Tag: Donasi

Tag: Donasi

Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer Alami

“Antisipasi virus Corona yang semakin menyerang, santri tahfiz Bunyanun Marshush produksi pembersih tangan alami dengan bahan sederhana nan murah meriah”

 

Harapanamalmulia.org Menjaga kebersihan badan di Tengah Pandemi Virus COVID-19 tentu Menjadi Hal Yang Harus dilakukan DENGAN Rajin mencuci serbi, ATAU can also DENGAN berbekal pembersih tangan kemana-mana. Namun, butuh pembersih tangan semakin langka di pasaran. Para santri tahfiz Bunyanun Marshush-Bandung, mencoba menghadirkan solusi dengan membuat pembersih tangan secara alami. Dengan bahan-bahan sederhana, pembersih tangan karya para santri ini dapat membantu melindungi banyak tangan agar tetap terjaga kebersihannya.

Simak proses pembuatan keseruan hanya di laman Harapan Amal Mulia, lembaga penghimpun donasi yatim dhuafa.

 

Dari Bahan Sederhana, Berikhtiar Hindari Virus Corona

AM -1- Virus Antisipasi COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org (2) - Harapan Amal Mulia

(Tim Harapan Amal Mulia memberikan  edukasi terkait bahaya virus COVID-19 serta memberikan bimbingan pembuatan hand sanitizer para Santri Bunyanun Marshush/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Dalam membuat hand sanitizer alaminya, para santri Bunyanun Marshush-Bandung terlebih dahulu mendapatkan edukasi dari tim Harapan Amal Mulia mengenai pentingnya menjaga kesehatan, serta bimbingan dalam proses pembuatan hand sanitizer alami. Berbekal bahan-bahan sederhana, yaitu alkohol dengan kadar 70% dan lidah buaya (Aloe Vera), proses pembuatan pun dimulai.

AM -1- Virus Antisipasi COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org (3) - Harapan Amal Mulia

(Keterangan: Bahan-bahan dan alat pembuatan hand satizer alami/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Alat-alat yang digunakan untuk mengolah kedua bahan tersebut diantaranya ada blender, pisau, gelas ukur, saringan, sendok, juga beberapa wadah penunjang, dan terakhir ada botol pemompa ukuran 200 ML sebagai tempat menampung hand  sanitizer yang sudah siap pakai.

AM -1- Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org(4) - Harapan Amal Mulia

(Keterangan: Proses pembuatan hand sanitizer oleh para Santri Bunyanun Marshush/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Proses pembuatan hand sanitizer ini tidak memakan waktu lama. Lidah buaya yang sudah disipkan kemudian dibelah dan diambil dagingnya, selanjutnya diblender hingga halus. Daging lidah buaya yang sudah halus kemudian disaring untuk dipisahkan dari ampasnya. Setelah gel lidah buaya siap, ambil takaran 20 ML gel lidah buaya untuk dicampurkan ke dalam 180 ML alkohol, yang sudah telebih dahulu di masukan dalam botol pemompa.

AM -1- Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org(5) - Harapan Amal Mulia

(Hand sanitizer alami karya Santri Bunyanun Marshush/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Dalam sekali produksi ini, para santri dapat menghasilkan 2 liter hand sanitizer siap pakai yang dapat digunakan langsung untuk membantu menjaga kebersihan tangan, dan tentunya sebagai ikhtiar untuk mencegah virus Corona hinggap di badan.

 

Baca juga: Urgent! Masyarakat Kecil Juga Tak Mau Terjangkit Corona

 

Hand Sanitizer Karya Santri Turut Mencegah Corona Di Masyarakat Sekitar

AM -1- Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org(6) - Harapan Amal Mulia

(Keterangan: Santri berbagi hand sanitizer alaminya kepada masyarakat sekitar/foto:Harapan Amal Mulia)

Pembersih tangan yang diproduksi hanya dapat digunakan di lingkungan internal pesantren dan sehari-hari para santri. Selain para santri juga membagikan pembersih tangan alaminya ke masyarakat sekitar yang membutuhkan, masjid terdekat dengan pesantren, juga tidak lupa madrasah binaan Harapan Amal Mulia lainnya. Banyak warga yang terbantu dari hasil pembersih tangan yang dibagikan.

