bahasa asing kepada anak-anak binan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Bapak satu anak ini melakukan tugasnya dengan sukarela. Bagi Fauzi, melihat anak-anak yatim di kampungnya terbina dan semangat meraih mimpi menjadi imbalan yang lebih bernilai daripada lembaran rupiah.

“Dengan adanya kepedulian para aghnia (donatur) bisa membuat anak-anak terbantu, termudahkan menempuh jalan untuk masa depan…” kata Fauzi.

Baca juga: Selain Surga, Berkah Muliakan Yatim Terasa Sejak Masih di Dunia

 

Donasi Yatim Dhuafa Hadirkan Beasiswa Harapan

Anak-anak yatim dan dhuafa penerima manfaat Beasiswa Harapan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Saat ini, Harapan Amal Mulia memiliki sepuluh anak binaan di Kampung Pacinan yang menjadi penerima manfaat donasi yatim dhuafa yang diwujudkan dalam Beasiswa Harapan.

Beasiswa Harapan merupakan program pemberian santunan tunai serta pembinaan berkelanjutan untuk anak yatim dan dhuafa yang berprestasi. Salah satu tujuan program ini adalah agar anak yatim dan dhuafa mempunyai kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

Pembinaan dan pemberian beasiswa tersebut bersumber dari kebaikan para donatur diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.  (history/harapanamalmulia)

Yuk terus dukung program Beasiswa Harapan untuk anak yatim dan dhuafa dengan memberikan donasi terbaik melalui tautan:

kitabisa.com/beasiswaharapan

 

Atau transfer donasi melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400 ya, Sahabat! 😊

Di Balik Santri Sukses, Ada Guru Hebat yang Selalu Menemani

Berbagai prestasi  telah ditorehkan santri-santri ISQ. Mereka tidak mencapainya sendiri, melainkan ada peran besar dari guru dan pembimbing yang senantiasa menemani.

Harapanamalmulia.org Meski berlatar belakang sebagai anak yatim dan dhuafa santri-santri Istana Sufara Quran (ISQ) tetap bisa menorehkan berbagai prestasi. Prestasinya beragam, mulai dari juara kelas, hafal Quran, hingga prestasi yang tak kasat mata seperti mandiri dan berakhlak mulia.

Pencapaian-pencapain tersebut tidak begitu saja terwujud, melainkan ada yang mengarahkan. Dalam hal ini, guru-guru ISQ menjadi salah satu pihak yang memiliki peran penting.

Guru-guru ISQ selalu menunjukkan totalitasnya dalam mendidik santri. Hal ini dapat dilihat dari perjuangan mereka yang berat selama  mengajar, di antaranya:

1. Menempuh Perjalan Jauh

Ustazah Sufla mengajar tahsin Quran kepada santri dan warga sekitar ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Perjalanan melelahkan dari Tanjung Balai menuju Kisaran, Kabupaten Asahan untuk mengajar santri ISQ, tak pernah dikeluhkan Ustazah Sufla. Ia tetap fokus pada ikhtiarnya agar santri dapat membaca Quran dengan lebih baik. Guru tahsin berusia 38 tahun itu juga harus berjuang dengan ramainya penumpang kendaraan umum sambil membawa kedua anaknya yang masih kecil.

 

2. Mengabdi Sejak Muda di ISQ

Ada juga Ustazah Ismi. Di usianya yang masih muda, Ismi mengabdikan diri dengan menjadi guru sekaligus pembimbing santri di ISQ. Sejak dini hari, Ismi sudah bergegas membangunkan santri  untuk salat malam. Dari siang hingga malam kembali datang, aktivitas Ismi diisi dengan membimbing santri menghafal Quran.

 

3. Tak Ada Kafalah Melimpah

Tidak ada rupiah melimpah yang menjadi imbalan atas jasa besar para guru ISQ. Meski begitu, mereka selalu menunjukkan totalitas dalam mengajar. Keikhlasan dan keberkahan rezeki menjadi pedoman mereka mengajar. Dengan begitu, kebutuhan mereka Insya Allah selalu tercukupi.

 

4. Mengajar dengan Fasilitas Terbatas

Santri ISQ dari jenjang kelas berbeda belajar di ruangan yang sama. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ini menjadi perjuangan yang dialami oleh semua guru. Fasilitas belajar dan mengajar yang terbatas di ISQ membuat para guru harus mencari akal agar santri tetap bisa belajar dengan maksimal. Contohnya mengenai ruang kelas.

ISQ hanya mempunyai satu ruangan kelas yang digunakan oleh hampir lima puluh santri dengan jenjang kelas berbeda. Para guru harus menyusun strategi agar fokus santri tetap terjaga.

 

Sahabat, empat hal di atas adalah sebagian kecil dari tantangan-tantangan yang harus dilewati oleh guru-guru ISQ. Meski terlihat tidak mudah, tapi mereka tetap bisa mencetak genarasi penghafal Quran unggul dan berakhlak mulia. (history/harapanamalmulia)

 

Mari dukung perjuangan guru-guru tahfiz santri yatim dan dhuafa di ISQ. Salurkan dukungan Anda dengan berdonasi melalui tautan kitabisa:

kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Atau Transfer Donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400