Tag: Donggala

Tag: Donggala

Darurat Palu-Donggala Pasca Gempa

Makasar–Gempa yang mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah pada Jumat (28/09) sore, berdampak sangat parah. Apalagi, gempa telah menimbulkan tsunami yang menambah korban jiwa.

Dari data yang terhimpun jumlah korban hingga kini sudah mencapai 1.203 jiwa meninggal dunia, 540 orang luka berat, banyak keluarga ataupun kerabat yang melaporkan kehilangan  anggota keluarganya di Kota Palu dan wilayah Donggala.

Beragam kesulitan kini dihadapi korban gempa yang selamat. Palu lumpuh, Donggala tak berbesa jauh. Tak ada listrik, minim komunikasi, BBM langka dan sulit mendapatkan logistik. Bahkan air siap minum pun sulit diperoleh pengungsi. Jenazah masih banyak belum terevakuasi sementara keterbatasan jelas semakin menyergap hampir 17.000 warga yang mengungsi.

‘’Ibu saya (Marwiah Towandu) terpaksa harus mengambil sisa makanan di rumah, dan rumah tetangga, yang bisa dimakan untuk bisa bertahan hidup di lokasi pengungsian di kaki bukit dekat rumah   yang terletak di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, ’’jelas Ikhsan Djawas (19) keluarga korban gempa.

Ikhsan bersama tim dari Yayasan Harapan Amal Mulia dan ratusan keluarga korban lainnya serta para relawan tengah menuju Kota Palu dengan menaiki KRI Makassar bersama aparat TNI dan Polri.

Saatnya bergerak cepat, membantu sebisa yang kita mampu. Beri bantuan kepada saudara-saudara kita yang ada di Palu dan Donggala.

Berikut adalah kebutuhan darurat untuk dapat segera bisa didistribusikan ke pengungsi di Palu dan wilayah Donggala :

  • Makanan Siap Saji
  • Air Minum
  • Makanan Bayi dan Anak
  • Tenda, Terpal, Selimut
  • Tenaga Medis
  • Obat-Obatan
  • BBM
  • Water Tank
  • Tenda Pengungsi
  • Genset
  • Alat Penerangan
  • Kantong Mayat
  • Kain Kafan

Salurkan bantuan terbaik anda melalui rekening :
Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4037
a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Bencana

Call/SMS/WA: 081 1234 1400
WA: http://bit.ly/amalmulia

Amal mulia anda ringankan beban mereka. (rifa/amal mulia)

Gempa dan Tsunami Melanda Sulawesi Tengah, Indonesia Kembali Berduka

Warga membawa jenazah korban tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9) (Republika)

Kabar duka dari dari Sulawesi  Tengah memenuhi berita televisi  dan linimasa sosial media. Situs berita BMKG tak henti mengabarkan adanya gempa susulan di Donggala dan sekitarnya.

Hingga Sabtu (29/9/2018) pagi, sudah terjadi 91 gempa susulan pasca-gempa bermagnitudo 7,4 (sebelumnya disebutkan 7,7) pada Jumat (28/9/2018).

“Gempa bermagnitudo 4,5 merupakan gempa susulan ke-91 sejak gempa di donggala kemarin sore,” kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam KompasTV, Sabtu pagi.

Sejak gempa besar melanda, malam gelap mencekam Donggala. Saluran listrik terputus, saluran komunikasi juga terputus meski ada satu dua yang masih tersambung. Sampai hari berganti, saluran komunikasi masih menjadi kendala informasi terbaru kejadian gempa.

Tsunami Menyapu Kota Palu Sejauh Ratusan Meter

Warga melangkah sejauh mungkin menuju ke arah bukit, selang beberapa menit terjadi gempa. BMKG memang menyalakan peringatan dini Tsunami beberapa menit setelah gempa berkekuatan 7,4 terjadi.

Gempa mulai terjadi pada Jumat siang, dan disusul dengan gempa-gempa cukup besar. Kekalutan makin bertambah ketika informasi tsunami di Pesisir Laut Talise Kota Palu benar-benar terjadi. BMKG melansir, ketinggian gelombang tsunami mencapai lebih dari 1,5 meter.

Peringatan dini tsunami dihentikan oleh BMKG pada pukul 17.37 WIB setelah dipantau bahwa air laut yang naik sudah kembali surut.

Ratusan Korban Menjadi Korban

Hasil pantauan Antara di sekeliling Kota Palu, Sabtu pagi (29/9), korban gempa bumi di Donggala, Sulteng, diduga mencapai ratusan jiwa. Mereka belum dievakuasi dari gedung-gedung yang ambruk.

Kepala LKBN Antara Biro Sulawesi Tengah, Rolex Malaha, dalam Republika melaporkan pusat perbelanjaan atau mal terbesar di Kota Palu, Mal Tatura di Jalan Emy Saelan ambruk. Masih ada puluhan hingga seratusan orang yang terjebak di dalam pusat perbelanjaan empat lantai yang dibangun 2006 itu.

Sedangkan data jumlah korban luka yang dihimpun oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, terdapat kurang lebih 2000 korban yang dirawat  di tiga Rumah Sakit berbeda di Palu. Sampai jam 2 dini hari tadi, tercatat 18 korban gempa  meninggal dunia dari ketiga rumah sakit tersebut.

 

Gempa Mengakibatkan Kerusakan Bangunan

Rumah Warga dan beberapa fasilitas umum seperti jembatan, rumah sakit, dan masjid juga ikut hancur akibat gempa seperti yang dikabarkan dalam akun Soetopo Purwo Nugroho, Kepala Data Pusat Informasi dan Humas BNPB.


Indonesia sedang diuji. Setelah gempa Lombok yang bahkan masa pemulihannya masih jauh dari kata cukup, kini terjadi lagi gempa disertai tsunami yang melanda saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah.

Mari bantu saudara-saudara kita yang tengah dirundung duka dan memerlukan uluran tangan dengan doa tertulus serta donasi terbaik melalui rekening di bawah ini:

2017 00 4037 (a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia Bencana)

Untuk informasi lebih lanjut: 081 1234 1400

(history/amalmulia)