Pembersih tangan Berbekal di tangan, kini para santri aman untuk melanjutkan kegiatan menghafal di pesantren, sebelum harus berkreasi di luar ruangan. Satu langkah ikhtiar ini semoga dapat menjadi wasilah untuk mencegah penularan virus Korona untuk para santri dan warga sekitar pesantren yang juga harus ikut serta. (itari / harapanamalmulia )

Manfaat Program Rumah Tahfiz Nusantara Telah Sampai di Garut

“Berangkat dari kerinduan akan lingkungan Islami, Ustaz Taufik membidani lahirnya Pesantren Izhaarul Haaq, Kersamenak. Kebaikan Sahabat, telah turut melengkapi perjuangan dakwah Ustaz Taufik di Garut”

Harapanamalmulia.orgBerawal dari mimpi mewujudkan lingkungan yang Islami untuk anak-anak, Pesantren Izhaarul Haaq pun lahir di tengah-tengah masyarakat Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Pesantren yang telah berdiri sejak 2013 ini menjadi rumah bagi santri-santri yatim dan dhuafa yang ingin menghafal Al Quran. Sepanjang perjalanan pendirian pesantren ini hingga kini, telah banyak lika liku kisah yang dilalui.

Harapan Amal Mulia, lembaga yang menghimpun donasi dan sedekah untuk yatim dhuafa telah sajikan kisah selengkapnya untuk Sahabat semua.

 

Berawal Dari Keresahan, Pesantren Ini Lahir

Menemukan lingkungan yang Islami bagi tumbuh kembang anak menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan oleh Ustaz Taufik Nuryana. Sepulangnya mengenyam pendidikan di Libya, memberikan motivasi baginya untuk pulang ke Garut, lantas mendirikan pesantren pada tahun 2013 silam.

Ustaz Taufik yang membidani lahirnya pesantren ini memfokuskan tujuan pesantren sebagai sarana untuk menghafal Al Quran bagi yatim dan dhuafa. Cita-cita mulia ini kemudian mendapat respon yang positif, terbukti dari mulai berdirinya hingga sekarang ini telah membina sekitar 70 santri yatim dhuafa, serta santri terbina sebanyak 1400, selama 7 tahun ini.

(Ustaz Taufik Nuryana, Lc. Bersama santri Izhaarul Haaq/foto:Harapan Amal mulia)

 

Perjuangan Ustaz Taufik dalam berdakwah dan mendirikan pesantren tidak serta merta berjalan dengan begitu mudah. Di awal hijrahnya ke Garut, Ustaz Taufik mendapatkan donatur yang berasal dari Arab Saudi, yang membantu pendirian pesantren serta mendirikan 154 Masjid yang tersebar di Garut dan kota-kota lainnya.

Namun, sekarang, masa penerimaan bantuan tersebut telah habis, sehingga Pesantren Izhaarul Haaq mengalami kendala dalam menjalankan proses pembinaan serta untuk mencukupi kebutuhan operasional sehari-hari untuk para santrinya.

 

Simak sajian informasi lainnya “Rumah Tahfiz Gratis, Hadirkan Layanan Terbaik Bagi Santri Dhuafa”

 

Pembinaan Santri Kini Tak Terhalang Lagi

(Keterangan: Potret kebahagiaan para santri Izhaarul Haaq/foto:Harapan Amal Mulia)

 

Berkat kebaikan Sahabat, alhamdulilah kini santri-santri penghafal Al Quran di Pesantren Izhaarul Haaq dapat semakin khusyu dalam menghafal. Kebutuhan mushaf Al Quran untuk semakin menunjang proses pembinaan sudah terdistribusikan kepada seluruh santri. Sehingga santri semakin termotivasi menyelesaikan hafalan yang sudah ditargetkan.

 

Lengkapi Semangat Menghafal Santri, Dengan Penuhi Gizi Setiap Hari.

(Keterangan: Senyum bahagia santri kala menerima bantuan bahan makan bergizi/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Kebaikan Sahabat juga telah berwujud dalam gizi lengkap dan seimbang yang telah sampai pada setiap piring makan para santri. Santri pun dapat menjalani proses pembinaan tanpa takut kekurangan gizi, juga tidak risau lagi tentang menu makan yang akan mereka santap, karena operasional pangan sehari-hari telah sampai ke pesantren ini.(itari/harapanamalmulia)

Bersama Harapan Amal Mulia, Sahabat dapat terus menyambung kebaikan untuk para santri melalui Program Rumah Tahfiz Nusantara. Sahabat dapat semakin membantu para penghafal Al Quran, serta madrasah dan rumah tahfiz lainnya di seluruh Nusantara untuk menunjang kegiatan pembinaan, dan tidak lupa penuhi gizi hariannya.

Sahabat dapat menyalurkan donasi terbaik melalui pilihan rekening donasi di bawah ini:

 

BCA 0083 6858 72
Mandiri 132 003 321 2342
BSM 717 313 414 7
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Mulia Dengan Amal Terbaik

7 Tips Antisipasi Corona Ala Santri Penghafal Al-Quran

|”Virus Corona sejatinya tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya. Oleh karena itu, mari terus maksimalkan langkah-langkah pencegahan dengan tips yang dibagikan para santri penghafal Al-Quran ”

 

Harapanamalmulia.orgVirus Corona atau dikenal juga dengan sebutan Covid-19 menjadi pandemi yang telah menyerang berbagai negara, termasuk salah satunya Indonesia. Pemerintah Indonesia pun kemudian menyerukan instruksi agar membatasi aktivitas di luar rumah, mengurangi interaksi dengan manusia lainnya, dan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. Lantas langkah preventif apa yang dapat kita semua lakukan sebagai tindakan pencegahan? Para santri penghafal Al-Quran di Ma’had Tahfiz & Ilmu Quran, Bandung membagikan tipsnya.

Berikut Harapan Amal Mulia, lembaga penghimpun donasi yatim dhuafa sajikan informasi “7 Tips Antisipasi Corona Ala Santri Penghafal Al-Quran” untuk sahabat semua.

 

1.Semakin Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt.

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. At-Taghabun: 11)

Keniscayaan terhadap setiap peristiwa yang terjadi di bumi ini tidak akan terlepas dari izin Allah Swt. Termasuk adanya pandemi virus Corona ini juga terjadi tentu atas izin Allah Swt. Maka menyikapi hal tersebut, sudah selayaknya kita semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt yang maha memegang kekuasaan atas seluruh alam semesta.

Menambah kedekatan kepada Allah Swt. dapat dilakukan dengan menambah intensitas porsi ibadah, memperbanyak tilawah, mengencangkan doa dan melengkapinya dengan sedekah sebagai penolak bala atas musibah.

(Keterangan: Para santri Bunyanun Marshush sedang melakukan agenda ibadah rutin/foto:Harapan Amal Mulia)

Langkah pencegahan telah diterapkan oleh para santri Ma’had Tahfiz & Ilmu Quran Bunyanun Marshush, di mana para santri menyikapi situasi ini dengan menerapkan 7 tips antisipasi untuk mencegah virus Corona. Semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. menjadi poin pertama yang diterapkan para santri.

 

2. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Islam sangat memperhatikan perihal kebersihan diri serta lingkungan tempat berada, hal ini tidak hanya semata agar setiap muslim terhindar dari najis dan kotoran saat akan beribadah, akan tetapi hal ini berkaitan erat dengan meningkatkan kesehatan diri sehingga membentuk tubuh yang prima. Rasulullah Saw. telah menerangkan perihal menjaga kebersihan ini sebagaimana dalam hadis shohih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yaitu “Kesucian atau bersuci merupakan setengah/sebagian dari iman” (HR. Muslim No. 325)

Apabila dilihat dari hadis tersebut, maka menjaga kebersihan atau bersuci memiliki posisi yang begitu penting dan memberikan pengaruh yang besar dalam menjalankan aktivitas ibadah dalam keseharian kita. Termasuk menjaga kebersihan lingkungan tempat berada menjadi sebuah hal yang harus turut juga diperhatikan agar dapar menunjang ibadah lebih sempurna dan tentu berkontribusi dalam kesehatan badan.

 

3. Mengurangi Aktivitas di Keramaian

Pemerintah telah mengeluarkan anjuran untuk mengurangi aktivitas yang berkaitan langsung dengan banyak orang, menghindari pertemuan massal di pusat-pusat keramaian, serta menjaga jarak dalam berinteraksi dengan orang lain. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus Corona.

Menjaga jarak dengan orang lain sebagai bentuk antisipasi sebenarnya telah diterapkan oleh Rasulullah Saw. berabad-abad yang lalu. Saat mengalami sebuah wabah penyakit maka Rasulullah Saw. memperingatkan umatnya untuk tidak mendekati wilayah yang terkena wabah, seperti diriwayatkan dalam hadis “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu” (HR. Bukhori)


4. Memaksimalkan Waktu Dengan Aktivitas Produktif

(Keterangan: Para santri Bunyanun Marshush tengah menjalankan ibadah Salat/Foto: Harapan Amal Mulia)

Dengan adanya pembatasan aktivitas di luar rumah, hal ini menjadikan setiap orang memiliki porsi waktu lebih banyak untuk melakukan aktivitas-aktivitasnya di dalam rumah. Waktu yang dimiliki ini harus diisi dengan beragam aktivitas yang produktif, efektif dan efisien.

Para santri di Ma’had Tahfiz dan Ilmu Quran Bunyanun Marshush mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan memperbanyak melantunkan sholawat dan tilawah Al-Quran, mengerjakan shalat sunah dan menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga ringan di sekitar Ma’had.

 

5. Menyempurnakan Wudhu

Tidak ada perintah yang Allah Swt. turunkan melainkan selalu terkandung hikmah dan pelajaran yang besar bagi para hamba-Nya, seperti perintah untuk bersuci terlebih dahulu atau berwudhu sebelum melaksanakan salat.

Sebuah perintah ibadah yang telah dilaksanakan sejak berabad-abad lamanya ini ternyata memiliki pelajaran yang begitu besar. Sebelum pemerintah juga organisasi kesehatan PBB (WHO) menganjurkan untuk sering mencuci tangan setiap hari, umat muslim sudah melaksanakannya setiap hari dalam berwudhu.

Oleh karena itu, salah satu bentuk antisipasi penyebaran virus Corona adalah dengan umat muslim semakin menjaga kesempurnaan tahapan dari wudhu itu sendiri. Perintah untuk berwudhu terdapat dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 6, yang artinya adalah

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur .” (Qs. Al-Maidah: 6)

 

6. Memperbanyak Istighfar dan  Bermuhasabah

Di tengah keadaan ini hendaknya dapat kita jadikan sebagai sarana untuk bermuhasabah atas kesalahan yang pernah dilakukan serta beristighfar dengan sebaik-baiknya atas dosa-dosa yang pernah dilakukan pada masa lalu. Barangkali Allah menghendaki kejadian ini sebagai pengingat bagi kita semua untuk mengambil pelajaran dan semakin mawas diri terhadap lingkungan, kebersihan serta kesehatan pribadi.

Menyikapi situasi yang sedang terjadi ini, santri-santri Bunyanun Marshush juga tidak melewatkan untuk terus beristighfar dalam agenda kesehariannya. Tidak kurang dari 1000 kali istighfar yang dilantunkan oleh para santri setiap hari.

 

7. Bergiat Untuk Menjalankan Shaum Sunah

Tips terakhir adalah dengan menjalankan shaum sunah yang harus kembali digiatkan. Hal ini tentu berkaitan erat dengan menjaga pola makan dan membatasi asupan makanan yang kurang bernilai gizi masuk ke dalam tubuh.

(Keterangan: Potret kebersamaan para santri Bunyanun Marshush saat makan bersama /foto: Harapan Amal Mulia)

Dengan kembali menjalankan sunah-sunah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. maka selain mendapatkan kucuran pahala, tentu akan berdampak positif bagi tubuh dan meningkatkan kesehatan kita semua.

Sahabat Amal, merespon situasi yang ada saat ini mari kita sikapi dengan tenang namun tetap menjaga waspada. Melaksanakan anjuran serta mengikuti langkah-langkah pencegahan dari pemerintah, tanpa lupa semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Mari kita terus menjaga ikhtiar, melantunkan do’a dan bertawakal dalam sebenar-benarnya kepada Allah Swt.

(itari/harapanamalmulia)

Berbagi Makanan Bergizi Untuk Santri Yatim-Dhuafa

“Masih ingat kisah menu makan sederhana di Pesantren Nurul Masakin Sumedang? Berkat bantuan Sahabat, Alhamdulillah, kini sedekah makanan bergizi telah tersampaikan”

 

Harapanamalmulia.orgDengan bermodal uang Rp 40.000 setiap harinya, belasan santri yatim dan dhuafa di Pesantren Nurul Masakin, Sumedang harus berbagi porsi makan setiap pagi dan sore dengan menu sederhana. Terbatasnya jatah uang belanja yang diberikan membuat menu yang disajikan itu-itu saja.

Tahu menjadi menu andalan karena selain harganya murah, pedagang pasar kerap kali memberikan bahan masakan olahan itu sebagai sedekah yatim dhuafa. Soal gizi adalah nomor kedua, sebab yang pertama adalah tentang mensyukuri setiap makanan yang ada.

 

Ikhtiar Bersama Hadirkan Sajian Menu Penuh Gizi

Harapan Amal Mulia terus berupaya untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi santri yatim dan dhuafa sebagai bagian dari komitmen bersama Sahabat Amal. Dengan dorongan semangat tersebut Harapan Amal Mulia menghimpun donasi untuk membantu memperbaiki gizi para santri.

(Keterangan: Kebersamaan makan bersama santri yatim dhuafa Pesantren Nurul Masakin/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Alhamduillah berkat kepercayaan donatur, tim Harapan Amal Mulia telah berhasil menyalurkan sedekah makanan bergizi untuk santri yatim dan dhuafa penerima manfaat di Pesantren Nurul Masakin, Sumedang.

Sajian menu hewani berprotein tinggi, kalsium yang diperoleh dari susu, buah-buahan sebagai suplai vitamin, serta tidak lupa karbohidat dari nasi menjadi asupan seimbang untuk memenuhi kebutuhan para santri untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan mereka.

(Keterangan: Sebentuk raut bahagia Fina (ketiga dari kiri) beserta santri Pesantren Nurul Masakin lainnya saat menyantap hidangan/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Raut wajah sumringah terlihat dari para santri yang sudah begitu lama tidak merasakan makanan yang enak nan bergizi tinggi. Fina (11 tahun) yang merupakan santri Pesantren Nurul Masakin mengungkapkan rasa bahagianya. Dirinya yang terbiasa menyantap mie dan olahan telur di Pesantren, terheran-heran melihat nasi ‘dihias’ dengan lauk yang beragam dengan rasa yang tak kalah memanjakan lidah.

“Terakhir minum susu 2 tahun yang lalu, buah-buahan dan daging juga jarang dikonsumsi. Terakhir makan 5 bulan yang lalu.”, ujar Fina dengan senyum lebar terpancar.

Fina juga mengungkapkan harapannya ingin bisa memperoleh makanan yang bergizi setiap hari, agar dapat menjadi siswa yang pintar.

Baca juga: Menu Makan Sederhana Di Pesantren Yatim Dhuafa

 

Bersama Harapan Amal Mulia, Mari Penuhi Gizi Santri Di Pelosok Negeri

(Keterangan: Santri memanjatkan doa terlebih dahulu sebelum menyantap makanan /foto: Harapan Amal Mulia)

 

Kondisi keterbatasan gizi yang dialami para santri yatim dan dhuafa Pesantren Nurul Masakin sejatinya hanyalah salah satu potret dari sekian banyak kisah dengan kondisi yang hampir serupa. Oleh karenanya, mari bersama Harapan Amal Mulia, kita bergandengan tangan untuk membantu hadirkan sajian makanan penuh gizi kepada para santri yatim dan dhuafa di pelosok negeri lainnya. (itari/harapanamalmulia)

 

Sahabat Amal Mulia, dapat turut mendukung Program Food For Yatim dengan memberikan donasi terbaik melalui pilihan rekening donasi di bawah ini:

BCA 0083 6858 72
Mandiri 132 003 321 2342
BSM 717 313 414 7
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Sahabat Amal Mulia juga dapat berpartisipasi melalui: kitabisa.com/food4yatim

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor : 081 1234 1400 (SMS/Whatsapp)

Mulia dengan Amal Terbaik

 

 

Patungan Peralatan Sekolah untuk Yatim Dhuafa

Tanpa kita sadari, ada ratusan anak yatim dhuafa di Indonesia yang tak mampu membeli peralatan sekolah akibat keterbatasan finansial keluarga.

 

harapanamalmulia.orgDengan jatah uang lima ribu rupiah sehari, Deva Saputra (11 tahun) sudah bisa mengatur agar bekalnya itu cukup untuk sarapan, beli makan di sekolah, hingga bekal mengaji sampai sore. Namun, tidak pernah cukup untuk membeli peralatan sekolah yang baru. 

Orang yang memberi uang jajan tersebut adalah Nek Imih (66 tahun), neneknya yang merupakan tukang kebun dan kerap kali Deva panggil dengan julukan “mamah”.

Deva dan Nenek Imih (Dok, Harapan Amal Mulia)

Sebentuk cinta Deva untuk neneknya selalu ia tunjukkan dengan cara yang sederhana. Deva rutin membantu neneknya mengangkat air untuk mandi setiap pagi, serta membantu pekerjaan lainnya di rumah.

 

Baca juga: Perjuangan Anak Penjual Gorengan untuk Bantu Kebutuhan Harian

 

Sampai detik ini, hanya Nek Imih yang menanggung biaya sekolah Deva. Upah 30.000 sehari sebagai imbalan Nek Imih dari hasil membersihkan rumput liar di kebun teh kaki Gunung Mandalawangi – Bandung, kerap kali dibayarkan tak tepat waktu. Padahal, upah tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk keperluan sekolah Deva.

 

Meski hidup bersama nenek dalam keterbatasan, Deva selalu berusaha untuk menunjukkan bakti kepada Nek Imih lewat semangatnya meraih cita-cita besarnya di masa depan.

Aktivitas Deva di madrasah (Dok, Harapan Amal Mulia)

Kebersamaan Deva dan Nenek di rumah (Dok, Harapan Amal Mulia)

Deva hanyalah satu di antara ratusan yatim-dhuafa lainnya yang memerlukan uluran tangan kita untuk memenuhi keperluan sekolah.

 

Kalau ada rezeki lebih, anak-anak yatim dhuafa seperti Deva berharap bisa membeli peralatan sekolahnya sendiri agar tetap semangat meraih cita-citanya di masa depan.

Untuk itu, melalui program Paket Harapan Yatim Dhuafa dari Yayasan Harapan Amal Mulia, kami ajak kamu untuk ikut patungan alat sekolah bagi ratusan anak yatim dhuafa di berbagai wilayah Indonesia.

Kamu bisa ikut patungan cengan cara:

Transfer ke Rekening Donasi di bawah ini:

BCA 0083 6858 72
Mandiri 132 003 321 2342
BSM 717 313 414 7
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Atau juga bisa melalui tautan Kitabisa: kitabisa.com/harapanyatim

Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi : 081 1234 1400 (SMS/Whatsapp)